Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN & SIKAP SISWA SWASTA AMANAH TAHFIDZ TENTANG PENGGUNAAN PONSEL SEHAT MELALUI CERAMAH DAN VIDEO Gunawan, Roni; Siregar, Dian Maya Sari; Lasmawanti, Sri; Akita, Amalia; Tafonao, Juliusman
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1954

Abstract

Peningkatan prevalensi penggunaan smartphone di kalangan pelajar telah membawa peluang akses informasi dan juga kekhawatiran tentang dampak kesehatan.pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Swasta Amanah Tahfidz, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap penggunaan smartphone yang sehat melalui pendekatan terpadu menggunakan ceramah dan video. Pengabdian ini menargetkan untuk mendidik siswa tentang pengelolaan penggunaan telepon mereka secara efektif untuk menghindari hasil kesehatan yang buruk. Intervensi dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko yang terkait dengan kebiasaan telepon yang tidak sehat dan membekali siswa dengan strategi praktis untuk keterlibatan yang lebih sehat dengan ponsel mereka. Hasil lmenunjukkan perbedaan signifikan dalam pengetahuan (p=0,0009) dan sikap (p=0,0102) di antara peserta, menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif gabungan dalam menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih sehat
“Answering the challenges of healthcare services: A study of the effectivness of mobile JKN as a BPJS digital innovation in Sibolga 2025” Situmorang, Benri; Gunawan, Roni; Herlina, Herlina
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6519

Abstract

The National Health Insurance (JKN) mobile application provides convenience for BPJS participants. This convenience includes paying BPJS contributions, updating participant data, accessing family member data, and more. The purpose of this study was to specifically evaluate the perceived effectiveness and practical benefits of the JKN mobile application in improving service access among users in Sibolga City. This research employed a descriptive qualitative method, involving four purposively selected informants: two BPJS Health officers and two active users of the JKN application. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review. The study found that the JKN mobile application significantly enhances healthcare service accessibility and user autonomy. Informants reported that essential features-such as digital membership cards (E-ID), online queue registration (antrean online), and contribution tracking-were particularly useful in reducing administrative burden and time. Users no longer need to physically visit the BPJS Health office, as the application-readily available on the Play Store-enables them to access services anytime and anywhere.
Pengaruh Faktor Waktu Pelayanan Kenyamanan Dan Keistimewaan Dan Hubungan Antar Manuisa Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna BPJS di Instalasi Rawat Inap RSUD Aceh Singkil Bancin, Eka Sartika; Aini, Fadilah; Gunawan, Roni
Jurnal Rekam Medic Vol 1, No 1 (2018): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v1i1.3983

Abstract

Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran. Salah satu pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS adalah Rumah Sakit (fasilitas kesehatan tingkat lanjut). Tujuan; untuk mengetahui pengaruh factor waktu pelayanan kenyamanan dan keistimewaan dan  hubungan antar manusia terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil. Metode; Jenis penelitan adalah ekspalanatori research. Sampel pada penelitian ini adalah 74 pasien yang menngunakan BPJS di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil.Data dianalisis dengan melakukan uji analisis regresi linier berganda.Hasil; Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara variable hubungan antar manusia terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil diperoleh nilai sig 0,008 0,05, terdapat pengaruh signifikan antara variable Waktu Pelayanan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil diperoleh nilai sig 0,000 0,05.dan tidak terdapat pengaruh antara variabel kenyamanan keistimewaan terhadap kepuasanan pasien pengguna BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil dengan nilai sig 0,778. Kesimpulan; Diharapkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien pengguna BPJS kususnya pelayanan di instalasi rawat inap agar menjadi lebih baik lagi.
PELATIHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN BAGI REMAJA PENDAMPING PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SENA Gunawan, Roni; Lufthiani, Lufthiani; Fatahilah Pasaribu, Sudana; Herkules, Herkules
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3460-3466

Abstract

Stunting merupakan masalah yang sangat penting dan mendesak untuk diselesaikan saat ini di Indonesia agar kualitas sumber daya manusia kedepan benar-benar bagus dalam menghadapi bonus Demograsi, salah satunya dengan memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Remaja yang siap menikah merupakan target dari kegiatan ini yang harapannya memahami dan mampu menjadi pendamping di tengah masyarakat dalam memasyarakatkan 1000 HPK. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan 1000 HPK pada remaja pendamping. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentanga 1000 HPK dan bermomitmen menjadipendamping di tengah-tengah masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yakni  pembentukan kelompok, pelatihan dan pendampingan pada remaja pendamping. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan remaja tentang 1000 HPK, selain itu remaja juga berkomitmen untuk menjadi pendamping yang akan membantu mensosialisasikan 1000 HPK di Masyarakat. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal yang berperan besar dalam menciptakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam mencegah terjadinya stunting sedini mungkin.
Kontaminan Pangan (Mikroba, Kimia, Fisik) dan Risiko Kesehatan di Lingkungan Pendidikan Kuliner Amalia Akita; Gunawan, Roni; Herkules Herkules
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.928

Abstract

Background: Food safety in culinary education institutions is not yet fully a major concern, even though the practice kitchen is a space that is vulnerable to contamination. This study analyzed three main types of microbiological, chemical, and physical contaminants and their impact on health in the culinary vocational education environment. Method: The method used is in the form of a literature review from various national and international scientific sources published in 2015–2025. Result:The results of the analysis show that the three types of contamination are interrelated and often root from human behavior, limited facilities, and weak application of sanitation and hygiene principles. Students have generally accepted basic theories of food safety, but are still lacking in practical applications such as temperature control, cross-contamination prevention, and chemical and physical hazard identification. Conclussion : Risk awareness also tends to be low, especially when handling raw materials or using shared equipment. Therefore, a real-world practice-based learning approach and risk assessment need to be applied consistently. The integration of educational models such as risk-based hygiene training and Green and Safe Kitchen can shape hygienic behavior, professional ethics, and social responsibility of students as prospective workers in the food service industry.