Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IDENTIFICATION OF MELANOCORTIN 1 RECEPTOR (MC1R) GENE BASED ON COAT COLOR OF BALI COWS OF KUPANG BY USINGTHE PCR-RFLP METHOD Tabun, A.C.; Hartatik, T.; Sumadi, S.
Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture Vol 38, No 2 (2013): (June)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitaa.38.2.86-91

Abstract

The objective of this study was to identify the Melanocortin 1 Receptor (MC1R) gene in sorrel-,black- and white-Bali cows originated from Kupang-East Nusa Tenggara. Blood samples were takenfrom 46 cows consisted of of 17, 18 and 8 of sorrel, black and 8 heads, respectively, and 3 heads of bull.The PCR-RFLP method was performed to identify the gene. Amplification of PCR gene MC1R ofKupang's Bali Cattle (KBC) was 296 bp. The digestion by using MspI enzyme showed that there wereEE genotype (169, 136 bp) in Bali bull, sorrel and white cows. Two 2 genotypes, those were EE (169,136 bp) and Ee (296, 169, 136 bp) were found in black Bali cow. The frequency of E alele of KBC was0.99 (99%) and e alele was 0.01 (1%). MC1R gene in KBC was monomorphic and the it can be used asthe marker of the coat color in the population.
UKURAN LINEAR TUBUH DAN BERAT BADAN TERNAK BABI MENURUT JENIS KELAMIN PADA KEMITRAAN PROPOSIONAL DI KELOMPOK TANI SYALOM TUATUKA Arnold C. Tabun; Melkianus D.S. Randu; Max A. Supit; Thomas Lapenangga; Cardial L. O. Leo Penu; Johanis Jermias
Partner Vol 23, No 1 (2018): Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v23i1.302

Abstract

Proportional Partnership Format of Animal Husbandry Department of Kupang State Agricultural Polytechnic is be applied in pigs fattening in order to improve feed management and maintenance of pigs at Syaloom Farmers Group in Tuatuka Kelurahan of East Kupang. This experiment aims to determine the effect(s) of Poliagro complete feed on linear body sizes (body length, chest circumference, height) and daily body weight gain between female and male pigs. Experimental farm method was used in the experiment in which 10 pigs are used (consist of 3 males and 7 females).Data was analysis using descriptive statistics and t-student test to compare variables of both groups by using IBM-SPSS software version 21. The results showed that after 5 months, the average linear sizes of male group (body length, chest circumference and height) were 29.33 ± 0.57; 77.67 ± 2.51 and 94.33 ± 4.04in sequentially order. While the linear sizes of the female pig's were 27.67 ± 1.53; 75.67 ± 3.21and 90.67 ± 1.52. The mean of daily weight gain of male pigs was 0.49 ± 0.01 kg/head/day and the females ones 0.46 ± 0.02 kg/head/day. Statistical analysis showed that there were no differences in linear body sizes and daily body weight gain between male and female pigs that were fed Poliagro pellet fee.
PEMANFAATAN LIMBAH DALAM PRODUKSI PUPUK BOKHASI DAN PUPUK CAIR ORGANIK DI DESA TUATUKA KECAMATAN KUPANG TIMUR Arnold Christian Tabun; Bernadus Ndoen; Cardial L.O. Leo-Penu; Johanis A. Jermias; Try A.Y. Foenay; Devi A.J. Ndolu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.267 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i2.212

Abstract

Mata pencaharian masyarakat Desa Tuatuka secara umum adalah petani yang mengelola lahan pertanian yang bersifat musiman, dengan menanam tanaman palawija dan tanaman hortikultura. Selain itu dilakukan usaha peternakan sapi dan babi dengan sistem pemeliharaan umumnya dilakukan secara semi intensif. Dengan adanya pemeliharaan ternak banyak limbah ternak berlimpah dan belum dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Tujuan pelaksanaan adalah  meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra tentang pembuatan bokashi dan pupuk cair organic menggunakan bahan dasar limbah ternak dan limbah pertanian. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan partisipatif mitra dengan serangkaian kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi plot/praktek lapang maupun pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian di Desa Tuatuka adalah Pupuk Bokhasi 5000 kg, Pupuk Cair 500 liter. Hasil produksi pupuk bokhasi dan pupuk cair dimanfaatkan oleh kelompok tani sebagai alternative penggunaan pupuk anorganik dalam meningkatkan produksi tanaman hortikultura.Kata Kunci: Limbah Ternak, Bokashi, Pupuk Cair Organik,
PEMANFAATAN BOKHASI, IRIGASI PROBASA, HIDROPONIK PADA TANAMAN HORTIKULURA PADA LAHAN KERING Arnold Christian Tabun; Cardial L.O. Leo-Penu; Aksi Sinurat; Vinni Denivita Tome; Thomas Lapenangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.047 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i2.163

