Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Teknik Komunikasi Pembina Dalam Meningkatkan Motivasi Santri Menghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng Taufiq Hidayatullah; Dahlan Lama Bawa; Meisil B Wulur; Muhammad Yasin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program dan perkembangan hafalan santri di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng, kemudian untuk mengetahui teknik komunikasi dalam meningkatkan motivasi santri menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng, kemudian untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat teknik komunikasi pembina dalam memotivasi santri dalam menghafal Alqur’an di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang analisis datanya lebih objektif dan deskriftif. Dalam peneltian ini teknik pengumupulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng yang dilaksanakan salama 2 bulan. Adapun hasil penelitian ini, Pondok Pesantren Riyadus Shalihin memiliki program hafalan dan perkembangan hafalan santri yang mulai meningkat dari aspek kuantitas dan kualitas. Adapun teknik komunikasi yang digunakan pembina dalam meningkatkan motivasi santri menghafal al-Qur’an yaitu penerapan target hafalan, murajaah hafalan, simaaan, pemberian motivasi dan pemberian sanksi. Adapun faktor penghambatnya yaitu pembina yang masi kurang komunikatif, faktor kesehatan dan dukungan orang tua.
Analisis Dampak Penyebaran Dakwah Menggunakan Short Video Terhadap Remaja Pengguna Media Sosial TikTok di Desa Tonro Sepe’e Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng Muh Firdaus; Dahlan Lama Bawa; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penyebaran dakwah melalui aplikasi TikTok. Kemudian untuk mengetahui dampak penyebaran dakwah melalui aplikasi TikTok. Dan untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dan pendukung penyebaran dakwah melalui aplikasi TikTok terhadap remaja di Desa Tonro Sepe'e Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yakni penelitian yang menggunakan data kualitatif misalnya pernyataan, kalimat dan bukan angka. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berlokasi di Tonro Sepe’e Kelurahan Appanang Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng. Penelitian ini berlangsung selama bulan Agustus-Oktober 2023. Adapun hasil penelitian ini adalah mayoritas remaja yang ada di Tonro Sepe’e menggunakan media sosial TikTok dan sering melihat video dakwah yang dibagikan menggunakan short video. Remaja di Desa Tonro Sepe'e telah menggunakan media sosial TikTok selama kurang lebih 3 tahun dan mayoritas dari mereka menonton konten dakwah secara teratur atau sesekali. Mereka melihat penyebaran dakwah melalui media sosial TikTok sebagai sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi pemahaman agama dan moral mereka dalam kehidupan sehari-hari. Menonton konten dakwah di media sosial TikTok telah memberikan dampak positif pada pemahaman agama dan moralitas remaja, dengan adanya peningkatan pengetahuan agama Islam dan upaya untuk meningkatkan perilaku positif serta menghindari perilaku negatif. Konten dakwah yang menarik, kreatif, dan disajikan dengan cara yang menghibur menjadi faktor pendukung utama dalam menarik minat remaja untuk menonton dan mengakses konten dakwah di media sosial TikTok. Namun, keterbatasan jaringan dan kualitas perangkat seperti jaringan yang buruk, hp yang lemot, atau keterbatasan kuota internet, menjadi faktor penghambat utama yang menyulitkan akses dan menikmati konten dakwah dengan lancar
Pola Komunikasi Pembina Dalam Meningkatkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an Santri Di Markaz Al Qur’an Nurudda’wah Kota Makassar Adilah Nugria S; Dahlan Lama Bawa; Agil Husain Abdullah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi pembina di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar dalam konteks pengajaran hafalan Al-Qur’an dan dampaknya terhadap motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an serta menganalisis faktor penunjang dan faktor penghambat pola komunikasi dalam meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data yang lebih deskriptif dan objektif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara secara mendalam dengan pembina dan santri, serta analisis dokumen terkait dengan pengajaran Al-Qur’an di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar. Teknik analisa data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah mengadakan penelitian dan pengelolaan data , maka hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pola komunikasi yang efektif yang digunakan pembina di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar untuk meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an. Pola komunikasi yang ditemukan adalah pola komunikasi kelompok yang meliputi pola roda dan pola bintang kemudian pola komunikasi antarpribadi yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan hafalan santri serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an di Markaz Al-Qur’an Nurudda’wah Makassar.
Ibadah sebagai Sistem Pembinaan Manusia: Integrasi Aqidah, Akhlak, Relasi Sosial, dan Kesehatan Mental Siti Nurhaliza Febryna Khaidir; St Nurul Latifah; Dahlan Lama Bawa
ALSYS Vol 6 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i1.8834

Abstract

In Islam, ibadah (worship) is understood not only as a spiritual obligation but also as a means of holistic human development oriented toward the formation of noble character. This study employs a literature review design by examining reputable scholarly publications from the last ten years drawn from various academic databases. The review focuses on empirical and theoretical studies on core Islamic acts of worship, such as shalat (prayer), fasting, zakat (almsgiving), and other forms of social worship, as well as their impact on strengthening faith, character formation, social relations, and mental health. The purpose of this study is to systematically analyze the role of ibadah as a holistic system of human development that integrates the dimensions of aqidah (creed), akhlak (morality), social relations, and mental health. The findings indicate that worship practices performed consistently and accompanied by spiritual awareness make a significant contribution to the formation of noble character traits, such as honesty, patience, empathy, and self-control. Worship also serves to strengthen individual spirituality and belief, enhance solidarity and emotional support within the community, and promote mental health through reflection, self-awareness, and meaning-making embedded in worship, thereby reinforcing psychological resilience and emotional stability. The study concludes that ibadah in Islam functions as a holistic and integrative system of human development in which the strengthening of aqidah, the formation of akhlak, the cultivation of social relations, and the maintenance of mental health are closely interrelated. The implications of this research suggest that a comprehensive understanding of worship can serve as a foundation for developing moral education, character-building programs, the strengthening of social relations, and mental health interventions based on Islamic spiritual values, while also opening avenues for further research on the integrative mechanisms of worship in character formation through empirical and contextual approaches.