Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Meningkatkan Pengunjung Hudan Muhamad Muchlis; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5200

Abstract

Abstract. Daarus Sunnah Horse Stable is a Horse Stable that breathes Islam in the city of Bandung. Along with the rapid development of information technology, now social media has become a basic need for everyone. Therefore, to increase visitors to the horse stables, Daarus Sunnah carries out marketing activities through Instagram content. The researchers formulated the problem formulation as follows: Why does the Daarus Sunnah horse stable use Instagram social media in conveying information, what is the strategy for using social media in an effort to increase visitors and what are the obstacles faced by the Daarus Sunnah horse stable when carrying out the strategy of using social media. This study aims to answer the formulation of the problem. The research method used is a qualitative analytical descriptive method. The data sources used were primary data, namely data obtained directly from visitors to the stables of Daarus Sunnah and administrators of the stables of Daarus Sunnah through interviews and secondary data, namely through literature studies related to the object under study. Based on the research results, the conclusions obtained are that the reasons for using Instagram content include market needs, effective media and also as a means of branding. The content creation process begins with the planning, uploading, and finally evaluation stages. As for the obstacles in the process, there are no experts, no special budget for advertising costs and limited content creation equipment. Keywords: Marketing Communications, Instagram, Horses Abstrak. Istal Kuda Daarus Sunnah adalah Istal Kuda yang bernafaskan Islam di kota Bandung. Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi Informasi sekarang media social sudah menajdi kebutuhan pokok bagi semua orang. Maka dari itu untuk meningkatkan pengunjung istal kuda Daarus Sunnah melakukan kegiatan pemasarannya melalui konten-konten Instagram. Adapun peneliti merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: Mengapa istal kuda Daarus Sunnah menggunakan media sosial Instagram dalam menyampaikan informasi, bagaimana strategi pemanfaatan media sosial dalam upaya meningkatkan pengunjung dan bagaimana hambatan yang dihadapi istal kuda Daarus Sunnah ketika menjalankan strategi pemanfaatan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis secara kualitatif. Sumber data yang digunakan data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari pengunjung istal kuda Daarus Sunnah dan Pengurus istal kuda Daarus Sunnah melalui wawancara dan data sekunder yaitu melalui studi kepustakaan yang berhubungan dengan objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, Simpulan yang diperoleh yaitu alasan penggunaan konten Instagram diantaranya karena kebutuhan pasar, media yang efektif dan juga sebagai sarana branding. Dalam proses pembuatan kontennya dimulai dengan tahap proses perencanaan, uploading, dan terakhir evaluasi. Adapun yang menjadi kendala dalam prosesnya yaitu tidak ada tenaga ahli, tidak ada anggaran khusus untuk biaya iklan dan terbatasnya peralatan pembuatan konten.. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Instagram, Kuda
Strategi Marketing Public Relation melalui Media Online dalam Mempromosikan Produk Helipad.id Ivan Agara Ivan; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5902

