Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Strategy for Sustainable Coastal Tourism Development in Sawang Indah Village, South Aceh Regency Zulhamdi; Meutia, Zya Dyena; Aulia, Fahmi
Rumoh Journal of Architecture Vol. 13 No. 2 (2023): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v13i2.308

Abstract

The coastal tourism area of Sawang Indah Village is one of the coastal tourist destinations located in Labuhanhaji Timur Subdistrict, South Aceh Regency. In its development, various issues have emerged related to the coastal tourism area. If left unaddressed, these problems may impact the sustainability and existence of the coastal tourism site.The objective of this study is to formulate a development strategy for the coastal tourism area in Sawang Indah Village, Labuhanhaji Timur Subdistrict, South Aceh Regency. This research employs a qualitative descriptive method to identify the characteristics of all aspects of tourism in the Sawang Indah coastal tourism area. Furthermore, a SWOT analysis is used to examine internal and external factors affecting all tourism aspects in the area. The combination of qualitative descriptive analysis and SWOT Matrix is then applied to formulate development strategies for the coastal tourism area in Sawang Indah Village. The results of this study present several strategic recommendations for the development of the coastal tourism area in Sawang Indah Village, including: 1. Conducting assessments to optimize existing and potential natural resources to create new natural attractions for tourists. 2. Planning the development of public facilities, including service improvement, renovation, spatial reorganization, maintenance, and facility expansion. 3. Designing attractive promotional content through online media platforms. 4. Planning road access expansion and road improvements. 5. Enhancing the role of the government and site managers through collaboration in policy-making and development planning. 6. Increasing local community involvement by establishing NGOs. 7. Developing the rest area as an information center as well as a hub for trade and services. 8. Improving the waste management system, including implementing written regulations and sanctions for tourists.
Evaluasi Konsep Mitigasi Struktural Bencana Tsunami Di Desa Lamjamee Kota Banda Aceh Meutia, Zya Dyena; Fasya, Sultan Arsyi; ., Meutia
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.940

Abstract

Kota Banda Aceh merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana tsunami. Letak permukiman masyarakat yang dekat dengan pantai terdapat di pesisir Kecamatan Syiah Kuala, Meuraxa, Kuta Alam dan Jaya Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jalur evakuasi tsunami di Desa Lamjamee Kecamatan Jaya Baru telah memenuhi standar yang berlaku (SNI 7744 :2011 dan SNI 7766 :2012). Penelitian ini dilakukan pada Desa Lamjamee Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Batasan objek penelitian di jalur evakuasi pada Desa Lamjamee ialah 300 meter dari garis bibir pantai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan sekunder, yang diambil dengan cara wawancara, observasi dan pengamatan secara langsung. Berdasarkan hasil evaluasi yang diteliti maka dapat diambil kesimpulan yang ditinjau dari aspek ketersediaan komponen mitigasi tsunami seperti rambu evakuasi, jalur evakuasi, titik kumpul, tempat evakuasi, dan papan peta di jalur evakuasi Desa Lamjamee. Ada komponen yang tidak tersedia seperti papan peta komponen yang belum tersedia tersebut merupakan komponen yang sangat dibutuhkan pengunjung maupun pengguna jalur evakuasi Desa Lamjamee dikarenakan dengan adanya komponen tersebut memudahkan pengunjung atau pengguna untuk mengevakuasikan diri apabila sewaktu-waktu bencana terjadi.
Persepsi Masyarakat Terhadap Nilai-Nilai Signifikan Demi Keberlanjutan Pusaka Perkotaan Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.104-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi kontribusi pemahaman mengenai nilai-nilai signifikan yang membentuk pusaka dan merumuskannya dari pemahaman persepsi masyarakat. Dalam literatur, pusaka adalah proses budaya dan sosial yang berhubungan dengan kegiatan mengingat dan membentuk identitas. Tentunya pemahaman ini berbeda dari gagasan bahwa pusaka hanya berupa objek material yang memiliki nilai sejarah dan estetika saja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data menggunakan survei online dalam bentuk kuesioner dan mengambil kasus di kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh yaitu kawasan kapal PLTD Apung, Masjid Uleu Lheu dan sekitarnya yang terdapat pemakaman massal, hutan bakau dan tempat-tempat lain yang muncul pascabencana. Hasil analisis dan data survey menunjukkan bahwa teori yang didominasi oleh pemahaman barat berfokus pada nilai-nilai material, usia, autentisitas dan integritas kurang berlaku dalam kasus pascabencana dimana yang lebih signifikan adalah nilai-nilai intangible seperti nilai memori, spiritual, konsensus, pengetahuan lokal dan nilai-nilai lainnya yang perlu dipikirkan kembali sebagai dasar dalam menetapkan sebuah kawasan pusaka demi keberlanjutan pusaka perkotaaan.
Nilai-nilai Signifikan Pusaka dalam Persepsi Publik di Kawasan Pasca Bencana Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 2 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v8i2.119

