Ainun Rohanah
Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan 20155

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI MUTU KERIPIK BUAH PADA ALAT PENGGORENG VACUM (Test of Fruit Crisps Quality from Vacuum Fryer ) Agustami Ramadhani; Ainun Rohanah; Sumono Sumono
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.294 KB)

Abstract

ABSTRACT This research was done to test the effect of fruit crisps quality on the percentage of oil loss, percentage of water cantent, and organoleptic test. This research was using non factorial completely randomized design. It was found that the percentage of oil loss, percentage of water conten, and organoleptic test on cempedak were 98,87%  26,23%, and 3,477 respectife. On starfruit were 71,23%  28,167% and 3,273 respectife. On manggo were 49,73%, 20,167% and 3,230 respectife. On sapodilla fruit were 17,43% 22,33% and 3,350 respectife. The results showed that fruit crisps quality had significant effect on percentage of oil loss, percentage of water conten and hasno significant effect on overall acceptance of organoleptic test. Keywords : fruit, vacuum fryer, fruit crisps ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk menguji mutu keripik buah terhadap persentase kehilangan   minyak, kadar air, dan uji organoleptik pada alat penggoreng vakum (Vacuum Frying Type). Penelitian ini menggunakan rancangan acak non faktorial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh persentase kehilangan minyak, persentase kadar air, dan uji organoleptik keseluruhan masing-masing adalah pada buah cempedak masing-masing 98,87%  26,23%, dan 3,477. Pada buah belimbing masing-masing 71,23%  28,167% dan 3,273. Pada mangga masing-masing 49,73%, 20,167% dan 3,230. Pada buah sawo masing-masing 36,67%, 24,900%, dan 3,274. Pada buah nangka masing-masing 17,43% 22,33% dan 3,350. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu keripik pada masing-masing buah memberikan pengaruh sangat nyata terhadap persentase kehilangan minyak, kadar air dan pengaruh tidak nyata terhadap uji organoleptik penerimaan keseluruhan.   Kata kunci : buah, alat penggoreng vacum, keripik buah.
UJI BERBAGAI KOMODITAS PERTANIAN MENGGUNAKAN ALAT PENGIRIS KENTANG MEKANIS TIPE SPIRAL (Various Agricultural Commodities Test Using Mechanically Spiral Potato Slicer) Desmon Putra Sianturi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.928 KB)

Abstract

ABSTRACT Post-harvest processing is useful to increase the production of agricultural produce into products which have a higher economic value compare to before processing. This study was aimed to calculate the effective capacity of the tool, uncut the material, the material that left in the appliance, and organoleptic value of chips produced by mechanical spiral slicer from some agricultural commodities, namely potatoes, cassava, yams and taro. Parameter observed were the effective capacity of the tool, the uncut material, the material that was left in the device, and organoleptic test. The results showed that the four commodities, had no significant  effect on the effective capacity of the tools and tools and organoleptic values ( crispness and aroma) but the four commodities had significant effect on the material cut, the left material and value of organoleptic taste. Key words: potato, cassava, yams, taro. ABSTRAK   Pengolahan pasca panen berguna untuk meningkatkan produksi pengolahan hasil pertanian menjadi produk  olahan yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan nilai organoleptik keripik yang di  hasilkan alat pengiris spiral mekanis pada beberapa komoditas pertanian yaitu kentang, singkong , ubi rambat dan talas. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di dalam alat, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat bahan memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kapasitas efektif alat dan nilai organoleptik  kerenyahan dan organoleptik aroma namun  Perlakuan keempat bahan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap bahan yang tidak teriris, bahan yang tertinggal di alat dan nilai organoleptik rasa.   Kata kunci : kentang, singkong, ubi rambat, talas.
UJI JENIS DEKOMPOSER PADA PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH KULIT DURIAN TERHADAP MUTU KOMPOS YANG DIHASILKAN (Effect of Decomposer Type During Compost Making From Durian Peel Waste On Compost Quality) Ita Sidauruk; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.013 KB)

