Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan Karakteristik, Kapabilitas dan Pilar Kepemimpinan Digital pada Lembaga Pendidikan Goreta Goreta; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; Evi Sapinatul Bahriah; Lutphi Saepuloh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4859

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang terus melaju membuat setiap lembaga harus berubah dan berkembang. Lembaga pendidikan sebagai salah satu yang mengalami dampak dari kemajuan digital yang pesat tersebut. Aktivitas pembelajaran, layanan administrasi, sistim informasi dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi menggunakan berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik, kapabilitas dan pilar kepemimpinan digital yang perlu dikembangkan di lembaga pendidikan. Peneliti melakukan studi literatur tentang teori terkait dan melakukan kajian mengenai teori-teori kepemimpinan, kepemimpinan pada lembaga pendidikan, karakteristik dan kapabilitas kepemimpinan digital, serta pilar-pilar atau area yang dikembangkan dalam rangka mengembangkan kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan karakteristik kepemimpinan digital, yakni: visi digital, perilaku digital, keahlian digital dan pola pikir digital perlu diimplementasikan dengan baik; kapabilitas kepemimpinan digital yakni kemampuan memimpin lembaga pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja guru, tenaga kependidikan, dan siapapun yang terlibat di dalamnya perlu dikembangkan; dan pilar-pilar kepemimpinan digital pada lembaga pendidikan perlu ditegakkan dalam rangka mencapai tujuan universal pendidikan.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS E-LEARNING MADRASAH DAN PEMBELAJARAN DARING KIMIA MENGGUNAKAN E-LEARNING MADRASAH Soniatul Hijah; Salamah Agung; Evi sapinatul Bahriah
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 5 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v5i1.7114

Abstract

E-Learning Madrasah (ELM) adalah suatu Learning Management Sistem  (LMS) yang dibuat oleh Kementerian Agama untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kualitas E-Learning Madrasah dan pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner kepada 70 siswa; wawancara siswa dan guru; serta dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berpendapat bahwa semua indikator pada aspek kualitas E-Learning Madrasah (kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, dan kepuasan pengguna) adalah baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa E-Learning Madrasah memiliki kualitas yang baik. Namun pada aspek pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah hanya indikator efisien yang menurut mayoritas siswa dalam kategori baik, sementara tiga indikator lainnya (pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang lebih baik, dan persepsi efektivitas) dalam kategori buruk. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah hanya baik dalam hal efisiensi pembelajaran. Kualitas E-Learning Madrasah bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran kimia menggunakan ELM, faktor lain seperti karakteristik siswa, desain pembelajaran, karakteristik konten pembelajaran, karakteristik guru, dan juga lingkungan turut memengaruhi efektivitas pembelajaran daring dan faktor-faktor ini tidak bisa berdiri sendiri.E-Learning Madrasah (ELM) adalah suatu Learning Management Sistem  (LMS) yang dibuat oleh Kementerian Agama untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kualitas E-Learning Madrasah dan pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner kepada 70 siswa; wawancara siswa dan guru; serta dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berpendapat bahwa semua indikator pada aspek kualitas E-Learning Madrasah (kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, dan kepuasan pengguna) adalah baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa E-Learning Madrasah memiliki kualitas yang baik. Namun pada aspek pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah hanya indikator efisien yang menurut mayoritas siswa dalam kategori baik, sementara tiga indikator lainnya (pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang lebih baik, dan persepsi efektivitas) dalam kategori buruk. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pembelajaran daring kimia menggunakan E-Learning Madrasah hanya baik dalam hal efisiensi pembelajaran. Kualitas E-Learning Madrasah bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran kimia menggunakan ELM, faktor lain seperti karakteristik siswa, desain pembelajaran, karakteristik konten pembelajaran, karakteristik guru, dan juga lingkungan turut memengaruhi efektivitas pembelajaran daring dan faktor-faktor ini tidak bisa berdiri sendiri.
Learning Organization: Profile and Influence on Leadership Attitudes of Members of the Chemistry Education Department Student Association Evi Sapinatul Bahriah; Andi Anugrah; Irnin Agustina Dwi Astuti; Mochammad Sukardjo; Muhammad Japar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3005

Abstract

Student organizations as learning organizations are a place for students to learn and develop themselves to broaden their horizons and increase knowledge, and students' personal integrity. The Chemistry Education Department Student Association   is a learning organization that can improve leadership attitudes and character. However, only a few students want to be involved in this organization. Therefore, the purpose of this study was to find out the profile of learning organization in internal campus student organizations, especially the   Chemistry Education and its influence on student leadership attitudes. The research method used is survey method. This research was conducted from 15 September to 10 November 2022 at the Department of Chemistry Education. The sample of this research was 50 students who were members of the   Chemistry Education. The data collection technique uses an online questionnaire instrument (google form). The data obtained were analyzed by descriptive quantitative. Based on the research data it can be concluded that: 1) the profile of learning organization in internal campus student organizations is included in the very good category with an average score percentage of 82.9%; 2) the leadership attitude of HMPS member students is included in the good category with an average percentage score of 78.6%; and 3) there is a positive relationship between learning organization and student leadership attitudes. So it can be concluded that HMPS as a learning organization can influence student leadership attitudes.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Abdurrohim, Abdurrohim; Feronika, Tonih; Bahriah, Evi Sapinatul
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 2, No 2 (2016): Available Online in Desember 2016 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.469 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v2i2.895

