Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rehabilitasi Lahan di Tefa Pembibitan (Nursery) Polije Melalui Aplikasi Pupuk Blotong Untuk Meningkatkan Karbon Organik dan Total Bakteri Tanah Anni Nuraisyah; Triono Bambang Irawan; Satria Indra Kusuma; Titien Fatimah
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1483

Abstract

The TEFA Nursery under the Department of Agricultural Production at Polije was initiated in 2020. From 1990 to 2024, the practice land at the TEFA Nursery has been intensively used for the cultivation of food and plantation crops, leading to a decline in soil fertility and reduced crop yields. This community service activity aims to improve soil fertility by increasing organic carbon levels and total soil bacteria. The activities were carried out from July to August 2024, with the following stages: (i) Coordination and preparation; (ii) Material socialization at the TEFA Nursery; (iii) Application of blotong fertilizer; (iv) Technical guidance on the use of dry soil testing devices; and (v) Monitoring and evaluation. These activities assisted TEFA Nursery managers in planning and maintaining cultivated plants with higher yields and better quality.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Mamluatul Ais; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v3i1.2024.39-49

Abstract

Tanaman kakao sebelum dipindahkan ke lapang harus melewati tahap pembibitan dengan jangka waktu 4-5 bulan. Pupuk organik limbah tahu menjadi alternatif karena kandungan unsur hara bisa memperbaiki pertumbuhan kakao. Bibit kakao dapat tumbuh dengan baik setelah pindah tanam, sehingga akan menghasilkan buah berkualitas, oleh karena itu saat panen bisa maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan POC dari limbah tahu terhadap pembibitan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2023 di lahan pembibitan Laboratorium Benih Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu POC limbah tahu konsentrasi T0 (urea 2 gram/liter), T1 (50 ml/liter), T2 (100 ml/liter), T3 (150 ml/liter), dan T4 (200 ml/liter) dengan pengaplikasan 1 bulan sekali selama umur bibit 116 hari sebanyak 140 bibit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada parameter tinggi (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gram), dan berat kering akar (gram). Perlakuan terbaik ada pada perlakuan T1.
Pengaruh Berbagai Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Himawan Daffa Harsantyo; Anni Nuraisyah; Abdul Madjid; Setyo Andi Nugroho; Triono Bambang Irawan; Titien Fatimah
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i1.2025.35-48

Abstract

Furthermore, by providing amino acids, robusta coffee cuttings can get nutrients to promote the growth of vegetative organs. The purpose of this study was to examine the effects of various growing media types, amino acid combinations, and their interactions on the growth of robusta coffee (Coffea canephora L.) cuttings. Growing medium was the first component, and amino acids were the second in this factorial randomized group design (RCBD) investigation. In this study, a variety of media were employed as the growth medium. Subgrade soil, sand, and blotong fertilizer made up P1 media; subgrade soil, sand, and coffee husk compost made up P2 media; and subgrade soil, sand, and chicken manure fertilizer made up P3 media (2:1:1). 108 experimental units of the amino acids U0: 0%, U1: 5%, U2: 10%, and U3: 15% were employed in this investigation. The planting media treatment significantly affected the root volume, root wet weight, and root dry weight characteristics with the P2 treatment. The best materials were sand, coffee husk compost, and topsoil. The A1 (5%) treatment was the best; all other metrics were impacted by the amino acid treatment, with the exception of the cutting growth percentage.
Uji Organoleptik Teh Hitam (Camellia sinensis) Berdasarkan Perbedaan Lama Waktu Fermentasi Terhadap Tingkat Kesukaan Konsumen Danang Tri Murti; Anni Nuraisyah; Satria Indra Kusuma; Abdul Madjid
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.102-110

