Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Efisiensi Pemompaan pada Miniatur Pompa Hidram dengan Letak Katup Pengantar dan Katup Limbah yang Berbeda Sakaria Koli; Muhamad Jafri; Ishak S. Limbong
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 1 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ljtmu.v1i1.429

Abstract

Water is major need for an inseparable of human society. One of the efforts to obtain water continuously is with the pump methods. From the several types of pumps are widely used, the hydram pump is one of the solution because it does not use fuel. The aim of this research is to find out the influence of different position between waste valve and impulse valve to the pump efficiency. All units miniature hydram pump which used in this research, have same size. In testing, any units treated with the same high of water fall is 1 meter, the high length of inlet pipe is 2.3 meter, the diameter of a pipe in is 16 millimeter, the diameter of a pipe out is 6,35 millimeter and the weight of waste valve is 42 grams. Testing performed on variations of the waste valve step length (5 millimeter, 10 millimeter, 15 millimeter, 20 millimeter and 25 millimeter) and at high raise (6 meter and 10 meter). The result showed that for the second arrangements, any additional length of a stride, the efficiency with which produced tends to decline it is caused by a distance step of the waste valve. The more distant make the waste valve the time it takes to shut down a little longer. So as to discharge water wasted become bigger. High lift, for variations on high lift 10 m and the arrangement of a inlet pipe-waste valve -delivery valve efficiency greater at 55,934 %, and on high lift 6 meter the efficiency with which produced reached 40,265 %. It was happened because the potential and kinetic energy are used to push valve waste firstly, so the valve closed faster and quantity of water that flow from the valve is less.
Pengaruh Diameter Tabung Udara dan Jarak Lubang Pipa Tekan dengan Katup Pengantar terhadap Efisiensi Pompa Hidram Charles Silla; Muhamad Jafri; Ishak S. Limbong
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 1 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.567 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v1i2.442

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh diameter tabung udara dan jarak lubang pipa tekan dengan katup pengantar terhadap efisiensi pompa. Pompa hidram yang digunakan adalah sebagai berikut, badan pompa berukuran 2 inchi, diameter pipa masuk 2 inchi, diameter pipa keluar 1 inchi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Penggunaan variasi diameter tabung udara dan jarak lubang pipa tekan sangat mempengaruhi efisiensi dari pompa hidram. Dilihat dari penggunaan variasi diameter tabung udara akan mempengaruhi tekanan dalam tabung udara akibatnya tekanan pada bagian atas katup pengantar menjadi meningkat dan menurun, sehingga berdampak pada proses buka tutup katup pengantar dan mempengaruhi jumlah air yang masuk kedalam tabung untuk dipompa. Sedangkan pada penggunaan jarak lubang pipa tekan yang semakin menjauhi katup pengantar akan mempengaruhi volume air dan volume udara dalam tabung udara berakibatkan pada ruang tekanan dan tekanana yang terjadi akan meningkat, karena tabung udara akan menerima efek hantaman air pada badan pompa yang akan mempengaruhi efisiensi pompa hidram. Terlihat bahwa pada penggunaan tabung udara dan jarak lubang pipa tekan memiliki masing-masing nilai efisiensi tertinggi dan terendah pada setiap kondisi, namun secara keseluruhan efisiensi tertiggi terjadi pada diameter tabung udara 2 inchi dengan jarak lubang pipa tekan 22,5 cm sebesar 35,30% sedangkan efisiensi terendah 19,57% pada penggunaan tabung udara 2,5 inchi pada jarak lubang pipa 25 cm.
Pengaruh Perendaman terhadap Sifat Mekanik Komposit Polyester Berpenguat Serat Glass Jusuf B. Tododjahi; Kristomus Boimau; Ishak S. Limbong
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 1 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.229 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v1i2.443