Abstract

Keterbatasan pengetahuan kelompok tani dan sumber daya air sering menjadi kendala dalam budidaya tanaman hortikultura di lahan sempit dan kering. Untuk mengatasi permasalahan petani tersebut diperlukan sentuhan teknologi budidaya tanaman di lahan sempit dan lahan kering. Metode pengabdian adalah penyuluhan, demplot dan pendampingan.  Kebun contoh tanaman hortikulutura di Kelompok Tani Tunas Baru menggunakan pupuk Bokhasi, mulsa plastik dan irigasi semprot bawah mulsa (Pro-Basa) dapat meningkatkan produksi tanaman hortikultura dan pendapatan petani. Untuk memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan yang sempit, dapat menggunakan penanaman secara hidroponik dan polybag sebagai media tanam. Simpulan dari pengabdian adalah tersedianya kebun contoh tanaman semi organik di lahan kering, peningkatan pengetahuan dalam budidaya tanaman hortikultura di lahan kering menggunakan bokhasi, irigasi Pro-basa, aplikasi sistem hidroponik dan pemanfaatana pupuk oranik cair untuk budidaya sayuran di pekarangan sempit serta adanya peningkatan pendapatan petani dalam usaha tanaman hortikultura pada lahan kering
PENERAPAN MODEL KEMITRAAN PROPORSIONAL DALAM MENDUKUNG PKM PENGGEMUKAN TERNAK BABI DI KELOMPOK TANI SYALOM, KABUPATEN KUPANG Melkianus Dedimus Same Randu; Max A. J Supit; Arnold Christian Tabun; Catootjie Lusje Nalle; Petrus Malo Bulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.818 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i1.254

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota mitra kelompok tani tentang model kemitraan proporsional dan manajemen penggemukan ternak babi. Kelompok tani Syalom ditetapkan sebagai mitra dengan mempertimbangkan bahwa usaha penggemukan ternak babi merupakan rutinitas yang dijalankan anggota kelompok tani, namun selama ini menemui masalah akibat penggunaan bibit dalam jumlah dan kualitas yang rendah, dominasi pakan yang menggunakan limbah rumah tangga, modal yang terbatas, serta jadwal pemasaran yang tidak menentu. Kondisi tersebut pada akhirnya mempengaruhi keberlanjutan usaha ternak babi dan kurang memberikan kontribusi terhadap pendapatan anggota mitra. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi plot, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Implementasi kegiatan dilakukan melalui diseminasi informasi model kemitraan proporsional, tata laksana penggemukan, dan sistem pemasaran ternak babi. Hasil yang dicapai dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan anggota mitra dalam menerapkan model kemitraan proporsional serta manajemen penggemukan ternak babi. Luaran yang dihasilkan, antara lain: bibit babi penggemukan sebanyak 8 ekor, dokumen Memorandum of Understanding (MOU) kemitraan selama 3 tahun pelaksanaan, dan ternak babi penggemukan layak jual pada masa pemeliharaan 5 bulan serta bobot akhir 85 – 100 kg/ekor. Kemitraan proporsional yang diterapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas usaha penggemukan ternak babi dan pendapatan anggota mitra kelompok tani Syalom.
Nutrient content of tamarind seed hydroponic fodder due to different watering frequencies Wea, Redempta; Ninu, Andy Yumina; Koten, Bernadete Barek; Randu, Melkianus Dedi Same; Lapenangga, Thomas; Abolla, Noldin Mariatu; Tabun, Arnold Christian; Malawati, Ima
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i3.466

Abstract

Limited feed for pigs encourages using alternative feed such as tamarind seeds using hydroponic fodder technology. The research aimed to examine the nutrient content of tamarind seed hydroponic fodder due to different watering frequencies. The research was conducted in Kolhua Village, Kupang City from April-September 2023. The research used tamarind seeds originating from the Lembata city. The research used a Completely Randomized Design, with 3 watering frequency treatments, namely R0 = 1 watering (07.00 WIT), R1 = 2 times (07.00 and 19.00), R2 = 3 times (07.00, 15.00 and 23.00 Wita) and 8 repetitions. There were 100 seeds per container. Variables include tamarind seed fodder's nutrient content (organic matter, crude protein, crude fiber, crude fat, and ash). Analysis used Analysis of Variance and Duncan's advanced test. The research results showed that watering frequency had a very significant effect (P<0.01) on the nutrient levels of tamarind seed hydroponic fodder except for ash content and the watering frequency that produced the best nutrient levels was twice/day. In conclusion, the germination percentage and nutrient content of tamarind seed hydroponic fodder are influenced by watering frequency twice/day with 30 ml being the best frequency.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN AYAM KUB BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DI P4S AFRO FARM DESA BAUMATA, KABUPATEN KUPANG Nalle, Catootjie Lusje; helda, Helda; Sinlae, Dina Viktoria; Kusumaningrum, Damai; Tabun, Arnold Christian; Vertygo, Stormy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v9i2.7375

