Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Jurnal Redoks

Pemanfaatan Teknologi Membran Reverse Osmosis (RO) Pada Proses Pengolahan Air Laut menjadi Air Bersih Aan Sefentry; rully masriatini
Jurnal Redoks Vol 5, No 1 (2020): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.823 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v5i1.4128

Abstract

Salah satu alternatif metode Pengolahan Air laut adalah dengan menggunakan membran.Pada penelitian ini digunakan membran Reverse Osmosis jenis selulosa. Sampel Penelitian  diambil di daerah Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Treatment awalnya digunakan pasir kuarsa dan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air laut di daerah Sungsang menjadi air bersih. Paramter yang diuji adalah Turbidity, Salinitas, TDS dan pH.
PENAMBAHAN INDUK CUKA PADA PEMBUATAN ASAM ASETAT DARI BONGGOL PISANG ULI (Musa X Paradisiacal Triploid Aab) Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 1, No 1 (2016): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.028 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v1i1.2021

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah bonggol pisang uli dapat di fermentasi menjadi alkohol yang kemudian difermentasi lanjutan menjadi asam asetat, serta untuk mengetahui pengaruh jumlah induk cuka yang di tambahkan terhadap kadar dari asam asetat yang di hasilkan,  dari hasil analisa menunjukan bahwa bonggol pisang dapat di ubah menjadi alkohol dengan kadar alkohol 26,2 % kemudian difermentasi lagi menjadi asam asetat dengan penambahan 15%, 19% dan 23% induk cuka dengan fermentasi selama 2, 3, 5, dan 7 hari. Kondisi optimum didapat pada penambahan induk cuka 23% dengan waktu fermentasi selama 7 hari yaitu 7,68%.Kata kunci : bonggol pisang, induk cuka, fermentasi alkohol, fermentasi cuka
PEMANFAATAN KARBON AKTIF SEBAGAI PENYERAP ION BESI Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.701 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.3335

Abstract

Perairan yang memiliki kadar logam berat yang telah melampaui batas maksimum maka dapat dikatakan bahwa perairan tersebut telah tercemar dan tentu saja akan memberikan dampak negatif pada lingkungan. Limbah cair yang mengandung besi banyak dihasilkan oleh industri pengolahan logam. Limbah yang dihasilkan ini sebelum dibuang ke sungai harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi Standar Baku Mutu lingkungan yang telah ditetapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ion logam besi dalam larutan terhadap penyerapan Fe2+ menggunakan karbon aktif. Dari hasil penelitian didapat Kata Kunci : Karbon Aktif, Limbah , Ion Besi.
PENAMBAHAN GULA TERHADAP MUTU SIRUP MANGGA Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 3, No 1 (2018): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.055 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i1.2789

Abstract

Salah satu cara pengawetan buah mangga adalah dengan mengolahnya menjadi sirup, sehingga buah mangga yang sudah matang pun masih memiliki nilai ekonomis. Sirup Mangga adalah produk minuman yang diperoleh dari proses pengolahan buah Mangga matang  atau dari pengenceran konsentrat sari buah Mangga tanpa fermentasi, diawetkan dan dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan pangan yang diijinkan. Dalam penelitian ini buah mangga yang digunakan adalah buah mangga yang matang dan manis yang kemudian diolah menjadi sirup mangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh jumlah gula yang ditambahkan terhadap pH sirup Mangga serta untuk mengetahui konsentrasi vitamin C yang terdapat dalam sirup mangga. Dari hasil penelitian pada penambahan gula 500 gr diapatkan pH 3,26 dan kadar vitamin C tertinggi pada penambahan gula 500 gr yaitu 0,516. Kata kunci: sirup mangga, pH, vitamin C
PENGGUNAAN ARANG TEMPURUNG KELAPA YANG DIAKTIFKAN UNTUK MENYERAP ZAT WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI KAIN TRADISIONAL Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.414 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3508

