Yuli Fajarwati
Jurusan Pendidikan Teknik Sipil Dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Civil Engineering For Community Development

Kajian ulang sistem drainase area Bumi Perkemahan Gendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah Malik, Abdul; Purwantoro, Didik; Darmono, Darmono; Syamsudin, Rudi Nur; Fajriani, Qonaah Rizqi; Fajarwati, Yuli; Hatutiningsih, Arum Dwi; Kurniawan, Muhammad Adi; Setiawan, Riski; Syahrani, Luthfi Auliya
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.22450

Abstract

Kawasan Bumi Perkemahan Gendungan, yang berada di lokasi Desa Kalibening, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan suatu kawasan yang berada di lereng Gunung Merapi. Belum adanya perencanaan sistem drainase yang baik banyak hal yang terjadi pada saat digunakan. Padahal pengelolaan air hujan di Kawasan Bumi Perkemahan Gendungan penting berkaitan dengan kenyamanan penggunaan lahan di saat musim hujan. Dari pertimbangan tersebut, dilakukan evaluasi sistem drainase di area perkemahan sebagai kegiatan pengabdian dari Program Studi Teknik Sipil dan Perencanaan. Metode perencanaan sistem drainase di kawasan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Total saluran drainase yang dirancang sebanyak tujuh saluran (D1, D2, D3, D4, D5,D6, D7) dengan kebutuhan dimensi bervariasi antara 20cmx20cm sampai 40cm × 40cm. Saluran dirancang dengan bahan batu kali yang dirasa mudah didapat di sekitar kawasan dengan tebal dinding 30 cm. The Gendungan Camping Area, located in Kalibening Village, Dukun District, Magelang Regency, Central Java, is an area on the slopes of Mount Merapi. Without planning a good drainage system, many things can happen when it is used. Rainwater management in the Gendungan Camping Area is important to the comfort of land use during the rainy season. Based on these considerations, an evaluation of the drainage system in the camping area was carried out as a service activity by the Civil Engineering and Planning Department. The drainage system planning method in this area refers to the Minister of Public Works Regulation No. 12 of 2014 concerning the Implementation of Urban Drainage Systems. The total number of drainage channels designed is seven channels (D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7) with required dimensions varying between 20 cm x 20 cm to 40cm × 40cm. The channel is designed using river stone, which is easy to find in the area with a wall thickness of 30 cm.
Perencanaan panggung seni sebagai sarana promosi pariwisata di Kali Jetis Kelurahan Jatinom Kecamatan Klaten Fajarwati, Yuli; Elviana, Elviana; Sativa, Sativa; Nuruzzaman, Muhammad; Zaidun, Amat; Rochmadi, Sunar
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 2, No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v2i2.22478

Abstract

Terdapat potensi wisata yang dapat dimaksimalkan di sekitar Sungai Kali Jetis, yang awalnya berupa tempat pembuangan sampah tidak resmi. Hal tersebut merupakan usaha warga untuk mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih bernilai. Berdasarkan pemetaan permasalahan hasil observasi, permasalahan prioritas mengerucut pada permasalahan pokok di bidang fasilitas layanan dalam bidang kesenian dan manajemen pertunjukan seni yang dinilai paling memberikan pengaruh terhadap keberlanjutan seni budaya di daerah tersebut. Solusi yang ditawarkan berupa perencanaan desain panggung seni dan pendampingan praktik manajemen ruang. Tujuannya adalah untuk melestarikan kembali seni, budaya, dan tradisi yang dimiliki warga dengan sasaran perencanaan desain panggung seni yang fungsional, aman, nyaman, dan memenuhi kebutuhan, serta meningkatkan keterampilan warga dalam pengelolaan tata ruang pertunjukan seni. Tahapan yang dilakukan meliputi tahapan kerja sama, rancang bangun, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini terlaksana sesuai dengan perencanaan dan berjalan dengan baik dengan output berupa gambar rencana panggung seni. Keterlibatan warga masyarakat dalam mengikuti serangkaian tahapan adalah sangat antusias dan ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan. There is tourism potential that can be maximized around the Kali Jetis River, which was initially an unofficial rubbish dump. The effort is by residents to change environmental conditions to make them more valuable. Based on the problem mapping results from observations, priority problems focus on the central issues in the field of service facilities in the arts sector and performing arts management, which are considered to have the most influence on the sustainability of arts and culture in the area. The solution offered is in the form of art stage design planning and assistance with space management practices. The aim is to preserve the residents' arts, culture, and traditions to plan an art stage design that is functional, safe, comfortable, and meets their needs and improve residents' skills in managing performing arts spaces. The stages carried out include the stages of cooperation, design, implementation, and evaluation of activities. This activity was carried out according to planning and went well with the output in the form of an art stage plan drawing. The involvement of community members in following a series of stages, was very enthusiastic and directly involved in implementing the activities.
Pembangunan Mushola sebagai Sarana Pendukung Tempat Wisata Taman Goa Jetis-Jatinom, Kabupaten Klaten Fajarwati, Yuli; Suwartanti, Suwartanti; Dewata, Hendra; Nugroho, Maris Setyo; Widodo, Slamet; Batuna, Nerizza Cheryl Salma; Nugraheni, Risa
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29312

Abstract

Desa Wisata Jetis terletak di Kelurahan Jatinom yang memiliki upacara adat bernama Yaa Qowiyyu dan diselenggarakan setiap bulan Sapar. Taman Goa Jetis berada di Kawasan Makam Ki Ageng Gribig yang menjadi tempat berkembangnya Islam di Tanah Jawa. Goa yang terletak diantara dua taman tersebut saat ini dibuka untuk umum dan digunakan sebagai tempat berziarah. Dengan dibangunnya tempat wisata ini, dibutuhkan adanya sarana pendukung salah satunya tempat ibadah. Tujuan PKM ini yaitu pembangunan Mushola sebagai sarana pendukung dari Taman Goa Jetis ini. Pembangunan Mushola ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu melakukan analisis masalah dengan mengobservasi lokasi pembangunan Mushola, melakukan perencanaan desain berdasarkan data observasi yang didapatkan, melakukan pendataan material dari desain yang dibuat, dan melaksanakan pembangunan. Pembangunan Mushola ini dilaksanakan oleh keterlibatan masyarakat setempat dan tim PKM. Kendala yang dihadapi selama pembangunan Mushola antara lain mobilisasi material, faktor alam, pengerjaan secara manual, dan keterbatasan alat.