Abstract

Abstract.Marketing Public Relations is a planned activity and a continuous effort to strengthen and develop goodwill and mutual understanding between an organization and the public. Helipad.id is a fashion business in the city of Bandung which was founded in 2019. Having many fashion categories, fashionable designs, and high quality makes Helipad.id a local Indonesian brand that deserves thumbs up. This study aims to look further at the product promotion strategy carried out by Helipad.id through online media as part of Marketing Public Relations (MPR). The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. The research results obtained are First, the online media used by Helipad.id are Tokopedia, Shopee, Lazada, Instagram, and Tiktok. Second, using online media to promote Helipad.id products are about strengthening brand identity and awareness. Third, the use of Helipad.id social media in the context of product promotion focuses on the Instagram application. Instagram @helipad.id uses the caption & hashtag features (#hlpd, #weirdworld, and #OOTDBarengHlpd) and uploads images/videos every day integrated with Facebook and maximizes promotional strategies (promotion-mix) on Instagram and all e-commerce owned through an advertising promotion strategy focused on online media. In addition, sales promotion strategies were also used in the form of coupons/discounts, outfit of the day (OOTD) contest prizes, as well as holding endorsements with several fashion content creators. Abstrak.Marketing Public Relation adalah suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (good will) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Helipad.id merupakan salah satu usaha fashion di Kota Bandung yang berdiri sejak tahun 2019. Mempunyai banyak kategori fashion, desain yang fashionable, serta berkualitas tinggi, menjadikan Helipad.id sebagai salah satu brand lokalIndonesia yang patut diacungi jempol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana strategi promosi produk yang dilakukan oleh Helipad.id melalui media online sebagai bagian dari Marketing Public Relations (MPR). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pedekatan penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat yaitu Pertama, media online yang digunakan oleh Helipad.id adalah Tokopedia, Shopee, Lazada, Instagram dan Tiktok. Kedua, pemanfaatan media online dalam promosi produk Helipad.id adalah untuk membangun brand identity serta brand awareness. Ketiga, pemanfaatan media sosial Helipad.id dalam rangka promosi produk berfokus pada aplikasi Instagram. Instagram @helipad.id menggunakan fitur caption & hastag (#hlpd, #weirdworld, dan #OOTDBarengHlpd) serta melakukan aktivitas upload gambar/video setiap hari yang terintegrasi dengan Facebook dan memaksimalkan strategi promosi (promotion-mix) pada Instagram serta semua e- commerce yang dimiliki melalui strategi promosi periklanan yang difokuskan pada media online. Selain itu, digunakan pula strategi promosi penjualan dalam berbentuk kupon/diskon, hadiah kontes outfit of the day (OOTD), serta mengadakan endorsement dengan beberapa content creator fashion.
Marketing Public Relations di Instagram Happy Go Lucky House Alethea Salsabila Muntazzahra; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6463

Abstract

Abstract. The use of Instagram to do digital marketing has been widely used by various companies to promote their merchandise. To do digital marketing, the role of a Marketing Public Relations person who understands business competition is needed. Marketing Public Relations takes advantage of the current situation by using social media which can later take advantage of the features on social media. Happy Go Lucky House uses Instagram as one of the Public Relations Marketing processes. The purpose of this study is to determine the activities, roles, and techniques used on Instagram as a Marketing Public Relations process. In this study, researchers used the theory of new media theory, promotion mix theory, and PESO model. Researchers use qualitative methods with a case study approach, namely that they want to explore information in depth, especially the use of Instagram as a Marketing Public Relations process. Data collection techniques carried out in this study used interviews, observations, written sources and documentation. Key informants In testing the validity of the data here researchers use source triangulation and source triangulation. The subject of the research or key informant in this study is the internal party of Happy Go Lucky, namely the Marketing Team and the content creator team, while the supporting speakers are followers of Happy Go Lucky's Instagram and brand owners who collaborate with Happy Go Lucky. The results of this study show that there are activities carried out by utilizing the features available as promotional media, then the role of Instagram, namely to make Happy Go Lucky more known and there are certain techniques in the use of Instagram, namely to increase engagement and also bind consumers. Abstrak. Pemanfaatan Instagram untuk melakukan pemasaran secara digital sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk mempromosikan barang dagangannya. Untuk melakukan pemasaran secara digital dibutuhkannya peran seorang Marketing Public Relations yang mengerti tentang persaingan bisnis. Marketing Public Relations memanfaatkan situasi seperti sekarang ini dengan cara menggunakan media sosial yang nantinya bisa memanfaatkan fitur-fitur di sosial media tersebut. Happy Go Lucky House memanfaatkan Instagram sebagai salah satu proses Marketing Public Relations. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas, Peran, dan Teknik-teknik yang digunakan di Instagram sebagai proses Marketing Public Relations. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori teori new media, teori promotion mix, dan model PESO. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu itu ingin menggali informasi secara mendalam khususnya pemanfaatan di Instagram sebagai proses Marketing Public Relations. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, Sumber tertulis dan Dokumentasi. Key informan Dalam menguji keabsahan data disini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi narasumber. Subjek Penelitian/Key informan dalam penelitian ini ialah pihak internal Happy Go Lucky yaitu Tim Marketing dan tim content creator, sedangkan untuk narasumber pendukung yaitu followers dari Instagram Happy Go Lucky dan pemilik brand yang bekerjasama dengan Happy Go Lucky. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya aktivitas yang dilakukan dengan cara memanfaatkan fitur yang tersedia sebagai media promosi lalu adanya peran Instagram yakni untuk membuat Happy Go Lucky menjadi lebih dikenal dan terakhit adanya Teknik-teknik tertentu dalam pemanfaatan Instagram ini yaitu untuk menaikkan engagement juga mengikat konsumen.
Repositioning Warung Sindangsari Dewangga Bintang Ramadhan; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11458