Abstract

Abstrak Tempurung kelapa yang banyak terdapat di Indonesia merupakan bagian dari buah kelapa. Salah satu manfaatnya adalah mengolah Tempurung kelapa dengan mengaktifkannya  untuk dijadikan Arang aktif yang dapat digunakan untuk menyerap zat warna yang terkandung dalam air limbah industri kain tradisional.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan waktu  pemanasan yang optimum dan konsentrasi Asam Sulfat yang digunakan sebagai aktifator pada arang tempurung kelapa dan digunakan untuk menyerap zat warna yang terdapat dalam limbah cair  industri kain tradisional. Sebagai aktifatornya digunakan Asam Sulfat  dengan berbagai variasi konsentrasi dan waktu  pemanasan.  Kondisi optimum dicapai pada waktu pemanasan 5 jam dan konsentrasi penambahan zat asam 0,1 M. Kata kunci       : arang aktif, limbah cair,aktifator
PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS KANTONG KRESEK DAN GELAS MINUMAN MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Rensi Sepriyanti; Resi Yunita
Jurnal Redoks Vol 4, No 2 (2019): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.25 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i2.3509

Abstract

AbstrakUnsur Karbon dan Hidrogen merupakan senyawa penyusun utama plastik atau merupakan senyawa polimer. Pada penelitian ini proses pirolisis digunakan untuk  mendekomposisi bahan kimia terutama bahan  organik yang terdapat dalam limbah plastik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen. Dimana massa umpan plastik 500 gr  akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas dan cair  dan terdapat residu . Penelitian ni dilakukan dua kali proses  pirolisis. Sampah kantong kresek untuk proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 256.4◦ C didapat minyak sebesar  13 ml  untuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  369◦ C didapat minyak sebanyak 180 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses didapat densiats 0.72 gr/ml dan nilai viskositas 0.615 cp.  Sampah gelas  minuman plastik pada proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 266.5◦ C didapat minyak sebesar  7 ml  untuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  264.2 ◦C didapat minyak sebanyak 170 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses  densitas  0.76 gr/ml dan nilai viskositas 0.55 cp. Sampah campuran kantong kresek+gelas  minuman plastik  pada proses pirolisis  pertama selama 140 menit dicapai temperatur 286.7◦ C didapat minyak sebesar  34 ml  ntuk proses pirolisis II dilakukan  selama 60 menit dicapai temperature  326.3 ◦C didapat minyak sebanyak 150 ml .Nilai densitas dan viskosiats   rata-rata untuk dua proses  densiats  0.84 gr/ml dan nilai viskositas 0.88cp. Karekteristik minyak  yang didapat ini mendekati bahan bakar  bensin dan minyak tanah. Kata kunci       : plastik, pirolisis,minyak,limbah
ANALISA KUALITAS FISIK AIR SUNGAI LEMATANG DI KABUPATEN LAHAT Rully Masriatini; Novita Sari; Zaidatul Imtinan
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.461 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3072

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Mengetahui sifat-sifat fisik Air Sungai Lematang di Kabupaten Lahat dan Mengetahui cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan air sebagai upaya penetralan air dari parameter-parameter fisika yang melebihi kadar maksimum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2018 tentang persyaratan kualitas air minum.  Parameter yang diuji dalam penelitian ini meliputi  pH, Daya Hantar Listrik (DHL), Total Suspended Solid (TSS)  dan Turbidity. Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik yaitu Titik 01 yaitu Desa Pulau Pinang atau Sungai Lematang Hulu,  Titik 02 yaitu Benteng atau Sungai Lematang Tengah dan Titik 03 yaitu Merapi Barat atau Sungai Lematang Hilir.  Hasil analisa pengujian sampel Air Sungai Lematang (Sifat fisika) yang dilakukan di UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat di titik 01 , 02 dan 03 mengindikasikan bahwa parameter-parameter yang di uji seperti pH, DHL, TSS dan Turbidity  masih   memenuhi  standar   yang   terdapat  dalam  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor. 492/MENKES/PER/IV/2018.Kata Kunci : Kualitas Air, Sungai  Lematang, pH, DHL, TSS, Turbidity
Analisa Kualitas Air Minum Isi Ulang dan kemasan di kelurahan Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura; Andika Jaya
Jurnal Redoks Vol. 6 No. 1 (2021): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i1.5652

