Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengolahan Sampah Terpadu Dengan Konsep Waste To Energy Di Smart City IKN Rose, Ugahari; Kusumawati, Lili; Kurniyaningrum, Endah; Pontan, Darmawan; Widiarso, Tulus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4269

Abstract

In the context of the development of Indonesia’s new capital city in East Kalimantan, waste management presents increasingly complex challenges. Due to limited existing infrastructure, unintegrated waste management can lead to groundwater contamination, vegetation cover degradation, and threats to local biodiversity. This study aims to evaluate the implementation of an integrated waste treatment system combined with Waste to Energy (WtE) technology in the Capital City Area. Data were collected through direct observation and interviews with relevant stakeholders to measure the operational performance of the system. Field measurements included emissions analysis, energy production, and waste volume reduction. Based on a 15-day observation period in December 2024, thermal treatment produced only 2.97% residue. Assuming the operation of a single incinerator unit and limited waste supply, waste can be converted into electrical energy (Waste to Energy) with a power output of 195.169 watts. It can be concluded that by operating two incinerator units under the current conditions, the energy output could be doubled to 390.338 watts.
OPTIMALISASI SELUBUNG BANGUNAN KAMAR HOTEL DI MALANG UNTUK EFISIENSI ENERGI MENGGUNAKAN OTTV : (Overall Thermal Transfer Value) rohman, riswandi; Kusumawati, Lili
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.3995

Abstract

Abstract: The tourism sector for Indonesia is an important sector to boost the economy. Tourism must be balanced with the availability of energy-efficient hotels. Buildings are the largest energy consumers compared to other sectors. Most of the energy consumption in buildings is related to building cooling, so there is a great need to improve energy efficiency in buildings by reducing building energy consumption on the hotel room façade. The research stages start from case studies, OTTV calculations and proposals for efficient facade design changes. The case study in this study is the Grand Mercure Hotel Malang with a height of 16 floors. This study is limited to the 14th floor hotel rooms representing all floors of the room. The results of the study showed that the OTTV value in existing buildings was 55.265 W/M2. This value is still above the limit of SNI 6389:2020 of 35W/M2. To reduce the OTTV value, making a design proposal by implementing glass window openings with a WWR of 50%, using double layer glass elements, precast walls with a white paint finish and adding shading devices to the facade can reduce the OTTV value to 34.53W / M2. Keyword: Hotel, Building Envelope, Energy Efficiency, OTTV Abstrak: Sektor pariwisata bagi Indonesia merupakan sektor penting untuk meningkatkan perekonomian. Pariwisata harus diimbangi dengan ketersedian hotel yang efisien terhadap energi. Bangunan merupakan konsumsi energi terbesar dibandingkan dengan sektor lain. Sebagian besar konsumsi energi pada bangunan berhubungan dengan pendinginan bangunan, maka terdapat kebutuhan yang besar untuk meningkatkan efisiensi energi pada bangunan dengan mengurangi konsumsi energi bangunan pada façade kamar hotel. Tahapan penelitian dimulai dari studi kasus, perhitungan OTTV dan usulan perubahan desain fasade yang efisien. Studi kasus pada penelitian ini yaitu hotel grand mercure Malang dengan ketinggian 16 lantai.  Penelitian ini dibatasi pada kamar hotel lantai 14 yang mewakili semua lantai kamar. Hasil penelitian menunjukan nilai OTTV pada bangunan eksisting yakni sebesar 55,265 W/M2. Nilai ini masih diatas batasan dari SNI 6389:2020 sebesar 35W/M2. Untuk menurunkan nilai OTTV, melakukan usulan desain dengan menerapkan bukaan jendela kaca dengan WWR 50%, menggunakan elemen kaca double layer, dinding precast finish cat warna putih serta menambahkan shading device pada fasad dapat menurunkan nilai OTTV menjadi 34,53W/M2. Kata Kunci: Hotel, Selubung Bangunan, Efisiensi Energi, OTTV
PENERAPAN KARAKTERISTIK ARSITEKTUR KOLONIAL DI KOTA TUA JAKARTA TERHADAP DESAIN BANGUNAN RUMAH SUSUN TONGKOL 10: Application of Characteristics of Colonial Architecture in the Old City of Jakarta in Flat House Shaharani, Silvy; Ischak, Mohammad; Kusumawati, Lili
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105//agora.v22i1.17125

