Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Media Keping Berwarna Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar (Studi Eksperimen pada Bilangan Bulat di Kelas IV SDN Sukasari Kec. Cipatat) Sri Rohartati
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.311 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v3i2.193

Abstract

The low learning outcomes in mathematics at the State Elementary School in the material Sukasari summation of integers and the results of their study have not yet reached KKM (minimum completeness criteria) to overcome these problems, the researchers used instructional media as a tool to improve the learning outcomes of students. The research design used in this study are nonequivalent control group design. This research was conducted in two classes, experimental and control classes. Both of these classes are treated differently, grade control using conventional learning while the experimental class using the Media Chips Color. Data collection techniques used in this research is the observation and tests. To collect data in this study, the use of research instrument shaped observation sheets and test questions. Based on the analysis of data there are significant differences between the results of the pretest and posttest experimental class and there are differences in learning outcomes between the control group and the experimental group after treatment so that there are significant media use colored tile to the study of students in mathematics in elementary school then the hypothesis can be accepted.
Implementation of Multicultural-Based Social Science Learning and the Influential Factors: (A Case Study of PGSD Students at Langlangbuana University) Sri Rohartati; Babang Robandi
Studies in Learning and Teaching Vol. 4 No. 2 (2023): August
Publisher : Indonesia Approach Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v4i2.260

Abstract

The goal of this study was to learn about the implementation of multicultural-based social science learning for elementary school teacher education (PGSD) students at Universitas Langlangbuana, as well as the supporting and inhibiting factors that influence multicultural-based social science learning implementation.This is a qualitative study that intends to reveal numerous aspects about occurrences, phenomena, and social symptoms in elementary school teacher education students at Universitas Langlangbuana.The implementation of multicultural-based IPS learning and the supporting and inhibiting elements in the implementation of multicultural-based social science learning courses are the topic of this study. The implementation of multicultural-based social science learning as a means of preventing radicalism comprises three stages: planning, execution, and evaluation. Religious, ethnic, and cultural aspects, as well as support from friends and the surrounding community, all play a role in the implementation of multicultural-based social science learning. Meanwhile, internal and external issues are impeding the use of multicultural-based IPS learning. Internal issues include students and the lecture process in class, while external factors include the internet's impact, non-educational television shows such as brawls, and group tasks that are rarely completed with other students.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BAGI GURU-GURU DI SDN DEWISARI III KEC. RENGASDENGKLOK KAB. KARAWANG Sri Rohartati; Agung Cahya Gumilar; Cucu Lisnawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7630

Abstract

Beberapa kurikulum yang sudah diterapkan sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga saat ini adalah: Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1975/1976, Kurikulum1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pendekatan tematik terpadu. Untuk saat ini kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2020 atau Kurikulum Merdeka. Tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Namun, seperti halnya dengan implementasi kebijakan lainnya, Kurikulum Merdeka juga menghadapi beberapa permasalahan tidak terkecuali di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hasil survey dan diskusi dengan pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah, terkait penerapan Kurikulum Merdeka di SDN Dewisari III beberapa masalah yang dihadapi diantaranya, pemahaman/kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka belum optimal dikarenakan belum memahami sepenuhnya Kurikulum Merdeka salah satu diantaranya adalah masalah perangkat belajar yang digunakan (RPP/ Modul Ajar) di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami bermaksud mengadakan pendampingan pada para guru dalam pembuatan/menyusun pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai Kurikulum Merdeka. Bentuknya berupa in service training berupa penjelasan (penyamaan persespi) tentang Kurikulum Merdeka, serta pendampingan sampai guru mampu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai Kurikulum Merdeka. Luaran dari pengabdian ini adalah produk berupa jurnal pengabdian serta perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum Merdeka.
PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BAGI GURU-GURU DI SDN DEWISARI III KEC. RENGASDENGKLOK KAB. KARAWANG Sri Rohartati; Agung Cahya Gumilar; Cucu Lisnawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7630

Abstract

Beberapa kurikulum yang sudah diterapkan sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga saat ini adalah: Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1975/1976, Kurikulum1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui pendekatan tematik terpadu. Untuk saat ini kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2020 atau Kurikulum Merdeka. Tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik. Namun, seperti halnya dengan implementasi kebijakan lainnya, Kurikulum Merdeka juga menghadapi beberapa permasalahan tidak terkecuali di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hasil survey dan diskusi dengan pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah, terkait penerapan Kurikulum Merdeka di SDN Dewisari III beberapa masalah yang dihadapi diantaranya, pemahaman/kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka belum optimal dikarenakan belum memahami sepenuhnya Kurikulum Merdeka salah satu diantaranya adalah masalah perangkat belajar yang digunakan (RPP/ Modul Ajar) di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami bermaksud mengadakan pendampingan pada para guru dalam pembuatan/menyusun pembuatan perangkat pembelajaran yang sesuai Kurikulum Merdeka. Bentuknya berupa in service training berupa penjelasan (penyamaan persespi) tentang Kurikulum Merdeka, serta pendampingan sampai guru mampu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai Kurikulum Merdeka. Luaran dari pengabdian ini adalah produk berupa jurnal pengabdian serta perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum Merdeka.
The Implementation Of Blended Learning Method In The Post-Covid-19 Period In Teacher Profession Course At Langlangbuana University Sri Rohartati
International Conference on Elementary Education Vol. 5 No. 1 (2023): Proceeding The 5th International Conference in Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the use of the blended learning method or the combination of face-to-face learning and online learning in the post-covid-19 pandemic in the Teacher Profession course Langlangbuana University. The university provides the opportunity for 2 courses for each department to hold limited face-to-face lectures (Offline). Offline lectures are accompanied by a faculty operator who will operate IT. During lectures, students can attend limited face-to-face lectures offline and online. Students who meet the requirements can take online lectures directly on campus (face to face) and students who do not meet the requirements can take online lectures. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data were obtained from observations and interviews with lecturers and students which were then triangulated. The findings revealed that the synthesizing of knowledge and acquisition of information syntax is maximized during face-to-face meetings and the seeking of information syntax is maximized during online learning. The learning assessment used are assessment of attitudes, knowledge, and skills. Factors supporting the blended learning method include the government, teachers, technology, and parental support. The inhibiting factors for the blended learning method include time, unstable internet connection, lack of motivation to learn, and parents.
Taman Baca Siswa (TBS) Guna Meningkatkan Literasi Membaca Peserta Didik di SDN Rengasdengklok Selatan III, Kabupaten Karawang Subekti, Eri; Rohartati, Sri; Sujana, Rd.Octavia Maryanche; Widiastuti, Hesti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11973

