Ainun Rohanah
Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian USU Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan 20155

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DIAMETER PULI PADA ALAT PENGEMPA MINYAK KEMIRI ( Pulley Diameter Test Of Candlenut Oil Press ) Taufik Jamaluddin Sitepu; Ainun Rohanah; Achwil Putra Munir
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.603 KB)

Abstract

ABSTRACT In the oil press equipment (screw type) diameter of pulley must be considered. The diameter determines the outcome of the candlenut oil. This study was the effect of severed rotation of the screw type press oil on the yield and quality of candlenut oil. The study was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering and analysis was done at Analysis Laboratory of Food Chemistry, Faculty of Agriculture USU in December 2014 until march 2015 using a non factorial completely randomized design with three levels of pulley diameter ( 3 cm, 4cm, dan 5cm ). Parameters measured were effective equipment capacity water content, and yield. The results showed that the diameter had highly significant effect on the capacity of effective equipment moisture content and yield. The best treatment of this research was the treatment of P2 (0.290 1 / h) which produced water content of 0.95%, oil of 0.225 L / kg. Keywords: Pulley, oil press, candlenut. ABSTRAK   Pada ala toil press tipe ulir pengaturan diameter pengempaan perlu diperhatikan. Diameter tersebut menentukan putaran hasi minyak kemiri. Penelitian ini adalah pengujian berbagai tingkat putaran pada alat oil press tipe ulir terhadap rendemen dan mutu minyak kemiri.  Penelitiandilakukan di LaboratoriumKeteknikanPertaniandananalisis data di LaboratoriumAnalisis Kimia Bahan Pangan FakultasPertanian  USU pada bulan Desember  2014 hingga Maret 2015 dengan menggunakan model rancangan acak lengkap non faktorial yaitu pada taraf pengujian pada pulley 3 cm, 4 cm dan 5 cm. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat kadar air, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji diameter memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kapasitas efektif alat kadar air, dan rendemen. Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan P2 (0,290 1/jam ) yang menghasilkan kadar air 0,95%, dan rendemen murni 0,225   L/kg.   Kata kunci: Pulley, alat pengempah minyak, kemiri
KAJIAN KONTAMINAN NITROGEN DAN FOSFOR DI SUB DAS SEI KALEMBA (DAS PADANG) AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTP. NUSANTARA IV PABATU PADA MUSIM KEMARAU (Studies of Contaminant Nitrogen and Phosphorus in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) o Kiki Fadli; Sumono Sumono; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.242 KB)

Abstract

ABSTRACT The use of land within a Sub-Watershed Area that is intended for oil palm plantations is having fertilization treatment and the effect of rainfall can cause erosion of some elements of soil fertilization, such as nitrogen and phosphorus that flowing into water bodies causing contamination. Nitrogen and Phosphorus Contaminants in the water bodies of the river will depend on the rainfall. Therefore a study is needed on total nitrogen and total phosphorus to determine the extent of nitrogen and phosphorus that come flowing into rivers and rainfall relationship with total nitrogen and total phosphorus. The results showed the total amount of nitrogen in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) was 0 to 5.59 mg / litre and the total amount of phosphorus in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) was 1.82 to 36.73 mg / litre. Total Nitrogen (TN) in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Wareshed Padang) showed no inclination relationship with rainfall.Total Phosphorus (TP) in the Sub-Watershed Area Sei Kalemba (Watershed Padang) showed a relationship with rainfall although the relationship was not linear. Keywords: Nitrogen Contaminants, Phosphorus, Watershed Area, Palm Oil, Dry Season. ABSTRAK Penggunaan lahan dalam suatu Sub DAS yang diperuntukan bagi lahan kelapa sawit yang mendapatkan perlakuan pemupukan dan pengaruh curah hujan dapat menyebabkan tergerusnya beberapa unsur kesuburan tanah, seperti unsur Nitrogen dan Fosfor yang mengalir masuk ke badan sungai menyebabkan terjadinya kontaminasi. Kontaminan Nitrogen dan Fosfor di badan air sungai akan bergantung kepada curah hujan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai total Nitrogen dan total Fosfor untuk mengetahui sejauh mana Nitrogen dan Fosfor yang ikut mengalir ke sungai dan hubungan curah hujan dengan total Nitrogen dan total Fosfor. Hasil penelitian menunjukkan kandungan total Nitrogen dalam Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) didapat sebesar 0 - 5,59 mg/liter dan kandungan total Fosfor dalam Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) didapat sebesar 1,82 – 36,73 mg/liter. Total Nitrogen (TN) pada Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) tidak menunjukkan adanya kecenderungan hubungan dengan curah hujan. Total Fosfor (TP) pada Sub DAS Sei Kalemba (DAS Padang) menunjukkan adanya kecenderungan hubungan dengan curah hujan walaupun kecenderungan hubungannya tidak linear. Kata Kunci: Kontaminan Nitrogen, Fosfor, Daerah Aliran Sungai, Kelapa Sawit, Musim Kemarau.
MODIFIKASI ALAT PENGUPAS KULIT DAN PEMOTONG BUAH NANAS TIPE MANUAL (Modification of Manual Pineapple Peeler and Cutter) Rizky Adrian Ramadhan Lubis; Achwil Putra Munir; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.389 KB)