Abstract

Pusaka merupakan salah satu unsur penting dalam perencanaan kota. Pusaka dapat terbentuk karena nilai-nilai signifikan yang melekat padanya, namun selama ini acapkali pusaka dianggap penting jika memiliki nilai-nilai berkarakteristik baik dan positif pada sebuah kawasan berupa bangunan, kelompok bangunan dan monumen. Padahal tidak hanya itu, pusaka terbentuk dari nilai-nilai signifikan yang komprehensif baik akibat peristiwa baik maupun buruk dan nilai usia tidak menjadi pertimbangan utama lagi. Tujuan penelitian ini adalah pemikiran komponen nilai-nilai dalam perencanaan pusaka yaitu nilai tangible dan nilai intangible yang membangkitkan nilai-nilai dalam masyarakat untuk melestarikan pusaka. Penelitian ini memakai metode gabungan dengan pendekatan interpretatif dari hasil survei online dan wawancara mendalam karena berupaya mengkonstruksikan keberadaan nilai-nilai signifikan kultural dalam persepsi publik yang memandang sebuah kawasan sebagai pusaka dengan mengambil kasus di beberapa kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh seperti kawasan kapal PLTD Apung dan sekitarnya. Hasil pembahasan yang didapatkan adalah persepsi publik akan nilai-nilai pembentuk pusaka lebih menekankan pada nilai-nilai intangible seperti, nilai memori, nilai sense of place, nilai spiritual dan nilai tradisi sebagai bentuk pembelajaran dengan mengenang peristiwa besar yang dimanifestasikan dalam bentuk-bentuk fisik di kawasan pasca bencana.
Perencanaan Pusaka dan Nilai-nilainya dalam Persepsi Publik Meutia, Zya Dyena; Akbar, Roos; Zulkaidi, Denny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.129

Abstract

Perencanaan pusaka adalah bagian dari perencanaan tata ruang kota karena proses pelestarian lanskap bersejarah seharusnya akan berpengaruh terhadap keseluruhan bentuk ruang kota mengingat objek yang dilestarikan tersebut umumnya merupakan objek vital suatu kota. Tujuan penelitian ini adalah pemikiran komponen nilai-nilai dalam perencanaan pusaka terutama nilai memori yang membangkitkan nilai-nilai dalam masyarakat dengan memperlakukan pusaka sebagai sebuah proses mengingat dan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik lagi serta menanggapi perubahan struktur kota sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses sosial dan budaya. Penelitian ini memakai paradigma konstruktivis dengan pendekatan interpretatif karena berupaya mengkonstruksikan keberadaan nilai-nilai signifikan kultural dalam persepsi publik memandang sebuah kawasan sebagai pusaka dengan mengambil kasus di beberapa kawasan yang terkena dampak bencana tsunami 2004 di Banda Aceh seperti kawasan kapal PLTD Apung dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa survei online dan juga wawancara karena nilai-nilai signifikan kultural merupakan sebuah konstruksi sosial sehingga dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.
Identifikasi struktur dan ornamen bangunan masjid tradisional Tuha Ulee Kareng Aceh sebagai kearifan lokal Meutia, Zya Dyena; Araby, Zardan
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 6 No. 1 (2020): EIJA | August ~ October 2020 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v6i1.806

Abstract

The Ulee Kareng Tuha mosque is one of the oldest traditional mosques in Aceh, which is still functioning today. However, this building still has various problems, including impaired function, low maintenance of the structure and building materials, and the lack of public knowledge about this mosque's existence. This study aims to identify local wisdom elements in the Ulee Kareng Tuha mosque, especially in the structural components and ornaments that have characterized Aceh in the past. Data collection was carried out by conducting field observations and semi-structured interviews with 15 key informants. The search results show that the mosque's uniqueness can be seen on the roof, which has two levels. The structure and construction of the mosque building are still in original condition with wood materials. Various ornamental carvings that adorn wooden constructions are the embodiment of artistic expression and imply man's relationship with God as the creator. That expression was translated as a form of local wisdom to the Ulee Kareng Tuha mosque building.
Kajian tingkat kebisingan lingkungan dan ruang dalam Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh berdasarkan desain arsitektur Meutia, Zya Dyena; Faruq, Muhammad
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i1.2145

Abstract

Masjid merupakan bangunan ibadah yang menuntut tingkat kenyamanan tinggi guna mendukung kekhusyukan jamaah. Salah satu aspek kenyamanan yang berperan penting adalah kondisi kebisingan, terutama pada masjid yang berada di kawasan perkotaan dengan intensitas aktivitas dan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lingkungan dan kebisingan ruang dalam Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh serta mengkaji keterkaitannya dengan desain arsitektur bangunan. Fokus penelitian dibatasi pada pengukuran tingkat kebisingan (sound pressure level), tanpa menganalisis parameter akustik lanjutan seperti waktu dengung dan kejelasan tutur. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan Sound level meter (SLM) digital yang terkalibrasi pada dua kondisi, yaitu aktivitas rendah dan aktivitas tinggi. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang dalam masjid mencapai rata-rata 54,8 dB pada kondisi aktivitas rendah dan meningkat hingga di atas 70 dB pada kondisi aktivitas tinggi, yang melebihi standar kebisingan ruang ibadah. Tingginya kebisingan dipengaruhi oleh kebisingan lingkungan sekitar serta karakter desain arsitektur masjid, seperti bukaan yang besar dan bentuk kubah yang bersifat reflektif. Penelitian ini merekomendasikan pengendalian kebisingan melalui pendekatan desain arsitektur pasif berupa penguatan vegetasi, penggunaan barrier akustik, dan pengaturan bukaan bangunan.