Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. Savientum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli Dwi Rachmawati; Alfrida Monica Salasa; Resti Miri
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.15 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.830

Abstract

Buah Pisang Ambon merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan obat tradisonal, namun kulitnya hanya menjadi limbah buangan di masyarakat. Kulit buah pisang ambon mengandung senyawa tannin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas ekstrak kulit buah pisang ambon terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Kulit Buah Pisang Ambon yang diperoleh dari pasar Senggol Kota Makassar dikeringkan lalu di maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas dengan metode difusi agar. Hasil uji aktivitas menunjukkan diameter zona hambat rata-rata  untuk konsentrasi 2% sebesar 12 mm, konsentrasi 4% sebesar 16 mm, dan pada konsentrasi 8%  sebesar 19,33 mm, Kotrimoksazole sebagai kontrol positif sebesar 22 mm dan aquadest steril sebagai kontrol negatif tidak memperlihatkan adanya zona hambat. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis (p<0,05) menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar semua perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa semua konsentrasi ekstrak Kulit Buah Pisang Ambon  (Musa paradisiaca var. Savientum L.)memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan Escherichia coli, dan aktivitas yang paling besar ditunjukkan oleh konsentrasi 8% walaupun aktivitasnya masih dibawah kontrol positif.Kata kunci : Kulit buah pisang ambon, ekstrak, aktivitas, Escherichia coli.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT BUAH KELENGKENG (Euphoria longan Stend) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans dan Propionibacterium acne Alfrida Monica Salasa; St Ratnah
Media Farmasi XXX Vol 16, No 2 (2020): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v16i2.1658

Abstract

Longan Fruit (Euphoria longan Stend) Peel Waste contains chemical compounds with antimicrobial activity, which are not fully utilized. The study aims to determine the inhibition of Longan Fruit Peel extract (Euphoria longan Stend) against Candida albicans and Propionibacterium acne. Furthermore, Longan fruit (Euphoria longan Stend) was dried and extracted by maceration method using 96% ethanol, then tested for its antimicrobial activity by agar diffusion method at a concentration of 5% 7.5% and 10% w/v. The results showed that the average inhibition zone diameter for Candida albicans at 5% concentration was 14.33 mm, 7.5% concentration was 15.33 mm, and 10% concentration was 16.66 mm. Meanwhile, the inhibition zone diameter for Propionibacterium acne at a concentration of 5% w/v was 14.67 mm, 7.5% w/v was 16.67 mm, and 10% w/v was 18.33 mm. The Longan Fruit Peel Extract (Euphoria longan Stend) has antimicrobial activity tested against Candida albicans at a concentration of 7.5% w/v and 10% w/v for Propionibacterium acne. Keywords: Longan Fruit Peel Extract, Antimicrobial activity, Candida albicans, Propionibacterium acneLimbah Kulit Buah Kelengkeng (Euphoria longan Stend) mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menentukan daya hambat ekstrak Kulit Buah kelengkeng (Euphoria longan Stend) terhadap Candida albicans dan Propionibacterium acne. Kulit buah kelengkeng (Euphoria longan Stend) dikeringkan kemudian diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan Etanol 96% lalu diuji aktivitas antimikrobanya dengan metode difusi agar pada konsentrasi 5%; 7,5% dan 10%b/v. Hasil pengujian menunjukkan  rata-rata diameter zona hambat untuk Candida albicans pada konsnetrasi 5% sebesar 14,33 mm, konsentrasi 7,5% sebesar 15,33 mm, konsentrasi 10% sebesar 16,66 mm. Sedangkan diameter zona hambat untuk Propionibacterium acne pada konsentrasi 5% b/v sebesar 14,67 mm, 7,5% b/v sebesar 16,67 mm, dan  konsetrasi 10% b/v sebesar 18,33 mm  Hasil uji statistik menunjukkan Ekstrak Kulit Buah kelengkeng (Euphoria longan Stend) memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans pada konsentrasi 7,5% b/v dan konsentrasi 10%b/v untuk Propionibacterium acne.Kata Kunci : Ekstrak Kulit Buah Kelengkeng, Aktivitas antimikroba, Candida albicans, Propionibacterium acne
HUBUNGAN KANDUNGAN TOTAL POLIFENOL DAN FLAVONOID DENGAN POTENSI ANTIMIKROBA LIMBAH KANGKUNG DAN BAYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL Alfrida Monica Salasa; St Ratnah
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.1960

