Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN VOKASIONAL BUDIDAYA MENANAM CABAI MERAH MELALUI METODE DEMONTRASI PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB YPBB KARIMUN Muhiri; Agustina Dewi; Edi kurniawan
JURNAL JUDIKHU Vol 1 No 01 (2021): JUDIKHU - Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Karimun Prodi S1 Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.202 KB) | DOI: 10.51742/judikhu.v1i01.406

Abstract

This research is a classroom action research that adapts the model of Kemmis and McTaggart. This research was conducted in 8 meetings and divided into two cycles. The research subjects were 3 students of class VII. This study uses quantitative descriptive data analysis, then followed by a comparative technique by comparing the results of pre-action and post-test. The results of the first cycle have not been able to meet the predetermined minimum success indicators. In the first cycle, all subjects have not been able to achieve the minimum completeness criteria that have been determined, which is 70. So it is necessary to provide more intensive assistance and stabilization in the second cycle. In cycle II, TH subjects scored 89 with very good criteria, TA subjects scored 93 with very good criteria and AR subjects scored 82 with very good criteria. The increase in the value of the results of the Red Chili Cultivation skill was followed by an increase in the quality of learning during the implementation of the Red Chili Cultivation process. So it can be concluded that the cultivation of Red Chili Planting through the demonstration method can improve the vocational skills of class VII mentally retarded children at SLB YPBB Karimun.
PENGEMBANGAN MEDIA MAZE UNTUK MEMBILANG 1-10 PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS 4 SDLB NEGERI KARIMUN Sabrina Aisaputri; Edi Kurniawan; Zulfiana Dessyka Putri
JURNAL JUDIKHU Vol 2 No 1 (2022): JUDIKHU-Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Karimun Prodi S1 Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/judikhu.v2i1.680

Abstract

Penelitian ini berawal dari permasalahan rendahnya kemampuan membilang pada anak tunagrahita sedang kelas di SDLB Negeri karimunn dikarna kan kurangnya media pembelajaran yang digunakan dalam membilang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kelayakan pengembangan media maze untuk membilang 1-10 pada anak tunagrahita sedang kelas 4 SDLB Negeri Karimun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D dengan model penelitian four-D Thiagarajan ( 1974 ). sampel dalam penelitian ini berjumlah 3 anak tunagrahita sedang kelas 4c SDLB Negeri Karimun.menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan angket. Pengumpulan data berupa angket dilakukan oleh ahli media, ahli materi, guru di SLB Karimun, dan untuk menguji produk media maze dilakukan angket tanggapan anak terhadap media maze. Hasil dari penelitian ini berupa produk media maze yang digunakan sebagai bahan pembelajaran. Berdasarkan penilaian dari ahli media memperoleh rata-rata 3,47 dengan kriteria sangat layak, penilaian dari ahli materi memperoleh rata-rata 3,8 dengan kriteria sangat layak, penilaian dari hasil tanggapan guru memperoleh rata-rata 3,8 dengan kriteria sangat layak, sedangkan hasi dari tanggapan anak memperoleh nilai rata-rata 3,84 dengan kriteria sangat layak.
The Development of Models of Learning Basic Motoric Skills in Sports for Deaf Children Anggri Dwi Nata; Hilda Oktri Yeni; Wiwik Yunitaningrum; Edi Kurniawan; Karunia Yulinda Khairiyah; Fitria Meilina; Hermawan
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 6 No 4 (2022): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v6i4.24932

Abstract

The problem in this study is that there is no varied learning model in sports learning, especially to improve the motor skills of deaf students. This study aims to create a basic movement learning model for sports motor skills in deaf students. This study uses the ADDIE method, in ADDIE research 5 stages namely analysis, design, model development, implementation, and evaluation. The analysis technique used is descriptive analysis. The results of the study are: a) The development of a basic motion learning model for sports motor skills in deaf students is feasible and can be used. b) The product of basic motion learning models for sports motor skills for deaf students has been tested and proven to improve the motor skills of deaf children. The development of basic movement learning models for sports skills for deaf students has a 100% ease of implementation, 86.3% clarity of implementation, 100% interest, 81.8% safety in implementation and 86.3% of equipment used.
PERAN MEDIA PERS DALAM PENERAPAN KODE ETIK JURNALISTIK DAN PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA DALAM PENULISAN BERITA TENTANG ANAK SEBAGAI PELAKU DAN KORBAN Indrawan; Azmi; Edi Kurniawan; Taufiq Razali; Muhiri
JURNAL PURNAMA BERAZAM Vol 4 No 2 (2023): EDISI APRIL
Publisher : PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/ilkom.v4i2.977

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah eksistensi media sebagai alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan media komunikasi Media massa seperti media on line, dalam penelitian ini satu di antaranya menekankan agar identitas anak yang menjadi objek pemberitaan harus dirahasiakan Berdasarkan gambaran latar belakang masalah tersebut, Bagaimana sesunggunya Fungsi dan Peran Pers dalam permberitaan terhadap anak berhadapan dengan hukum dan korban dalam kode Etik Jurnalistik berdasarkan No.1/Peraturan-DP/II/2019 diharapkan Pemberitaan tentang anak hendaknya tetap memperhatikan hak-hak dan kepentingan terbaik anak serta menghindari anak dari pelabelan dan kita tahu media sebagai pusat infomrasi harusnya mampu mengedukasi khalayak, termasuk anak-anak. Sebaiknya media memberikan kekerasan pada anak, tidak berfokus pada kronologis yang ada. Melainkan solusi agar kejadian serupa dapat dihindari. Pengunaan kosakata yang vulgar dan gambalang baiknya dikurangai gunakanlah, kata-kaya yang layak diterima dan di pahami oleh anak-anak Jurnalisme online unggul dalam kecapatan harus mulai berbenah diri dengan memperhatiakan akurasi kasus yang diberitakan, tidak hanya mengandalkan kecepatan guna mendapatkan profit.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS III SD Hilda Oktri Yeni; Dirneti; Anggri Dwi Nata; Rahmat Sanusi; Edi Kurniawan; Misiana
JURNAL JUDIKHU Vol 2 No 2 (2023): Edisi Maret (JUDIKHU : Jurnal Pendidikan Khusus)
Publisher : Universitas Karimun Prodi S1 Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/judikhu.v2i2.978

