p-Index From 2021 - 2026
1.182
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KUMARA CENDEKIA
Muhammad Munif Syamsuddin
PG PAUD UNS

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EFEKTIVITAS BUILDING BLOCKS PROGRAM TERHADAP KOMPETENSI NUMERIK ANAK USIA 5-6 TAHUN Hanifah Nindi Prastiti; Muhammad Munif Syamsuddin; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 1 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.32 KB) | DOI: 10.20961/kc.v8i1.31784

Abstract

ABSTRAKPenelitian true experiment ini bertujuan untuk menguji efektivitas building blocks program terhadap kompetensi numerik anak usia 5-6 tahun. Sampel yang digunakan peneliti berjumlah 42 anak di TK Negeri Pembina Jebres dengan teknik pengambilan sampel random assigment. Teknik pengumpulan data melalui tes untuk mengukur komptensi numerik anak. Uji normalitas dan homogentias menggunakan kolmogorov smirnov dan levene test for equality of variance. Uji hipotesis dengan  independent sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pertama, adanya peningkatan, nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen dari 19,57 meningkat menjadi 27,48 pada saat posttest, dan nilai rata-rata kelompok kontrol meningkat dari 20,09 pada saat pretest menjadi 24,95 pada saat posttest. Kedua, terdapat efektivitas building blocks program terhadap kompetensi numerik anak usia 5-6 tahun (p ≤ 0,05). Hal ini dibuktikan melalui 16 dari 21 anak memiliki kompetensi numerik sangat baik  yang mampu melafalkan nama angka 1-20 secara urut, menjumlahkan benda dengan benar, serta peningkatan pada indikator yang lain. Kata Kunci : buidling blocks program, kompetensi numerik, anak usia dini ABSTRACT This true experment study aimed to test the effectiveness of building blocks program on the children numerical competence aged 5-6 years. The sample used  by researchers consist of 42 children in the TK Negeri Pembina Jebres with random assignment sampling technique. Data collection techniques through test to measure the ability of children numerical competence. Normality and homogeneity tes used kolmogorov smirnov and levene test for equality variance. Test the hypothesis used independent sample t-tes. The result of data analysis showed that first, there was an increase in the average prestest score of the experimental group from 19,57 increased to 27,48 at the time of posttest, and the control group average score increased from 20,09 at the time of pretest to 24,95 at the time of posttest. Second, there is effectiveness of building blocks program on the children numerical competence aged 5-6 years (p ≤ 0,05). It was prove through 16 out of 21 children of the experimental group having very good numerical competencies  who are able to recite the numbers 1-20 in order, subtract the object well, and there was an increas in other indicators. Keywords : building blocks program, numerical competence, early childhood 
EFEKTIVITAS BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri Setyaningtyas; Siti Wahyuningsih; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 7, No 3 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.19 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i3.36440

Abstract

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG HURUF MELALUI LECTURE BINGO GAMES PADA ANAK KELOMPOK A TK SRI JUWITA HANUM MOJOSONGO TAHUN AJARAN 2016 / 2017 Alifia Nisa Nursanti; Yudianto Sujana; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 7, No 1 (2019): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.296 KB) | DOI: 10.20961/kc.v7i1.35655

Abstract

HUBUNGAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEUANGAN DENGAN KEMAMPUAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Servina Arianti; Muhammad Munif Syamsuddin; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.57223

Abstract

Pengajaran pendidikan keuangan merupakan kegiatan memberikan pengajaran terkait keuangan kepada peserta didik dengan memperhatikan materi dan usianya sehingga kemampuan literasi keuangan anak dapat terstimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 dengan jumlah populasi sebanyak 22 anak dengan rentang usia 4-5 tahun di 3 lembaga TK di Gugus 3, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis sampling jenuh atau sensus. Pengambilan data dilakukan melalui persebaran kuesioner yang diisi oleh guru kelas A dan orang tua.  Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji Corrected Item-Total Correlation dan Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil hipotesis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,037 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,447, tergolong pada kategori sedang. Arah hubungan juga menunjukkan tanda yang positif (+), artinya memiliki arah hubungan searah. Jika pengajaran pendidikan keuangan tinggi dan maksimal, maka kemampuan literasi keuangan anak akan meningkat.
STRATEGI PEMBELAJARAN DARING DAN LURING DI TAMAN KANAK-KANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Christina Mega Ariani; Anayanti Rahmawati; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.55628

Abstract

Situasi pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan praktik pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pelaksanaan pembelajaran daring dan luring pada masa pandemi Covid-19 dan peran keterlibatan orang tua di TK Kanisius Karangbangun pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi dengan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian melalui penerapan strategi pembelajaran daring dan luring dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan komponen-komponen strategi yang berupa tujuan, metode, materi, media, dan evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa anak dan orang tua belum sepenuhnya siap untuk menghadapi perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran daring melalui panggilan video WhatsApp dan pemberian lembar kegiatan dan tugas anak, maupun pembelajaran luring dengan bentuk pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah tidak terlepas dari kendala dan tantangan. Untuk menemukan solusi atas permasalahan dalam pendidikan anak diperlukan komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru dengan orang tua. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi-strategi guru dan peran keterlibatan orang tua sangat penting bagi keberlangsungan dan keberhasilan pembelajaran anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 ini.
Children's Social Attitude Formation In The Culture Of Aceh At Penanggalan Barat Village, Subulussalam City Marinda Syafarrani Putri; Muhammad Munif Syamsuddin; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.61707

