Ahmad Nashir
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemahaman Akidah Islam dan Pengamalan Ibadah Masyarakat di Desa Bonto Masunggu Kabupaten Bone Muh Ashabul Kahfi; Ahmad Abdullah; Ahmad Nashir
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i1.607

Abstract

The level of depth of Aqidah in the people of Bonto Masunggu Village, Bone Regency is stated to be in the good category, proven by the people who believe in the existence of Allah and they do not worship except Allah, they have carried out Allah's commands and avoided all prohibitions, so that in the process of cultivating the depth of Aqidah in the community declared good. Its understanding in the form of prayer can be seen in the following explanation 1) Many people understand the statement regarding the understanding of worship in the form of prayer because they understand its implementation well so they always carry out prayers in congregation in the mosque. 2) Most people who understand worship in the form of prayer understand it because there is guidance and guidance regarding the proper implementation of prayer. 3) The community's statement regarding the understanding of worship in the form of prayer no longer lacks understanding and does not understand at all because there are no people in Uru Hamlet who do not perform prayer services. In general, they understand the teachings of the Islamic religion well and thank God, thanks to the progress of the people there, they have or always practice the teachings of Islam and these people practice the teachings of the Islamic religion in society by carrying out all the commands of Allah SWT. This research aims to determine the understanding of the Aqidah and practice of worship of the people of Bonto Masunggu Village, Bone Regency. The type of research used in this research is descriptive qualitative research. By using observation guide instruments, interview guidelines and documentation notes. The data analysis techniques used are data reduction, data display and conclusion drawing.
KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI HASIL BELAJAR Nashir, Ahmad; Salenda, Syamsuriadi
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/yqt73816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran agama Islam dan melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 6 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkap gejala secara holistik-kontekstual (secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks atau apa adanya) melalui pengumpulan data dengan latar alami sebagai sumber langsung dengan instrumen kunci penelitian itu sendiri. Maka dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi, wawancara, serta melakukan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa guru pendidikan agama Islam sudah berkompeten dalam memperisapkan, melangsungkan pembelajaran serta melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 6 Makassar. Kompetensi guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Guru pendidikan agama Islam menemukan beberapa kendala pada pelaksanaan evaluasi hasil belajar peserta didik namun secara keseluruhan pelaksanaan evaluasi hasil belajar peserta didik sudah cukup maksimal baik dalam rana sumatif dan formatif, secara lisan maupun praktek atau psikomotorik.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM KARTU KELUARGA SEJAHTERA Masnan, Sulaeman; Nashir, Ahmad
PILAR Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/t99bkt95

Abstract

Permasalahan kemiskinan merupakan masalah yang multi dimensi, yang sulit dicari solusi tepat untuk menyelesaikannya. Meski sejak era kemerdekaan pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program dalam pengentasan kemiskinan dari program peningkatan kesejahteraan pasca kemerdekaan sampai dengan program khusus penanggulangan kemiskinan. Penanganan kemiskinan dengan model sistem kesejahteraan sosial di berbagai negara, dikenal empat model sistem, yang didasarkan pada alokasi anggaran yakni; 1) model universal di mana pemerintah menyediakan jaminan sosial kepada semua warga negara secara melembaga dan merata; 2) model institusional, yaitu jaminan sosial dilaksanakan secara lembaga di mana konstribusi skim jaminan sosial berasal dari tiga pihak (payroll contribution), yakni pemerintah, dunia usaha dan pekerja; 3) model residual yaitu jaminan sosial dari pemerintah lebih diutamakan kepada kelompok lemah, seperti orang miskin, cacat dan pengangguran; dan 4) model minimal, yaitu Anggaran negara untuk program sosial sangat kecil, hanya di bawah 10 persen dari total pengeluaran negara. Di banyak daerah di Indonesia, pemerintah menggunakan konsep Program Kartu Keluarga Sejahtera untuk penanganan kemiskinan. Di kabupaten Sinjai, Program Kartu Keluarga Sejahtera telah berjalan dengan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Tim Pengendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai dan terkordinasi dengan baik oleh Pemerintah Desa dan seluruh element yang terlibat mulai dari tahap sosialiasi sampai proses pembagian bantuan yang telah dilakukan secara transparan. Program ini sangat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, guna menigkatkan kualitas gizi utama masyarakat agar terhindar dari malanutrisi.Kata kunci: Kemiskinan, Penanganan Kemiskinan, Program Kartu Keluarga Sejahtera
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar Nuwayyar Azizah Azzah; Sulaeman Sulaeman; Ahmad Nashir
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): April: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i2.1055

Abstract

This study aims to determine (1) the types of strategies used by Islamic Religious Education teachers to enhance students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, (2) the impact of implementing these strategies on students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, and (3) the supporting and inhibiting factors influencing Islamic Religious Education teachers in enhancing students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar. This research employs a qualitative descriptive approach to gather factual information and truths occurring in the field through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that (1) Islamic Religious Education teachers use various strategies to enhance students' learning motivation, including expository, contextual learning, cooperative learning, inquiry, ice-breaking activities, reinforcement, praise, punishment, and grading. (2) The implementation of these strategies has positively impacted students' motivation by increasing enthusiasm for learning, improving focus, fostering responsibility for both academic and non-academic tasks, and preventing boredom during the learning process. (3) The supporting factors in the teaching and learning process include adequate facilities and infrastructure, as well as the application of effective and efficient teaching methods. Meanwhile, the inhibiting factors faced by students include a lack of parental awareness in providing attention and support for their education, as well as the influence of peers who tend to be less motivated in participating in learning activities.