Abstract

AbstractThis research is aimed  to produce Student’s Activity Sheet (LKS)  based on guided inquiry on salt hydrolysis and to know the students’ response on developed Student’s Activity Sheet. The method used in this research is Descriptive Study through three phases: preparation, development, and evaluation. An analysis of Basic Competence (KD) with indicators that had been integrated with Guided Inquiry stage for being used as reference in developing Student’s Activity Sheet had been produced during the preparation stage.  The development stage had produced worksheets that had been validated by 3 lecturers and 3 chemistry teacher. On the evaluation stage, the worksheets that had been validated was tested on 41 students of XI MIA 2 of SMAN 1 Parung. Products were validated and were responded basen on properness of contents, design, language, and guided inqury. The results showed that the worksheets had ben developed based on four aspects: 84,39% on design aspect, 81,47% on properness of contents aspects, 81,22% on guided inquiry aspect and 79,39% on language aspect. Overall, the average percentage of the worksheets that had been developed was 81,62%.  That value included in the proper category with the very well criteria. Keywords: LKS; Guided Inquiry; Salt Hydrolysis; Descriptive.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kegiatan siswa (LKS) berbasis inkuiri terbimbing pada materi hidrolisis garam serta mengetahui respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui tiga tahap yaitu tahap persiapan, pengembangan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan dihasilkan analisis kompetensi dasar (KD) dengan indikator pembelajaran yang telah diintegrasikan dengan tahapan inkuiri terbimbing untuk dijadikan acuan dalam mengembangkan LKS. Pada tahap pengembangan dihasilkan LKS yang telah divalidasi oleh 3 orang dosen dan 3 orang guru kimia. Pada tahap evaluasi, LKS yang telah divalidasi diuji cobakan kepada 41 orang siswa kelas XI MIA 2 SMAN 1 Parung. Produk divalidasi dan direspon berdasarkan aspek kelayakan isi, kegrafisan, bahasa, dan inkuiri terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan berdasarkan 4 aspek yaitu aspek kegrafisan memperoleh persentase sebesar 84,39%, aspek kelayakan isi memperoleh persentase sebesar 81,47%, aspek inkuiri terbimbing memperoleh persentase sebesar 81,22% dan aspek bahasa memperoleh persentase sebesar 79,39%. Secara keseluruhan, rata-rata persentase LKS yang dikembangkan sebesar 81,62% termasuk dalam kategori layak dengan kriteria sangat baik. Kata kunci: LKS; Inkuiri Terbimbing; Hidrolisis Garam; Deskriptif. 
ANALISIS KESULITAN BELAJAR KIMIA SISWA DI SMAN X KOTA TANGERANG SELATAN Ristiyani, Erika; Bahriah, Evi Sapinatul
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 2, No 1 (2016): Available Online in June 2016 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.458 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v2i1.431

Abstract

Abstract This study aims to determine the level of difficulty of learning chemistry students at SMAN X South Tangerang City. This research was conducted in the second semester of the academic year 2013/2014. The method used in this study was descriptive qualitative method. Sample was taken by purposive sampling. Data collection techniques obtained through questionnaire which was then analyzed descriptively. The results showed an average percentage score of 70.15 which fall into the medium category. While the average for each indicator identified causes learning difficulties students on chemical subjects including physiological factors (physical / sensory) 74.5% (high category), psychology 69.78% (medium category), social aspects 68% (Category medium), infrastructure 58.75% (medium category), a method of learning 77% (high class), and a teacher of 77.17% (high category).Keywords: Learning Disabilities; Chemistry; Qualitative descriptive.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar kimia siswa di SMAN X Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakukan pada semester genap pada tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui instrumen kuesioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan persentase skor rata-rata sebesar 70,15 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Sedangkan rata-rata untuk tiap indikator yang teridentifikasi menyebabkan kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran kimia diantaranya faktor fisiologis (jasmani/panca indera) sebesar 74,5% (Kategori tinggi), psikologi 69,78% (Kategori sedang), aspek sosial 68% (Kategori sedang), sarana dan prasarana 58,75% (Kategori sedang), metode belajar 77% (Kategori tinggi),  dan guru sebesar 77,17% (Kategori tinggi).Kata kunci: Kesulitan Belajar; Kimia; Deskriptif Kualitatif.
Chemistry Teachers’ Perceptions on STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Education Mardiyah, Farah Fathiaty; Saridewi, Nanda; Bahriah, Evi Sapinatul
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 7, No 2 (2021): Available Online in November 2021 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppi.v7i2.7576