Abstract

Kebudayaan Aceh memiliki cara untuk membentuk sikap sosial anak agar menjadi lebih baik, cara tersebut dilakukan melalui agama, bergotong royong dan bermain. Hal ini bertujuan agar anak dapat beradaptasi ataupun menjalin hubungan sosial yang baik kepada masyarakat ataupun kelompok sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kebudayaan aceh dalam membentuk sikap sosial anak dan mengetahui kebudayaan apasaja yang dapat membentuk sikap sosial anak didesa Penanggalan Barat Kota Subulussalam, Aceh. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Informan dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat didesa Penanggalan Barat serta kebudayaan yang ada didesa Penanggalan barat tersebut lebih kental dalam bidang keagamaannya yang dimana dalam mendidik anak dan membentuk sikap sosial anak masyarakat setempat lebih menanamkan nilai-nilai keagamaan dan sudah diajarkan sejak dini, mulai dari kegiatan mengaji, mengikuti upacara keagamaan yang diadakan desa, serta mengajak anak untuk mengikuti kegiatan festival penyambutan bulan Ramadhan, kemudian dari kegiatan tersebut dapat membentuk beberapa sikap sosial anak seperti sikap kepercayaan dirinya, sikap tanggung jawab, dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya, anak akan memiliki sikap sopan santun. Untuk menumbuhkan sikap sosial tersebut masyarakat sering memberikan nasihat serta mengajak anak-anak untuk berkumpul bersama, liburan bersama, dan bermain bersama agar anak dapat melatih sikap sosialnya. bergitu juga dengan kegiatan bermain, anak dapat membentuk sikap sosialnya serta melatih sikap kemandirian anak, mampu kerjasama dengan baik terhadap teman satu timnya, tidak mementingkan diri sendiri, mempunyai sikap ataupun respon yang baik kepada teman-temannya, bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sedang dilakukan anak serta bertanggung jawab terhadap teman satu timnya, dan juga dapan membentuk sikap jujur ketika sedang melangsungkan permainan.
KETERLIBATAN ORANG TUA SEBAGAI PREDIKTOR PRESTASI AKADEMIK ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosi Kusuma Dewi; Anayanti Rahmawati; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 10, No 4 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i4.58118

Abstract

Pretasi akademik pada anak usia 5-6 tahun merupakan kemampuan anak untuk belajar dan mengkomunikasikannya secara lisan maupun tulisan. Anak usia 5-6 tahun berada dalam tahapan pra-operasional dimana anak sudah mampu memahami jumlah dan ukuran, tertarik dengan huruf dan angka, mampu menulis dan menyalin serta menghitung, mulai mengerti waktu, dan pada akhir usia 6 tahun anak sudah mampu membaca, menulis dan menghitung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterlibatan orang tua dengan prestasi akademik anak usia 5-6 tahun serta untuk mengetahui apakah keterlibatan orang tua dapat digunakan sebagai prediktor bagi prestasi akademik anak usia 5-6 tahun. Sampel yang digunakan sebanyak 55 orang tua dan anak secara berpasangan di wilayah TK Gugus Nuri, Kecamatan Wonogiri. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Data yang telah dianalisis kemudian diuji koefisien determinasinya untuk mengetahui berapa besar kontribusi keterlibatan orang tua sebagai prediktor prestasi akademik anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada keterlibatan orang tua sebagai prediktor prestasi akademik anak usia 5-6 tahun.
EFEKTIVITAS METODE TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU ASERTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Chairun Nisa Rahmadani; Anayanti Rahmawati; Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.64978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode token economy terhadap perilaku asertif anak usia 5-6 tahun. Perilaku asertif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan diri anak serta memiliki potensi untuk membantu anak menyesuaikan diri di lingkungan dengan baik. Nilai perilaku pada rentang usia 5 - 6 tahun dapat diterima anak berdasarkan konsekuensi yang didapat. Penguat ekstrinsik yang membantu dalam penciptaan perilaku yakni melalui penggunaan hadiah. Token economy merupakan metode modifikasi perilaku yang memanfaatkan hadiah sebagai konsekuensi yang akan didapat. Hadiah adalah sesuatu yang dapat memotivasi anak untuk terlibat dalam perilaku yang ditargetkan. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok B TK ABA Karangasem yang berusia 5 – 6 tahun dengan total keseluruhan 54 anak, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 19 anak. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5 - 6 tahun menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan sampel secara random sederhana (simple random sampling). Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa behaviour ceklis dengan skala Guttman. Analisis data menggunakan uji sample paired t-test dan meghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya metode token economy efektif terhadap pembentukan perilaku asertif pada anak usia 5 - 6 tahun. Penerapan metode token economy dapat membuat anak untuk lebih tertarik berperilaku asertif karena mendapatkan imbalan yang diinginkan, sehingga perilaku asertif yang diinginkan dapat segera terbentuk sebagai perilaku positif dan melekat pada diri anak.