Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KEEFEKTIVAN INTEGRASI SINTAKS INKUIRI TERBIMBING DAN STAD (INSTAD) UNTUK MEMPERKECIL KESENJANGAN KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA AKADEMIK ATAS DAN BAWAH Baskoro Adi Prayitno; Bowo Sugiharto
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v9i2.305-328

Abstract

This study aimed at investigating the influence of INSTAD model compared to guided inquiry, STAD and conventional toward metacognition skill, the influence of academic achievementtoward metacognition skill, and interaction of learning model and academic achievement toward metacognition skill. The method used in this study is a quasi-experimental research method with factorial design of 2x4. The population of this study is seventh grade students of all State Junior High School in Surakarta. The writers used random sampling technique with school criteria of high and low quality. The research findings showed that there is an influence on learning model of metacognition skill. INSTAD model and guided inquiry are not significantly different, but those are significantly different from the Conventional and STAD models toward metacognition skill. There is an influence on theacademic achievement toward metacognition skill. Upper academic students have higher metacognition skill than lower academic students do. There is interaction of learningmodel and academic achievement toward metacognition skill.
PROTOTIPE MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS-KOLABORATIF UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA AKADEMIK BAWAH Baskoro Adi Prayitno; Bowo Sugiharto; Suciati Suciati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi di Indonesia saat ini lebih terorientasi pada produk. Keberhasilan belajar diukur dari seberapa banyak siswa berhasil menghafalkan konsep, akibatnya kemampuan berpikir dan keterampilan proses sains siswa memprihatinkan. Permasalahan lainnya adalah usaha memperkecil kesenjangan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa berkemampuan akademik atas (AA) dan bawah (AB). Siswa AB dapat mencapai  mastery  layaknya siswa AA jika mereka diberi alokasi waktu belajar yang cukup. Permasalahannya, alokasi waktu belajar di sekolah uniform bagi semua siswa, akibatnya terjadi kesenjangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa AA dan AB. Model pembelajaran berbasis konstruktivis-kolaboratif  dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Prosedur pengembangan model mengacu pada Borg dan Gall sebagai berikut. 1) Analisis kebutuhan. 2) Pengembangan draf produk. 3) validasi ahli dan uji coba pengguna produk. Komponen model pembelajaran yang dikembangkan berupa sintaks, sistem sosial, peran dan tugas guru, sistem pendukung, dampak instruksional dan pengiring. Produk sintaks model hasil pengembangan sebagai berikut. 1) Fase I: Pengorganisasian belajar. 2) Fase II: Aktivasi konsepsi awal. 3) Fase III: Menciptakan konflik kognitif. 4) Fase IV: Pembentukan konsep secara kolaboratif. 5) Fase V: Presentasi kelas. 6) Fase VI: Tes individu. 7) Fase VII: Rekognisi tim. Hasil uji ahli dan uji kelompok kecil pengguna menyatakan produk model dalam kategori layak.  Produk model pembelajaran akan diuji melalui setting eksperimen untuk mengetahui efektivitasnya dalam memperkecil kesenjangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa AA dan AB. Kata Kunci : Berpikir, Konstruktivis, Kolaboratif, Kemampuan Akademik
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INSTAD TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Yasir Sidiq; Baskoro Adi Prayitno; Puguh Karyanto; Bowo Sugiharto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran INSTAD terhadap keterampilan proses sains. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain posttest only non equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di SMA Batik 1 Surakarta, menetapkan variable keterampilan proses sains yang diukur menggunakan lembar observasi dan tes tertulis. Aspek mengamati, mengelompokkan, mengkomunikasikan, merancang percobaan, dan melaksanakan percobaan diukur dengan lembar observasi, sedangkan aspek merumuskan hipotesis diukur dengan tes tertulis. Dua kelas ditetapkan dalam penelitian sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pemilihan kelas tersebut dilakukan secara clustered random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran INSTAD berpengaruh signifikan terhadap keterampilan proses sains siswa.   Kata kunci:  Keterampilan Proses Sains, INSTAD