Abstract

Teh Hitam merupakan jenis Teh yang banyak diproduksi di Indonesia dan merupakan tanaman perkebunan yang memiliki aroma dan cita rasa yang khas Fermentasi merupakan proses pembentukan aroma dan citarasa pada daun teh yang dilakukan dengan menggunakan suhu dan waktu yang terkontrol. Pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui cara mengolah teh hitam serta mengetahui bagaimana proses fermentasi yang tepat untuk menghasilkan produk teh hitam yang berkualitas. Kurangnya penyesuaian yang terjadi pada suhu dan lama proses fermentasi dapat menyebabkan over fermented. Untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada teh hitam maka perlu melakukan proses fermentasi berdasarkan perbedaan lama waktu fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 2 kontrol dan 3 perlakuan yaitu P0 (kontrol low grade), P1 (1 jam), P2 (2 jam), P3 (3 jam) serta P4 (kontrol high grade). Kemudian parameter yang diamati adalah warna, rasa, aroma, untuk teh seduh dan warna, bentuk, aroma, tekstur untuk teh bubuk. Analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan analisis varian (Anova) taraf 5% dengan uji dengan uji F tabel. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengujian organoleptik teh hitam. berdasarkan lama waktu fermentasi berbeda sangat nyata terhadap rasa, aroma dan berbeda nyata terhadap warna pada pengujian teh seduh, serta berbeda sangat nyata terhadap warna, bentuk, tekstur dan non signifikan terhadap aroma pada pengujian teh bubuk.
Uji Organoleptik Hasil Blending Kopi Robusta(Coffea Canephora) Dan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Berbagai Komposisi Terhadap Karakteristik Sensori Kopi Aurel Vymanda Vahreza; Anni Nuraisyah; Triono Bambang Irawan; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.95-101

Abstract

Kebiasaan minum kopi sudah menjadi budaya yang tidak lepas bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 4 jenis kelompok kopi yang dikenal di Indonesia. Kopi robusta (Coffea canephora) dikenal dengan cita rasanya yang kuat dan tingkat kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika (Coffea arabica). Sebaliknya kopi arabika sering dikenal dengan rasa yang lebih lembut dan memiliki beragam aroma yang khas. Keunikan rasa dan karakteristik kopi ini membuat kombinasi keduanya (Blending) dilakukan untuk mendapatkan cita rasa yang cocok di berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi blending kopi Robusta Java Argopuro Jember dan Arabika Hyang Argopuro untuk mendapatkan cita rasa kopi berdasarkan tingkat kesukaan panelis yang dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2023 di kedai kopi Jember. Rancangan percobaan yangdigunakan untuk enelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non -Faktorial dengan 4 perlakuan dan 50 ulangan (50 panelis) dengan perlakuan :P1 = 50 % Kopi Robusta : 50 % Kopi Arabika; P2 = 60 % Kopi Robusta : 40 % Kopi Arabika; P3 = 70 % Kopi Robusta : 30 % Kopi Arabika; P4 = 80 % Kopi Robusta : 20 % kopi Arabika. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pencampuran (Blending) berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa.
Respon Pertumbuhan Bud Set Tebu Terhadap Pemberian ZPT Air Kelapa Muda Rifqi Ubaidillah Yahya; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.87-94

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan satu-satunya penghasil gula putih Indonesia. Satu metode pembenihan yang digunakan dalam mengembangkan benih unggul adalah teknik bud set. ZPT air kelapa adalah salah satu bahan alami yang mempunyai aktivitas sitokinin untuk pembelahan sel dan mendorong pembentukan organ. Air kelapa mampu menyediakan berbagai kebutuhan nutrisi bagi perkembangbiakan tumbuhan. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan 1 faktor yaitu : konsentrasi air kelapa, dengan perlakuan diantaranya ; P0: (kontrol), P1 : Konsentrasi air kelapa 15% , P2 : Konsentrasi air kelapa 25% , P3 : Konsentrasi air kelapa 35% , P4: Konsentrasi air kelapa 45%, P5: Konsentrasi air kelapa 55% dengan pengaplikasian 2 minggu sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pada parameter panjang tanaman (cm) jumlah daun (helai), diameter batang (mm), berat segar akar (gr) dan berat kering Akar (gr).