Abstract

Tujuan dari Pengambdian Kepada Masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan minat dan keterampilan literasi membaca siswa melalui penyediaan sarana baca yang menarik dan interaktif. Lamanya pengabdian ini selama 4 bulan guna membuat Taman Baca Siswa(TBS) sebagai sarana literasi membaca di SDN Rengasdengklok Selatan III sehingga minat membaca siswa dapat meningkat. Metode dari PKM ini diantaranya Observasi, Perencanaan dan Penyediaan Fasilitas TBS, Mengadakaan sosialisasi dan seminar, Pengembangan Program Baca dan Evaluasi dan Monitoring. Dari hasil PKM ini menghasilkan Peningkatan Minat dan Literasi Membaca siswa di SDN Rengasdengklok Selatan III, Penambahan Koleksi dan Ragam Buku di SDN Rengasdengklok Selatan III, Dampak Sosial Positif, Peningkatan Prestasi Akademik dan dapat mengahsilkan Kerja Sama dengan Komunitas dan Orang Tua. Siswa yang sebelumnya kurang antusias membaca menjadi lebih tertarik karena adanya akses ke buku yang bervariasi dan menarik, selain itu Taman Baca Siswa (TBS) ini berkontribusi dalam peningkatan kemampuan literasi membaca siswa di SDN Rengasdengklok Selatan III, baik dari segi pemahaman bacaan maupun kecepatan membaca. Keterampilan ini penting untuk mendukung pembelajaran di kelas dan meningkatkan kemampuan kognitif siswa di SDN Rengasdengklok Selatan III. Tidak hanya dari aspek akademis, Taman Baca Siswa (TBS) ini memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi, berdiskusi tentang buku yang mereka baca, dan berbagi pengetahuan. Hal ini berdampak positif terhadap keterampilan sosial siswa dan rasa percaya diri mereka
Implementation of Multicultural Education Values in Higher Education: A Case Study of Indonesian Universities Rohartati, Sri; Maftuh, Bunyamin; Sopandi, Wahyu; Subekti, Eri; Zuhro, Putri Fatimatuz
Studies in Learning and Teaching Vol. 5 No. 3 (2024): December
Publisher : Indonesia Approach Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v5i3.393

Abstract

The purpose of this research is to describe the implementation of multicultural education ideals at Langlangbuana University, as well as the significance of multicultural education for students and lecturers at the university. As a research subject, Langlangbuana University may have been chosen because of its diversity or special initiatives in implementing multicultural education. This research can identify how these values are implemented in the curriculum, extracurricular activities, and university life in general. A qualitative case study methodology is used in this work. This research is organized and structured in such a way that it is based on facts that occur in the field to gain answers to the research questions. Each participant responds to questions about the implications and importance of values in intercultural education at Langlangbuana University by drawing on their knowledge of specific cases or experiences. Tolerance values, democratic values, justice values, and patriotic values are among the multicultural education values implemented at Langlangbuana University. In-depth observations and interviews were used to describe the attitudes of Langlangbuana University students and lecturers toward tolerance, democracy, justice, and patriotism. Despite their differing religions, they get along well and appreciate each other. The relevance of multicultural education at Langlangbuana University can help students and lecturers comprehend and be conscious of Indonesia's diversity, as well as create mutual respect and collaboration among students and lecturers. Aside from that, multicultural education can assist students and lecturers in creating a pleasant learning atmosphere with mutual respect between individuals from various backgrounds. This research could be one of the few or even the research that in-depth examines the implementation of multicultural education at Langlangbuana University.
Penerapan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Anita, Ike; Sri Rohartati; Satria Nugraha, Hendy; Setiawan, Rachmat; Widyaningsih, Nurul
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v12i2.51324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan media quizizz dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV di Sekolah Dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep peserta didik kelas IV SDN 166 Ciateul Kota Bandung terhadap materi Pendidikan Pancasila, yang terlihat dari hasil evaluasi belajar. Permasalahan ini diduga karena kurangnya keterlibatan peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, juga media yang dipakai kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik yaitu uji normaltas, uji non parametrik Wilcoxon,dan uji N-Gain melalui software SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep peserta didik setelah diterapkan media quizizz, yang dibuktikan melalui perbandingan nilai pretest dan posttest serta uji statistik gain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukan media quizizz efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila