Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Yang Benar Di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 2 (2024): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i2.89

Abstract

Menurut United National Children’s Fund (UNICEF), masih tingginya angka dunia ibu yang mengalami masalah menyusui sekitar 17.230.142 juta jiwa yang terdiri dari putting susu lecet 56,4%,  bendungan payudara 36,12%, dan mastitis 7,5%. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Puskesmas Darul Imarah kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel 35 orang ibu nifas. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 s/d 24 Juni 2024 dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar sebanyak 24 responden (68,57%), pengetahuan baik tentang pengertian teknik menyusui yang yang benar sebanyak 27 responden (77,14%), pengetahuan baik tentang cara teknik menyusui yang yang benar sebanyak 24 responden (68,57%), pengetahuan baik tentang tujuan teknik menyusui yang benar sebanyak 28 responden (80%), pengetahuan baik tentang manfaat teknik menyusui yang benar sebanyak 25 responden (71,42%). Sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan bagi ibu nifas agar aktif bertanya kepada petugas kesehatan atau pun bisa mengakses informasi melalui media sosial agar dari kebiasaan yang salah menjadi benar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKTIYA KABUPATEN ACEH UTARA Eristono, Eristono; Aryani, Roza; Hasanah, Siti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan dan sosial yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya status gizi pada balita. Kabupaten Aceh Utara menempati peringkat kedua di Aceh dengan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk sebesar 4,3%. Di Puskesmas Baktiya pada tahun 2021 terdapat 2,2% kasus balita gizi kurang, 0,1% balita dengan gizi lebih dan sebanyak 2 balita dengan kasus gizi buruk. dan mengalami peningkatan pada tahun 2024 balita dengan gizi kurang menjadi 2,4% (74 balita) dan gizi buruk sebanyak 3 balita. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baktiya Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024. Jenis Penelitian Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dilakukan pada tanggal 20 Juli s/d 07 Agustus 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Baktiya Kabupaten Aceh Utara. Populasi adalah ibu yang memiliki balita usia 12-59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Baktiya pada periode Januari-Juni tahun 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling yang berjumlah 41 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Pengolahan data dengan aplikasi SPSS. Berdasarkan uji statistik Chi Square dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh hasil Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak balita dengan nilai ρ value= 0,007 (α<0,05). Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi pada anak balita dengan nilai ρ value= 0,032 (α<0,05). Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi pada anak balita dengan nilai ρ value= 0,011 (α<0,05) dan ada hubungan antara pola makan anak dengan status gizi pada anak balita dengan nilai ρ value= 0,030 (α<0,05). Pengetahuan ibu, pendidikan ibu, pendapatan orang tua dan pola makan anak merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak balita. Diharapkan kepada Ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyusunan menu balita agar asupan gizinya tepat dan status gizinya meningkat dengan cara mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang diadakan di posyandu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI DI PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Hasanah, Siti; Aryani, Roza; Anggia, Mela
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah tetanus neonatorum, dimana jumlah tetanus neonatorum sebanyak 33 kasus dimana 9 diantaranya dilakukan perawatan tali pusat dengan diberikan alkohol dan 14 neonatal meninggal akibat tetanus neonatorum. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan tali pusat pada bayi di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu nifas. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Juli s/d 20 Juli 2024 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 16 responden (53,3%), memiliki sikap negatif sebanyak 17 responden (56,7%) dan tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 19 responden (63,3%), pengetahuan p value (0,011), sikap (0,011) dan dukungan (0,011) dengan perawatan tali pusat. Kesimpulan dan saran: Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan perawatan tali pusat. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya pada ibu nifas dengan memberikan konseling kesehatan tentang perawatan tali pusat.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA GIZI KURANG DENGAN MODIFIKASI PEMBERIAN ES KRIM DAUN KELOR DI WILAYAH KERJA DARUL IMARAH ACEH BESAR Hanum, Nisrina; Fajrina, Eulisa; Hasanah, Siti; Muna, Sirajul; Hajar, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4116