Abstract

Rumah susun merupakan bangunan gedung bertingkat yang difungsikan sebagai hunian dengan fasilitas lengkap seperti rumah dan fasilitas bersama yang diperuntukan untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Lokasi rumah susun berada Kawasan Kota tua yang memiliki aspek bangunan berciri khas ataupun karakteristik. Karakteristik bangunan di sekitar yaitu arsitektur kolonial. Permasalah penelitian yaitu untuk menerapkan desain arsitektur kolonial yang tepat pada bangunan rumah susun. Tujuan penelitian menganalisis dan mengidentifikasi bangunan yang ada pada Kawasan Kota Tua dengan karakteristik arsitektur kolonial yang dapat digunakan pada desain rumah susun. Metode penelitian yang menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan studi literatur dan studi preseden dengan komponen penelitian yaitu karakteristik arsitektur kolonial. Hasil penelitian yaitu karakteristik arsitektur kolonial yang dapat diterapkan pada rumah susun yaitu jendela berbingkai kayu, cripedoma, balustrade, dekorasi fasad bangunan dan material logam dan kolom sejajar yang dapat digunakan pada bangunan rumah susun Tongkol 10.
PENGARUH VOID SEBAGAI NATURAL DAYLIGHT TERHADAP KENYAMANAN VISUAL RUMAH TINGGAL MELALUI SIMULASI DIALUX EVO Adawiyah, Rabiyatul; Kusumawati, Lili
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i2.10

Abstract

Pencahayaan memiliki dampak kenyamanan visual dalam rancangan hunian. Reaksi emosional dapat terjadi jika terpapar dalam waktu yang lama. Pencahayaan yang tepat sangat penting untuk aktifitas rumah tangga. Terdapat ruang tertentu di rumah yang memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi dibanding ruang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pencahayaan alami di tiga area utama rumah tinggal: dapur, ruang keluarga, dan ruang aktivitas anak-anak. Oleh karena itu, pengaturan bukaan sangat penting untuk dipikirkan dengan baik sehingga memastikan kondisi pencahayaan optimal dan mendukung aktivitas rumah tangga yang efisien. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini akan mencatat intensitas cahaya di dalam rumah pada tiga waktu tertentu, membandingkannya dengan standar SNI menggunakan alat Luxmeter, menganalisa hasil temuan dengan menggunakan aplikasi DIAlux Evo, dan memberikan rancangan bukaan pencahayaan alami melalui simulasi DIAlux Evo. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif non-statistik, dimulai dengan tinjauan literatur tematik dan pengumpulan data melalui convenience sampling. Pada akhirnya, menghasilkan rancangan bukaan untuk mendapatkan pencahayan alami sehingga memberikan kenyamanan visual bagi penghuni rumah pada siang hari menggunakan simulasi digital Dialux evo 11.
OPTIMALISASI PENGHAWAAN PADA RUANG DALAM RUMAH SAKIT Alam Majid, Mohammad; Lili Kusumawati; Punto Wijayanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17782

Abstract

Penghawaan merupakan suatu kebutuhan primer yang harus dimiliki oleh manusia dalam beraktivitas sehari hari. penghawaan pada hakikatnya mempunyai banyak fungsi, antara lain guna memaksimalkan kenyamanan dalam produktivitas kerja, hingga menciptakan suasana yang sehat bagi tubuh. Penghawaan pada suatu bangunan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya iklim, kualitas lingkungan, dan juga terhadap bentuk bangunanatau bentuk massa dari suatu bangunan tersebut. Hal ini yang akan mempengaruhi sisi operasional bangunan dimana salah satu penggunaan terbesar ada pada pemakainan penghawaan buatan dan pencahayaan buatan. Faktor ini tentu dapat diantisipasi melaluikonservasi energi dengan memaksimalkan penggunaan energi alami untuk tujuan tersebut.Penelitian kali ini menggunakan jenis penelitian kuantitafif. Jenis penelitian ini dimulai dari tahap dari akumulasi data melalui metode observasi serta kajian dari sumber literatur, datayang di dapatkan kemudian dianalisa dengan metode analisa deskriptif. Hasil yang di diperoleh membuktikan tentang bagaimana pola bentuk massa dan ruang yang dapat mengoptimaliasi penggunaan energi dengan memaksimalkan penghawaan alami. Kata kunci : Energi, Pola Ruang, Penghawaan
PENATAAN SIRKULASI PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI PADA BANGUNAN ULAMAN ECO LUXURY RESORT HOTEL DI BALI Ken Zahra Riffania Pramudiono; I Gede Oka Sindhu Pribadi; Lili Kusumawati
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i2.22394

Abstract

Bangunan yang terletak di daerah beriklim tropis lembab dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan memiliki musim kemarau yang pendek, memiliki temperatur yang cenderung lebih panas dan mempunyai temperatur yang lebih tinggi. Dengan kondisi tersebut, biasanya bangunan akan cenderung membutuhkan lebih banyak sumber listrik untuk sistem pencahayaan dan penghawaan buatan. Di masa yang akan datang, kebutuhan akan penggunaan listrik untuk pencahayaan akan disertai dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan pemborosan listrik. Maka diperlukan sistem pencahyaan dan penghawaan yang dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan, diharapkan menjadi solusi yang berkelanjutan. Solusi tersebut dapat berupa penggunaan bukaan pada bangunana untuk meminimalisir pwnggunaan pencahayaan buatan seperti Air Conditioner pada malam hari, sehingga tidak hanya digunakan untuk menghemat penggunaan listrik namun sebagai bentuk penghematan biaya. Kata kunci : Hotel, Penghawaan Alami, Pencahayaan Alami.