Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Nyai Ontosoroh: a Female Hero and Her Resistance to Gender Injustice Budi Waluyo; Andrik Purwasito; Warto Warto; Slamet Subiyantoro
Jurnal Lingua Idea Vol 12 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2021.12.2.3538

Abstract

Nyai Ontosoroh is a character in Pramudya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, which depicts a woman's struggle against injustice in her life. R. Giryadi adapted Nyai Ontosoroh's struggle in this novel into a short drama titled "Nyai Ontosoroh." The plot of this drama revolves around Nyai Ontosoroh's opposition to her husband and the Dutch government, which wants to take over the company and custody of her child. A Javanese woman's resistance to the colonial government was courageous at the time. Despite being defeated, Nyai Ontosoroh had fought for his rights in a dignified manner. She deserved to be referred to as a "hero." The purpose of this study is to explain and describe the various forms of gender injustice against women in R. Giryadi's drama script "Nyai Ontosoroh." This study is descriptive qualitative in nature. It is tailored to the formulation of determined research problems. It is a qualitative study that is thoroughly and analytically described. Forms of gender injustice against women are described. The conclusion of this paper indicates that women in Indonesia continue to face numerous gender injustices. Women must fight for gender equality as they should.
Nyai Ontosoroh: a Female Hero and Her Resistance to Gender Injustice Budi Waluyo; Andrik Purwasito; Warto Warto; Slamet Subiyantoro
Jurnal Lingua Idea Vol 12 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2021.12.2.3538

Abstract

Nyai Ontosoroh is a character in Pramudya Ananta Toer's novel Bumi Manusia, which depicts a woman's struggle against injustice in her life. R. Giryadi adapted Nyai Ontosoroh's struggle in this novel into a short drama titled "Nyai Ontosoroh." The plot of this drama revolves around Nyai Ontosoroh's opposition to her husband and the Dutch government, which wants to take over the company and custody of her child. A Javanese woman's resistance to the colonial government was courageous at the time. Despite being defeated, Nyai Ontosoroh had fought for his rights in a dignified manner. She deserved to be referred to as a "hero." The purpose of this study is to explain and describe the various forms of gender injustice against women in R. Giryadi's drama script "Nyai Ontosoroh." This study is descriptive qualitative in nature. It is tailored to the formulation of determined research problems. It is a qualitative study that is thoroughly and analytically described. Forms of gender injustice against women are described. The conclusion of this paper indicates that women in Indonesia continue to face numerous gender injustices. Women must fight for gender equality as they should.
Pelatihan Berbahasa Jawa di Media Sosial pada Siswa SMP Surakarta Untuk Menanamkan Pendidikan Budi Pekerti Budi Waluyo; Tya Resta Fitriana; Prima Veronika
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.191 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i9.275

Abstract

Latar Belakang: Pengabdian ini relevan dengan kondisi sekarang ini yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial. Pengabdian ini dilatarbelakangi permasalahan dari mitra yaitu kurangnya wawasan siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa di sosial media. Terkait permasalahan tersebut maka perlu adanya pelatihan berbahasa Jawa yang baik dan benar di media sosial.    Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda khususnya pelajar terkait dengan tata krama dan budi pekerti khususnya dalam penggunaan bahasa Jawa untuk proses komunikasi di media sosial. Pengabdian ini menjadi hal yang urgent untuk dilaksanakan karena aktivitas siswa selama pembelajaran daring banyak menggunakan media sosial untuk berkomunikasi sedangkan masih banyak ditemukan kesalahan dalam berbahasa Jawa. Metode : Metode yang dilaksanakan dengan metode ekspositori dan praktik dalam kelompok kecil. Peserta adalah siswa-siswa SMPN 2 Surakarta. Hasil: Peserta bertambah wawasan terkait bagaimana cara berkomunikasi dengan Bahasa Jawa di media sosial yang baik dan benar sesuai dengan unggah-ungguh yang berlaku. Kesimpulan: Hal ini relevan dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial baik WhatsApp maupun yang lain.
Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran oleh Kelompok KKN 86 UNS di Desa Bangak, Boyolali, Jawa Tengah Fachrudin Nuur Fadlillah Alfauzi; Detri Viantika; Muhammad Chaerul Ichsan; Budi Waluyo
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10068901

Abstract

Pelatihan tanggap bencana dilakukan di Desa Bangak, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait bahaya kebakaran, meningkatkan kesiagaan terhadap bencana kebakaran, dan menciptakan budaya waspada terhadap bahaya kebakaran guna menjaga harta benda serta keluarga. Pelatihan dilaksanakan di pendopo dan lapangan Desa Bangak dengan diikuti relawan desa beserta perwakilan setiap RT. Demi mencapai tujuan secara maksimal pelatihan tanggap bencana dilakukan melalui dua kegiatan yaitu pemberian materi dan praktek simulasi pemadaman api. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai sumber-sumber yang dapat memicu kebakaran, kategori kebakaran, serta cara memadamkan api. Melalui pelatihan tanggap bencana diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai bencana kebakaran sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat saat sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Pelatihan Tanggap Bencana Kebakaran oleh Kelompok KKN 86 UNS di Desa Bangak, Boyolali, Jawa Tengah Fachrudin Nuur Fadlillah Alfauzi; Detri Viantika; Muhammad Chaerul Ichsan; Budi Waluyo
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10068901

Abstract

Pelatihan tanggap bencana dilakukan di Desa Bangak, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait bahaya kebakaran, meningkatkan kesiagaan terhadap bencana kebakaran, dan menciptakan budaya waspada terhadap bahaya kebakaran guna menjaga harta benda serta keluarga. Pelatihan dilaksanakan di pendopo dan lapangan Desa Bangak dengan diikuti relawan desa beserta perwakilan setiap RT. Demi mencapai tujuan secara maksimal pelatihan tanggap bencana dilakukan melalui dua kegiatan yaitu pemberian materi dan praktek simulasi pemadaman api. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai sumber-sumber yang dapat memicu kebakaran, kategori kebakaran, serta cara memadamkan api. Melalui pelatihan tanggap bencana diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai bencana kebakaran sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat saat sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Kritik Ekologi Dalam Antologi Puisi Kekasih Teluk Karya Saras Dewi: Analisis Teori Lawrence Buell Sebagai Alternatif Materi Ajar Mengidentifikasi Makna Puisi yang Dibaca untuk Siswa SMA Ngifat Khoerunnisa; Edy Suryanto; Budi Waluyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3423

Abstract

Analisis ekokritik pada karya sastra puisi masih jarang dibahas dalam kegiatan pembelajaran sastra di sekolah. Padahal persoalan lingkungan setiap saat semakin mengompleks dan selalu diperbincangkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai (1) bentuk penggambaran hubungan lingkungan dan manusia yang ditunjukan dalam antologi puisi Kekasih Teluk sesuai dengan teori ekokritik Lawrence Buell, (2) bentuk kritik ekologi yang digambarkan dalam antologi puisi tersebut sesuai dengan teori ekokritik Lawrence Buell, dan (3) pemanfaatan hasil analisis ekokritik dalam antologi puisi tersebut sebagai alternatif materi ajar mengidentifikasi makna puisi yang dibaca untuk siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik dengan teori Lawrence Buell. Sumber data penelitian ini meliputi dokumen yaitu antologi puisi Kekasih Teluk karya Saras Dewi dan informan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dengan metode simak-catat dan wawancara mendalam. Teknik uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, penggambaran hubungan alam dan manusia sesuai dengan teori Lawrence Buell pada antologi puisi Kekasih Teluk disebut dengan topofolia. Kedua, pada antologi puisi ini keempat bentuk ekokritik menurut teori Lawrence Buell yang ditemukan yaitu historikal elemen nonmanusia, legitimasi kepentingan elemen nonmanusia terhadap kepentingan manusia, dinamisasi alam, dan pertanggungjawaban manusia terhadap alam. Ketiga, antologi puisi Kekasih Teluk selaras dengan materi puisi di kelas 10 atau fase E Kurikulum Merdeka, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif materi ajar oleh guru. Analisis ekokritik berdasarkan hasil penelitian dapat menjadi langkah alternatif memahami makna puisi secara mendalam. Hal tersebut selaras dengan cara mamahami makna puisi secara mendalam adalah dengan menganalisis diksi-diksi tertentu, suasana, dan tema.
Symbolic Communication Offerings in the Bancaan Bayi Ceremony: A Roland Barthes Semiotic Analysis in The Kediri, East Java Tya Resta Fitriana; Kenfitria Diah Wijayanti; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahadini; Winda Dwi Lestari; Favorita Kurwidaria; Prima Veronika
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5832

