Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Untuk Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Sisilia Teresia Rosmala Dewi; Rusdiaman Rusdiaman; Ismail Ibrahim; Sainal Edi Kamal
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2600

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the degenerative diseases that is now suffered by many people in the world, especially type 2 diabetes mellitus. can be used as an anti-diabetic drug. One of the plants commonly used as traditional medicine is the small leaf mahogany seed (Swietenia mahagoni Jacq.). Traditionally, the seeds are efficacious as a medicine for high blood pressure, diabetes, appetite stimulant, rheumatism medicine, fever, colds, gout, and eczema. The seeds of this mahogany contain high flavonoid compounds. The flavonoids that are also present in this coffee can give a pungent and bitter taste when consumed. Most people with diabetes are reluctant to eat mahogany seeds because of their bitter taste. Coffee, which is a favorite drink for most Indonesian people, can be an alternative to complementary functional drinks to cover the bitter taste of the mahogany seeds. We introduce to the posyandu cadres, Connect Java Village, Mamajang District, Makassar City, by practicing the way of making "Mahoni Coffee" Anti-Diabetes Coffee for Diabetes Mellitus Prevention. By sorting, peeling the skin, drying in the sun, frying the mahogany seeds, followed by refining, using a blender, filtered, put in a package and given instructions on how to use it. The introduction and method of processing traditional medicine into Mahogany Coffee products was carried out mid-May to July 2019. At the end of this community service, we distributed a pocket book on making Mahogany Coffee and distributed the product to posyandu cadres and the community of Connect Jawa Sub-district, District Mamajang Makassar City.Keywords: Anti-Diabetic Coffee “Mahoni Coffee” Diabetes MellitusDiabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit degeneratif yang sekarang banyak diderita oleh penduduk dunia, terutama diabetes melitus tipe 2. Banyak obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes melitus, namun kebanyakan memberikan efek samping yang tidak diinginkan sehingga dicari bahan-bahan alami yang dapat menjadi obat anti diabetes Salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional adalah biji mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni Jacq.). Secara tradisional, bijinya berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, kencing manis, perangsang nafsu makan, obat rematik, demam, masuk angin, encok, dan eksim. Biji dari mahoni ini mengandung senyawa flavonoid yang cukup tinggi. Flavonoid yang juga terdapat dalam kopi ini dapat memberikan rasa yang sepat dan pahit ketika dikonsumsi. Kebanyakan orang penderita diabetes enggan mengonsumsi biji mahoni dikarenakan rasa pahit yang dimilikinya. Kopi yang merupakan minuman kesukaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dapat menjadi alternatif minuman fungsional pelengkap untuk menutupi rasa pahit dari biji mahoni tersebut. Kami kenalkan ke ibu-ibu kader posyandu Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar, dengan mempraktekkan cara pembuatan Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Untuk  Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus. Dengan cara sortasi, mengupas kulit, menjemur, menggoreng biji mahoni, dilanjutkan dengan penghalusan, menggunakan blender, disaring, dimasukkan dalam kemasan dan diberi aturan cara pakai. Pengenalan dan cara pengolahan obat tradisional sampai menjadi produk Mahoni Coffee sudah dilakukan pertengahan bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2019. Pada akhir pengabdian masyrakat ini kami membagikan buku saku tentang pembuatan Mahoni Coffee dan membagikan produk ke ibu-ibu kader posyandu dan masyarakat Kelurahan Sambung Jawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar.Kata Kunci : Kopi Anti-Diabetes “Mahoni Coffee” Penyakit Diabetes Melitus
Implementasi Siaga Covid 19 Di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Sesilia Rante Pakadang; Sisilia Teresia Rosmaladewi; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Djuniasti Karim; Dwi Rachmawati Daswi; Arisanty Arisanty; Asmawati Asmawati; Jumain Jumain; Ahmad Murad
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2730