Abstract

Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Warung Sindangsari uses social media Instagram as its promotional medium with the account name @Warung,Sindangsari. There are obstacles such as innovation in the content created by Warung Sindangsari, but these obstacles can be overcome by conducting an evaluation. The use of Instagram as a promotional medium is very flexible, the content created so far has never been commented on by its followers. This research uses a qualitative method with a case approach, then this research uses a constructivism paradigm. Data sources were obtained through interviews with 3 (three) sources conducted via WhatsApp and face to face, then observations in the form of participant observation, and documentation in the field. This research uses Positioning Theory according to (Kotler & Keller, 2006, 262). The promotional planning carried out is targeting and creating promotional content at Warung Sindangsari. In the repositioning process, Warung Sindangsari still maintains its name, namely Sindangsari, which was already known to the public when it became a rice stall. In carrying out its promotion, Warung Sindangsari collaborates with the coffee shop review community and the people who come also participate in creating Warung Sindangsari content. Warung Sindang Sari uses 2 (two) social media, namely Instagram as a promotional media and TikTok as a supporting media. Abstrak. Warung Sindangsari merupakan sebuah warung nasi kemudian Warung Sindangsari melakukan repositioning di tahun 2021 menjadi Coffee Shop, tentunya tidak mudah untuk membangun eksistensi di masyarakat. Warung Sindangsari memanfaatkan Social Media Instagram sebagai media promosinya dengan nama akun @Warung,Sindangsari. Terdapat kendala seperti inovasi dari konten yang dibuat oleh Warung Sindangsari, namun kendala tersebut bisa diatasi dengan melakukan evaluasi. Penggunaan Instagram sebagai media promosi sangat fleksibel, dengan konten yang sudah dibuat sampai saat ini belum pernah di komentari oleh followersnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kasus, kemudian penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Sumber data yang diperoleh melalui Wawancara kepada 3 (tiga) narasumber yang dilakukan melalui WhatsApp dan secara langsung, lalu observasi berupa observasi partisipan, dan dokumentasi di lapangan. Penelitian menggunakan Teori Positioning menurut (Kotler&Keller, 2006, 262).Perencanaan promosi yang sudah dilakukan yaitu targeting, dan membuat konten promo-promo yang ada di Warung Sindangsari. Proses repositioning nya yaitu Warung Sindangsari tetap mempertahankan nama mereka yaitu Sindangsari yang sudah dikenali oleh masyarakat ketika menjadi warung nasi. Dalam melakukan promosi nya Warung Sindangsari melakukan kerjasama dengan komunitas review coffee shop dan masyarakat yang datang pun ikut membuat konten Warung Sindangsari. Warung Sindang sari menggunakan 2 (dua) Social Media yaitu Instagram sebagai media promosi dan TikTok sebagai media pendukung.
Peristiwa Komunikasi Budaya Alone Together di Kalangan Remaja Kota Bandung Monica Putri Damayanti; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12364

Abstract

Abstract. The Alone Together culture depicts the phenomenon where individuals constantly feel digitally connected, but at the same time, feel isolated and lonely in the real world. This research aims to identify the communication events that contribute to the formation of this culture. Some identified communication events include the phenomenon of "phubbing" where individuals pay more attention to their phones than engaging in direct interpersonal interactions, and the social comparison and FOMO triggered by social media. The convenience of digital communication also leads to a lack of face-to-face interactions, while the design and addictive nature of digital platforms reinforce the intentional disregard for offline interactions. Understanding these communication events is important in creating a healthier and more sustainable environment for individuals in society. Abstrak. Budaya Alone Together merupakan fenomena di mana individu merasa terhubung secara digital, namun merasa terisolasi dan kesepian di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peristiwa komunikasi yang mempengaruhi terbentuknya budaya ini. Beberapa peristiwa komunikasi yang diidentifikasi meliputi fenomena "phubbing" di mana individu lebih memperhatikan ponselnya daripada interaksi dengan orang lain secara langsung, serta perbandingan sosial dan FOMO yang terpicu oleh media sosial. Kemudahan komunikasi digital juga menyebabkan kurangnya interaksi tatap muka, sementara desain dan sifat adiktif platform digital memperkuat perasaan disengaja dari interaksi dunia nyata. Memahami peristiwa komunikasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi individu dalam masyarakat.
Komunikasi Pendidikan melalui Transaksi Nilai Keagamaan Islam pada Program Pembiasaan Pagi di SMA Khansa Sajidah Dean; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13026

