Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS TEKS DAN KODE INTERIOR GEREJA KARYA TADAO ANDO "Church of The Light" dan "Church on the Water" Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 4, No 1 (2006): JUNI 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.295 KB) | DOI: 10.9744/interior.4.1.pp. 38-48

Abstract

"Church of The Light" and "Church on The Water" are interior creations with spiritual meaning. Symbols and signs in the interior design of the churches express the spiritual meaning. Everything that visible in the interior of the churches being texts and codes. Texs and codes can be analize to get the spiritual meaning of the churches. Teori of text and code in the space and architecture semiotic be an alternative media to get the meaning of interior object according to visual. The meaning that can get from text and codes analysis of the churches are simplicity, smoothness, integrity, philosophize with media of nature, pattern with space disguised, and posmodern style. Abstract in Bahasa Indonesia : Interior gereja "Church of The Light" dan "Church on The Water" adalah karya yang penuh makna secara spiritual. Makna spiritual gereja terekspresikan melalui simbol dan tanda dalam desain ruangnya. Apa yang nampak secara visual dalam ruang gereja tersebut menjadi teks dan kode yang dapat dianalisis untuk membaca makna spiritual yang ada. Teori teks dan kode dalam semiotika ruang dan arsitektur menjadi salah satu alternatif media analisis untuk membaca makna sebuah objek interior secara visual. Makna yang terbaca dari analisis teks dan kode interior gereja "Church of The Light" dan "Church on The Water" adalah sederhana, polos, jujur, berfilosofi dengan media alam, berpola spasial tersamar, dan berstruktur gaya posmodern. Kata kunci: teks, kode, interior, gereja.
Eksperimen Perancangan Elemen Pembentuk Dan Pengisi Ruang Interior Berbasis Repurposing Pipa PVC Pramono, Jonathan; Kusumarini, Yusita; F. Poillot, Jean
Dimensi Interior Vol 15, No 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2503.792 KB) | DOI: 10.9744/interior.15.1.35-44

Abstract

Pipa PVC adalah bahan bangunan yang sangat umum digunakan dalam instalasi plumbing di seluruh dunia sejak tahun 1930. Dengan karakter fisik yang ringan, kuat, fleksibel, tahan terhadap kebocoran dan korosi, serta mudah dari segi perakitan, sifat fisik pipa PVC ini sangat potensial digunakan dalam perancangan elemen pembentuk dan pengisi ruang interior dengan prinsip “repurposing”. Dalam perancangan ini terdapat 2 pokok masalah yang diangkat yakni bagaimana potensi pipa PVC dalam perancangan elemen pembentuk dan pengisi ruang interior dan apa saja kekurangan dan kelebihan dari rancangan elemen pembentuk dan pengisi ruang interior yang menggunakan  pipa  PVC  sebagai  bahan  utamanya  jika  ditinjau  dari  sifat  material  pipa  PVC,  penerapan  sistem  mekanis,  dan modularnya.  Metode  yang  digunakan  adalah  design  thinking  dengan  tahapan:  inspiration  (understand,  observe,  dan  P.O.V.), ideation (ideate, prototype, dan test), implementation (story telling, pilot, dan business model). Perancangan ini menghasilkan 5 desain produk interior (chair, office table, coffee table, partisi, dan stacking rack). Kelima produk ini dapat membuktikan potensi pipa PVC dari segi sifat material dan penerapan sistemnya. Kelebihan yang teridentifikasi adalah:  waktu pembuatan yang singkat serta sistem  mekanis  dan  modular  yang  dapat  diaplikasikan  dengan  sambungan  dan  tabung  pipa  PVC.  Kekurangan yang teridentifikasi adalah aplikasi sistem dan proses perakitan yang kurang bisa presisi.
UNSUR DESAIN (Spesifik) DALAM PEMBELAJARAN DASAR DESAIN INTERIOR Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 3, No 1 (2005): JUNI 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.059 KB) | DOI: 10.9744/interior.3.1.

Abstract

Basic design learning process generally divided in 2 and 3 dimention of creations. The learning process consist of design elements and design principles. The specific design elements are need to learn and implement in interior basic design process. The specific design elements are light, sound, movement, aroma, etc. Abstract in Bahasa Indonesia : Pembelajaran dasar desain secara umum terbagi dalam aplikasi karya 2 dimensi (panjang, lebar) atau bidang datar dan 3 dimensi (panjang, lebar, dan tinggi) atau bentuk bervolume. Pembelajaran tersebut terdiri dari materi ajar unsur desain dan prinsip desain. Dalam pembelajaran dasar desain interior diperlukan pengenalan dan aplikasi unsur desain yang lebih spesifik dari yang telah dibelajari secara umum. Unsur desain spesifik tersebut yaitu cahaya, suara, gerak, aroma, dan lain-lain. Kata kunci: unsur desain, dasar desain, interior.
BERPIKIR LATERAL DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DESAIN Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.343 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 80-96