Abstract

ABSTRACT Durian is a tropical plant which has prickly peel. Durian peel can be utilized as a raw material in compost makings. Compost isa decayed organic matter that is different from its material origin and as a provider of nutrient element for plant. This research was intended to examine decomposer type effect on compost quality. The study was conducted fromMay until August 2015 at agricultural engineeringLaboratory department of Agricultural EngineeringUniversity of North Sumatera and Soil Laboratory, Agricultural Technology Research Agency of North Sumatera. Parameters measured were C/N, acidity (pH), water rate and yield. The results showed that decomposer type had no significant effecton theC/N, acidity(pH), water content, and yield.   Key words: compost, decomposer, durian peel. ABSTRAK   Tanaman durian merupakan tanaman tropis yang memiliki buah dengan  kulit berduri. Kulit durian dapat digunakan menjadi bahan baku dalam pembuatan kompos. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari bahan organik yang sudah dilapukkan menjadi bahan yang berbeda dengan asalnya dan sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis dekomposer terhadap mutu kompos yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Tanah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Parameter yang diamati adalah perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dekomposer  memberikan pengaruh tidak nyata terhadap perbandingan C/N, keasaman (pH), kadar air, dan rendemen.   Kata Kunci: Kompos, Dekomposer, Kulit durian.
UJI KUALITAS TALI SERAT PELEPAH PISANG BARANGAN (Musa acuminata) (Barangan’s Banana (Musa acuminata) Midrib Fiber Rope Tensile Quality Test) Eri Sutiawan; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Banana fiber wet-resistant property and tensile strength are high enough, depending on the type of the plant itself. The characteristics, could be used to make rope that could be used for binding, pulling, trapping, tethering, hanging. The research was aimed to test the quality of Barangan’s banana fiber rope with  and without NaOH solution on the rope tensile test. Results of the research indicated that the straps that were made from Barangan’s banana midrib fiber with the same weight produces different diameters in each treatment with and without 5% NaOH solution treatment for 2 and 4 hours gave different tensile stress, strain, deformation, elasticity and flexibility. The highest result of tensile strength was on the rope with length of  immersion treatment of 5% NaOH for 4 hours (340.5 x 105 N / m2). The highest result of strain was on the rope  with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.19). The highest result of deformation was on the rope with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (0.0158 m). The highest result of elasticity was on the ropes with fiber without NaOH treatment (2007 x 105 N / m2). The highest result of flexing was on the rope fiber flexibility with the addition of 5% NaOH  for 4 hours (19.62%). Key words: Barangan’s banana stems fiber, rope, NaOH, tensile test. ABSTRAK   Serat pelepah pisang memiliki sifat tahan basah dan kekuatan tarik cukup tinggi, tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Sifat-sifat inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu tali yang dapat digunakan untuk mengikat, menarik, menjerat, menambat, menggantung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas tali serat tanaman pisang barangan dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH terhadap uji tarik yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tali yang terbuat dari pelepah pisang barangan dengan berat yang sama menghasilkan diameter yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa larutan NaOH 5% selama 2 dan 4 jam memberikan nilai tegangan tarik, regangan, deformasi, elastisitas dan kelenturan yang berbeda. Nilai tegangan tarik terbesar pada tali serat dengan perlakuan lama perendaman NaOH 5% 4 jam yaitu 340,5 x 105 N/m2. Nilai regangan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,19. Nilai deformasi terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan  NaOH 5% selama 4 jam sebesar 0,0158 m. Nilai elastisitas terbesar pada tali serat dengan perlakuan tanpa NaOH sebesar 2007 x 105 N/m2. Nilai kelenturan terbesar pada tali serat dengan perlakuan penambahan NaOH 5% 4 jam sebesar 19,62 %.   Kata kunci: serat pelepah pisang barangan, tali, NaOH , uji tarik.
RANCANG BANGUN ALAT PENGIRIS KENTANG BENTUK SPIRAL (Design of Spiral Potato Slicer Equipment) Indra Lesmana Julianto Mungkur; Ainun Rohanah; Sulastri Panggabean
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.206 KB)