Abstract

Correlation Between Total Polyphenol And Flavonoid Contents With Antimicrobial Potential Of Kale And Spinach Waste Against Bacterial Growth Causing Nosocomial InfectionSpinach and kale are vegetables that are widely consumed by the public. However, parts of the plant that are not consumed are discarded and end up as household organic waste. Therefore, this research aims to determine the total polyphenol and flavonoid levels, as well as the potential of household organic waste as an antimicrobial cause of nosocomial infections. The household organic waste used in this research were untreated and waste parts of kale and spinach, extracted by the extortion method and then dried using a freeze dryer. Furthermore, the total polyphenol content was determined using the Folin-Ciocalteau method, the total flavonoids with AlCl3 reagent, and the antimicrobial potential using the agar diffusion method. The results showed that the total polyphenol content in kale and spinach waste were 4.67 and 3.91 mg GAE / gram extract respectively. Water spinach and spinach waste do not contain flavonoids, meanwhile, kale and spinach waste have antimicrobial potential against Pseudomonas aeruginous and Staphylococcus aureus. The statistical results showed that there was a relationship between the total polyphenol content and the antimicrobial potential of Kale and spinach waste extracts, the higher the concentration of the extract the greater the inhibition against Pseudomonas aeruginous and Staphylococcus aureus.Keywords : Total polyphenols, total flavonoids, antimicrobial potential, organic household waste, nosocomial infections.Bayam dan kangkung merupakan sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat namun bagian tanaman yang tidak dikonsumsi dibuang dan berakhir sebagai  limbah rumah tangga organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total polifenol dan  total flavonoid,  menentukan potensi limbah rumah tangga organik sebagai antimikroba penyebab infeksi nosocomial serta  menentukan hubungan kandungan total polifenol dan kandungan total plavonoid terhadap potensi antimikroba limbah rumah tangga terhadap pertumbuhan bakteri penyebab nosocomial. Limbah rumah tangga organik yang digunakan adalah bagian kangkung dan bayam yang tidak diolah dan dikonsumsi, diekstraksi dengan metode perasan kemudian dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer. Selanjutnya dilakukan uji kandungan total polifenol dengan metode Folin-Ciocalteau dan total flavonoid dengan pereaksi AlCl3, penentuan potensi antimikroba dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh kandungan total polifenol pada limbah kangkung  sebesar 4,67 mg GAE/gram ekstrak sedangkan untuk Ekstrak limbah Bayam sebesar 3,91 mg GAE/gram ekstrak. Limbah Kangkung dan Bayam tidak mengandung senyawa flavonoid. Limbah Kangkung dan Bayam memiliki potensi antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosae dan Staphylococcus aureus. Hasil uji statistik menunjukkan Terdapat hubungan antara kandungan total polifenol dengan potensi antimikroba ekstrak limbah Kangkung dan Bayam dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin besar daya hambatnya terhadap Pseudomonas aeruginosae dan Staphylococcus aureusKata Kunci : Total polifenol, total flavonoid, potensi antimikroba, limbah rumah tangga organik, infeksi nosokomial.
PENENTUAN TOTAL POLIFENOL EKSTRAK ETANOL KULIT KECAPI (Sandoricum koetjape) DARI LAMASI KABUPATEN LUWU santi sinala; Minati Minati; Alfrida Monica Salasa
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.245 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total polifenol dari ekstrak etanol kulit kecapi (Sandoricum koetjape) dari Lamasi Kabupaten Luwu. Penentuan total polifenol dilakukan menggunakan spektrofotometer UV Vis pada panjang gelombang 656 nm dengan menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteau (1:1) dan Na2CO3 7,5 %. Hasil pengukuran berdasarkan dari absorban intensitas warna yang dikalibrasi dalam kurva baku asam gallat. Analis data menggunakan persamaan kurva baku y = 0,061x – 0,036. Diperoleh total polifenol pada ekstrak etanol kulit kecapi (Sandoricum koetjape) yaitu sebesar 5,74%. Kata kunci : Total polifenol, ekstrak kulit kecapi (Sandoricum koetjape), spektrofotometer uv-vis.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT KECAMBAH KEDELAI HITAM (Glycine soja) YANG DIHIDROLISIS DENGAN ASAM KLORIDA Nurisyah Nurisyah; Alfrida Monica Salasa; Elisabeth Natalia Barung; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.426 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.797