Abstract

ABSTRAK Model analisis perilaku mekanik komposit polimer yang sering disajikan oleh peneliti didasarkan pada asumsi kondisi lingkungan (hygrothermal) yang konstan. Namun dalam kenyataannya, aplikasi material komposit sering kali berada pada kondisi lingkungan yang tidak konstan atau selalu berubah seperti pada blade turbin angin, panel cool box ikan dan perahu berbahan fiber glass yang selalu bekerja pada kondisi kelembaban dan temperatur yang berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap sifat tarik dan sifat bending komposit serat glass dengan fraksi volume serat (Vf) sebesar 40 %. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah serat glass dan resin poliester. Spesimen uji tarik dibuat sesuai standar ASTM D638 sedangkan spesimen uji bending sesuai standar ASTM D790. Spesimen uji dicetak dengan metode hand lay up diikuti dengan penekanan dan dibiarkan selama 24 jam. Selanjutnya komposit hasil cetakan dipotong sesuai standar uji tarik dan bending, kemudian spesimen uji tersebut diberi perlakuan yang berbeda yakni perendaman dalam air dan air laut serta dibiarkan di lingkungan terbuka (di atap rumah) selama 30 hari. Proses pengujian tarik dan bending dilakukan sesaat setelah spesimen dikeluarkan dari dalam air, dengan terlebih dahulu ditimbang sehingga dapat diketahui persentase penyerapan air. Hasil persentase kadar air komposit cenderung meningkat seiring dengan semakin lamanya waktu perendaman namun kenaikan hanya 0,0145 % untuk spesimen uji bending dan 0,0166 % untuk spesimen uji tarik. Sedangkan hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa spesimen yang direndam dalam air selama 30 hari memiliki kekuatan tarik terendah yakni sebesar 84,47 MPa, sedangkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 176,80 MPa yang diperoleh pada spesimen uji tanpa perlakuan perendaman. Hasil uji bending pun menunjukkan bahwa spesimen direndam dalam air selama 30 hari memiliki kekuatan bending terendah yakni sebesar 113,77 MPa, sedangkan kekuatan bending tertinggi sebesar 279,40 MPa yang diperoleh pada spesimen uji tanpa perlakuan. Hasil foto makro menunjukkan adanya patahan getas, debonding, dan delaminasi pada spesimen uji bending, begitu pula pada spesimen uji tarik terlihat adanya patahan getas, debonding dan delaminasi.
Pengaruh Penambahan Elemen Peltier terhadap Kemampuan Menjaga Temperatur Penyimpanan Vaksin dengan Berbahan Dasar Polivinil Klorida (PVC) Marleni Margareth Nino; Ishak S. Limbong; Ben V. Tarigan
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 1 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.118 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v1i2.447

Abstract

ABSTRAK Pemberian vaksin adalah salah satu cara yang baik untuk memberantas penyakit dan dapat memperpanjang umur dari hewan ternakserta peliharaan sehingga jumlah hasil produksi dan pertumbuhan hewan tersebut menjadi lebih baik. Kendala yang muncul adalah ketika harus membawa vaksin untuk waktu perjalanan ± 2 jam. Termos es yang biasa digunakan untuk membawa vaksin tidak mampu untuk menjaga kestabilan temperatur vaksin. Salah satupenelitian ini adalah dengan menggunakan elemenpeltiersebagai pompa kalor. Telah dilakukan pada penelitian sebelumnya tentang pengembangan penggunaan elemen peltier ganda sebagai pompa kalor dan heatsink-fan sebagai pendingin sisi panas peltier untuk menjaga temperatur ruang vaksin pada kisaran temperatur vaksin (2–8 oC ). Adapun pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penambahan elemen peltier terhadap kemampuan menjaga temperatur penyimpanan vaksin dengan berbahan dasar polivinil klorida (PVC) yang memiliki konduktivitas panas yang rendah. Penelitian ini menggunakan termokopel dan DAQ (data akuisisi) untuk memonitor suhu perubahan vaksin yang telah dimasukkan ke dalam tabung pembawa vaksin. Dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa suhu vaksin dapat dipertahankan dengan memberikan daya listrik 72 Watt.
Desain dan Analisa Awal Struktur Rangka Manual Motorcycle Lift Dengan Menggunakan Software Ansys 17.0 Fransiskus L. H. Koten; Verdy A. Koehuan; Ishak S. Limbong
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 7 No 02 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motorcycle lift, merupakan alat penunjang, yang dibutuhkan untuk mengurangi cedera otot akibat kegiatan perawatan dan perbaikan, dengan mengatur posisi tinggi rendahnya motor terhadap postur tubuh mekanik (montir). Walaupun motorcycle lift telah ada, tetapi alat tersebut menggunakan tenaga hidrolik atau pneumatik dengan listrik sebagai tenaga utama. Hal ini berpengaruh pada daerah yang tidak memiliki tenaga listrik. Selain itu pada studi ini, konstruksi motorcycle lift yang didesain menggunakan software Ansys 17.0. Dengan menggunakan software Ansys, analisa desain struktur lebih detail dan dapat melihat titik kritis lebih detail. Tujuan dari studi ini adalah mendesain dan menganalisa konstruksi manual motorcycle lift untuk daerah yang belum memiliki jalur listrik. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode simulasi dengan software Ansys 17.0. Parameter yang digunakan adalah beban 3600 N, panjang alat 180 cm, lebar 78 cm, dan tinggi maksimum 60 cm. Material yang digunakan adalah baja konstruksi (karbon rendah). Bahan digunakan adalah baja konstruksi (baja karbon rendah). Analisa konstruksi terbagi atas 3 posisi ketinggian kritis, yaitu minimum ketinggian (120 mm), medium ketinggian (360 mm), dan maksimum ketinggian (600 mm). Tegangan dan regangan equivlen untuk masing-masing ketinggian dianalisa menggunakan Sofware Ansys 17.0 tersebut. Nilai maksimum terdapat pada daeran pin.
Desain dan Analisis Barrier Gate Otomatis Berbahan Komposit Serat Glass dan Serat Daun Gewang (Hibrid Polyester) pada Bagian Palang Afrianus Serfano; Erich U.K. Maliwemu; Ishak S. Limbong
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 8 No 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ljtmu.v8i02.6011

