Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Introduksi Fermentasi Jerami Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang: Introduction of Rice Straw Fermentation to Improve the Productivity of Cattle in Naioni Village, Kupang City Randu, Melkianus Dedimus Same; Canadianti, Monica; Yuliani, Ni Sri; Anugrah, Dedet S. R.; Tabun, Arnold Christian; Wea, Redempta; Tulle, Defrys Ridolof
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.445

Abstract

ABSTRACT  Rice straw fermentation is one of the feed technologies that can be utilized to reduce agricultural waste, improve feed quality, and increase the productivity of ruminants. Rice straw fermentation was introduced into the Community Science and Technology Implementation (PIM) program to optimize the utilization of agricultural waste for animal feed, mitigate pollution arising from burning, and enhance knowledge and technical expertise in feed processing. The implementation strategy involved a four-pronged approach: analyzing partner challenges, conducting counseling sessions and demonstration plots, providing ongoing mentorship, and implementing an evaluation and feedback loop. The PIM activities were implemented with the Ingat Aku farmer group in Naioni Village, Alak District, Kupang City. The results revealed positive changes in knowledge (3.57), attitude (4.79), and intention and behavior (4.57) of the farmer group members regarding the utilization of agricultural waste, specifically the production of fermented rice straw to support their existing paronisation activities.  Keywords: Feed technology; Fermentation; Paronisation   ABSTRAK Fermentasi jerami padi merupakan salah satu bentuk teknologi pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah pertanian, meningkatkan kualitas pakan, serta mempercepat peningkatan produktivitas ternak ruminansia. Fermentasi jerami padi yang diintroduksi dalam kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meminimalkan polusi akibat pembakaran, serta meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan teknis dalam pengolahan pakan. Metode pelaksanaan diterapkan melalui analisis situasi permasalahan mitra, penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PIM dilaksanakan pada kelompok peternak Ingat Aku di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan terhadap aspek pengetahuan (3,57), sikap (4,79), serta niat dan perilaku (4,57) anggota kelompok peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian khususnya hasil produksi fermentasi jerami padi dalam menunjang kegiatan paronisasi yang dilakukan saat ini. Kata kunci: Fermentasi; Paronisasi; Teknologi pakan
Prevalensi Peste des Petits Ruminant serta Analisis Faktor Risikonya pada Kambing Melalui Pemeriksaan Ulas Mata atau Hidung Andrijanto Angi; Defrys Ridolof Tulle; I Gusti Komang Oka Wirawan
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2025.26.3.375

Abstract

Peste des petits ruminants (PPR) adalah penyakit virus yang menyerang ruminansia kecil, agennya termasuk dalam kelompok virus RNA, genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae. Office International des Epizooties (OIE) telah menetapkan PPR dalam daftar penyakit wajib dilaporkan (Notifiable Diseases). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi kasus PPR di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Pengambilan sampel dilakukan lewat ulas/swab daerah mata atau hidung pada 100 ekor kambing yang berasal dari lima lokasi desa dan kelurahan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Identifikasi faktor risiko yang berperan penting dalam penyebaran PPR dilakukan dengan menggunakan survei kuesioner terstruktur terhadap 25 orang peternak kambing. Hasil pengujian dari 100 sampel swab dipereloh empat ekor kambing positif PPR (+++), 11 ekor dengan hasil positif lemah (+), 84 ekor negatif, dan 1 ekor sampel invalid dengan tingkat prevalensi 15 %. Hasil identifikasi faktor risiko dengan analisis deskriptif diperoleh data yaitu kambing yang dimiliki sebagian besar berasal dari peternakan tradisional (7,7%) dan pasar hewan (6,7%), sumber pakan berasal dari padang penggembalaan (61,7%), pemeriksaan Kesehatan kambing tidak rutin dilakukan (90%). Pada pola pemeliharaan kambing, Sebagian besar kambing yang dipelihara adalah kambing betina (68%), peternak juga memiliki hewan atau ternak lain selain kambing, yaitu anjing, sapi, dan babi. Faktor lain yang juga berperan penting dalam penyebaran penyakit PPR adalah pengetahuan yang rendah tentang PPR, peternak belum mengetahui PPR dalam hal cara pengobatan, pencegahan penyakit termasuk vaksinasi PPR.