Abstract

Prevalensi gizi kurang atau underweight di dunia dari tahun 2000 sebanyak 20,5% menurun menjadi 12,6% pada tahun 2020. Prevalensi gizi kurang di Indonesia mengalami peningkatan dari 16,3% pada tahun 2019 menjadi 17,1% pada tahun 2022. Aceh menduduki posisi ketiga dengan kasus gizi kurang tertinggi di Indonesia yaitu 24,3%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada balita gizi kurang dengan pemberian daun kelor di wilayah kerja Darul Imarah dan melakukan pendokumentasi dalam bentuk SOAP. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan case studi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Subjek asuhan ini adalah balita yang berusia 27 bulan dengan berat badan 9,1 kg dan panjang badan 83 cm. Pelaksanaan studi kasus dilakukan pada tanggal 31 Juli sampai 16 Agustus 2023. Hasil asuhan pemberian es krim daun kelor selama 14 hari pada balita gizi kurang meningkatkan berat badan balita dari 9,1 kg menjadi 9,8 kg. Pemberian es krim daun kelor dapat meningkatkan berat baban anak yang mengalami gizi kurang. Diharapkan ibu untuk melakukan timbangan setiap bulannya di posyandu atau fasilitas kesehatan dan memberikan makanan bergizi pada anaknya, serta dapat mengolah daun kelor menjadi es krim atau makanan lainnya untuk dijadikan cemilan agar membantu pemenuhan asupan gizi anak.Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Balita, Es Krim Daun Kelor, Gizi Kurang
Korelasi Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Peukan Bada Aceh Besar Rahma Dalila Fitri; Yolla Asmaul Nufra; Siti Hasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.214

Abstract

Masa remaja salah satu siklus kehidupan yang dilewati manusia. Pertumbuhan terjadi dengan cepat sehingga kebutuhan gizi pada masa ini ikut meningkat. Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi akan menimbulkan berbaga penyakit salah satunya anemia. Anemia rentan terjadi pada kelompok remaja perempuan dengan prevalensi 6% lebih tinggi dari pada laki-laki. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui korelasi konsumsi tablet tambah darah dengan anemia pada remaja putri di SMPN 2 Peukan Bada Aceh Besar. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik menggunakan metode cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMP Negeri 2 Peukan Bada yang berjumlah 83 orang. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p- value 0,4 ( > α = 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara mengkonsumsi tablet tambah darah dengan anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Peukan Bada. Hasil penelitian 100 % remaja mengkonsumsi makan dengan lauk pauk ikan, telur, bebek, ayam. Penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan beberapa hal salah satunya dengan mengkonsumsi sumber protein hewani yang bersumber dari ikan.
PSIKOEDUKASI: MENINGKATKAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA LANSIA Mauvizar, Erly; Hasanah, Siti; Hajar, Siti; Ariyani, Roza; Darliani, Ani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50499

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami berbagai tekanan psikologis akibat perubahan fisik, sosial dan emosional.  Secara keseluruhan, lansia menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga kesehatan mental mereka. Rendahnya tingkat resiliensi psikologis pada lansia dapat meningkatkan risiko stres, depresi dan penurunan kualitas hidup. Kegiatan ini laksanakan untuk meningkatkan resiliensi psikologi pada lansia, sehingga lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri dan sejahtera. lansia sangat membutuhkan dukungan psikologis yang terstruktur untuk meningkatkan resiliensi psikologis mereka dalam menghadapi perubahan hidup besar dalam hidup, seperti kehilangan pasangan, isolasi sosial, atau penurunan kesehatan. Lansia juga menghadapi masalah psikologis, seperti kecemasan dalam menghadapi kematian. Salah satu aspek penting yang berperan dalam menghadapi tantangan adalah resiliensi psikologis yaitu kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari kesulitan atau perubahan hidup yang signifikan. Perawatan yang terstruktur, termasuk nutrisi, kegiatan fisik dan sosial yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, akan menjadi hal yang menjadi prioritas. Kegiatan Psikoedukasi, senam lansia dan makanan sehat yang diadakan dapat membantu mengurani risiko depresi dan demensia sehingga dapat menjaga mental lansia tetap aktif     
PENGUATAN PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Hajar, Siti; Hasanah, Siti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33649