Abstract

This study aims to describe and analyze the symbolic communication that contains the names and forms of culinary offerings in the traditional Bancaan Bayi ceremony for believers in Kediri, and how these symbols are understood by the local religious community in the context of intercultural communication. The study uses a qualitative narrative method, observation, interview, and document analysis techniques. The data consists of the names and representations of culinary offerings, which are treated as cultural signs and communication media both with other humans and symbolic communication with God. The findings show that each type of offering contains symbolic messages regarding prayers, hopes, and salvation values that are negotiated through the process of ritual communication. Through Barthes's semiotic perspective, offerings function not only as cultural symbols but also as a form of spiritual and social communication that allows for the exchange of meaning between people from different religious backgrounds. Thus, Bancaan Bayi becomes an arena for intercultural communication that reproduces social harmony through culinary symbolism. This research has implications for supporting interfaith inclusion, thereby encouraging social sustainability and cohesion among community groups.
PEMBELAJARAN APRESIASI CERITA RAKYAT BERMEDIA WAYANG KANCIL Edy Suryanto; Budi Waluyo
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan pendidikan karakter dalam pembelajaran apresiasi cerita rakyat; (2) mengkaji nilai-nilai cerita rakyat sebagai materi ajar; dan (3) membuat prototipe model pendidikan karakter dalam pembelajaran apresiasi cerita rakyat. Penelitian deskriptif kualitatif tahun I ini menggunakan pendekatan R & D, yang dilaksanakan di 15 sekolah dasar mulai Mei-Oktober 2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, guru kelas, dan pengambil kebijakan. Penentuan sampel secara stratified random sampling. Tempat dan peristiwa, informan, cerita rakyat, dan dokumen sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian: (1) analisis kebutuhan diidentifikasi atas: visi misi sekolah belum menjadi panduan budaya kerja; permasalahan siswa di kelas dipengaruhi kegiatan pembelajaran guru; pendidikan karakter dipengaruhi faktor pembinaan, keteladanan, model, dan pembiasaan; (2) materi ajar disusun berdasarkan tingkat keterbacaan dan daya pikir siswa; dan (3) model didesain melalui tahap pengorganisasian nilai-nilai, pengondisian pembelajaran, internalisasi nilai-nilai, dan pengembangan nilai-nilai. Pembelajaran apresiasi cerita rakyat menggunakan media wayang kancil sangat menarik dan menyenangkan sebagai model pendidikan karakter di sekolah dasar. This study aims: (1) analyzing the character education needs in learning the appreciation of folklore; (2) examine the folklore values as teaching materials; and (3) create a prototype character education model in learning the appreciation of folklore. This qualitative descriptive research in the first year is using R & D approach, which is implemented in 15 elementary schools from May to October 2015. Research subjects are the students of class V, classroom teachers, and policy makers. Determination of sample by stratified random sampling. Places and events, informants, folklore, and documents as a source of data. Data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. Data analysis using interactive analysis techniques. Result of the research: (1) needs analysis identified on: vision of school mission not yet become guide of work culture; students' problems in the classroom are influenced by teacher learning activities; character education is influenced by coaching factors, modeling, modeling and habituation; (2) teaching materials are prepared based on the students' legibility and thinking level; and (3) models are designed through the stages of organizing values, conditioning learning, internalizing values, and developing values. learning the appreciation of folklore using Kancil wayang media is very interesting and fun as a model of character education in elementary school.