Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemetaan Jalur Interpretasi Ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias Taman Nasional Bunaken muriany, vinolya Prisilia; Langi, Martina A.; Rombang, Johan A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.48731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan jalur interpretasi ekowisata di Desa Tinongko dan Desa Buhias, Taman Nasional Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi pada lokasi yang telah disurvei. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dimana metode ini peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian mengenai potensi wisata tentang keadaan dan kondisi objek ekowisata yang nantinya dibuat dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan pembuatan peta jalur interpretasi ekowisata menggunakan aplikasi Arcgis 10.4. Hasil pemetaan jalur interpretasi ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias dibuat mengelilingi kedua desa tersebut. Jalur interpretasi ekowisata ini memiliki jarak tempuh sepanjang 4,95 km. Titik awal pembuatan jalur dimulai dari Desa Tinongko yang nantinya akan melewati potensi wisata mangrove trail, hutan mangrove, titik pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, dan berakhir di mangrove trail Tinongko.
KARAKTERISTIK POHON TIDUR BURUNG NURI TALAUD DI KECAMATAN TAMPAN ‘AMMA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Boda, Meisprikel; Langi, Martina A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49166

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk karakteristik pohon tidur burung nuri talaud di Kecamatan Tampan‘Amma Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan. Pengambilan dokumentasi digital dan herbarium dilakukan untuk setiap jenis yang diidentifikasi (jika tidak diketahui jenisnya). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pohon dari dua jenis yang berbeda yang digunakan oleh koloni burung nuri talaud untuk pohon tidurnya, terdiri dari tiga jenis pohon gehe (Pometia corriaceae Radkl) dan satu jenis pohon lawean (Sterculia sp.). Tinggi pohon tidur nuri talaud berkisar 30,1-38,7 meter dan diameternya mencapai 42,3-59,7 cm. Pohon tidur nuri talaud di temukan pada ketinggian antara 437 m dpl sampai dengan 503 m dpl. Suhu rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terdapat pada sore hari 26.8°C sedangkan tingkat kelembaban rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terjadi pada pagi hari 80.68% dan intensitas cahaya yang masuk di sekitar seluruh pohon tidur burung nuri talaud rata-rata pada pagi hari 257.75 lux dan sore hari 287.25 lux. Vegetasi penyusun lingkungan pohon tidur burung nuri talaud pada tingkat pohon memiliki nilai INP terbesar pada jenis pohon kelapa (Cocos nucifera L) (61.63), pada tingkat tiang pada jenis pohon weneran (Macaranga hipsida) (32,39), dan untuk tingkat pancang pada jenis pohon binsar (Ficus variegata) (41.85).
Komposisi dan Struktur Vegetasi Mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Sengkul, Sukmalita; Langi, Martina A.; Tasitrin, Caroline N.A.C.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dan struktur vegetasi pohon mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Metode survey lapangan dengan jalur berpetak dibuat sebanyak 34 buah yang tersebar di enam transek pengamatan. Komposisi dan struktur pohon pada vegetasi mangrove dianalisis menggunakan pendekatan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pohon mangrove mayor (sejati) dan dua jenis pohon mangrove asosiasi. Kelompok mayor vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas enam jenis yaitu Rhizophora apiculata Bl, (Rhizophoraceae), Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk. (Rhizophoraceae), Rhizophora stylosa Griff. (Rhizophoraceae), Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob. (Rhizophoraceae), Lumnitzera littorea (Jack) Voigt (Combretaceae), dan Sonneratia alba J.E. (Sonneratiaceae). Komponen asosiasi vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas Hibiscus tiliaceus L. (Malvaceae) dan Morinda citrifolia L. (Rubiceae). Selanjutnya struktur vegetasi pohon hutan mangrove di Desa Tatakalai didominasi oleh tingkat pancang. Jenis yang mendominasi pada seluruh tingkat pertumbuhan adalah Rhizophora apiculata Bl. Distribusi penyebaran diameter paling besar yaitu 38,4 cm, sedangkan distribusi tinggi didominasi oleh jenis Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk dengan angka tertinggi adalah 16 m.
Persepsi Petani terhadap Praktek Agroforestri di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Sulawesi Utara Hasni, Hasni; Langi, Martina A.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53214

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari persepsi petani tentang praktek agroforestri ini dilaksanakan di desa Warembungan Kecamatan Pineleng pada bulan September sampai dengan Oktober 2021. Metode survey lapangan serta wawancara dilakukan terhadap responden yang adalah petani agroforestri di desa Warembungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap praktek agroforestri di Desa Warembungan tergolong tinggi serta berkorelasi dengan faktor usia dan tingkat pendidikan.