Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai Signifikan Demi Keberlanjutan Pusaka Perkotaan Zya Dyena Meutia; Roos Akbar; Denny Zulkaidi
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.104-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi pemahaman mengenai nilai-nilai signifikan yang membentuk pusaka dan merumuskannya dari pemahaman persepsi masyarakat. Dalam literatur, pusaka adalah proses budaya dan sosial yang berhubungan dengan kegiatan mengingat dan membentuk identitas. Tentunya pemahaman ini berbeda dari gagasan bahwa pusaka hanya berupa objek material yang memiliki nilai sejarah dan estetika saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan survei online dalam bentuk kuesioner dan mengambil kasus di kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh yaitu kawasan kapal PLTD Apung, Masjid Uleu Lheu dan sekitarnya yang terdapat pemakaman massal, hutan bakau dan tempat-tempat lain yang muncul pascabencana. Hasil analisis dan data survey menunjukkan bahwa teori yang didominasi oleh pemahaman barat berfokus pada nilai-nilai material, usia, autentisitas dan integritas kurang berlaku dalam kasus pascabencana dimana yang lebih signifikan adalah nilai-nilai intangible seperti nilai memori, spiritual, konsensus, pengetahuan lokal dan nilai-nilai lainnya yang perlu dipikirkan kembali sebagai dasar dalam menetapkan sebuah kawasan pusaka demi keberlanjutan pusaka perkotaaan.
Pelestarian Arsitektur Pascabencana Tsunami sebagai Cagar Budaya (Studi Kasus : Masjid Baiturrahim, Banda Aceh, Indonesia) Zya Dyena Meutia; Zardan Araby
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol 1 No 1 (2023): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v1i1.3772

Abstract

Abstract. The Baiturrahim Ulee Lheue Mosque has significant value as a cultural cagar budaya that has experienced various layers of excellence at any time in the Banda Aceh. The building that has been more than 500 years old has become one of the oldest mosques in Indonesia with an incredible history. The Baiturrahim mosque was the only building to survive from the 2004 Tsunami natural disaster. The architecture of the mosque is rich in value, meaning and symbols,which are also evidence of the history of civilization and the aearly development of Islam in Aceh. Currentyly, there is a decline in the physical quality and meaning of the architectural elements of the building, especially the architectural elements after the tsunami disaster. This affects the historical value and cultural meaning of the building. This study aims to know preservation strategy based on significance values of the Baiturrahim Ulee Lheue Mosque as a cultural heritage. The method used in this research is descriptive-qualitative through filed observation, documentation/ an interview and literature review. The approach of handling refers to some references and guidelines for the preservation of a cultural heritage building that has significant values like history, age, spiritual and aesthetic. Preservation efforts are required development use and protection of the architectural mosque of Baiturrahim as heritage building.
Persepsi Masyarakat Terhadap Penggunaan Pedestrian Sebagai Ruang Publik (Studi Kasus : Area Pedestrian Jalan Pelabuhan Ulee Lheue) Nanda Yuli Elfizar; Zya Dyena Meutia; Fahmi Aulia; Zardan Araby
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol 1 No 2 (2023): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v1i2.4131

Abstract

Abstract. Public open space is a place that can fulfill a need that is functional. Public open space in the Ulee Lheue considered still lacks that this area requires special attention to well ordered. Researchers conducted research in the Ulee Lheue because this region is particularly at the area of pedestrian roads Ulee Lheue port there are still many obstacles. An area used as a pedestrian has been used for a trade for small street vendors located in that area. Researchers collected perception of the community for getting data on pedestrian Ulee Lheue in the area. This study in a qualitative approach case study and use the data collection techniques in a searching manner a literature review, observation, interview and documentation. This study also uses the data analysis descriptive heading for described the data obtained through research. The result showed that the pedestrian Ulee Lheue were succesful with proper facilities mand infrastructure. Ulee Lheue public space in an area used quite well. Many visitors do activities in the area of pedestrian street vendors. The use of the pedestrian by street vendors can interfere with the activity of the community especially the riding a motorcycle, so in the region every day deadlocked result of traders who use the pedestrian and the roads as a trading.
PENGARUH DESAIN FASAD GEDUNG PERPUSTAKAAN PROVINSI ACEH TERHADAP MINAT PENGUNJUNG Ramazan, Muhammad; Djamaluddin, Masdar; Meutia, Zya Dyena
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 02 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i02.489