Abstract

ABSTRACT Until this time, peeling of pineapple fruit is known only through manual tools by kitchen knife. However, later on pineapple peeler has begun to be developed in the form of pineapple peeler manually press by using human operator. Therefore through this research design, the author tried to ease the peeling of pineapple peel by designing a pineapple peeler equipment which had a larger  capacity which to be more effective and efficient in pineapple peeling. This principle of the manual pineapple peeler  and cutting was worked by moving the blades  to the pineapple after cutted both of its end, then the cutted  pineapple was place parallel on the pedestal tools with the bladesdirection move by manuallypressed. The capacity of the pineapple peeler was 139,86 kg/hour, 147,71 kg/hour and 152,67 kg/hour. Keywords : modification, pineapple peeler, blade ABSTRAK   Selama ini pengupasan buah nanas diketahui hanya melalui alat manual berupa pisau dapur. Namun, belakangan ini telah mulai dikembangkan berupa alat pengupas nanas secara manual dem  ngan menggunakan operator manusia. Oleh karena itu melalui rancangan penelitian ini , penulis berusaha untuk mempermudah pekerjaan dalam pengupasan kulit nanas dengan cara merancang mesin pengupas buah nanas yang memiliki kapasitas lebih besar agar efektif  dan efisien dalam pengupasan kulit nanas tersebut. Alat pengupas kulit dan pemotong buah nanas tipe manual ini bekerja dengan prinsip menggerakkan tuas penekan mata pisau  pada nanas yang terlebih dahulu dipotong kedua ujungnya, kemudian bahan baku berupa nanas diletakkan diatas alas alat sejajar dengan arah mata pisau pada tuas penekan yang digerakkan dengan cara ditekan secara manual menuju bahan. Kapasitas alat pengupas kulit dan buah nanas ini sebesar 139,86 kg/jam, 147,71 kg/jam dan 152,67 kg/jam.   Kata kunci : modifikasi, pengupas kulit dan buah nanas, mata pisau
PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL BERBAHAN DASAR SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.) (Manufacture Of Particle Board Made from Coconut Fiber) Lisbeth Dameriahni Sijabat; Ainun Rohanah; Adian Rindang; Rudi Hartono
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.149 KB)

Abstract

ABSTRACT. Coconut fiber is waste which has high cellulose that can be used as a raw material for particle board. This study was aimed to determine the effect of concentration of isocyanate adhesive to the physical and mechanical properties of particle board as well as to determine the optimal level of adhesive in the manufacture of particle board from coconut  fiber (Cocos nucifera L.).  The particle board was  made with a dimension of  1 cm x 25 cm x 25 cm, with density of  0,7g/cm3. Variant in this study was isocyanates 5, 7, dan 9%. Parameters measured were density, moisture content,  swelling thickness, DSA, Modulus of Rupture and Modulus of Elasticity of the  particle board. The results will determine with SNI 03-2105-2006 standard. The results showed that the value of physical properties of particle board made from coconut fiber is density, moisture content,and swelling thickness during 2 hours   were comply with the SNI 03-2105-2006, while on swelling thickness  during 24 hours only the 9% isocyanates comply with the standard. In the case of mechanical properties of the  particle board,  only modulus of rupture  comply with  the standard and  the value of modulus of elasticity not comply the SNI 03-2105-2006 standard. Optimal levels in this adhesive study was 9%  isocyanates content. Keywords : Coconut fiber, Isocyanates Adhesives, Particle Board ABSTRAK   Sabut kelapa merupakan limbah  yang memiliki unsur selulose yang tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat isosianat terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel serta untuk mengetahui kadar perekat optimal dalam pembuatan papan partikel berbahan dasar sabut kelapa.  Bahan baku yang digunakan adalah sabut kelapa dan perekat isosianat. Papan partikel  dibuat dengan ukuran 1 cm x 25 cm x 25 cm, dengan target kerapatan 0,7 g/cm3. Variasi dalam penelitian ini adalah kadar perekat isosianat 5, 7, dan 9%. Parameter yang diamati adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, daya serap air, modulus patah dan modulus lentur papan partikel. Data yang diperoleh akan dibandingkan dengan standar SNI 03-2105-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sifat fisis papan partikel berbahan dasar sabut kelapa yaitu kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal 2 jam telah memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan pengembangan tebal  24 jam, hanya kadar perekat isosianat 9% yang memenuhi standar.  Hasil pengujian sifat mekanis, hanya nilai MOR yang memenuhi standar, sedangkan nilai MOE tidak ada yang memenuhi standar. Kadar perekat yang optimal dalam penelitian ini adalah kadar perekat 9%   Kata Kunci : Sabut Kelapa, Perekat Isosianat, Papan Partikel
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH KULIT PISANG RAJA (Musa textilia) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS FISIK AIR (Preparation of Activated Carbon From Plantain Skin Waste to Improve The Physical Quality of Water) Doni Pandapotan Simangunsong; Ainun Rohanah; Adian Rindang
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.742 KB)

