Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Amina

PEMANFAATAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENATU Juliansyah Harahap; Teuku Muhammad Ashari; Cut Hidayatul Munar
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan usaha penatu memungkinkan peningkatan jumlah pemakai deterjen sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan apabila dibuang secara langsung ke perairan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah penatu akan mempengaruhi kualitas air yang berada di lingkungannya apabila tidak dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis optimum serbuk biji kelor (Moringa oleifera) serta efesiensinya untuk menurunkan parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas. Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g, 0,01 g, 0,05 g, 0,1 g, 0,3 g, 0,5 g, 0,7 g, 0,9 g, dan 1,2 g. Pengujian awal air limbah penatu sebelum dilakukan proses koagulasi-flokulasi untuk parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas sebesar (733,48 mg/L), (110,0 mg/L), (8,7), dan (188,8 NTU) masih berada di atas baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan bahwa pengaruh dosis optimum biokoagulan serbuk biji kelor terhadap penurunan parameter COD terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 82 mg/L, TSS terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 33 mg/L, pH terjadi pada dosis 1,2 g sebanyak 8,4, dan turbiditas terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 49 NTU.
PERENCANAAN CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI PERUMAHAN LAM TRIENG MADANI KABUPATEN ACEH BESAR Juliansyah Harahap; Aida Sukna Yuri; Bahagia Ishak
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik di Perumahan Lam Trieng Madani, Kuta Baro, Aceh Besar, hanya ditampung pada cubluk atau dialirkan langsung ke drainase. Berdasarkan PerMenLHK No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, air limbah domestik dari rumah tangga berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke media lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik air limbah domestik dan merencanakan desain IPALD. Teknologi yang digunakan yaitu bak ekualisasi, bak sedimentasi, dan CW tipe SSF. CW dikenal sebagai teknologi yang cukup kompleks dalam mengolah air limbah dan memiliki nilai estetika sehingga menjadikan CW sangat sesuai diterapkan di lingkungan pedesaan. Hasil uji laboratorium didapatkan karakteristik air limbah domestik parameter TSS dan total coliform yang melebihi baku mutu sebelum dilakukan pengolahan. Perencanaan ini menyisihkan TSS 89% dan total coliform 48%. Hasil perhitungan unit pengolahan disajikan dalam bentuk gambar desain dan total luas lahan yang dibutuhkan yaitu 97,75 m2.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) ACEH SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL: Indonesia Harahap, Juliansyah; Kamal, Nurul; Sabarudin; Aida, Nur
AMINA Vol. 6 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i3.5993

Abstract

RSUD Aceh Singkil merupakan Instansi Teknis di bidang pelayanan kesehatan milik Pemerintah Aceh Singkil yang tergolong ke dalam RSUD kelas C terakreditasi paripurna. Dalam kegiatan pelayanan kesehatan, RSUD Aceh Singkil menghasilkan limbah B3. Rata-rata limbah yang dihasilkan sebesar 33 kg/hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan limbah medis B3 di RSUD Aceh Singkil berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini pengolahan data yang digunakaan adalah teknik skoring. Proses penentuan skor bertujuan untuk membuat klasifikasi yang sesuai terhadap kondisi eksisting pengelolaan limbah medis B3 RSUD Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-kualitatif untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Data yang telah terkumpul kemudian dibandingkan dengan persyaratan yang ada pada Permenkes Nomor 07 Tahun 2019 dan Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Kesimpulan penelitian adalah bahwa, pengelolaan limbah medis B3 RSUD Aceh Singkil belum dikelola dengan baik dan benar. Hal ini dapat dibuktikan dengan tempat penyimpanan limbah medis B3 yang belum sesuai persyaratan penyimpanan, jalur khusus pengangkutan limbah medis B3 belum tersedia, insinerator yang belum memiliki surat izin dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan petugas pengelola limbah belum sesuai.
PERENCANAAN CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI PERUMAHAN LAM TRIENG MADANI KABUPATEN ACEH BESAR Harahap, Juliansyah; Yuri, Aida Sukna; Ishak, Bahagia
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3101