Abstract

Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah kurangnya minat membaca Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Provinsi Aceh masih kalah dengan beberapa provinsi yang ada di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah Aceh untuk menumbuhkan semangat minat baca salah satunya adalah menyiapkan gedung baru dengan berbagai fasilitas dan konsep pustaka abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan elemen dan komponen pada fasad, dan pengaruh desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh terhadap minat pengunjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dan kuesioner dilakukan kepada 60 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan elemen dan komponen fasad berdasarkan teori Manurung (2009) dan Mada (2022), setelah dilakukan penelitian elemen dan komponen tersebut ada digunakan pada fasad Perpustakaan Provinsi Aceh. Terkait pengaruh desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh dalam menarik minat pengunjung, berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner terhadap 60 responden, 47 responden menjawab “desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh mampu meningkatkan minat pengunjung” dan 13 responden menjawab “ragu-ragu”. Elemen atau komponen yang paling menarik sehingga pengunjung berminat untuk datang ke Perpustakaan Provinsi Aceh adalah “bidang kotak berwarna dan garis-garis vertikal atau sun shading”.
Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Selama Pandemi Covid 19 Aulia, Shelanita; Meutia, Zya Dyena
Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jrpm.v1i1.669

Abstract

The Covid-19 phenomenon around the world is getting worse day by day. The covid 19 pandemic has put the world's economy in uncertainty. However, not only in the economic sector, one of the effects of this pandemic is also being felt in the education sector. Students and school have been sent home and closed. Therefore, learning must be done at home. Teachers are confused about finding the right learning method for students, then they have to ask parents for help in learning. A new problem resurfaced. Parents struggle to manage work and childcare. Moreover, Islamic Education, which must be really ascertained whether you already understand or not will have a big impact in the future. This study aims to see how the role of parents in accompanying children in learning Islam at home. Qualitative research methodology using exploratory study case method. In this study, respondents were 8 parents of students in various schools in Banyuasin. Interviews were conducted semi-structured with a list of questions compiled for interviews developed based on related literature. Respondents were selected using a purposive method. The results of this study are that there are several impacts or safety as parents and students in online teaching and learning activities and the application of face-to-face learning zoning in schools are ineffectiveness in the learning process, especially regarding the implementation of practices in Islamic education, lack of using technology and additional work for parents. in accompanying children and the limited knowledge of parents in Islamic Education.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELESTARIAN MONUMEN BENCANA SEBAGAI CAGAR BUDAYA PADA SITUS KAPAL PLTD APUNG DI BANDA ACEH: Community Perception for Preservation of Disaster Monumen as Heritage at the Site of PLTD Apung Zya Dyena Meutia
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.194

Abstract

Monumen bencana adalah objek, bangunan atau tempat yang berfungsi untuk mengenang sebuah peristiwa yang dapat diteruskan dari generasi ke generasi sebagai pembelajaran dan pengingat. Penelitian ini mengambil studi kasus di situs monumen bencana Kapal PLTD Apung, Banda Aceh sebagai sebuah situs pengingat bencana maha dahsyat tsunami, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan wisata sejarah dan tsunami. Namun berdasarkan observasi dan juga dukungan literatur, diketahui masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian dan partisipasi untuk menentukan situs sebagai cagar budaya. Selama ini, banyak masyarakat hanya sebagai pengunjung dan belum mengambil peran dalam program-program pelestarian yang mengarah pada pertimbangan untuk menetapkan situs tersebut sebagai cagar budaya. Dibutuhkan identifikasi persepsi dan nilai-nilai signifikan yang dipahami masyarakat dalam melestarikan monumen bencana situs Kapal PLTD Apung Banda Aceh. Studi ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dimana subjek sebagai instrumen utama berdasarkan wawancara mendalam dan observasi serta didukung data-data kuesioner kepada informan. Berdasarkan temuan penelitian pentingnya memahami sudut pandang masyarakat dalam melestarikan serta hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah, sosial, budaya, memori, religius, ketangguhan, dan ekonomi menjadi nilainilai signifikan dalam pertimbangan pelestarian monumen bencana situs Kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya. Diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi berupa melestarikan kawasan hasil bencana tsunami sebagai cagar budaya. Penelitian juga memberikan rekomendasi untuk arsitek dan perencana kota dalam menyusun kebijakan perencanaan monumen bencana situs kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya.
CAPABILITY OF GREEN OPEN SPACE VEGETATION REDUCING CARBON EMISSIONS IN THE TRANSPORTATION SECTOR (CASE STUDY OF THE SIMPANG JAM AREA IN BANDA ACEH CITY) Meutia, Zya Dyena; Suci Trimafika; Darnas, Yeggi
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 2 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v2i1.4835