Abstract

ABSTRACT Activated carbon is a material that has a high carbon content that can be made from organic and inorganic materials, in condition the materials have a porous structure. The research aims to determine the characteristic of moisture content, ash content and the volatile matter of activated carbon from Musa textilia as well as to improve physical quality of the water. The results of research indicated that moisture content, ash content and volatile matter of activated carbon from Musa textilia were 3.8%, 4.8% and 95.46% respectively. The application of activated carbon in water indicated that colour of the water was 82 TCU, total dissolved solid was 306.7 mg/L, and the water had charcoal smell. The produced water does not reach the water quality standard, while the temperature of the water after application of activated carbon was 27oC and water turbidity was 10 NTU and was in compliance with water quality standard. Key words: activated carbon, plantain skin waste, physical quality of water ABSTRAK   Arang aktif merupakan material yang memiliki kadar karbon tinggi yang dapat dibuat dari bahan organik maupun anorganik, dengan syarat bahan tersebut mempunyai struktur pori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar air, kadar abu dan bagian yang hilang pada arang aktif kulit pisang raja (Musa textilia) serta untuk meningkatkan kualitas fisik air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif kulit pisang raja (Musa textilia) menghasilkan kadar air, kadar abu dan bagian yang hilang sebesar 3,8%, 4,8% dan 95,46%. Hasil pengaplikasian arang aktif pada air menghasilkan  warna air sebesar 82 TCU, zat padat terlarut sebesar 306,7 mg/L, serta air berubah menjadi berbau arang. Hasil tersebut belum memenuhi standar mutu air bersih, sementara suhu air adalah 27oC serta nilai kekeruhan air sebesar 10 NTU dan sudah sesuai dengan standar mutu air bersih.   Kata kunci: Arang aktif, limbah kulit pisang raja, kualitas fisik air
PEMBUATAN ARANG AKTIF DENGAN BAHAN BAKU LIMBAH TEH SEBAGAI PENINGKAT KUALITAS FISIK AIR (Activated Carbon from Tea Waste to Increase Water’s Physical Quality) Dita Anastasia Sarah Zurenahusla; Ainun Rohanah; Saipul Bahri Daulay
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.633 KB)

Abstract

ABSTRACT The research was aimed to know water’s physical quality after activated carbon applicated which has been roasted carbonized and activated with H­­3PO4 and to know the percentation of moisture content, ash content and vollatile matter of activated carbon which appropriate with quality standard of activated carbon. The method of the research was experimental and literature studying from related sources with the experiment, and moisture content, ash content, vollatile matter and water’s physical quality were tested. The results proved that the application of activated carbon to Deli river water could fix and increase water’s physical quality with the quality standard of moisture content and ash content of 5.35% and 5.20% respectively. Keywords : Activated Carbon, Tea Waste,  Water’s Physical Quality. ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik air akibat pengaruh aplikasi arang aktif limbah teh yang telah dikarbonisasi dengan cara disangrai serta diaktivasi dengan larutan H­­3PO4 dan untuk mengetahui persentase kadar air, kadar abu dan bagian yang hilang pada suhu 9500C pada arang aktif  yang sesuai syarat mutu arang aktif. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan eksperimental dan dengan cara studi literatur  dari sumber yang berkaitan dengan uji kadar abu, uji kadar air, uji bagian yang hilang pada suhu 9500C dan uji kualitas fisik air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaplikasian arang aktif pada air sungai Deli dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas fisik air dengan syarat persentase kadar air arang aktif dan kadar abu arang aktif yang digunakan mengandung 5,35% dan 5,20 %. Kata kunci : Arang Aktif, Kualitas Fisik Air, Limbah Teh
PEMBUATAN ARANG AKTIF MENGGUNAKAN PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) (Manufacture of Activated Carbon Using Palm Stem (Elaeis gunensis jacq)) Muhammad Adli Resya; Saipul Bahri Daulay; Ainun Rohanah
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.817 KB)