Abstract

Air limbah domestik di Perumahan Lam Trieng Madani, Kuta Baro, Aceh Besar, hanya ditampung pada cubluk atau dialirkan langsung ke drainase. Berdasarkan PerMenLHK No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, air limbah domestik dari rumah tangga berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke media lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik air limbah domestik dan merencanakan desain IPALD. Teknologi yang digunakan yaitu bak ekualisasi, bak sedimentasi, dan CW tipe SSF. CW dikenal sebagai teknologi yang cukup kompleks dalam mengolah air limbah dan memiliki nilai estetika sehingga menjadikan CW sangat sesuai diterapkan di lingkungan pedesaan. Hasil uji laboratorium didapatkan karakteristik air limbah domestik parameter TSS dan total coliform yang melebihi baku mutu sebelum dilakukan pengolahan. Perencanaan ini menyisihkan TSS 89% dan total coliform 48%. Hasil perhitungan unit pengolahan disajikan dalam bentuk gambar desain dan total luas lahan yang dibutuhkan yaitu 97,75 m2.
PEMANFAATAN BIJI TREMBESI (Samanea saman) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) Kinanti, Ulfa; Rahman, Arief; Harahap, Juliansyah
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4123

Abstract

Air limbah RPH mengandung bahan organik yang tinggi karena berasal dari sisa limbah pemotongan hewan, limbah ini dapat mempengaruhi kualitas air jika tidak dilakukan pengolahan dengan baik. Salah satu alternatif pengolahan air limbah RPH adalah dengan metode koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini menggunakan koagulan alami dari biji trembesi (Samanea saman). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biokoagulan biji trembesi dan pengaruh variasi kecepatan pengadukan dalam menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH. Penelitian ini menggunakan variasi dosis yaitu 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; 2 g; dan 2,5 g untuk setiap 1 liter air limbah RPH dengan variasi pengadukan cepat 120 Rpm dan 150 Rpm selama 2 menit diikuti dengan pengadukan lambat 30 Rpm selama 30 menit, serta lamanya pengendapan adalah 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum dalam penyisihan kadar TSS berada pada dosis 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 87,8% dan pada dosis 2 g untuk pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 90,1%. Untuk parameter COD didapatkan dosis optimum pada pembubuhan dosis 1,5 g dengan pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 86,3% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 85,5%. Sedangkan dosis optimum untuk kekeruhan adalah 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan sebesar 80,8% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan 75,1%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa biokoagulan dari biji trembesi (Samanea saman) mampu menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH Kota Banda Aceh.
PERENCANAAN UNIT SOLID SEPARATION CHAMBER (SSC) PADA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KOTA SABANG Harahap, Juliansyah; Ishak, Bahagia; Fahira, Firyal; Nur, Suardi
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4152

Abstract

Sanitasi merupakan hak pelayanan dasar yang penting, namun hak dasar ini seringkali tidak mendapat perhatian dan menjadi prioritas. Kota Sabang memiliki STP yang terletak di STP Cot Abeuk. Kondisi STP yang tidak beroperasi menyebabkan gedung STP semakin banyak mengalami kerusakan. Berdasarkan observasi di lapangan, terdapat komponen unit pengolahan STP Cot Abeuk yang mengalami kerusakan sehingga memerlukan upaya perbaikan agar dapat dioperasikan kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sampling survei, wawancara dan metode lainnya. Hasil pengujian karakteristik lumpur tinja di IPAL Kota Sabang belum memenuhi baku mutu yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik sebagai pedoman baku mutu dalam penelitian ini. Jumlah bak SSC yang akan direncanakan adalah 4 bak dengan dimensi masing-masing bak yaitu panjang 9,75 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,10 meter dengan ketebalan endapan lumpur 0,5 meter dan luas permukaan 24,38 meter. Tujuan perencanaan unit SSC di STP Kota Sabang diharapkan STP dapat beroperasi dengan baik.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA FILTRASI MULTI LAYER UNTUK LIMBAH CAIR DI SPBU KUTA ALAM BANDA ACEH Aida, Nur; Aulia, Fahril; Teuku Muhammad Ashari; Juliansyah Harahap
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4332