Abstract

ABSTRACT The use of spiral potato slicer is one of handling method in scaling up production quality of potato post-harvest processing. To support this, we need a spiral potato slicer which is designed for manually slicing the potatoes into spiral shape. The study was conducted by literature study andobservation on the spiral potato slicer, andthen to design the shape of simple coupling components of the spiral potato slicer. The effective capacity of the tool was 9.54 kg/h. Basic costs to be incurred inslicing potato with the equipment was Rp 847,15/kgin the 1st year, Rp. 808,87/kg in the 2nd year, Rp 796,13/kg in the 3rd year, Rp. 789,77/kgin the 4th year, and Rp 785,97/kg in the 5th year. The equipment will reach the break even point if the amount of slicing potato was 3.223 kg/year. Net present value of theequipment with an interest rate of 6% wasRp. 7.775.704,41which meant that the business was feasible to run. The internal rate of return was 42,20%. Keywords: equipment design, spiral slicer, potato ABSTRAK   Penggunaan alat pengiris kentang spiral merupakan salah satu penanganan dalam meningkatkan mutu produksi pengolahan pascapanen kentang.Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan suatu alat pengiris kentang spiral yang dirancang untuk mengiris kentangyang membentuk spiral secara manual.Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan melakukan pengamatan tentang alat pengiris kentang spiral.Kemudian dilakukan perancangan bentuk perangkaian komponen-komponen alat pengiris kentang spiral secara sederhana. Kapasitas efektif alat sebesar 9,54 kg/jam. Biaya pokok yang harus dikeluarkan dalam mengiris kentang dengan alat ini adalah Rp 847,15/kg pada tahun ke-1, Rp. 808,87/kg pada tahun ke-2, Rp 796,13/kg pada tahun ke-3, Rp. 789,77/kgpada tahun ke-4, dan Rp 785,97/kg pada tahun ke-5. Alat ini akan mencapai nilai break even point apabila telah mengiris kentang sebesar 3.223 kg/tahun. Net present value alat ini dengan suku bunga 6% adalah Rp. 7.775.704,41 yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan.Internal rate of return pada alat ini adalah sebesar 42,20%.   Kata kunci: rancang bangun alat, alat pengiris spiral, kentang
UJI VARIASI SUHU PENGERINGAN BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING TIPE KABINET TERHADAP MUTU BUBUK KAKAO (Drying Temperature Test of Cocoa beans on Cocoa Powder Quality Using a Cabinet Dryer) Norman Wilson Sidabariba; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.234 KB)