Abstract

Isoflavon dalam  kecambah kedelai hitam (Glycine soja) berada dalam bentuk glikosida. Hidrolisis dengan asam dapat mengubah isoflavon glikosida menjadi isoflavon aglikon dan glukosa. Isoflavon diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut etanol dan campuran etanol dan HCL secara maserasi.. Penelitian bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak tanpa hidrolisis dan yang dihidrolisis. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi senyawa isoflavon dari ekstrak etanol dengan pelarut etil asetat. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan mengukur jumlah DPPH yang tereduksi dari senyawa antioksidan sampel menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Aktivitas antioksidan dihitung sebagai  %pengikatan DPPH oleh sampel, kemudian ditentukan nilai IC50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat kecambah kedelai hitam  tanpa hidrolisis sebesar 341,88 ppm dan ekstrak terhidrolisis sebesar 179,204 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak terhidrolisis memiliki aktivitas antioksidan 2 kali lebih kuat dari ekstrak tanpa hidrolisis. Kata kunci : kecambah, kedelai hitam, hidrolisis,, aktivitas antioksidan.
Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii St. Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Dwi Rachmawaty Daswi; Arisanty Arisanty
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2666

Abstract

Potential Anti-Bacterial Ethanol Extract Of Collature Leaves (Centella asiatica (L.) Urban) On The Growth Of Enterococcus faecalis and Citrobacter freundiiEnterococcus faecalis and Citrobacter freundii are bacteria that can be found in the digestive sistem like Escherichia coli and can enter the digestive tract with food and drinks containing these bacteria. The phytochemical content of Pegagan Leaves (Centella asiatica (Linn.) Urban) is tannins, flavonoids, steroids, terpenoids, and alkaloids, which have been shown to have antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the antibacterial potential of the ethanol extract of Pegagan Leaf (Centella asiatica (L.) Urban.) on the growth of Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii. Pegagan leaf simplicia was extracted using the maceration method with 96% ethanol as a solvent, then tested for its antibacterial potential using the disc diffusion method. The results showed that the optimal concentration of ethanol extract of Gotu kola for both test bacteria was 8%. The conclusion of this study, ethanol extract of Pegagan Leaf has antibacterial potential against Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii.Keywords: Gotu Kola Leaf; Enterococcus faecalis and Citrobacter freundii; Antibacterial potentialEnterococcus faecalis dan Citrobacter freundii merupakan bakteri yang dapat ditemukan dalam sistem pencernaan sama seperti Escherichia coli dan dapat memasuki saluran pencernaan bersama makanan dan minuman yang mengandung bakteri tersebut. Kandungan fitokimia dari Daun Pegagan (Centella asiatica (Linn.) Urban) yaitu tannin, flavonoid, steroid, terpenoid, dan alkaloid,  yang telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.) terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii. Simplisia Daun Pegagan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai cairan penyari, kemudian diuji potensi antibakterinya dengan metode disc diffution. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi optimal ekstrak etanol Daun Pegagan untuk kedua bakteri uji adalah 8%. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak etanol Daun Pegagan memiliki potensi antibakteri terhadap Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii.Kata Kunci : Daun Pegagan; Enterococcus faecalis dan Citrobacter freundii; Potensi antibakteri
POTENSI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG DENGEN (Dillenia serrata) SECARA IN VITRO santi sinala; Ismail Ibrahim; Alfrida Monica Salasa; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 16, No 1 (2020): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.557 KB) | DOI: 10.32382/mf.v16i1.1484