Abstract

ABSTRACT Some research proved that activated carbon could be made from organic materials that have very high carbon percentage. Biomass material from palm plant can be used. The existing research of activated carbon from palm tree was limited of palm shell.In fact, there are many part of palm tree can be useful, like palm stem. Indonesia has been the largest  palm plant country in the world with 6.700.000ha areas in 2008.Palm stem has been abundant and can be used as an alternative material to make its value higher. The research for preparation of activated carbon frompalm stem that had the best result was using by HCl 0,2 M, activator wite 100 mesh and activation period of 24 hours. In industrial process, activate with carbon is used for deodorizing, adsorbs taste, colours and organic contaminant. Testing for active carbon in this research was based on activated carbon quality standard  Standar Nasional Indonesia No 06 – 3730-1995. Key word : Active Carbon, Palm Stem ABSTRAK   Hasil penelitian membuktikan bahwa arang aktif dapat dibuat dari bahan organik yang mengandung kadar karbon tinggi. Limbah biomassa dari tanaman kelapa sawit merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan. Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, penelitian karbon aktif dari tanaman kelapa sawit terbatas pada bahan baku cangkang sawit. Padahal, masih banyak bagian dari tanaman kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan karbon aktif, salah satunya adalah pelepah kelapa sawit. Mengingat Indonesia diperkirakan memiliki areal pohon kelapa sawit terluas di dunia, sekitar 6.700.000 ha pada tahun 2008, maka pelepah kelapa yang tersedia melimpah dapat digunakan sebagai bahan alternatif yang memberikan nilai ekonomi lebih. Pada penelitian ini, karbon aktif terbaik diperoleh  dengan menggunakan aktivator HCl 0,2 M, ukuran karbon 100 mesh dan lama aktivasi 24 jam. Dalam dunia industri karbon aktif ini umumnya digunakan untuk menghilangkan bau, rasa, warna, dan kontaminan organik lainnya. Pengujian yang dilakukan penelitian ini didasarkan pada syarat mutu karbon aktif sesuai Standar Industri Indonesia     No 06 – 3730-1995.   Kata kunci : Karbon Aktif, Pelapah Kelapa Sawit
UJI KARAKTERISTIK FISIK BENANG PAKAN BERBAHAN DASAR SERAT ALAMI TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria cylindrica) (Physical Characteristics Test of Yarn Feed Made from Natural Sansevieria (Sansevieria cylindrica) Fibers) Annisa Puti Andini; Ainun Rohanah; Sulastri Panggaben
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.159 KB)

Abstract

ABSTRACT Sansevieria fiber has a fiber characteristics that are not easily fragile, shiny and long, and also have a tensile strength and fineness value high enough so that it can be used as the weft in the manufacture of woven fabrics. The research was aimed to determine the physical characteristics of the fiber of Sansevieria cylindrica with and without the addition of NaOH solution on their tensile strength test, test of the fineness (number of threads) and  brightness level test. Results of the research indicated that the Sansevieria fiber produced different physical characteristics in each treatment with and without solution of 5% NaOH and 10% NaOH. The highest tensile strength value of Sansevieria fibre was on the without NaOH treatment (water retting), i.e 286 grams. The highest fineness value was on the treatmeant with addition of 10% NaOH i.e 8,8803 tex or 66,6636 Ne1. The highest brightness value of Sansevieria fibre was on the without NaOH treatment i.e 75.19%. Key words: Sansevieria fiber, feed yarn, NaOH, physical characteristics. ABSTRAK   Serat Sansevieria memiliki karakteristik serat yang tidak mudah rapuh, mengkilat dan panjang serta mempunyai nilai kekuatan tarik dan kehalusan yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai benang pakan pada proses pembuatan kain tenun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik serat Sansevieria cylindrica dengan dan tanpa penambahan larutan NaOH terhadap uji kekuatan tarik, uji kehalusan (nomor benang) dan uji tingkat kecerahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat Sansevieria menghasilkan karakteristik fisik yang berbeda pada masing-masing perlakuan dengan dan tanpa larutan NaOH 5% dan NaOH 10%. Nilai kekuatan tarik terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan tanpa NaOH (perendaman dengan air) yaitu 286 gram. Nilai kehalusan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan penambahan NaOH 10% yaitu 8,8803 tex atau 66,6636 Ne1. Nilai kecerahan terbesar pada serat Sansevieria terdapat pada perlakuan tanpa NaOH yaitu 75,19%. Kata kunci: serat Sansevieria, benang pakan, NaOH, karakteristik fisik.
UJI BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA ALAT PENUMBUK MEKANIS (Test of The Effect of Workload on Performance of Mechanical Pestle) Ermida Yanti; Ainun Rohanah; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.82 KB)