Abstract

The problem in this study is that science learning outcomes are still low, especially the material on Characteristics of Living Things and the Needs of Living Things in Class III Students of SD Negeri 002 Tebing Karimun. This study aims to determine the effect of using the direct learning model (Rirect Instruction) and the STAD Type Cooperative Learning Model (Student Teams Achievement Division) on Science Learning Outcomes Material Characteristics of Living Things and the Needs of Living Things in Class III Students of SD Negeri 002 Tebing Karimun. This type of research used in research is quantitative research with a quasi-experimental approach. The population in this study were all students of class III SD Negeri 002 Tebing Karimun, totaling 68 students. The sampling technique used is saturated samples. The sample in this study were 34 students of class IIIb with a direct learning model (Rirect Instruction) and 34 students of class IIIA Cooperative Learning Type Stad (Student Teams Achievement Division). The instrument used in this study was an objective test with 20 questions. The data analysis technique was carried out by statistical tests using the t test Based on data analysis, it can be seen that: 1) There is a significant effect of the use of the direct learning model (Rirect Instruction) on Science Learning Outcomes Material Characteristics of Living Things and Needs of Living Things in Class III Students of SD Negeri 002 Tebing Karimun Academic Year 2016/2017, with tcount 5 .79 > ttable 2.03. 2) There is a significant influence of the use of the Stad Type Cooperative Learning Model (Student Teams Achievement Division) on Science Learning Outcomes Material Characteristics of Living Things and Needs of Living Things in Class III Students of SD Negeri 002 Tebing Karimun in the 2016/2017 Academic Year, with tcount 6.21 > ttable 2.03. Significant Influence of the use of the direct learning model (Rirect Instruction) and the STAD Type Cooperative Learning Model (Student Teams Achievement Division) on Science Learning Outcomes Material Characteristics of Living Things and the Needs of Living Things in Class III Students of SD Negeri 002 Tebing Karimun academic year 2016/2017, with tcount 3.14 > ttable 1.995
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KETRAMPILAN MEMBATIK PADA SISWA TUNARUNGU KELAS IX DI SLBN KARIMUN Eka Lenggang Dianasari; Edi Kurniawan; Karunia Yulinda Khairiyah; Hilda Oktri Yeni; Febri Puryanto
JURNAL JUDIKHU Vol 2 No 2 (2023): Edisi Maret (JUDIKHU : Jurnal Pendidikan Khusus)
Publisher : Universitas Karimun Prodi S1 Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/judikhu.v2i2.1001

Abstract

Deaf students are one of the students with special needs who have hearing impairments and require special services in communicating. The existence of obstacles or distractions that are owned by deaf students does not mean that deaf students do not have potential or abilities that can be developed. One of the potentials that can be developed by deaf students is through learning batik skills. This study aims to obtain an overview of the learning of batik skills to deaf children in class IX at SLB Karimun Negeri using a qualitative descriptive approach, namely describing lesson planning, implementation, and evaluation of learning batik skills. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data validation technique through triangulation technique. Data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that in carrying out batik skills, the following steps were carried out: 1) lesson planning by designing lesson plans according to core competencies and basic competencies and adapted to the needs and conditions of deaf students; 2) implementation of learning, including preliminary activities, core activities, and closing; 3) then the learning evaluation stage is through the work of deaf students applied to tablecloths. Assessment by paying attention to cognitive aspects, affective aspects, and psychomotor aspects.
PROBLEMATIKA PEMBANGUNAN DAERAH KEPULAUAN DALAM PERSEPKTIF KEADILAN Edi Kurniawan; Indrawan; Anggri Dwi Nata; Muhiri; Azmi
JURNAL PURNAMA BERAZAM Vol 5 No 1 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51742/ilkom.v5i1.1091

Abstract

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. Keadilan yang hakikatnya merupakan sendi dari sebuah perdamaian sudang barang tentu menjadi suatu yang mutlak adanya jika ingin mewujudkan sebuah kesejahteraan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dengan menggunakan tinjauan terhadap Teknik studi kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan berkaitan dengan buku-buku, bulletin, jurnal-jurnal, bahan/situs internet, dokumen. Simpulan Problematika Pembangunan Daerah Kepulauan Dalam Persepktif Keadilan (Studi Kasus Pulau Rempang), antara lainnya Pertama, melakukan koreksi dan perbaikan terhadap kondisi ketimpangan yang dialami kaum lemah dengan menghadirkan institusi-institusi sosial, ekonomi, dan politik yang memberdayakan. Kedua, setiap aturan harus memposisikan diri sebagai pemandu untuk mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk mengoreksi ketidak-adilan yang dialami kaum lemah. Ketiga, upaya mendahulukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Keempat, pemerintah harus memposisikan diri sebagai dinamisator, kemudian beranjak dengan melakukan pergeseran secara rasional menuju pada peran katalisator dan secara berangsur-angsur berperan menjadi fasilitator. Kelima, pemerintah harus mendepankan dahulu nilai-nilai keadilan, kepentingan masyarakat, data atau pengetahuan, undang-undang atau regulasi.