Abstract

The area of Bundaran BNI 46 Simpang Jam in Banda Aceh is an area that is often crowded with motorized vehicles. Motor vehicles produce CO as their exhaust gas. Excessive levels of CO in the air can harm human health. CO can turn into CO2 in the air. Overrated CO2 in the environment can cause greenhouse gas effects and global warming. CO2 can be absorbed by plants for their use in the photosynthesis process. The absorption of CO2 for each vegetation is different starting from very high to low. This research is a quantitative study to determine the total absorption capacity of vegetation in the area of Bundaran BNI 46 Simpang Jam on CO2 emissions which was done on April 2020. Calculating vehicle emissions and vegetation absorption using manual counts method at peak hours and calculations based on literature. From the research, it is known that the total number of vehicles passing through the area is 3250 motorized vehicles/hour with total emissions of 7,343,017,347 Kg/year. The total absorption capacity of 351 vegetation in that area is 614,410.30 kg/year. Accordingly, the area's vegetation is unable to absorb CO2 emissions optimally. To optimize CO2 absorption, vegetation replacement must be carried out. The tree combinations that can be selected to absorb all of the area's CO2 emissions are 320 Trembesi, 326 Kasia, 340 Glondokan, 305 Kenanga and 215 Beringin.
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Bagi Mahasiswa Pada Kawasan Universitas Syiah Kuala Amira Fudla; Zya Dyena Meutia; Reza Maulana Haridhi
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 2 No. 1 (2024): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v2i1.5598

Abstract

Universitas Syiah Kuala merupakan perguruan tinggi negeri tertua di Aceh yang terletak di ibu kota Provinsi Aceh dengan kampus utamanya terletak di kota pelajar Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Jalur pejalan kaki merupakan suatu pergerakan orang dari suatu tempat ketempat lain. Evaluasi kenyaman pada jalur pejalan kaki pada kawasan Universitas Syiah Kuala berdasarkan pada adanya beberapa area pejalan kaki yang sudah rusak, berlubang dan penyalahgunaan fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui area jalur pejalan kaki pada kawasan Universitas Syiah Kuala yang sesuai standar dan sudah memenuhi serta mendukung kenyamanan pengguna pejalan kaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data kuesioner dan observasi langsung di lapangan. Penelitian kuantitatif berupa uraian deskriptif dari kuesioner dan data observasi sesuai standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07/P/BM/2023. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan enam jalur sudah memenuhi standar ketinggian trotoar, dua dari enam jalur sudah memenuhi standar lebar trotoar, empat dari enam jalur sudah memenuhi standar kereb trotoar, dari ke enam jalur tidak ada yang memenuhi standar jalur fasilitas, dan enam dari enam jalur memenuhi standar fasilitas pendukung pada jalur dengan akses penyebrangan dan halte bus. Mengenai kenyamanan mayoritas responden yang menggunakannya menyatakan nyaman karena tersedia tempat berteduh seperti shelter, vegetasi yang menjadi peneduh sekaligus melindungi dari cuaca panas, area yang tertata rapi dan memiliki desain yang indah dan menarik.
THE INFLUENCE OF GARDEN ON PSYCHOLOGICAL COMFORT WITHIN THE HEALING ENVIRONMENT CONCEPT (CASE STUDY : ZAINOEL ABIDIN HOSPITAL PARK) Meutia, Zya Dyena; yasnibar
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v3i1.7716

Abstract

Zainoel Abidin Hospital has implemented a garden surrounding its premises to promote comfort, aesthetics, and safety. One approach to creating comfort in a hospital environment is by organizing and managing the space in both functional and aesthetic ways. This study aims to explore the perceptions of hospital users regarding the influence of the garden on their psychological comfort, based on the concept of a healing environment. The object of this study is the garden at Zainoel Abidin Hospital, with informants consisting of 10 individuals, 5 patients and 5 visitors. The method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study, as seen from the interviews with garden users, indicate that the presence of a garden in the hospital provides greater benefits than merely enhancing aesthetic value. Informants noted that while some users found the garden calming and beneficial, others expressed discomfort due to inadequate facilities within the garden area.
Kajian Arsitektur Masjid Teungku di Anjong, Banda Aceh: Rekonsiliasi Antara Tradisi dan Modernitas Muhammad Ridho; Zya Dyena Meutia; Dedy Ruzwardy
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 2 No. 2 (2024): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The Peulanggahan Mosque in Banda Aceh serves as a historical landmark showcasing the architectural interplay between traditional Acehnese styles and modern construction techniques. This paper investigates the spatial evolution, functional transformation, and material adaptation of the mosque through qualitative analysis. Findings highlight the mosque’s pivotal role in preserving Islamic cultural heritage while adapting to contemporary needs. The research analyzes three primary aspects: (1) patterns of spatial expansion, (2) changes in functionality over time, and (3) reconciliation of traditional and modern architectural elements.