Abstract

ABSTRACT Shrimp paste is a kind of fermented fish or shrimp that only have salting treatment and then left for several days in order to allow fermentation process happened. This research was purposed to examine the effect of workload on the performance of mechanical pestle. This research was by literature study, testing equipment and parameters obsevation. Parameters measured were effective capacity, percentage of missing ingredients, diesel fuel consumption and water content. The results showed that the workload had significantly affected the effective capacity, diesel fuel consumption and water content and not significantly affected percentage of missing ingredients. Key words: Mechanical pestle, workload, shrimp paste ABSTRAK   Terasi adalah salah satu produk hasil fermentasi ikan atau udang yang hanya mengalami perlakuan penggaraman, kemudian dibiarkan beberapa hari agar terjadi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja terhadap kinerja alat penumbuk mekanis. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur, pengujian alat dan pengamatan parameter. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase bahan yang hilang, konsumsi bahan bakar solar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji beban berpengaruh nyata terhadap kapasitas efektif alat, konsumsi bahan bakar solar dan kadar air dan berpengaruh tidak nyata terhadap persentase bahan yang hilang. Kata kunci: Alat penumbuk mekanis, beban kerja, terasi
UJI VARIASI DIAMETER LUBANG SARINGAN PADA ALAT PEMBUAT SARI KEDELAI (GLYCINE MAX) (Test of Several Filter Hole Diameter of Soymilk Maker From Soybean (Glycine max) Irzal Irzal; Ainun Rohanah; Nazif Ichwan
Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.592 KB)

Abstract

ABSTRACT Soybean is a shrubs has been cultivated in Indonesia. Some products of soybean are tempeh, ice cream, Soymilk, Soybean flour, soybean oil, animal feed and material for industry. Hole Filter is one of the main components on soymilk maker, where hole filter act as a filter of soy juice, so that soymilk become perfect. This research was aimed to examine several of filter hole diameter on  soymilk maker. Parameters observed were effective capacity of the equipment, yield and water content of soybean dregs. The results of this research showed that the capacity of the equiptment with 3 mm diameter was 6.27 kg/h, while for the 2.5 mm diameter was 5.67 kg/h. And for the 2 mm diameter was 4.77 kg/h. The yield obtained on soymilk maker with 3 mm diameter was 51,07 %,  for the 2.5 mm diameter was 46.4% , and for the 2 mm diameter was 41,87%. The water content of soybean dregs on 3 mm diameter was 27.4%, for the 2.5 mm diameter was  28.87%, and the water content of soybean dregs wiht 2 mm diameter was 30.76%. Keywords : Filter Hole, Soymilk Maker. ABSTRAK   Kedelai merupakan komoditas pangan yang telah lama di budidayakan di Indonesia. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain tempe, es krim, susu kedelai, tepung kedelai, minyak kedelai, pakan ternak, dan bahan baku industri.Lubang saringan merupakan salah satu komponen utama pada alat pembuat sari kedelai, dimana lubang saringan berperan sebagai penyaring sari kedelai sehingga sari kedelai menjadi sempurna.Penelitian ini bertujuan untuk menguji Variasi diameter lubang saringan pada alat pembuat sari kedelai. Parameter yang diamati adalah Kapasitas efektif alat, Rendemen, dan Kadar air ampas kedelai. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas alat pada lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 6,27 kg/jam, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 5,67 kg/jam, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 4,77 kg/jam. Rendemen yang didapat pada alat pembuat sari kedelai dengan menggunakan lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 51,07%, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 46,4 %, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 41,87%. Kadar air ampas kedelai pada lubang saringan berdiameter 3 mm adalah sebesar 27,4%, pada lubang saringan berdiameter 2,5 mm adalah sebesar 28,87%, dan pada lubang saringan berdiameter 2 mm adalah sebesar 30,76%.   Kata kunci : Alat Pembuat Sari Kedelai, Lubang Saringan.