Abstract

ABSTRACT The temperature of cabinet dryer is needed to control. The temperature will affect product quality. This research was testing of variation of drying temperature on cocoa powder quality using a cabinet dryer. Research had been conducted by using a non-factorial completely randomized design at 550C, 600C, 650C. Parameters observed were moisture content, fat content, and organoleptic test (aroma and color). The results showed that the temperature had highly significant effect on moisture content and color, had significant effect on fat content, and had no significant effect on aroma. The best treatment was at T2 (600C) which produced 3,13% moisture, 38,53% fat content. Color 2,97 (brown), and  aroma 1,57 (less favored) Keywords : cabinet dryer, temperature, cocoa powder ABSTRAK   Pada alat pengering tipe kabinet pengaturan suhu pengeringan perlu diperhatikan. Suhu tersebut menentukan kualitas hasil pengeringan biji kakao. Penelitian ini adalah pengujian variasi suhu pengeringan pada alat pengering tipe kabinet terhadap mutu kakao bubuk. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu pada taraf pengujian pada suhu 550C, 600C, 650C. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar lemak dan organoleptik (aroma dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air dan warna, memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kadar lemak dan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap aroma. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan suhu 600C yang menghasilkan kadar air 3,13%, kadar lemak 38,53%. Warna 2,97 (cokelat), aroma 1,57 (kurang disukai).   Kata kunci : alat pengering tipe kabinet, suhu, kakao bubuk.
UJI KOMPOSISI BAHAN BAKU TERASI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENCETAK TERASI (Shrimp Paste Composition Test Using Shrimp Paste Molder) Suwandi Suwandi; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.059 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is one kind of fermented fish or shrimp that only have salting treatment and then left for several days in order to allow fermentation process happened. This research was purposed to test the composition of shrimp paste using shrimp paste molder and the shrimp paste quality produced. Parameters observed were percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, protein content, number of E.coli, water content, and organoleptic tests. The results showed that the combination of shrimp paste raw material had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Salt ratio had significant effect on percentage of remained material inside equipment, acid insoluble ash content, water content, and organoleptics test but had no significant effect on protein content and number of E.coli. Key words: shrimp paste, composition, shrimp, fish, salt. ABSTRAK   Terasi adalah salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman, kemudian dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji komposisi bahan baku terasi dengan menggunakan alat pencetak terasi dan kualitas terasi yang dihasilkan. Parameter yang diamati adalah persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tak larut dalam asam, kadar protein, jumlah bakteri E.coli, kadar air, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan baku terasi berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli. Kadar garam berpengaruh nyata terhadap persentase bahan tertinggal dalam alat, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar air, dan uji organoleptik namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein dan kadar bakteri E. coli.   Kata kunci: terasi, komposisi, udang, ikan, garam.
KARAKTERISTIK KERTAS BERBAHAN BAKU KULIT DURIAN DAN SAMPAH KERTAS PERKANTORAN (Characteristics of Paper From Durian Rind and Office Waste Paper) Liztia Dwitami Adriani; Ainun Rohanah; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.298 KB)

Abstract

ABSTRACT Medan producess a lot of waste of durian rind every day. To reduce environmental pollution by the durian rind it takes an effort to overcome them; one of them is by manufacturing recycled paper from durian rind and office waste paper. This research was aimed to study the characteristics of paper made from the durian rind pulp and waste paper pulp. This research used a non factorial completely randomized design with durian rind composition of (0%, 25%, 50%, 75% and 100%). Parameters observed were grammage, tensile strength, tear resistance, production cost, break-even point and net present value. The results showed that the composition of the durian rind gave highly significant effect on the grammage, tensile strength and tear resistance of the paper. The resulting paper can be categorized as an art paper with the best results obtained from the durian rind of 100% (200 g durian rind). The results showed that the cost to produce one sheet of paper was Rp 13.352,12, the break even point was 50,64sheets of paper/year, and the net present value was  Rp 15.644.386,4/year. Keywords: durian rind, paper waste, pulp compsition, paper. ABSTRAK   Kota Medan menghasilkan banyak limbah kulit durian setiap harinya. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan oleh kulit durian tersebut maka dibutuhkan usaha untuk menanggulanginya, salah satunya dengan pembuatan kertas daur ulang dengan bahan baku limbah kulit durian dan sampah kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kertas yang dibuat dari pulp kulit durian dan pulp sampah kertas.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial yaitu komposisi kulit durian (0%, 25%, 50%, 75% dan 100%). Parameter yang diamati adalah gramatur, kekuatan tarik, ketahanan sobek, biaya produksi, break event point dan net present value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kulit durian memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap gramatur, kekuatan tarik dan ketahanan sobek kertas.Kertas yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai kertas seni dengan hasil terbaik diperoleh pada komposisi kulit durian 100% (200 g kulit durian). Hasil penelitian menunjukkan biaya untuk menghasilkan 1 lembar kertas adalah sebesar  Rp 13.352,12, nilai break even point sebesar 50,64 lembar kertas/tahun, dan nilai net present value sebesar Rp 15.644.386,4/tahun.   Kata kunci: kulit durian, sampah kertas, komposisi pulp, kertas.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BUAH DURIAN SISTEM PRESS MANUAL (Design of Manual Press Durian Fruit Peeler ) Harris Maulana Harahap; Achwil Putra Munir; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.154 KB)

