Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : TEKNO

Pengaruh Penggunaan Ground Control Point (GCP) Terhadap Akurasi Peta Situasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Nainggolan, Kezia J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66275

Abstract

Pemetaan fotogrametri yang menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) telah menjadi metode yang umum diterapkan karena kemampuannya dalam menghasilkan data spasial dengan resolusi tinggi dalam waktu singkat. Akan tetapi, tingkat ketepatan peta sangat bergantung pada pemanfaatan Ground Control Point (GCP). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak penggunaan GCP terhadap ketelitian peta situasi yang dihasilkan dari pemetaan UAV, serta untuk membandingkan hasil pemetaan dengan dan tanpa GCP. Penelitian ini dilaksanakan di area Universitas Sam Ratulangi, Kota Manado, dengan memanfaatkan citra dari UAV dan data titik kontrol darat yang diproses menggunakan perangkat lunak Agisoft Metashape Professional. Penilaian ketelitian dilakukan berdasarkan parameter Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error 90% (CE90), dan Linear Error 90% (LE90). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemetaan dengan GCP menghasilkan ketelitian horizontal sebesar 0,114 meter dan vertikal sebesar 0,116 meter, sedangkan pemetaan tanpa GCP memberikan ketelitian horizontal sebesar 1,252 meter dan vertikal sebesar 0,545 meter. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan GCP secara nyata memperbaiki presisi spasial pada peta hasil pemetaan UAV. Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle (UAV), fotogrametri, Ground Control Point (GCP), akurasi peta
Perbandingan Ketelitian Alat Ukur GNSS (Global Navigation Satellite System) Geodetik Dan Total Station Dalam Penentuan Batas Lahan Umboh, Anggreina R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66624

Abstract

Perbedaan tingkat ketelitian alat ukur dalam survei dan pemetaan dapat memengaruhi ketepatan dalam penentuan batas lahan, perhitungan luas, serta perhitungan volume galian dan timbunan pada pekerjaan teknik sipil. Oleh karena itu, diperlukan kajian perbandingan akurasi antara GNSS Geodetik dan Total Station guna mengetahui tingkat ketelitian masing-masing alat ukur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketelitian GNSS Geodetik dan Total Station serta membandingkan perbedaan hasil perhitungan luas lahan dan volume galian–timbunan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai RMSE Titik kontrol GNSS Geodetik sebesar 0,145 m, sedangkan Total Station sebesar 0,027 m, yang menunjukkan bahwa Total Station memiliki ketelitian lebih tinggi. Perhitungan luas lahan menghasilkan nilai 28.877,521 m² menggunakan GNSS Geodetik dan 28.875,851 m² menggunakan Total Station, dengan selisih sebesar 1,670 m². Selanjutnya, hasil perhitungan volume menunjukkan bahwa GNSS Geodetik menghasilkan volume galian sebesar 44.537,18 m³ dan volume timbunan sebesar 14.932,65 m³, sedangkan Total Station menghasilkan volume galian sebesar 45.620,65 m³ dan volume timbunan sebesar 12.781,72 m³. Kata kunci: GNSS Geodetik, total station, cut and fill
Studi Pra-Desain Pemetaan Kontur Menggunakan Data Sekunder Citra Satelit Dan Software Geographic Information System (GIS) Sebagai Dasar Perencanaan Infrastruktur Di Kecamatan Silian Raya Sandag, Arnold P. E.; Pandey, Sisca V.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66674

Abstract

Penelitian ini menyarankan penggunaan data citra satelit sekunder serta perangkat lunak GIS untuk membuat peta kontur, sebagai acuan awal dalam merencanakan infrastruktur di Kecamatan Silian Raya, terutama ketika peta kontur dengan skala besar belum tersedia dan survei topografi yang detail memerlukan biaya serta waktu yang cukup besar. Pemetaan kontur dibuat berdasarkan Digital Elevation Model (DEM) ALOS PALSAR yang telah diproses menggunakan ArcGIS. Pemrosesan ini dilakukan untuk memotong area sesuai batas kecamatan dan menghasilkan kontur dengan skala 1:50.000 dengan jarak interval 20 meter. Ketelitian vertikal dinilai menggunakan 15 titik uji GPS (Garmin 78s) dengan metode RMSE dan LE90 sesuai standar Badan Informasi Geospasial (BIG). Model kontur kemudian diunggah ke Autodesk Civil 3D untuk memperkirakan volume tanah yang perlu dikurangi dan ditambah di area dengan luas 1.200 meter persegi. Hasil menunjukkan nilai RMSE sebesar 11,6554 meter dan LE90 sebesar 19,23 meter, sehingga ketelitian vertikal termasuk kategori kelas 3 BIG dan sudah cukup baik untuk digunakan dalam analisis perencanaan skala kecamatan. Diperkirakan volume galian sebesar 996.2835 m³ dan volume timbunan sebesar 991.7085 m³ dengan selisih bersih sebesar 4.575 m³ (net cut), yang menunjukkan keseimbangan material dan kemungkinan efisiensi dalam logistik. Kata kunci: GIS, cut and fill, DEM
Pemanfaatan Data Citra Satelit Dalam Pemodelan Peta Topografi Berbantuan GIS (Studi Kasus: Desa Werdhi Agung) Maheswari, Ni Made S.; Pandey, Sisca V.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66675

