Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Eksplorasi Metode Holt’s Double Exponential Smoothing Pada Peramalan Jumlah Produksi Buah Nanas Di Provinsi Riau Nia Khairani; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati; Suci Yuniati
JUMAT: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 2 (2023): JUMAT, Desember 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forecasting is the systematic process of predicting what might happen in the future, based on information from the past and present, to reduce errors in estimating what will happen. Forecasting does not have to give a definite answer, but tries to approximate future reality. This research aims to forecast pineapple fruit production in Riau Province from 2023 to 2027 using Holt's Double Exponential Smoothing method. This study uses data from 2013 to 2022 obtained from the official website of the Riau Province Statistics Agency. In this study, researchers used quantitative methods. Forecasting results are measured by MAD, MSE, and MAPE metrics. The analysis results show that the forecasting accuracy rate reaches around 68.68% with the smallest forecasting error percentage of around 36.17% which is categorized as quite good forecasting. These results can help stakeholders in agriculture to manage pineapple fruit production more efficiently and accurately.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA Livia Murdiyati; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati; Suci Yuniati
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i1.28605

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini ialah guna mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar ditinjau dari prokrastinasi akademik siswa MTs Negeri 1 Pekanbaru. Peneliti menggunakan penelitian berjenis kualitatif dengan memakai metode deskriptif. Terdapat 31 siswa kelas VIII sebagai subjek penelitian ini. Penelitian ini menjadikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari prokrastinasi akademik siswa kategori tinggi, sedang dan rendah sebagai objek. Pengumpulan datanya memakai teknik berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan angket prokrastinasi akademik. Hasil dari analisis deskriptif memperlihatkan bahwa siswa dengan kondisi prokrastinasi akademik tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis rendah dan sedang. Siswa dengan kondisi prokrastinasi akademik sedang mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematis yang bervariasi. Siswa dengan kondisi prokrastinasi akademik rendah mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematis sedang dan tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI ALJABAR Fauzan Adrasyanto; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati; Suci Yuniati
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i1.28734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 orang siswa kelas VII¹ SMP Negeri 3 Gunung Toar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni berupa soal tes tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dimana setiap 1 soal terdapat 1 indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Soal yang diberikan yaitu soal mengenai materi Aljabar. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa dari ke 15 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Gunung Toar terbagi menjadi 3 kelompok siswa. Pertama, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah ada sebanyak 5 orang, dengan persentase 33%. Kedua, siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang berjumlah 7 orang, dengan persentase tertinggi yakni 47%. Ketiga, siswa yang memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah yang tinggi, hanya berjumlah 3 orang saja dengan persentase sebesar 20%. Dengan demikian, tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Gunung Toar tergolong pada kategori sedang. Yakni hampir setengah dari jumlah subjek di kelas tersebut yang berada pada kategori tersebut. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT PADA MATERI KOMBINATORIK DAN PELUANG DISKRIT Depriwana Rahmi; Suci Yuniati; Annisah Kurniati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/57216k91

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan dan menguji media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint untuk materi kombinatorik dan diskrit. Metode: Dengan menggunakan model ADDIE, penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tahap-tahap ini termasuk analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang sedang menjalani semester III pada tahun akademik 2024/2025 adalah subjek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan meninjau aspek kepraktisan, kevalidan, dan keefektifan. Metode pengumpulan data termasuk angket validasi oleh ahli untuk menilai kevalidan media, angket kepraktisan untuk mengetahui reaksi mahasiswa, dan tes hasil belajar untuk mengukur keefektifan media. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint dimasukkan ke dalam kategori valid, praktis, dan efektif. Oleh karena itu, media pembelajaran ini dianggap layak digunakan selama kuliah. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat berfungsi sebagai alternatif bagi dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mendorong penerapan inovasi pembelajaran interaktif di mata kuliah lainnya.
SOSIALISASI PELATIHAN KREASI MELIPAT KERTAS “MENARA TIKONIK” PADA MATA KULIAH ALJABAR LINEAR: PENDAMPINGAN DOSEN-MAHASISWA DI UIN SUSKA RIAU Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati; Suci Yuniati; Teddy Purnamirza
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3064