Abstract

Abstract. Among the number of high school level schools in West Java Province, there are many private and public high schools that try to attract students by combining general and religious education, such as Islamic Integrated High Schools. This has the aim that students (students) after completing their education level, will have plus values ​​that can be applie. Based on the descriptions that have been submitted, the author is interested in conducting deeper research which is written in the form of a thesis using a qualitative approach, with the title: Communication of Education on Insternalization of Islamic Religious Values Through “The Morning Formation” Pragram at Senior high school. The aim of this research is to find out: transformation, internalization and transinternalization in the internalization of Islamic religious values ​​through the “morning habituation” program at Senior high school. This research uses a quantitative method, because in conducting in-depth interviews, the questions are indicators of theories regarding the stages in the internalization process which are taken from opinions/theories. The theory used in this research is the internalization process which consists of value transformation, value transactions, and transinternationalization. The subjects were research by school principals, teachers who were directly involved in internalization activities, students and parents. Data collection techniques through interviews, observation and documentation studies. Abstrak. Di antara jumlah sekolah setingkat SMA di Propinsi Jawa Barat, banyak SMA swasta dan negeri yang berupaya menarik minat peserta didik (siswa) dengan menggabungkan pendidikan umum dan agama, seperti SMA Terpadu Islam. Hal ini memiliki tujuan bahwa peserta didik (siswa) setelah nanti menyelesaikan jenjang pendidikan, akan memiliki nilai plus yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dan juga tahap pendidikan lanjutan. Berdasarkan uraian-uraian yang telah disampaikan, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian lebih dalam yang tuangkan dalam bentuk skripsi melalui pendekatan kualitatif, dengan judul: Komunikasi Pendidikan melalui Internalisasi Nilai-nilai Keagamaan Islam Melalui Program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: transformasi, internalisasi, dan transinternalisasi dalam Internalisasi nilai-nilai keagamaan Islam melalui program “Pembiasaan Pagi” di SMA. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dikarenakan dalam melakukan wawancara mendalam, pertanyaan-pertanyaan merupakan indikator dari teori mengenai tahap-tahap dalam proses internalisasi yang diambil dari pendapat / teori. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses internalisasi yang terdiri dari transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternaisasi. Subyek / informasi penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Guru yang terlibat langsung dalam kegiatan internalisasi, Murid, dan orangtua murid. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Dramaturgi Influencer: Studi Panggung Belakang Micro Influencer Bandung Nataya Ilmi; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13074

Abstract

Abstract. Known as a metropolitan city with lot of places and activites that can be explored, Bandung has bring out many influencers on social media. Large number of influencers on social media have created rivality between them, especially nowadays influencer considered as promising profession. Micro lifestyle influencer is an influencer who has quite high trust and closeness that shows daily life. As influencer, self presentation is one of the most important thing to show and build desired self image, maintain their self existence, also face the rivality between another influencers. By Instagram, influencer can do their self presentation in attractive way by uploading photos and videos. The purpose of this research is to find out management of the back stage of a lifestyle influencer in Bandung on Instagram uses qualitative method with dramaturgy approach. The result of this research shows that back stage management when she does her daily life without the status as influencer. This research result also finds out middle stage as preparation when creating content that will be uploaded to Instagram which is also continuously with her back stage. Abstrak. Dikenal sebagai kota metropolitan dengan segudang tempat dan kegiatan yang bisa dieksplorasi, Kota Bandung melahirkan banyak pemengaruh di media sosial. Banyaknya pemengaruh di media sosial menimbulkan persaingan di antara mereka, terlebih lagi pemengaruh kini dianggap sebagai profesi yang cukup menjanjikan. Pemengaruh gaya hidup mikro merupakan pemengaruh yang memiliki tingkat kepercayaan dan kedekatan yang cukup tinggi dan kontennya yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari. Pemengaruh tentunya memerlukan presentasi diri untuk memperlihatkan dan membangun gambaran diri yang diinginkan, menunjukkan eksistensi diri, bahkan menjadi upaya untuk menghadapi persaingan dengan pemengaruh lainnya. Melalui Instagram, pemengaruh bisa menampilkan presentasi dirinya semenarik mungkin dengan unggahan foto maupun video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan panggung belakang pemengaruh gaya hidup Kota Bandung di Instagram menggunakan metode kualitatif dan pendekatan dramaturgi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengelolaan panggung belakang ketika dirinya menjalani kehidupan sehari-harinya tanpa statusnya sebagai pemengaruh. Hasil penelitian juga menemukan adanya panggung tengah sebagai persiapan ketika membuat konten yang akan diunggahnya di Instagram yang juga berkesinambungan dengan panggung belakangnya.
Perilaku Phubbing Mahasiswa: Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok? Yasyfi Nazala Aulia; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.14187