Abstract

Barrier Gate is a stopping mechanism that has a function for the security of a place such as the entrance to an office or agency. The design and analysis of the construction of the automatic barrier gate made of glass fiber composite and leaf gewang fiber (hybrid polyester) aims to limit crowds so that safety and comfort are always maintained. This test uses software solidwork 2015. The results of the analysis of three variations of the crossbar components are, variation 1 with a maximum stress of 12.255 Mpa, variation 2 with a maximum stress of 10.217 Mpa and variation 3 with a maximum stress of 37.359 Mpa. Of the 3 variants, the one that produces the better stress is variant 3 with a length of 250 cm width 3 cm and a thickness of 4 cm which gets the largest with a value of 37.359 MPa. Static analysis of frame components with a length of 40 cm width 40 cm and a height of 100 cm, resulted in a maximum stress of 7.499 MPa and a maximum displacement of 0.134 mm.
Pelatihan Perawatan Pompa Hidram untuk Kelompok Tani Utama Di Daerah Baumata Wenseslaus Bunganaen; Muhamad Jafri; Verdy A Koehuan; Isak S Limbong; Yeremias M Pell; Kristomus Boimau
at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/attamkin.v3i2.553

Abstract

Dry land agriculture is a crop cultivation activity carried out in moderate to severe drought conditions during most of the growing season. As a result, special cultivation techniques, types of crops and farming systems are needed to enable sustainable production. The partner involved in the Program Kemitraan Masyarakat (PKM) is a farmer group called the main farmer group. The main farmer group is located in Baumata village, Taebenu sub-district, Kupang district. This farmer group has used appropriate technology in the form of a hydram pump. The Hydram Pump, which is located in Baumata village is a product of the LP2M through the Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Science and Engineering in 2018and is still running and is still being used by farmer groups. Based on the survey and coordination of the implementation team to the location until December 2019, it was concluded that there was a need for field activities in the context of training activities for members of farmer groups on how to repair, maintain and deal with pump problems which decrease productivity and aspects of pump work functions accordingly with a description of the report of the members of the Farmer Group.
ANALISIS TEGANGAN DI POROS ENGKOL YAMAHA RX KING TAHUN 2005 MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SOLIDWORK Emanuel G. N Dhey; Ishak S. Limbong; Matheus M. Dwinanto
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11816