Abstract

Dengen (Dillenia serrata) is an endemic plant found in Luwu Regency. Its primary utilization is still limited to the fruit as a food ingredient, such as dodol, though leaves and barks are often used as medicine. According to Santi Sinala et al. (2019), dengen leaves and bark contain large polyphenols. This study determines the sunscreen activity of the Dengen plant, specifically leaves and bark obtained from Malangke City in Luwu Regency. Also, the study aims to establish the part of the plant with great potential for sunscreen. The leaves and bark of the tree are extracted by maceration using 70% ethanol solvent. The determination of the SPF value was carried out in vitro based on the principle of measuring extraction absorption with a certain concentration at wavelengths of 290-320 nm. The ethanol extract of the bark is made with a concentration series of 100, 200, 300, 400, and 500 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 4,611. Furthermore, the ethanol extracts of the leaves were made in series 50, 100, 150, 200, 250 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 2. This study concluded that the ethanol extract of dengen bark has maximum sunscreen activity with a low concentration compared to ethanol leaves.Keywords: Dengen, Ethanol Extract, Bark, Leaves, Sunscreen Activity, SPF Value.Dengen (Dillenia serrata) merupakan salah tanaman endemic Indonesia yang dapat ditemukan di Kabupaten Luwu. Pemanfaatan tanaman ini masih sebatas pada bagian buahnya, yang dijadikan bahan masakan dan telah dikembangkan menjadi dodol.. Selain buah, daun dan kulit batang dengen telah digunakan masyarakat sebagai obat. Penelitian dari Santi Sinala dkk (2019) daun dan kulit batang dengen memiliki kandungan polifenol yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas tabir surya dari dua bagian tanaman Dengen yaitu daun dan kulit batang yang diperoleh dari Kota Malangke, Kab. Luwu, Sul-Sel. Dari penelitian ini nantinya akan ditentukan bagian tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tabir surya. Daun dan kulit batang pohon dengen diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro dengan prinsip pengukuran serapan ekstrak dengan konsentrasi tertentu pada panjang gelombang  290 – 320 nm. Untuk ekstrak etanol kulit batang dibuat dengan seri konsentrasi 100, 200, 300, 400, 500 ppm, dimana dengan konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 4,611. Untuk ekstrak etanol daun dibuat seri 50, 100, 150, 200, 250 ppm dimana konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 2. Dari hasil dimana ekstrak kulit batang dengen dengan SPF 4 pada konsentrasi 100 ppm dan ekstrak daun dengan SPF 2 pada konsentrasi 100 ppm dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit batang dengen, memiliki memiliki aktivitas tabir surya yang maksimal dengan konsentrasi yang  rendah dibandingkan dengan etanol daunKata Kunci : Dengen, Ekstrak Etanol, Kulit Batang, Daun, Aktivitas Tabir Surya, Nilai SPF.
Kandungan Total Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus B.) Alfrida Monica Salasa; St. Ratnah; Tajuddin Abdullah
Media Farmasi XXX Vol 17, No 2 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2292

Abstract

Indonesian people know and are used to using the cat's whiskers plant (Orthosiphon stamineus B.) in medicine. The part of the plant that is commonly used by the community is the leaf. Cat whiskers leaves contain flavonoid compounds where these compounds have antioxidant activity that can counteract free radicals. The purpose of this study was to determine the total flavonoid content and antioxidant activity contained in the cat whiskers leaf extract. The sample in this study was cat whiskers leaves obtained from Makassar, South Sulawesi. Then extracted with 96% ethanol solvent by maceration method. Testing the total flavonoid content as querstin using 2% AlCl3 reagent and potassium acetate and testing antioxidant activity using the DPPH method. The results obtained showed that the total flavonoid content calculated as quercetin in the leaf extract of the cat's whiskers (O. stamineus B.) was 7.34158 mg QE/g or 0.734158% and the antioxidant activity of the cat's whiskers leaf extract expressed as IC50 of 65. ,62513 ppm and is included in the group of strong antioxidants. Keywords: Cat's Whiskers Leaves, Total Flavonoid Content, Antioxidants Masyarakat Indonesia mengenal dan biasa menggunakan tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) dalam  pengobatan. Bagian tanaman tersebut  yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah daun. Daun kumis kucing mengandung senyawa flavonoid dimana senyawa ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat  menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total flavonoid dan aktivitas antioksidan yang terkandung dalam ekstrak daun kumis kucing. Sampel dalam penelitian ini adalah daun kumis kucing yang diperoleh dari Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudan diekstraksi dengan pelarut Etanol 96% dengan metode maserasi. Pengujian kandungan total flavonoid sebagai kuerstin dengan menggunakan pereaksi AlCl3 2% dan kalium asetat dan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan kandungan total flavonoid yang dihitung sebagai kuersetin dalam ekstrak daun kumis kucing (O. stamineus B.) sebesar 7,34158 mg QE/g atau 0,734158 % dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kumis kucing yang dinyatakan sebagai IC50 sebesar 65,62513 ppm  dan termasuk dalam golongan antioksidan yang kuat. Kata Kunci : Daun Kumis Kucing, Kandungan Total Flavonoid, Antioksidan
AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)TERHADAP PERTUMBUHAN Alfrida Monica Salasa; Diah Nita Sapitri; Tria Riska Lestari; Ananda Nur Asyirah
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.451 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.79

Abstract

Buah Manggis merupakan jenis tanaman obat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan tradisional. Kulit Buah Manggis merupakan limbah buangan yang mengandung senyawa kimia xanton yang merupakan senyaea polifenol yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat Rebusan Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Bahan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Kulit Buah Manggis yang berasal dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang dikeringkan kemudian dibuat rebusan dengan konsentrasi 5% b/v, 10% b/v, 20% b/v. Hasil uji daya hambat menunjukkan untuk Staphylococcus aureus zona hambat rata-rata untuk konsentrasi 5% b/v sebesar 14,66 mm, konsentrasi 10% b/v sebesar 16,66 mm, konsentrasi 20% b/v sebesar 19,33 mm sedangkan untuk Salmonella typhi diameter zona hambat rata-rata untuk konsentrasi 5% b/v sebesar 12,66 mm, konsentrasi 10% b/v sebesar 15,83 mm, konsentrasi 20% b/v sebesar 19 mm. Hal ini menunjukkan bahwa rebusan kulit buah manggis memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhiKata kunci : kulit buah manggis, rebusan, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, uji aktivitas
AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Pseudomonas aeruginosa Alfrida Monica Salasa
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.726 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.786

Abstract

Tanaman Nanas merupakan salah satu tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat. Namun, kebanyakan orang hanya mengambil daging buahnya saja sedangkan kulit buahnya dibuang sebagai limbah. Kulit buah nanas mengandung senyawa bromelin, tannin, flavonoid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat ekstrak kulit buah nanas dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Kulit buah nanas dikeringkan lalu direfluks dengan pelarut etanol. Lalu ekstrak etanol yang diperoleh diekstraksi lagi menggunakan eter dan n-Butanol sehingga diperoleh ekstrak eter dan ekstrak n-Butanol. Selanjutnya ekstrak yang diperoleh diuji daya hambatnya dengan menggunakan metode difusi agar. Konsentrasi yang digunakan adalah  4% b/v dengan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan Na.CMC sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambatan rata-rata yang diperoleh untuk ekstrak etanol sebesar 15,33 mm, ekstrak Eter sebesar 8,67 mm, ekstrak n-Butanol 14,33 dan kontrol positif sebesar 25,6 mm. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol, eter dan n-Butanol kulit buah nanas memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dan aktivitas terbesar diberikan oleh ekstrak etanol dan ekstrak n-Butanol. Kata Kunci : Ekstrak Kulit Buah Nanas, Daya hambat, Pseudomonas aeruginosa.