Abstract

Abstract. Students can use gadgets to make daily activities or affairs easier. However, in reality, there are a number of students who use gadgets unwisely, which causes disruption in their daily lives. This behavior is called by experts as phubbing (phone- snubbing) behavior. This phubbing behavior can be found anywhere. One of the phubbing behaviors that can be found in students is when students are gathering or carrying out organizational activities. In organizations, there is group cohesiveness, where this cohesiveness plays a very important role in a group or organization in achieving a goal. The aim of this research is to find out the relationship between group cohesiveness and student phubbing behavior in organizations. The research method in this research uses quantitative methods using the Correlation Analysis Test. Data collection techniques include questionnaires, interviews and literature studies. The results of this research show that there is a relationship between the dimensions of social power, the dimensions of unity in the group, and the dimensions of attractiveness and phubbing behavior. Relationship results are included in the low category. This is because many respondents answered neutrally in the questionnaire about phubbing that was given, the reason being that using gadgets has become a habit in everyday life, they get bored, and they often open gadgets because they are spontaneous when a notification comes in from the gadget. Negative results were obtained, which means that group cohesiveness increases, so phubbing behavior decreases. This phubbing can be a breaking factor in group cohesiveness. Abstrak. Mahasiswa bisa memanfaatkan gadget untuk mempermudah kegiatan atau urusan dalam sehari-hari. Namun pada kenyataannya, ada sejumlah mahasiswa yang menggunakan gadget dengan tidak bijak, yang mengakibatkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Perilaku ini disebut oleh para ahli sebagai perilaku phubbing (phone-snubbing). Perilaku phubbing ini bisa ditemukan di mana saja. Salah satu perilaku phubbing yang bisa ditemukan pada mahasiswa yaitu ketika mahasiswa sedang berkumpul atau melakukan kegiatan keorganisasian. Dalam organisasi adanya kohesivitas kelompok yang dimana kohesivitas ini sangat berperan penting dalam kelompok atau organisasi dalam mencapai suatu tujuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kohesivitas kelompok dengan perilaku phubbing mahasiswa di organisasi. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Uji Analisis Korelasional. Teknik pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menujukkan terdapat hubungan antara dimensi kekuatan sosial, dimensi kesatuan dalam kelompok, dan dimensi daya tarik dengan perilaku phubbing. Hasil hubungan termasuk ke dalam kategori rendah. Hal ini dikarenakan banyaknya responden yang menjawab netral pada angket tentang phubbing yang diberikan, alasannya karena penggunaan gadget sudah menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bosan, dan seringnya membuka gadget karena bentuk spontan ketika ada notifikasi yang masuk dari gadget. Didapatkan hasil negatif yang artinya kohesivitas kelompok naik maka perilaku phubbing menjadi rendah. Phubbing ini bisa menjadi salah satu faktor pemecah dalam kohesivitas kelompok.
Konten TikTok Generasi Z di Dunia Pekerjaan dengan Persepsi Pengikut Salma Nur Azizah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15228