Abstract

Understand the lateral thinking method in the perspective of design studying is one of the effort to enrich the understanding of the thinking method which can be implemented in the design studying. To understand those lateral thinking method, we need a discussion about the design reflection, than a discussion about learning style, and creativity as a focus of studying. Than we need a discussion of the lateral thinking method in the creativity development and its implement in the design studio study process. Abstract in Bahasa Indonesia : Memahami metode berpikir lateral dalam perspektif pembelajaran desain merupakan salah satu usaha memperkaya pemahaman akan metode berpikir yang dapat diterapkan dalam pembelajaran desain. Untuk dapat memahami hal tersebut diperlukan pembahasan tentang refleksi disiplin ilmu desain, kemudian pembahasan gaya pembelajaran desain, dan kreativitas sebagai fokus pembelajaran. Setelah itu diperlukan pembahasan berpikir lateral dalam pengembangan kreativitas dan penerapannya pada proses belajar di studio desain. Kata kunci : berpikir lateral, pembelajaran desain, kreativitas.
RUANG SEBAGAI MEDIA EKSPRESI DAN APRESIASI Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 1, No 1 (2003): JUNI 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.768 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.1.pp. 29-45

Abstract

Many exertions to valuing the "space" have yielded many interpretations which ecidence variety of the value of the "space". The results from the purposing and the understanding to the "space" accommodate all the things that can be done to the "space" in visually, physically, pshycologically, and behavior. Regardless all of differences, the same thing they have is the creative force process, included both of the real or abstract, no dimentioned or dimentioned. These things are close related with creator, idea, and appreciator. Thus these things are close related with the discussion of expression, invention, and appreciation. And then there is the same conclusion in valuing and understanding that "space" is a media, because all that things have done in, at, to, on, inside the "space". Abstract in Bahasa Indonesia : Berbagai usaha untuk memaknai "ruang" telah melahirkan berbagai penafsiran yang membuktikan kayanya makna "ruang". Hasil-hasil pemaknaan dan pemahaman akan "ruang" mengakomodasikan juga hal-hal berkaitan dengan apa yang bisa dilakukan terhadap "ruang" baik secara visual, fisikal, psikologikal, dan perilaku. Terlepas dari berbagai penafsiran yang pernah ada, persamaan yang dimiliki adalah adanya proses penciptaan, baik konkrit maupun abstrak, nonmatra maupun bermatra. Hal ini berkaitan erat dengan pencipta, hasil cipta, dan penikmat cipta. Dengan demikian tidak akan lepas juga dari pembahasan tentang ekspresi, karya, dan apresiasi. Sehingga akan diperoleh pemaknaan dan pemahaman bersama bahwa "ruang" adalah media, karena hal-hal tersebut dilakukan di, pada, terhadap, atas, dalam "ruang". Kata kunci : ruang, ekspresi, apresiasi.
MULTI PENDEKATAN DESAIN MENUJU OPTIMALISASI DESAIN (INTERIOR) Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 2, No 2 (2004): DESEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.456 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.2.pp. 97-108

Abstract

Multi design approach is an effort aims to the design optimizing by applying a multi design approach in an act of planing. A multi design approach contain of some orientation such as industry, mastery in material knowledge and technology, psychology and behavior, environmental balance, form phylosophy, and also harmonizing the life style. The design optimizing expected to exist in process of design problem solving. Abstract in Bahasa Indonesia : Multi pendekatan desain adalah usaha menuju optimalisasi desain dengan menerapkan beberapa pendekatan desain dalam suatu perancangan. Pendekatan yang dimaksud diantaranya adalah dengan berorientasi pada industri, penguasaan material dan teknologi, psikologi dan perilaku, keseimbangan lingkungan, filosofi bentuk, serta harmonisasi gaya hidup. Optimalisasi desain tersebut diharapkan mewujud dalam menjawab berbagai permasalahan desain. Kata kunci : multi pendekatan desain, optimalisasi desain, pemecahan masalah desain.
Identifikasi Penerapan Biophilic Design pada Interior Fasilitas Pendidikan Tinggi Kalonica, Kay; Kusumarini, Yusita; Rakhmawati, Anik
Dimensi Interior Vol 17, No 1 (2019): FEBRUARY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.649 KB) | DOI: 10.9744/interior.17.1.1-9

Abstract

Pelajar,  pengajar,  dan  staf  pendidikan  membutuhkan  suatu  fasilitas  pendidikan  tinggi  yang  dapat  meningkatkan  kinerja  dan kenyamanan  pengguna.  Salah  satu  pendekatan  desain  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  tersebut adalah biophilic design. Biophilic design dapat meningkatkan produktivitas dan kreatifitas serta menurunkan tingkat stres. Penerapan biophilic design dalam interior fasilitas pendidikan tinggi perlu diteliti lebih lanjut karena minimnya informasi tentang hal ini. Permasalahan yang dapat dirumuskan adalah  bagaimana  identifikasi  penerapan  biophilic  design  dalam  interior  fasilitas  pendidikan  tinggi  serta  rekomendasi  terapan biophilic design pada interior gedung P1 dan P2 Universitas Kristen Petra. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan metode research  through  design  yang  mengadopsi  metode  dan  keterampilan  peneliti  yang  sifatnya  fleksibel.  Hasil  penelitian  ini mengungkapkan  bahwa  identifikasi  penerapan  biophilic  design  pada  interior  fasilitas  pendidikan  tinggi  dapat  dilakukan  dengan menerapkan semua 14 pola biophilic design. Rekomendasi terapan pola biophilic design pada objek studi kasus Gedung P1 dan P2 Universitas Kristen Petra telah disimulasikan dengan menerapkan semua 14 pola biophilic design pada interior ruang melalui ide-ide sketsa konseptual
EKO-INTERIOR DALAM PENDEKATAN PERANCANGAN INTERIOR Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.676 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 112-126