Abstract

Manusia dan semua mahluk hidup sangat memerlukan air.  Tubuh manusia terbentuk dari 70 persen air. Dan  tidak adanya air akan membuat manusia tidak dapat bertahan hidup. Untuk itu diperlukan air yang bersih dan sehat yang akan dapat dikonsumsi manusia. Salah satunya adalah air minum yang berkualitas yang harus sesuai standar di  dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010  Pada penelitian ini  analisa yang dilakukan meliputi analisa pH, TDS, bau, rasa, warna, temperatur dan bakteri. Beberapa Depot yang dianalisa terdapat di daerah Kenten Laut dan beberapa sample air minum kemasan untuk mengetahui kualitasnya. Penelitian dilakukan dengan metode sampling dan analisis di laboratorium. Dari hasil analisa parameter fisika pada rasa sampel 1 sampai 9 memiliki rasa pahit, aaasam, kelat. Lengket, beraroma kelapa, kecuali pasa sampel 1 sampai 6 untuk parameter kimia, pada sampel 1 sampai 6 memiliki pH yang cenderung asam, dan dari beberapa depo dan air minum kemasan pada parameter fisika, kimia, sampel 1 sampai 9 masih belum sesuai  dan belum memenuhi persyaratan  Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Sedangkan untuk parameter biologi sudah memenuhi standar Permenkes RI, hanya sampel no 5 saja yang mengandung bakteri E Coli sedangkan sampel no 1,2, 3,4, 5, 6,7, 8. 9 tidak terkontaminasi bakteri E-coli.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 2, No 1 (2017): Redoks Januari - Juni
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.851 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v2i1.2038

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai karbon aktif belum banyak dilakukan. Dalam penelitian ini dilakukan aktifasi karbon aktif dari kulit pisang dengan menggunakan aktivator KOH. Dilakukan Analisa yang meliputi Kadar Air, Kadar Abu, Luas Permukaan dan Daya Serap terhadap Iodium untuk menentukan Karakteristik Karbon Aktif dari kulit Pisang. Variasi waktu aktifasi selama 0,5, 1, 1,5, 2, dan 2,5 jam.  Kata Kunci : Kulit pisang, Karbon aktif
PENANGANAN GAS ASAM ( SOUR GAS ) YANG TERKANDUNG DALAM GAS ALAM MENJADI SWEETENING GAS Muhrinsyah Fatimura; Reno Fitriyanti; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.017 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2390

Abstract

Gas alam merupakan sumber energi dan bahan baku yang terdapat dialam baik itu terdapat sebagai Associated gas maupun non Associated gas. Keberadaannya dialam membuat gas alam tidak dalam keadaan murni, kandungan gas alam dari beberapa sumber berbeda-beda komposisinya tergantung dari sumber dan lokasi  pengeksplorasian  demikian  juga  impurities  yang terkandung didalamnya. Gas asam (sour gas ) merupakan salah satu kandungan impurities yang terdapat dalam gas alam seperti CO2, H2S, mercaptan. Keterikutan sour gas kedalam gas alam dalam proses selanjutnya   dapat   menyebabkan  korosif  pada   peralatan, mengurangi heating value pada gas alam , racun pada katalis serta pada proses pencairan gas alam dapat menjadi icing atau padat sehingga dapat menghambat transportasi gas alam. Kandungan sour gas dalam gas alam yang pernah di analisa berkisar antara  range terendah  >10 %  dan  tertinggi >   60 %  sehingga memerlukan penangan khusus untuk   menghilangkannya .Untuk range > 10 % proses yang digunakan yaitu dengan cara Absorpsi Kimia, Absorpsi Fisik, Absorpsi Fisik-Kimia, Adsorpsi Fisik dengan menggunakan berbagai absorben Mononethanolamine (MEA), Diglycolamine (DGA) , Diethanolamine (DEA), Diisopropanolamine (DIPA), Methyldiethanolamine (MDEA),  alternative absorben  Potasium Karbonat (K2CO3). Untuk  Sour gas yang kandungan tinggi   > 60 % penanganan Fraksinasi Cryogenic  dan Permeation (membran). Sehingga sour gas bisa terbebas dari  impurities  yang   mengikutinya menjadi  Sweetening  Gas. Kata Kunci:  Gas Alam, Sour gas , Sweetening  Gas, , Absorben