Abstract

Limbah cair merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di beberapa industri. Pemrosesan limbah cair yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media filtrasi multi layer dalam pemrosesan limbah cair. Media filtrasi multi layer terdiri dari beberapa lapisan dengan sifat dan ukuran pori yang berbeda. Setiap lapisan memiliki peran tertentu dalam menghilangkan partikel dan kontaminan dari limbah cair. Dalam analisis ini, kami mengumpulkan data tentang performa media filtrasi multi layer dalam menghilangkan zat pencemar tertentu, seperti pH, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan kekeruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan sampel limbah cair dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kuta alam, pembuatan media filtrasi multi layer dengan kombinasi lapisan yang tepat dan pengujian performa media filtrasi menggunakan teknik analisis laboratorium yang sesuai. Hasil peneliian ini memberikan bahwa penggunaan media filtrasi multi layer dapat menjadi solusi yang efektif dalam pemrosesan limbah cair dan mampu menghilangkan berbagai zat pencemar. Hasil penelitian ini mampu menurunkan pH sebesar 16,66%, COD sebesar 95,43%, TSS 21,64%, dan kekeruhan 99,31%.
PENURUNAN KADAR PENCEMAR PADA AIR LIMBAH PENATU MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Harahap, Juliansyah; Farhany O., Asti; Rahman, Arief; Aida, Nur
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4336

Abstract

Air limbah penatu mengandung bahan organik tingkat tinggi, jika dibuang secara langsung ke lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem perairan. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses pengolahan air limbah yang melibatkan penggunaan arus listrik untuk menghilangkan kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda Aluminium (Al) berdimensi 10 cm x 20 cm dan jarak antar elektroda 5 cm dengan beberapa variasi perlakuan pada level tegangan dan lama waktu kontak. Analisis dilakukan terhadap penurunan nilai parameter pencemar Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS) dan penyesuaian nilai pH pada air limbah laundry. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat (COD, TSS, dan pH), dan variabel bebas yaitu variasi tegangan 3V, 4V, 5V, serta variasi waktu kontak 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrokoagulasi dapat menurunkan kadar polutan. Persentase nilai TSS tertinggi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit sebesar 90,38%, persentase nilai COD tertinggi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit sebesar 93,72% dan peningkatan nilai pH tertinggi terjadi pada variasi tegangan 5V dengan waktu kontak 120 menit meningkat dari 7,5 menjadi 8,7. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air limbah laundry dimasa depan.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENATU Harahap, Juliansyah; Ashari, Teuku Muhammad; Munar, Cut Hidayatul
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2468

Abstract

Perkembangan usaha penatu memungkinkan peningkatan jumlah pemakai deterjen sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan apabila dibuang secara langsung ke perairan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah penatu akan mempengaruhi kualitas air yang berada di lingkungannya apabila tidak dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis optimum serbuk biji kelor (Moringa oleifera) serta efesiensinya untuk menurunkan parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas. Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g, 0,01 g, 0,05 g, 0,1 g, 0,3 g, 0,5 g, 0,7 g, 0,9 g, dan 1,2 g. Pengujian awal air limbah penatu sebelum dilakukan proses koagulasi-flokulasi untuk parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas sebesar (733,48 mg/L), (110,0 mg/L), (8,7), dan (188,8 NTU) masih berada di atas baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan bahwa pengaruh dosis optimum biokoagulan serbuk biji kelor terhadap penurunan parameter COD terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 82 mg/L, TSS terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 33 mg/L, pH terjadi pada dosis 1,2 g sebanyak 8,4, dan turbiditas terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 49 NTU.