Abstract

Space as the nearest environment for human activities is a media which have to design in a good act, so good that can be accommodate the activities and influence the productivity to be maximal. As shapers of the physical-environment, interior designers play a unique role in determining how people experience their environment. Part of interior designers role is help create a healthy, a humane, and civilized place for human activities with eco-interiors approach by designing in choices about such elements as building materials, lighting systems, and air control systems. In eco-interiors approach, creativity and decision by making environment-sensitive that expand the concept of a humane environment are need to include a responsible attitude toward the environment itself. That is part of the interior design approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Ruang sebagai lingkungan terdekat manusia dalam beraktivitas merupakan media yang harus dirancang dengan baik, sehingga dapat mewadahi aktivitas dan mempengaruhi produktivitas secara lebih maksimal. Desainer interior selaku kreator perwujudan pembangunan fisik berperan penting dalam menentukan bagaimana manusia berlaku dan memperlakukan lingkungannya. Salah satu peranan desainer interior adalah membantu mewujudkan cipta ruang sehat, ramah lingkungan, beradab, dan berbudaya dengan pendekatan eko-interior melalui pemilihan bahan bangunan (pembentuk ruang dan pelengkap ruang), penentuan sistem pencahayaan, dan penentuan sistem penghawaan. Dalam eko-interior, kreativitas dan keputusan yang peka terhadap konsep ramah lingkungan sangat diperlukan untuk menanamkan sikap bertanggungjawab terhadap lingkungan itu sendiri. Inilah bagian dari pendekatan perancangan interior. Kata kunci : eko-interior, bahan bangunan, sistem pencahayaan, sistem penghawaan.
Identifikasi Gaya Desain Vintage Dalam Konteks Ruang Angelia, Marcherita; Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.363 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.48-54

Abstract

Gaya desain vintage mulai banyak diaplikasikan di ruang-ruang publik rekreatif di kota-kota seperti Surabaya. Ruang publik rekreatif yang banyak menerapkan gaya desain vintage salah satunya adalah café. Sebutan café ‘bergaya vintage’ mudah sekali diberikan oleh masyarakat umum pada ruangan café-café baru yang banyak bermunculan. Apakah gaya vintage sebenarnya? Bagaimana identifikasi gaya desain vintage? dan bagaimana aplikasi visualnya pada konteks ruang (interior)? Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasikan gaya desain vintage secara ilmiah dan deskripsi terapannya pada konteks ruang (interior).  Metode  yang  digunakan  adalah  kualitatif  deskriptif  yang  didukung  teknik  triangulasi  dengan  mengumpulkan  beberapa sumber  literatur  ilmiah  dan  populer  untuk  menemukan  pengertian  dari  gaya  desain  vintage.  Hasil  penelitian  ini  menemukan pengertian ilmiah gaya desain vintage dan aplikasi visualnya dalam konteks ruang (interior).
Evaluasi Pasca Huni Elemen Pembentuk Interior Rumah Dome, Nglepen, Yogyakarta Kahuni, Dessy Kianto; Kusumarini, Yusita; Suprobo, Filipus Priyo
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.19 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.1-10

Abstract

Sebuah hunian baru tidak hanya sebatas tempat tinggal yang baru untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga berhubungan dengan kebiasaan  penghuni  yang  mempengaruhi  keawetan  suatu  bangunan.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  kondisi  elemen pembentuk interior rumah dome setelah 8 tahun dihuni. Sehingga perlu suatu identifikasi mengenai kondisi saat ini dan mencari tahu penyebab  dan  bagaimana hal tersebut bisa terjadi dengan harapan ada langkah pencegahan agar tidak sampai terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berdasarkan studi kasus dengan pendekatan metode Evaluasi  Pasca  Huni.  Penelitian  difokuskan  pada  permasalahan  yang  berkaitan  dengan  elemen  pembentuk  interior  yang dilakukan pada tahap indikatif sampai investigasi. Data diperoleh dengan teknik pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data  dianalisis  dengan  membandingkan  hasil  wawancara  penghuni  dengan  partisipan  ahli, lalu kesimpulan ditarik secara induktif. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dominan  rumah  dome mengalami degradasi (penurunan) pada elemen pembentuk interiornya akan  tetapi  masih  ada  yang  kondisinya  masih  baik.  Penurunan  kondisi  pada  elemen  pembentuk  interior  rumah  dome  disebabkan faktor alam, pemilihan material, pengerjaan, dan perilaku. Sedangkan elemen pembentuk interior yang masih baik disebabkan karena perilaku penghuni itu sendiri..