Abstract

The crankshaft is one of the main components that converts the potential energy of the fuel into rotating power for the piston engine. Because in the process of working the crankshaft changes the piston's back and forth motion into a rotating motion of the shaft. To minimize the effects of damage that occurs due to various types of dynamic loads acting on the crankshaft components, the design process should first know the working stress distribution. Meanwhile, as a tool in analyzing it, Solidworks software is used. From the results of this analysis, the location or position of the damage due to too high a loading can be identified early. This the authors in this study want to raise a title, namely "Analysis of Stress in the Crankshaft Yamaha Rx-King Year 2005 Using Solidwork Software". Based on the results of the theoretical calculation with the radial force loading of 1.4 N, the bending moment is 10388.1 N / mm, the normal stress is 33.76 N / mm2 , the shear stress is 10.328 N / mm2, the maximum stress is 33.21 N / mm2, and the minimum stress is 3.55N / mm2. Based on the simulation results with solidwork software, the maximum stress is 4,83511e-007 N / m2. FOS (factor of safety) based on analysis using software obtained by 4.339e + 004 N / m2.
Pengaruh Tegangan Listrik dan Waktu Terhadap Kekerasan Mikro Pelapisan Nikel-Krom Pada Produk Pengecoran Aluminium Bekas (Scrap) Tahu, Feliks; Maliwemu, Erich U. K.; Limbong, Ishak S.
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.205 KB) | DOI: 10.35508/ljtmu.v2i2.495

Abstract

Abstrak Velg merupakan komponen kendaraan yang saat digunakan mengalami beban dinamis bahkan mengalami beban kejut. Walaupun, saat ini banyak industri lokal pengecoran ulang velg bekas, tetapi produk yang dihasilkan memiliki kekerasan yang rendah sehingga perlu dilakukan pengerjaan akhir dengan cara elektolisa menggunakan nikel-krom. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh tegangan listrik dan waktu terhadap kekerasan pelapisan nikel-krom pada produk pengecoran aluminium bekas. Pada pelapisan nikel-krom digunakan tegangan listrik 5, 7,5, 9 volt dan waktu 5, 10, 15 detik. Berdasarkan hasil pengujian menunjukan adanya peningkatan nilai kekerasan pelapisan nikel-krom seiring dengan meningkatnya tegangan listrik dan waktu. Pada tegangan listrik 5 volt sebesar 11,21% - 16,61%, tegangan listrik 7,5 volt sebesar 21,83% - 26,49%, dan tegangan listrik 9 volt sebesar 10,74% - 14,39%. Pada waktu 5 detik sebesar 25,19% - 101,94%, waktu 10 detik sebesar 37,14% - 101,11% dan waktu 15 detik sebesar 35,79% - 98,1%. Dari hasil tersebut menunjukan nilai kekerasan pada tegangan listrik 5 dan 7,5 volt dengan waktu 5, 10, 15 detik, serta pada tegangan listrik 9 volt dengan waktu 5 detik masih dalam daerah kekerasan nikel sedangkan pada tegangan listrik 9 volt dengan waktu 10 dan 15 detik sudah dalam daerah kekerasan krom.
Perancangan Tabung Vaksin Hewan Berbahan Dasar Polivinil Klorida (PVC) dengan Mengunakan Elemen Peltier Dae Panie, Marthen M.; Limbong, Ishak S.; Tarigan, Ben V.
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 2 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.119 KB) | DOI: 10.35508/ljtmu.v2i2.499

Abstract

ABSTRAK Pemberian vaksin adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit pada hewan ternak sebagai anti body. Vaksin ini sangat rentan karena tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung dan tidak boleh dibekukan. Untuk beberapa jenis vaksin harus disimpan pada temperatur 2oC - 8oC. Kendala terberat ketika harus membawa vaksin ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dan tidak memiliki infrastruktur utama seperti jalan yang memadai. Perencanaan tabung pendingin ini memiliki dimensi tabung yang digunakan berukuran 3’’ dan 4’’. Tinggi tabung 3’’ adalah 14,6 cm dan tinggi tabung 4’’ adalah 19,8 cm berbahan dasar polyvinyl chloride. Hasil perencanaan diperoleh tegangan tarik yang terjadi pada selubung tabung pendingin 38,144 kg/. Tegangan tarik pada selubung ruang isolator 68,766 kg/. Tegagan geser penutup ruang pendingin 0,00093 kg/. Tegangan geser pada penutup tabung kg/. Tegangan tekan yang terjadi untuk logam las 8,656 kg/. Tegangan tarik ijin baut 74 N/mm2. Tegangan geser ijin baut 44,4 N/mm2. Diameter baut yang dibutuhkan 0,278 mm.