Abstract

Masa kehamilan adalah masa yang indah dialami oleh setiap perempuan, tetapi perubahan besar pada tubuh dengan waktu yang singkat dapat menimbulkan beberapa gangguan dan keluhan yang mengurangi kenikmatan pada masa kehamilan (Suananda, 2018). Perubahan yang terjadi pada ibu hamil meliputi perubahan secara fisik maupun psikologis. Kejadian ini terus dialami oleh ibu hamil selama kurang lebih 9 bulan 10 hari di masa kehamilannya. (Wulandari, dkk, 2021).Perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya peningkatan hormon yaitu hormon estrogen dan progesterone, sehingga mengakibatkan aspek-aspek psikologis dan timbullah berbagai masalah pada ibu hamil yaitu kecemasan (Suristyawati,dkk, 2019). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi perubahan dan komplikasi yang terjadi pada ibu hamil yaitu dengan melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (Rukiah & Yulianti, 2014). Pada hakikatnya pemeriksaan kehamilan bersifat Preventif Care yang bertujuan mencegah hal- hal yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin (Purwaningsih & Fatmawati, 2010). Puskesmas Darul Imarah memiliki jumlah ibu hamil sebanyak 959 orang dalam periode Januari- Juni 2024.Salah satu manfaat mengikuti kelas ibu hamil diantaranya adalah ibu mendapatkan materi secara menyeluruh dan terencana sesuai dengan pedoman yang di berikan oleh petugas kesehatan, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena penyajian materi terstruktur dengan baik, ada interaksi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat pembahasan materi dilaksanakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan (Hanni Ummi, Marjati JK, Yulifah R, 2011). Pada kelas ibu hamil bermanfaat untuk mengoptimalkan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Anemia pada ibu hamil Sehingga ibu memiliki kehamilan yang berkualitas, persalinan aman, serta bayi lahir dalam keadaan sehat, maka perlu dikembangkan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
Efektifitas Penerapan Endorphin Massage Menggunakan Minyak Aromaterapi Lavender Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3050

Abstract

Metode yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu metode non farmakologi adalah endorphin massage menggunakan minyak aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan endorphin massage dengan menggunakan minyak aromaterapi lavender dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif di UPTD Puskesmas Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain yang dipakai adalah pretest-posttest one group design. Pengambilan sampel secara total populasi yaitu 22 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pretest intensitas nyeri persalinan adalah 6,18 dengan standar deviasi 2,519. Sedangkan nilai rerata posttest intensitas nyeri persalinan adalah 4,32 dengan standar deviasi 1,961. Hasil uji Wilcoxon rank test didapatkan nilai ρ-value=0,000. Diharapkan ibu bersalin dapat melakukan endorphin massage sebagai salah satu terapi dalam mengurangi nyeri persalinan dan dapat digunakan saat proses persalinan selanjutnya.Kata kunci: Endorphin Massage, Aromaterapi Lavender,  Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif, Ibu BersalinMethods used to reduce pain in labor, using pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological methods is endorphin massage using lavender aromatherapy oil. Research objective is to find out the effectiveness of the application of endorphin massage by using lavender aromatherapy oil in reducing labor pain when active phase. This methods of research is quasi experiment with the design used is pretest-posttest one group design. The sampling method is a total sampling is 22 people. Data analysis using the wilcoxon sign rank test.It shows that the average value of labor pain intensity pretest is 6.18 with a standard deviation of 2.519. While the average value of labor pain intensity posttest was 4.32 with a standard deviation of 1.961. The results of the paired t test obtained the ρ-value= 0.000. It is hoped that maternity mothers can do endorphin massage as a therapy in reducing labor pain in the active phase of the first stage and can be used during the next delivery process.Keywords: Endorphin Massage, Lavender Aromatherapy, Labor Pain When I Active Phase, Maternity Mother