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INSTAD TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Yasir Sidiq; Baskoro Adi Prayitno; Puguh Karyanto; Bowo Sugiharto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran INSTAD terhadap keterampilan proses sains. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain posttest only non equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di SMA Batik 1 Surakarta, menetapkan variable keterampilan proses sains yang diukur menggunakan lembar observasi dan tes tertulis. Aspek mengamati, mengelompokkan, mengkomunikasikan, merancang percobaan, dan melaksanakan percobaan diukur dengan lembar observasi, sedangkan aspek merumuskan hipotesis diukur dengan tes tertulis. Dua kelas ditetapkan dalam penelitian sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pemilihan kelas tersebut dilakukan secara clustered random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran INSTAD berpengaruh signifikan terhadap keterampilan proses sains siswa.   Kata kunci:  Keterampilan Proses Sains, INSTAD
Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Akibat Pembelajaran Classwide Peer Tutoring (CWPT) dengan Pembelajaran Multimodel pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Bowo Sugiharto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11018.313 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat penerapan pembelajaran ClassWide Peer Tutoring dengan pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2007/2008.Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah  penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian dirancang dengan desain pretes dan postes dengan kelompok tidak diacak. Sampel dipilih dua kelas yang ada dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa untuk kelompok kontrol dan 31 siswa untuk kelompok eksperimen dari total populasi kelas X sebanyak enam kelas dengan jumlah siswa sebanyak 186 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis kovarian (anakova) dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes masing variabel terikat. Analisis anakova memanfaatkan aplikasi SPSS 16,0 for Windows.Hasil uji statistik dengan anakova pada variabel terikat hasil belajar kognitif dengan melakukan kontrol terhadap nilai pretes menunjukkan bahwa nilai F hitung untuk strategi pernbelajaran adalah 5,764 dengan taraf signifikansi 0,020. Oleh karena taraf signifikansi 0,020 < 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Jika Ho ditolak dan H1 diterima maka hipotesis penelitian ini diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran CWPT dan hasil belajar kognitif biologi akibat pembelajaran multimodel pada siswa kelas X SMA Laboratoriurn Universitas Negeri Malang tahun pelajaran2007/2008.Kata Kunci: Classwide Peer Tutoring, hasil belajar kognitif
STUDI KOMPARASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INSTAD DIPADU CONCEPT MAP DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Fathoni Hari Bintara; Marjono Marjono; Bowo Sugiharto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui adanya  perbedaan kemampuan  berpikir kritis  antara model pembelajaran INSTAD dipadu concept map dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran biologi  siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu (Quasy experiment). Desain penelitian adalah  Post-Test Only with Nonequivalent Group dengan menggunakan kelas eksperimen (penerapan model pembelajaran INSTAD dipadu concept map) dan kelas perbandingan (penerapan pembelajaran konvensional).   Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013 sejumlah 188. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling  dan diambil 2 kelas sebagai kelas eksperimen dan perbandingan. Kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPA 6 dan  kelas perbandingan adalah kelas XI IPA 5. Sampel berjumlah 62 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian, lembar observasi, angket, dan dokumentasi sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t.  Nilai uji t didapatkan sebesar  -4,926 serta signifikansi 0,000 (signifikansi<0,05). Sintaks model pembelajaran INSTAD dipadu concept map terlaksana dengan baik. Siswa memberikan respon positif terhadap model pembelajaran INSTAD dipadu concept map yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Simpulan penelitian ini adalah ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara model pembelajaran INSTAD dipadu concept map dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013.  Kata kunci: berpikir kritis, model pembelajaran INSTAD, concept map, pembelajaran konvensional