Abstract

Peta topografi merupakan informasi spasial penting dalam perencanaan dan pembangunan wilayah, khususnya untuk pekerjaan tanah. Namun, metode pemetaan konvensional membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan peta topografi secara efisien dan menganalisis pekerjaan tanah (cut and fill) di Desa Werdhi Agung dengan memanfaatkan data Digital Elevation Model (DEM) Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) berbantuan Geographic Information System (GIS). Data yang digunakan meliputi DEM SRTM, batas wilayah administrasi, serta data pengukuran lapangan menggunakan handheld GPS. Pengolahan data dilakukan menggunakan ArcGIS untuk pembuatan peta kontur dan Autodesk Civil 3D untuk analisis cut and fill. Evaluasi ketelitian elevasi dilakukan menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta topografi yang dihasilkan memiliki kesesuaian visual yang baik dengan kondisi lapangan dan nilai RMSE yang memenuhi standar ketelitian pemetaan skala 1:25.000. Analisis cut and fill pada area seluas 2100 m² menunjukkan kelebihan galian sebesar 2.637,73 m³. Penelitian ini membuktikan bahwa DEM SRTM berbantuan GIS dapat digunakan sebagai referensi awal yang efektif dalam pemodelan topografi dan perencanaan pekerjaan tanah. Kata kunci: peta topografi, Digital Elevation Model (DEM) SRTM, Geographic Information System (GIS)
Analisis Kesesuaian Lahan Dengan Pemanfaatan Geographic Information System (GIS) Menggunakan ArcGIS (Studi Kasus: Malalayang 1) Kowal, Dennys R.; Lefrandt, Lucia I. R.; Kumaat, Meike M.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66682

Abstract

Perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) telah membawa perubahan signifikan dalam kegiatan pemetaan dan perencanaan teknik sipil. GIS memungkinkan pengolahan data spasial secara cepat, akurat, dan terintegrasi dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta topografi tanpa alat survei konvensional menggunakan ArcGIS serta menganalisis pekerjaan galian dan timbunan (cut and fill) dengan Civil 3D. Studi kasus dilakukan di Kelurahan Malalayang 1, Kota Manado. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa pengukuran koordinat dan elevasi menggunakan GPS handheld sebanyak 13 titik serta data sekunder berupa citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM). Data diolah menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan peta kontur dan diuji ketelitiannya menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) dan LE90. Selanjutnya, peta kontur dianalisis di Civil 3D untuk perhitungan volume cut and fill pada area 50 × 50 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai RMSE sebesar 2,25986 dan LE90 sebesar 3,72855 sehingga peta termasuk kelas 3 ketelitian geometrik peta RBI. Volume galian sebesar 24,22 m³ dan timbunan 24,21 m³ dengan selisih 0,01 m³, menunjukkan metode ini efisien dan layak digunakan dalam perencanaan teknik sipil. Kata kunci: GIS, ArcGIS, cut and fill
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Bajaj, Ojek Dan Ojek Online Sebagai Feeder Transportasi Umum Di Kota Manado Mokaliran, Melany V.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66684

Abstract

Keterbatasan jangkauan angkutan umum utama pada jalan-jalan sempit di Kota Manado menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi pengumpan (feeder). Moda seperti bajaj modern, ojek konvensional, dan ojek online menjadi alternatif utama dalam melayani perjalanan jarak pendek menuju jaringan transportasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi feeder serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut di Kelurahan Kleak, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kenyamanan, keamanan, biaya, dan kemudahan akses. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik multinomial (Multinomial Logit) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online merupakan moda yang paling banyak dipilih dengan persentase sebesar 44%, diikuti oleh ojek konvensional sebesar 37% dan bajaj sebesar 19%. Faktor biaya menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi pemilihan moda, diikuti oleh kenyamanan dan keamanan, sedangkan kemudahan akses memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Model dinyatakan layak dengan nilai Nagelkerke R-square sebesar 0,605 dan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 72%. Hasil ini menunjukkan bahwa bajaj masih memiliki potensi sebagai moda feeder apabila didukung peningkatan pelayanan dan kebijakan integrasi transportasi. Kata kunci: pemilihan moda transportasi, feeder, multinomial logit