Abstract

Abstract. The use of social media TikTok is a normal thing today. Many people take advantage of this platform, such as producing content for various purposes, freedom of creativity, freedom of opinion, and so on. One of the TikTok content creator is the account called @jubir_kehidupan, this account discusses various issues that occur. Such as a discussion about his experience working with workers from Generation Z, which contains the complaints he felt. In this way, this research wants to find out the relation between the TikTok account @jubir_kehidupan and followers perseption about Gen Z at the working life. The method and approach used in this research is quantitative correlational, because researcher want to find the relation between 2 variables, TikTok Content (X) and followers perseption (Y). Using the transportation theory. Research data was obtained from 100 followers of the TikTok account @jubir_kehidupan, using data collection techniques in the form of questionnaires. The results of this research are that there is a relationship between mental imagination and followers' perceptions. Abstrak. Penggunaan media sosial TikTok sudah tak asing saat ini. Banyak masyarakat yang memanfaatkan platform ini, seperti memproduksi konten dengan berbagai macam tujuan, bebas berkreasi, bebas berpendapat, dan lainnya. Salah satunya ialah akun TikTok @jubir_kehidupan, akun ini membahas berbagai macam isu yang terjadi. Seperti pembahasan mengenai pengalamannya yang berkerja dengan pekerja dari Generasi Z, yang dimana berisi mengenai keluhan yang ia rasakan. Dengan begitu, penelitian ini ingin mencari hubungan antara konten akun TikTok @jubir_kehidupan dengan persepsi followers mengenai Generasi Z di dunia pekerjaan. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif korelasional, karena ingin mencari hubungan antara 2 variabel, yaitu Konten TikTok (X) dengan Persepsu Generasi Z (Y). Menggunakan teori transportasi narasi. Data penelitian didapatkan dari followers akun TikTok @jubir_kehidupan sebanyak 100 orang, dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa angket atau kuisioner. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat hubungan antara imajinasi mental dengan persepsi followers.
Strategi Marketing Media Sosial Kampanye Niion.Id Raden Zakky Zainal Muttaqien; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15426

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to find out the marketing strategy of social media campaigns at PT Niion Indonesia Utama (Niion.id). Communication is a process of interaction between fellow living beings both by using symbols, signals and in behavior and action. Communication itself describes a very basic thing in every human life, be it humans individually or as social beings. In this research there is uniqueness because, based on research conducted both offline and online, it produces big questions related to the digital marketing campaign that Niion is doing and produces so much in the form of branding and the products they produce. The object of this research is Niion's social media with the username @niion.id on Instagram social media and the subjects of this research are the founder, owner, buyers and followers on the @niion.id Instagram account. The method in this study uses a qualitative method with a case study approach which has the intention of observing experiences in detail with specific and in-depth methods. The theories used in this study use digital marketing communication according to Morissan and digital campaigns according to Jungherr. Triagulation in this study uses triagulation of sources and triagulation with methods. Abstrak. Penelitain ini memiliki kegunaan untuk memahami strategi marketing sosial media kampanye pada PT Niion Indonesia Utama (Niion.id). Komunikasi merupakan suatu proses interaksi antara sesama makhluk hidup baik dengan menggunakan simbol-simbol, sinyal-sinyal maupun dalam bersikap dan bertindak. Komunikasi sendiri menggambarkan tentang hal yang sangat mendasar dalam setiap kehidupan selaku manusia, baik itu manusia secara individu ataupun selaku makhluk sosial. Dalam penelitian ini terdapat keunikan karena, berdasarkan riset yang dilakukan baik itu offline ataupun online menghasilkan pertanyaan besar terkait dengan pemasaran digital kampanye yang Niion lakukan dan menghasil kan begitu besar dalam bentuk branding maupun produk yang mereka produksi. Objek pada penelitian ini adalah media sosial Niion dengan username @niion.id pada media sosial Instagram dan subjek pada penelitian ini adalah selaku founder, owner, pembeli dan followers pada akun Instagram @niion.id. Kampanye mereka yaitu Friends and Family yang peneliti teliti memiliki keunikan baik itu dari segi mereka mempromosikan campaign dan melaksanakan campaignya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini memiliki maksud untuk mengamati pengalaman secara rinci dengan metode yang spesifik dan mendalam. Adapun teori yang digunakan pada penelitian ini menggunakan komunikasi pemasaran digital menurut Morissan dan kampanye digital menurut Jungherr. Triagulasi pada penelitian ini menggunakan triagulasi sumber dan triagulasi dengan metode.