Abstract

Covid 19 (coronavirus disease 2019) is a type of disease caused by the SARS-CoV-2 coronavirus which causes an acute respiratory infection with a very fast and massive spread. The recommended prevention methods are increasing immunity, wearing masks, keeping a distance and washing hands. Products that can be used to prevent COVID-19 are hand sanitizers, disinfectants and imun boosters (food supplements). The purpose of Community Service is to provide counseling on how to prevent Covid 19 and provide training on how to make natural product products for the prevention of Covid 19, namely hand sanitizers, disinfectants and imun boosters (food supplements). Method Service of counseling and training. The implementation of stage 1 has 60 participants (Connect Jawa village team, community representatives, PKK cadres and posyandu). Phase 2 participants 30 people (PKK cadres, posyandu cadres and housewives) The results of community service, the achievement of the counseling target was an increase in knowledge by 28% (hand sanitizer products); 48% (disinfectant product) and 42% (imun booster product). There was a technology transfer process after training on the manufacture of hand sanitizer, disinfectant and imun booster products (food supplements). Outcomes achieved are Natural Disinfectant Pocket Book and Food Supplement Imun Booster Pocket Book Herbal Candy which are published and registered as copyright, publication in Fajar newspaper, community service articles, community service implementation videos. Conclusion. The activity went smoothly, the target achievement was achieved 100%, namely there was an increase in knowledge and technology transfer in the training and the output of 2 books with ISBN, IPR book copyrights and training products.Keywords: training, hand sanitizer, disinfectant, imun booster, Covid 19Covid 19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan infeksi saluran napas akut dengan penyebaran yang sangat cepat dan massif. Cara pencegahan yang dianjurkan adalah meningkatkan imunitas, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Produk yang dapat digunakan untuk pencegahan Covid 19 berupa hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen). Tujuan Kegiatan memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan Covid 19 dan memberikan pelatihan cara pembuatan produk bahan alam untuk pencegahan Covid 19 yaitu hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen).  Metode Pengabdian penyuluhan dan pelatihan. Pelaksanaan  tahap 1 peserta 60 orang (tim kelurahan Sambung Jawa, perwakilan masyarakat, kader PKK dan posyandu). Tahap 2 peserta 30 orang (kader PKK, kader posyandu dan ibu rumah tangga) Hasil kegiatan, capaian target penyuluhan terjadi   peningkatan pengetahuan sebesar 28% (produk hand sanitizer); 48% (produk desinfektan) dan 42% (produk imun booster). Terjadi proses alih teknologi setelah pelatihan pembuatan produk hand sanitizer, desinfektan dan imun booster (food suplemen). Luaran yang dicapai adalah Buku Saku Desinfektan Alami dan Buku Saku Food Supplement Imun Booster Permen Herbal yang diterbitkan dan terdaftar sebagai hak cipta, publikasi pada koran Fajar, artikel kegiatan, video pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan. Kegiatan berjalan lancar, capaian target tercapai 100% yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan alih teknologi dalam pelatihan dan luaran   2 buku ber ISBN, HKI hak cipta buku dan produk pelatihan.Kata Kunci:  pelatihan, hand sanitizer, desinfektan, imun booster, Covid 19
Pelatihan Serbuk Instan Dan Teh Sachet Herbal Sebagai Upaya Promotif Dan Preventif Di Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar Sesilia Rante Pakadang; Sisilia Teresia Rosmaladewi; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kefarmasian
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i2.3097