Abstract

ABSTRACT Developments in science and technology is very rapiding pushing the development of equipment and agricultural machinery to improve post-harvest production. This research was aimed to design, create, test an analyze the economic value of manual press durian fruit peeler. The observed parameters that were effective capacity and economic analyze. The results showed that the effective capacity of the equipment was 633.015 pieces/hour. Basic cost incurred in stripping fruit  durian was Rp. 619.2 kg/day. This equipment  would achieve the break even point when it peeled durian fruit as much as 14704.37 kg. Net present value of this iinstrument with an interest ret of 6% was Rp. 113,749,581.19 which means that the business was feasible to run. The internal rate of return on this equipment was 45.59%. Key word : durian, durian fruit peeler. ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat mendorong untuk dilakukannya  pengembangan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produksi pascapanen. Penelitian ini betujuan untuk mendesain, membuat, menguji, dan menganalisis nilai ekonomis alat pengupas buah durian sistem press manual. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif alat 63,015 buah/jam. Biaya pokok yang dikeluarkan dalam pengupasan buah durian dengan alat ini adalah Rp. 619,2 kg/hari. Alat ini akan mencapai nilai break even point apabila telah mengupas buah durian sebanyak 14704,37 kg. Net present value alat ini dengan suku bungan 6% adalah Rp 113.749.581,19 yang berarti usaha ini layak dijalankan. Internal rate of return pada alat ini adalah 45,59%.   Kata kunci : durian, alat pengupas buah durian.
UJI JARAK ANTAR PUNCAK ULIR KEMPA PADA ALAT PENCETAK TERASI (Screw Press Thread Pitch Test of Shrimp Paste Molder) Mitra Junetris Tarigan; Ainun Rohanah; Lukman Adlin Harahap
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.223 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste molder must be able to support shrimp paste’s home industry so that the industry can achieve the optimal production. This research was aimed to examine the effect of thread pitch on the shrimp paste molder performance. This research was conducted in October and December 2015 in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, using non factorial randomized block design with three levels, i.e. 4 cm, 5 cm, 6 cm. The parameters observed were effective capacity, yield, density of product and basic cost of production. Based on this research, it was summarized that thread pitch had significant effect on the effective capacity and yield,  and had no significant effect on density of product. The best treatment was L3 (6 cm) which had  effective capacity of 93.61kg/h, yield 76.86%, density of product was 0.581g/cm3 and the basic cost of production for the first to the fifth year were Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg respectively. Keywords: shrimp paste, molder, thread pitch, performan ABSTRAK   Alat pencetak terasi harus mampu mendukung industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang terasi agar produksi dapat optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jarak antar puncak ulir kempa terhadap kinerja alat pencetak terasi. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Oktober hingga November 2015 di Laboratorium Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Metode penelitian menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial dengan taraf pengujian jarak puncak 4 cm, 5 cm, 6 cm. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase berat bahan tercetak, kerapatan massa hasil tercetak, dan biaya pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antar puncak ulir kempa memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kapasitas efektif alat dan persentase berat bahan tercetak serta memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap kerapatan massa hasil tercetak. Perlakuan terbaik untuk seluruh parameter yang diamati dari penelitian ini adalah taraf L3 (jarak puncak 6 cm) menghasilkan 93.61kg/jam, nilai persentase berat bahan tercetak 76.86%, kerapatan massa hasil tercetak 0.581g/cm3 dan biaya pokok tahun pertama hingga kelima berturut Rp.122.71/kg, Rp.123.02/kg, Rp.123.36/kg, Rp.123.72/kg, Rp.124.11/kg. Kata Kunci: terasi, alat pencetak, jarak puncak ulir, kinerja