Abstract

Dalam pembelajaran di kelas, agar pembelajaran dapat berjalan efektif maka seharusnya diberikan suatu permainan edukatif yang dapat merangsang dan memotivasi mahasiswa dalam belajar. Permainan juga dapat mengatasi kejenuhan mahasiswa dalam belajar dan meningkatkan Kerjasama antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran. Dengan demikian tim pengabdi bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada dosen dan mahasiswa dalam membuat suatu permainan edukatif yang baru berupa pembuatan menara berbahan dasar kertas dengan ukuran yang sama dengan kategori menara harus tinggi, kokoh, dan berbentuk unik. Pendampingan ini diikuti oleh tiga dosen pengampu mata kuliah aljabar linier dan 49 mahasiswa. Kegiatan pendampingan tersebut terdapat beberapa langkah yaitu melakukan wawancara kepada dosen pengampu mata kuliah aljabar linear, memberikan referensi kepada dosen dan mahasiswa, merancang permainan kreasi melipat kertas, melakukan koordinasi dengan dosen mengenai kegiatan pendampingan, dan melaksanakan kegiatan pengabdian. Adapun metode yang digunakan pengabdi dalam kegiatan ini yaitu metode diskusi, metode praktek, metode presentasi, melakukan evaluasi, dan refleksi. Pembuatan Menara dengan ketentuan jumlah kertas yang digunakan 10 kertas buat setinggi mungkin, kokoh (bisa dipindah-pindah), desain yang unik dengan durasi 150 menit, kemudian mempresentasikan menara yang telah dibuat dengan menjelaskan filosofi dan hubungan dengana aljabar linear. Hasil pendampingan menunjukan bahwa berdasarkan observasi 98% mahasiswa sangat antusias dan termotivasi dalam membuat menara tikonik, dalam berdiskusi mengenai menara apa yang akan dibuat, semuanya mengeluarkan ide-ide dan semua mahasiswa bekerja dan tidak ada yang diam, hal ini terbukti dengan karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswa sangat bagus dengan kreasi tiap kelompok berbeda-beda dan unik dan wawancara juga menunjukan mahasiswa dan dosen sangat senang jika permainan ini dilakukan karena bahan pembuatannya sangat mudah diperoleh dan waktu pelaksanaannya juga fleksibel. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman positif di awal perkuliahan dan meningkatkan kerjasama antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran berikutnya.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF EFFICACY Mindi Lutfi Anggraini; Suci Yuniati; Depriwana Rahmi; Annisah Kurniati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12825

Abstract

Mathematical critical thinking skills are a crucial higher-order thinking competency for students, yet various findings indicate that this ability remains relatively low, largely due to teacher-centered learning that gives students little opportunity to explore ideas and develop their own reasoning. Beyond instructional factors, self-efficacy also influences students' ability to handle complex mathematical problems, making the combination of an appropriate learning approach and self-confidence an aspect that warrants deeper investigation. This study aims to analyze differences in mathematical critical thinking skills between students taught using the Scientific Approach and those taught through direct instruction, as well as to examine the influence of self-efficacy levels on this ability at MTsS PP Nurul Jadid Kampar. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design and a purposive sampling technique. Data were collected through a mathematical critical thinking test, a self-efficacy questionnaire, observation, and documentation, then analyzed using a t-test and two-way ANOVA. The results showed a significant difference in mathematical critical thinking skills between students taught with the Scientific Approach and those taught through direct instruction, as well as significant differences based on self-efficacy levels, but no significant interaction was found between them. It can be concluded that the Scientific Approach has a positive influence on students' mathematical critical thinking skills when their self-efficacy levels are taken into account. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang krusial dikuasai peserta didik, namun berbagai temuan menunjukkan kemampuan tersebut masih tergolong rendah, terutama karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang diberi ruang untuk mengeksplorasi ide dan mengembangkan penalarannya sendiri. Selain faktor pembelajaran, faktor internal seperti self efficacy turut memengaruhi kemampuan peserta didik dalam menghadapi permasalahan matematika yang kompleks, sehingga kombinasi keduanya menjadi aspek penting yang perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan peserta didik yang belajar melalui pembelajaran langsung, serta mengkaji pengaruh tingkat self efficacy terhadap kemampuan tersebut di MTsS PP Nurul Jadid Kampar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperiment non-equivalent control group design dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis, angket self efficacy, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji t dan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik dan pembelajaran langsung, serta perbedaan signifikan berdasarkan tingkat self efficacy, namun tidak ditemukan interaksi signifikan antara keduanya. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan mempertimbangkan tingkat self efficacy yang dimiliki.