Abstract

Perception is a process of using the knowledge that a person has in interpreting an object. This study aims to determine the perceptions of Islamic senior high school chemistry teachers in South Tangerang, Indonesia towards STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education. This study used descriptive qualitative method. The instrument used was an online questionnaire containing 17 questions with opened and closed forms, then the results were analyzed using hermeneutic techniques. Based on the results, it can be concluded that Islamic senior high school chemistry teachers in South Tangerang, Indonesia have a perception that STEM education is needed in learning.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA PADA PEMBELAJARAN DARING Fatimatuzzahro Nurazizah; Dedi Irwandi; Evi Sapinatul Bahriah
KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Katalis Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/katalis.v9i2.14134

Abstract

The implementation of online learning as a form of adaptation to the digital era requires students to have good digital literacy skills so that learning activities can run productively, effectively, and efficiently. This study aims to determine the level of digital literacy of Chemistry Education students in online learning using Microsoft Teams. The research method used is quantitative descriptive with instruments in the form of a digital literacy questionnaire and interviews. The research sample was determined using purposive sampling technique with a total of 181 students. Data analysis was carried out using descriptive statistics. The results showed that the digital literacy skills of Chemistry Education students were in the “good” category with an average score of 79.96%. The technical dimension scored 80.06%, the cognitive dimension 79.24%, and the socio-emotional dimension 79.63%. The highest indikators included operational skills in using technological devices and Microsoft Teams, understanding digital ethics and copyright, and applying netiquette and data security protection. However, continuous strengthening of digital literacy is still needed to achieve an overall excellent category. Thus, it can be concluded that the digital literacy skills of Chemistry Education students are in the “good” category.
The Effect of the STAD Cooperative Learning Model on Student Learning Outcomes in Reaction Rate Material Siti Zharifah Najla Mehar; Evi Sapinatul Bahriah
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v7i2.31256

Abstract

The purpose of this research is to examine how student learning outcomes in reaction rate material are impacted by the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model. The study used a quasi-experimental method with a posttest only nonequivalent control group design. Purposively, the sample was chosen, with 30 students in each of the two classes, XI SAINKES 4 as the experimental class and XI SAINKES 1 as the control class. Student Worksheets (LKPD) and twenty multiple choice post-test questions were among the tools utilized. Data were collected through written tests and documentation, then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests with independent sample t-tests using IBM SPSS Statistics 26. According to the findings, the experimental class’s average post-test score was 74, whereas the control class’s was 55,67. The hypothesis test showed a Sig. (2-tailed) value of 0,000 (p < 0,05), so the alternative hypothesis was accepted. Thus, student learning outcomes in reaction rate material were significantly impacted by the use of the STAD cooperative learning model.
Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap Pengetahuan Metakognitif Siswa pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi Devita Aprilia Yudiana Putri; Evi Sapinatul Bahriah; Luki Yunita
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kimia cenderung kurang disenangi siswa dan sulit dipahami karena bersifat abstrak. Salah satu materi kimia yang dianggap sulit adalah reaksi reduksi oksidasi. Tuntutan  pendidikan sekarang ini yaitu siswa harus mampu melibatkan proses kognitif atau dengan kata lain pelibatan metakognitif. Parameter metakognitif dianggap penting karena pengetahuan metakognitif menunjang keberhasilan pembelajaran. Kenyataannya pemberdayaan pengetahuan metakognitif masih tergolong rendah, sehingga kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal. Hal ini diakibatkan pula pada penyampaian informasi yang masih mendominasi dan siswa tidak aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap pengetahuan metakognitif siswa. Metode yang digunakan adalah quasi experiment, dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Sampel diambil dengan cara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui 10 instrumen tes essay. Data dianalisis menggunakan uji t dari data posttest, dan diperoleh data bahwa nilai signifikan 0,01 < 0,05 dengan kata lain H0 ditolak. Kategori nilai rata-rata posttest untuk siswa kelas kontrol sebesar 63% (kategori baik), sedangkan siswa kelas eksperimen sebesar 66% (kategori baik). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran timbal balik terhadap pengetahuan metakognitif siswa.
The Effect of Search, Solve, Create and Share (SSCS) Learning Model on Students’ Scientific Literacy Rubiko Ihsan; Tonih Feronika; Evi Sapinatul Bahriah
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i2.242

Abstract

This study aimed to determine the effect of a Search, Solve, Create, and Share (SSCS) Learning models on students’ scientific literacy. The method used in this study was quasi experimental design, with research design nonequivalent control group. Population of this study were all the student’s of XI science classes. The sample was taken by purposive sampling and obtained 2 classes included XI science 1 and 2 as control and experimental class with the total number of each classes were 28 students. The data were collected through multiple choice test consisting of 20 items related to scientific literacy. The data obtained were analyze by independent sample t-test. The test result of independent sample t-test show sig (2-tailed) 0,05 at significance 5%, then H1 is accepted. The result indicated that Search, Solve, Create, and Share (SSCS) a significance effect on student’s scientific literacy on colloid system concepts.