Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing Mathematics Learning through Problem-Based and Digital Integration: A Study on Wordwall-Based Teaching Modules Lisa Gustiana Bellatama; Hari Sumardi; Effie Muchlis; Hanifah Hanifah
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.2191

Abstract

Purpose of the study: This study aims to determine the validity and practicality of a Problem-Based Learning (PBL) module integrated with the Wordwall application for teaching the topic of similarity in junior high school mathematics. Methodology: The research adopts the Plomp development model, which includes five systematic stages: preliminary investigation, design, realization/construction, test-evaluation-revision, and implementation. Data were collected using expert validation sheets and student practicality questionnaires to assess the quality and usability of the developed module. Main Findings: The results show that the PBL–Wordwall-integrated module achieved a validity score of 89.83% (Very Valid) and a practicality score of 88.5% (Very Practical). The high validity demonstrates that the module’s content, structure, and linguistic elements are consistent with curriculum standards and responsive to learners’ cognitive levels. Likewise, the high practicality indicates that teachers and students found the module engaging, interactive, and easy to apply in classroom settings. Novelty/Originality of this study: The novelty of this study lies in the integration of the PBL approach with digital gamification through Wordwall, creating an innovative learning environment that fosters problem-solving, critical thinking, and motivation simultaneously. Unlike traditional static modules, this design embeds real-world contextual problems within interactive digital activities, bridging pedagogical theory and technological application. This research contributes both theoretically and practically by offering a replicable model for blending inquiry-based learning with gamified platforms in mathematics education. Overall, the developed module is effective, feasible, and capable of enhancing students’ engagement, conceptual mastery, and collaborative learning in mathematics.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI STATISTIKA KELAS X SMA Jimmi Tamsil; Effie Efrida Muchlis; Hanifah Hanifah; Hari Sumardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13580

Abstract

Peserta didik selama ini menggunakan LKPD yang masih memiliki keterbatasan dalam aspek desain dan tampilan. LKPD tersebut hanya disajikan dalam format hitam putih sehingga kurang menarik secara visual. Selain itu, LKPD tersebut cenderung digunakan secara dominan sebagai satu-satunya bahan ajar, sehingga belum mampu mendukung variasi sumber belajar yang lebih kaya pada pelaksaan pembelajaran. Studi ini difokuskan mengembangkan LKPD berbasis Problem Based Learning pada materi Statistika yang layak digunakan, ditunjukkan melalui tingkat kevalidan dan kepraktisannya, serta memiliki tampilan yang menarik dan berwarna. Riset ini mengadopsi model 4D: mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarkan. Penelitian ini melibatkan ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, serta guru mata pelajaran matematika, serta 9 peserta didik kelas X SMA Negeri 11 Rejang Lebong. Temuan riset mengindikasihkan capaian indeks validitas sebesar dapat dilihat dari aspek kevalidan bahasa (0,94), media (0,85) dan materi (0,92), Berdasarkan angka tersebut, kualitas media pembelajaran dinyatakan memenuhi kriteria Sangat Valid. Secara praktikalitas, produk ini mencatatkan skor 97,1% sehingga dinyatakan masuk dalam kategori Sangat Praktis. LKPD berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa LKPD berbasis Problem Based Learning pada materi Statistika yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA Luhur Budi Satriani; Effie Efrida Muchlis; Agus Sutanta; Hanifah Hanifah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis Project Based Learning (PjBL) berbantuan GeoGebra pada materi bangun ruang kerucut untuk siswa kelas IX SMP. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga fase, yaitu Preliminary Research, Development or Prototyping Phase, dan Assessment Phase. Produk yang dikembangkan berupa modul ajar dan LKPD yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan karakteristik pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Validasi dilakukan oleh tiga orang ahli (materi, bahasa, dan media), dengan hasil rata-rata persentase kevalidan sebesar 88,43% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Uji kepraktisan dilakukan oleh seorang guru dan enam siswa, menghasilkan rata-rata persentase kepraktisan sebesar 86,33%, juga termasuk dalam kategori sangat praktis. Modul ajar dan LKPD ini memuat sintaks PjBL yang terintegrasi dengan aktivitas eksploratif menggunakan GeoGebra, serta disusun sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PjBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika pada materi kerucut, serta berpotensi untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pendekatan yang aktif, visual, dan bermakna.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF Ayu Tri Utami; Effie Efrida Muchlis; Hanifah Hanifah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13961

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul ajar matematika meggunakan model Problem Based Learning yang valid dan praktis pada materi Kesebangunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Proses pengembangan modul dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari preliminary research, development or prototyping phase dan assesment phase. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A dan guru SMP Negeri 08 Lebong. Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah uji validitas dan praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil uji validitas ahli materi, media, dan bahasa berturut-turut 3,63 (sangat valid), 3,36 (valid) dan 3,37 (valid).  Sedangkan untuk uji praktikalitas modul ajar diperoleh berdasarkan angket respon guru pada one-to-one evaluation dan angket respon peseta didik pada small group evaluation masing-masing sebesar 3,60 (sangat praktis) dan 3,57 (sangat praktis). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning pada materi Kesebangunan dinyatakan valid dan praktis.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Seika Gemala Sari; Effie Efrida Muchlis; Agus Susanta; Hanifah Hanifah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dapat memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam materi statistika pada kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang mencakup lima tahap yaitu: Preliminary Investigation (Investigasi Awal), Design (Desain), Realization/Construction (Konstruksi), Test, Evaluation and Revision (Tes, Evaluasi, dan Revisi), dan Implementation (Implementasi). Modul disusun sesuai tahapan model pembelajaran Problem Based Learning. Hasil validasi oleh tiga ahli menunjukkan nilai rata-rata sebesar 90,64%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Uji kepraktisan menghasilkan skor 93,18% dari guru dan 92,5% dari peserta didik yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Modul ini mendukung proses pembelajaran yang interaktif, konseptual, dan kontekstual sesuai prinsip Kurikulum 2013. Dengan demikian, modul ajar ini layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dalam pembelajaran matematika di SMA.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBANTUAN QUIZIZZ DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Ema Andriani Marsanda; Hanifah Hanifah; Agus Susanta; Effie Efrida Muchlis
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbantuan Quizizz dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV) untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 08 Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan PLOMP. Model ini dikembangkan oleh Tjeerd Plomp dan terdiri atas lima fase utama, yaitu: (1) fase investigasi awal (preliminary investigation); (2) fase desain (design); (3) fase realisasi atau konstruksi (realization/construction); (4) fase tes, evaluasi, dan revisi (test, evaluation and revision; dan (5) fase implementasi (implementation).Fokus penelitian adalah untuk menghasilkan modul ajar yang valid dan praktis. Hasil validasi oleh tiga validator ahli materi menunjukkan bahwa modul mencapai nilai rata-rata sebesar 83,8% dengan kriteria “Valid”, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan nilai rata-rata sebesar 94,1% dengan kriteria “Sangat Valid”. Dari segi kepraktisan, penilaian yang diberikan oleh guru melalui angket menunjukkan hasil sebesar 94,7% dengan kriteria “Sangat Praktis”. Sementara itu, angket kepraktisan yang diisi oleh 16 peserta didik memperoleh hasil sebesar 89,2%, juga dengan kriteria “Sangat Praktis”. Berdasarkan hasil tersebut, modul ajar yang dikembangkan dapat disimpulkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika khususnya pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV) di tingkat SMP.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS DISCOVERY LEARNING DAN APLIKASI ZIPQUIZ UNTUK MATERI PELUANG KELAS VIII Icha Resitaningtyas; Hanifah Hanifah; Hari Sumardi; Effie Efrida Muchlis
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i1.14191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta kepraktisan modul ajar matematika pada materi peluang kelas VIII yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dan aplikasi evaluasi digital Zep Quiz. Metode yang digunakan adalah model pengembangan Plomp yang meliputi lima tahap: investigasi awal, desain, konstruksi, evaluasi, dan implementasi. Modul dirancang untuk mendukung pembelajaran kontekstual, aktif, dan kolaboratif sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa modul berada pada kategori “sangat valid” dengan rata-rata skor 85,42%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan berdasarkan respon siswa juga menunjukkan kategori “sangat praktis” dengan rata-rata skor 92%. Penggunaan Zep Quiz terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam evaluasi formatif. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas VIII.
PENGARUH MODEL CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII Peni Apriyanti; Hari Sumardi; Hanifah Hanifah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v11i1.7091

Abstract

Mathematical problem-solving skills are competencies required by students to face challenges both in academic settings and real-life situations. However, based on observations, these skills are still considered low, including at SMPIT Rabbani in Bengkulu City. The research was conducted to examine the effect of implementing the CORE model on the mathematical problem-solving abilities of eighth-grade students at SMPIT Rabbani, Bengkulu City, using the topic of linear equations. The research design used is a quasi-experimental design, with an experimental group of 13 students applying the CORE model, and a control group of 13 students applying the conventional method. Data analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.048 (0.05) with a Cohen’s d value of 0.85, indicating a significant impact with a large effect size. Finding of the search suggest that students who were taught using the CORE model demonstrated better problem-solving abilities than those taught using the conventional method, thus proving that this model is effective in improving students' mathematical problem-solving skills.
The Role of Zep Quiz Gamification in Improving Junior High School Students' Mathematical Problem-Solving Abilities Gusti Peanti; Agus Susanta; Effie Efrida Muchlis; Hanifah Hanifah; Siti Rahaimah Ali
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 27, No 3 (2026): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v27i3.pp1538-1554

Abstract

Mathematical problem-solving ability is a crucial competency, yet it remains a challenge in many schools, including SMPIT Al Qalam South Bengkulu, where students' statistics scores fall into the "very low" category (48.6%) due to conventional teaching methods that lack significant technological integration. This study aimed to examine the effectiveness of the Zep Quiz 2D virtual world-based gamification platform on 8th-grade students' mathematical problem-solving abilities in statistics. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed, involving 60 students. Samples were selected via purposive sampling: 30 students in the experimental class (VIII C) were taught using Zep Quiz integrated with Polya-based student worksheets, while 30 students in the control class (VIII D) received conventional instruction.  The research instrument consisted of a descriptive test validated and proven reliable based on Polya’s four problem-solving indicators. Data were analyzed using descriptive statistics and an independent t-test after verifying the assumptions of normality (Shapiro-Wilk test) and homogeneity (Levene's test). The results showed that the experimental class achieved a higher average posttest score of 87.30 (N-gain of 0.77, high category) compared to the control class, which had an average posttest score of 81.93 (N-gain of 0.66, medium category); the hypothesis test yielded a significant result (p = 0.038 < 0.05). It is concluded that Zep Quiz is significantly more effective than conventional instruction in enhancing students' mathematical problem-solving abilities. Keywords: gamification, mathematical problem solving, quasi-experiment, zep quiz.