Abstract

Training Instant Powder And Herbal Sachets Tea As A Promotional And Preventive Effort In Cendrawasih Puskesmas City Of MakassarTraditional health services at the Public health center are training for conventional healers and herbal-based traditional medicine. The Traditional Health Independent Care Group is directly fostered by the pharmacist as the head of the pharmaceutical installation. This activity aims to increase participant's knowledge and provide training in making instant powders and herbal tea sachets. counseling on the function of herbs for promotive and preventive diseases and training on making instant powders for hypertension and tea sachets for tuberculosis. Participants in community service activities were 30 people, namely 20 cadres of traditional health self-care groups, and 10 perpetrators of herbal medicine carrying. There was an increase in participant knowledge of 42.86% as measured by a questionnaire. The success of the training is evidenced by direct practical activities from the participants after being given a training demo. Outputs: pack guidebook, guidebook intellectual property rights, instant powder products, and tea sachets in labeled packaging, 3 videos of packaging implementation online on YouTube, and packer articles. The results of the activity can be concluded that there is an increase in the knowledge and skills of the participants.Keywords: herbs, counseling, training, instant powder, tea sachets, herbsPelayanan kesehatan tradisional di puskesmas adalah pembinaan kepada pelaku pengobat konvensional dan pengobatan tradisional berbasis herbal. Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional  dibina langsung oleh apoteker sebagai kepala instalasi farmasi.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan pelatihan pembuatan serbuk instan dan teh sachet herbal. penyuluhan tentang fungsi herbal untuk promotif dan preventif penyakit dan pelatihan pembuatan serbuk instan untuk hipertensi dan teh sachet untuk tuberkulosis. Peserta kegiatan pengmas 30 orang yaitu 20 kader kelompok     asuhan mandiri kesehatan tradisional, 10 pelaku jamu gendong  Terjadi  peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42,86% yang diukur dengan kuesioner. Keberhasilan pelatihan dibuktikan dengan kegiatan  praktik langsung dari peserta setelah diberikan demo pelatihan.  Luaran: buku panduan pengmas, HaKI (hak cipta)  buku panduan, produk serbuk instan dan teh sachet dalam kemasan berlabel,  3 video pelaksanaan pengmas yang telah Online pada Youtube dan artikel pengmas. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Kata kunci : herbal, penyuluhan, pelatihan, serbuk instan, teh sachet, herbal 
Transparent Antiseptic Soap as a Personal Hygiene Product for Maternal and Child Health in Bontoala Tua Village, Makassar City Santi Sinala; Rusli Rusli; Sisilia Teresia Rosmala Dewi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.302

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh pribadi. Upaya ini dapat berupa kegiatan perawatan diri seperti mandi, mencuci tangan, memakai pakaian yang bersih dll, demi mendapatkan tubuh yang sehat. Situasi dan kondisi lingkungan berpengaruhi dalam munculnya personal hygiene yang rutin. Letak pemukiman yang berada di daerah kota dengan tingkat polusi yang tinggi, dan didukung dengan kondisi pandemi Covid 19 di beberapa tahun ke belakang, memaksa kita harus meningkatkan kebiasaan personal hygiene. Ibu dan anak merupakan kelompok rentan yang dapat menjadi objek penderita yang utama. Anak dengan aktivitas yang permainan yang tinggi menyediakan paparan bakteri melalui udara akan gampang mengkontaminasi kulit. Salah satu upaya personal hygiene adalah mandi dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik. Mendukung program pemerintah 5M yaitu mencuci tangan menggunakan sabun, maka akan dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya personal hygiene dan praktek pembuatan sabun transparan antiseptik. Lokasi sasaran adalah Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan interaktif dan pelatihan pembuatan sabun transparan antiseptik yang mengandung sari buah naga sebagai sumber zat aktif antiseptiknya. Untuk mengukur ketercapaian kegiatan pengabdian ini maka dilakukan dengan pre dan post test. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah keinginan peserta untuk mengetahui pembuatan sabun transparan antiseptik yang mengandung sari buah naga. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner pada 30 orang koresponden dimana hasil pre dan post test yaitu Pre test = 30.3%, Post Test = 96%.  Hasil ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Dari kegiatan ini dihasilkan adanya peningkatan pengetahuan dan transfer ilmu tentang pentingnya menjaga kesehatan personal hygiene.