Abstract

P4S AFRO FARM menjalankan usaha di bidang pembibitan dan produksi ayam kampung super, khususnya Kelantang Unggulan Balitbangtan. Pakan yang diproduksi P4S Afro Farm sudah menggunakan bahan-bahan baku lokal yang kemudian difermentasi dengan EM4. Namun pakan komplit yang diproduksi belum diformulasi dengan baik dan belum memanfaatkan imbuhan pakan alami serta pakan masih diberikan dalam bentuk mash. Untuk itulah kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra P4S Afro Farm di bidang nutrisi dan teknologi pakan berbasis bahan baku lokal. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dan demonstrasi plot. Pakan yang diproduksi terdiri dari pakan komplit ayam KUB fase starter dan grower berbentuk mash dan crumble (butiran). Produksi pakan ayam KUB didahului dengan formulasi pakan, pencampuran (pre-mixing dan final mixing), pelleting dan crumbling. Untuk bentuk pakan mash dilanjutkan fermentasi dengan Synbiotic ProbioFMplus selama sehari sebelum diberikan kepada ternak ayam. Imbuhan pakan alami yang digunakan dalam pakan komplit adalah tepung temulawak dan kunyit serta tepung daun Kirinyuh (Chromolaena odorata). Selain produksi pakan, mitra juga diajarkan membuat imbuhan pakan berupa probiotik modifikasi Rabal dan diberikan melalui air minum. Dari hasil kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat 100% karena mitra belum pernah memproduksi pakan dan probiotik seperti yang desiminasikan
PRODUKSI PROBIOTIK DAN PENERAPAN TEKNOLOGI FERMENTASI PAKAN DI P4S AFRO FARM DESA BAUMATA, KABUPATEN KUPANG NALLE, CATOOTJIE LUSJE; VERTIGO, STORMY; SINLAE, DINA VIKTORIA; helda, helda; KUSUMANINGRUM, DAMAI; TABUN, ARNOLD CHRISTIAN
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v10i1.7431

Abstract

P4S AFRO FARM merupakan Mitra yang membudidayakan ternak ayam kampung super. Namun, di lokasi ini juga terdapat jenis ayam lainnya. Pakan yang diproduksi dan diberikan kepada ternak berasal dari bahan-bahan baku lokal yang difermentasi dengan EM4. Namun, teknologi fermentasi lainnya dengan menggunakan starter yang berbeda belum pernah dilakukan.  Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat adalah untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Mitra di bidang teknologi pembuatan probiotik dan fermentasi pakan komplit dengan menggunakan starter jamur Aspergillus niger dan synbiotic. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dan demonstrasi plot. Probiotik Rabal Modifikasi dibuat dengan menggunakan air kelapa, gula merah dan ragi tape. Sedangkan fermentasi bahan baku dedak padi dan putak menggunakan Aspergillus niger bubuk. Untuk pakan komplit difermentasi dengan menggunakan Synbiotic Probio FMplus. Dari hasil kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat 100% karena mitra belum pernah memproduksi probiotik Rabal modifikasi, fermentasi dengan Aspergillus bubuk dan fermentasi dengan Synbiotic Probio FMplus seperti yang desiminasikan.
Introduksi Fermentasi Jerami Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang: Introduction of Rice Straw Fermentation to Improve the Productivity of Cattle in Naioni Village, Kupang City Randu, Melkianus Dedimus Same; Canadianti, Monica; Yuliani, Ni Sri; Anugrah, Dedet S. R.; Tabun, Arnold Christian; Wea, Redempta; Tulle, Defrys Ridolof
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.445

Abstract

ABSTRACT  Rice straw fermentation is one of the feed technologies that can be utilized to reduce agricultural waste, improve feed quality, and increase the productivity of ruminants. Rice straw fermentation was introduced into the Community Science and Technology Implementation (PIM) program to optimize the utilization of agricultural waste for animal feed, mitigate pollution arising from burning, and enhance knowledge and technical expertise in feed processing. The implementation strategy involved a four-pronged approach: analyzing partner challenges, conducting counseling sessions and demonstration plots, providing ongoing mentorship, and implementing an evaluation and feedback loop. The PIM activities were implemented with the Ingat Aku farmer group in Naioni Village, Alak District, Kupang City. The results revealed positive changes in knowledge (3.57), attitude (4.79), and intention and behavior (4.57) of the farmer group members regarding the utilization of agricultural waste, specifically the production of fermented rice straw to support their existing paronisation activities.  Keywords: Feed technology; Fermentation; Paronisation   ABSTRAK Fermentasi jerami padi merupakan salah satu bentuk teknologi pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah pertanian, meningkatkan kualitas pakan, serta mempercepat peningkatan produktivitas ternak ruminansia. Fermentasi jerami padi yang diintroduksi dalam kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meminimalkan polusi akibat pembakaran, serta meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan teknis dalam pengolahan pakan. Metode pelaksanaan diterapkan melalui analisis situasi permasalahan mitra, penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PIM dilaksanakan pada kelompok peternak Ingat Aku di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan terhadap aspek pengetahuan (3,57), sikap (4,79), serta niat dan perilaku (4,57) anggota kelompok peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian khususnya hasil produksi fermentasi jerami padi dalam menunjang kegiatan paronisasi yang dilakukan saat ini. Kata kunci: Fermentasi; Paronisasi; Teknologi pakan