KONSEPSI GURU IPA BIOLOGI SMP SE-SURAKARTA TENTANG HAKIKAT BIOLOGI SEBAGAI SAINS Bowo Sugiharto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.722 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru biologi SMP Se-Surakarta tentang Biologi sebagai Sains. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan sejauh mana guru biologi memposisikan dirinya dalam pembelalajaran biologi. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitiann ini merupakan peneliti eksplorasi. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling atau captive sampling karena bertujuan untuk menjajagi persepsi guru. Sampel diambil sebanyak 62 orang guru biologi yaitu semua guru peserta yang hadir pada saat peneliti melakukan pengabdian kepada masyarakat di MGMP IPA Biologi SMP di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengungkapkan hanya ada 6 orang guru atau sekitar 9,7% yang menyatakan bahwa biologi mempunyai dimensi proses, produk, dan sikap ilmiah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman guru biologi terhadap hakikat biologi sebagai sains masih rendah. Guru biologi belum mengoptimalkan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi siswanya dalam menemukan konsep melalaui proses sains.   Kata kunci: konsepsi guru biologi, hakikat sains
MENGOPTIMALKAN MINAT, KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI, KETERAMPILAN METAKOGNITIF, DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN CLASSWIDE PEER TUTORING (CWPT) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA SMA Bowo Sugiharto; Baskoro Adi Prayitno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan minat siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 2) Meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 3) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap keterampilan metakognitif siswa pada pembelajaran Biologi SMA, dan 4) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap penguasaan konsep pada pembelajaran Biologi SMA. Penelitian ini dilakukan dengan dua seting yaitu penelitian tindakan kelas dan penelitian quasi eksperimen. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada PTK ini, yang menjadi variabel masalah adalah minat dan keatifan komunikasi siswa dalam pembelajaran biologi. Variabel tindakan adalah pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT). Selanjutnya dalam seting penelitian quasi eksperimen pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) digunakan sebagai variabel bebas. Variabel terikatnya adalah keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep dalam pembelajaran Biologi. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan rancangan pretes dan postes dengan kelompok pengendali tidak diacak. Hasil penelitian tindakan kelas menyimpulkan bahwa 1) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan minat siswa, serta 2) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa pada pembelajaran biologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Hasil penelitian kuasi eksperimen menyimpulkan 1) tidak ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap penguasaan konsep biologi, 2) ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap keterampilan metakognitif pada siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Key word: CWPT, minat, keaktifan berkomunikasi, keterampilan metakognitif, penguasaan konsep, pembelajaran biologi
Peningkatan pemahaman dan kualitas Lesson Plan guru melalui Inquiry Collaborative Learning (ICL) Prayitno, Baskoro Adi; Sri Widoretno; Bowo Sugiharto; Chandra Adi Prabowo; Dwi Oetomo; Faturrahim, Muhammad Ilham; Aprilia, Nur Isna; Chasanah, Elisa Hidayatul; Ismara, Viana; Kartika, Rahma Eka
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 5 No 2 (2024): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v5i2.28062

Abstract

Inquiry Collaborative Learning (ICL) is a learning model based on the scientific method, enhanced by collaborative elements. This model aims to encourage students not only to memorize scientific concepts but also to understand scientific processes and the attitudes of scientists. This activity aimed to evaluate the impact of training, modeling, and mentoring in implementing ICL on teachers' understanding and the quality of ICL-based lesson plans in Ngawi Regency. The program involved 80 participants, comprising 70 teachers from the IPA MGMP and 10 members of the implementing team, representing 13 public and 47 private Islamic junior high schools. The activities were conducted using a blended learning approach, including theoretical training, modeling, online mentoring for lesson plan development, and classroom implementation of ICL. The results showed a significant improvement in teachers' understanding, from 60% before the program to 85% afterward. The quality of lesson plans also improved in terms of setting learning objectives, analyzing the structure and flow of materials, designing active learning-based teaching scenarios, and evaluating the learning process. These findings affirm that ICL-based training, modeling, and mentoring effectively enhance teachers' understanding and skills in implementing scientific process-based teaching