Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penyusutan Energi Listrik Pada Penyulang SU2 Jaringan Distribusi Minahasa Utara Meyer N. Nelwan; Maickel Tuegeh; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i2.7937

Abstract

Abstrak Energi listrik merupakan kebutuhan pokok untuk membantu kinerja manusia, untuk itu suatu energi listrik dalam pendistribusiannya harus memiliki kualitas dan mutu yang baik, namun kenyataannya dalam pendistribusian energi listrik tidak bisa dihindari yang namanya penyusutan energi yang sering terjadi pada pendistribusian energi listrik, standard penyusutan untuk energi listrik sesuai SPLN No, 72 Tahun 1987 yaitu 5% - 10% untuk jaringan udara sedangkan untuk SKTM sebesar 2%. Penyusutan energi listrik yang sering terjadi pada pendistribusian, dikarenakan adanya energi yang terbuang dalam bentuk panas. Menghindari penyusutan yang melebihi standard yang ditentukan maka dilakukan penelitian serta melakukan analisa melalui perhitungan dalam bentuk persen (%) dan dalam watt (W), dalam hal ini untuk mengetahui berapa besar jumlah penyusutan energi yang dialami oleh PT.PLN (Perusahaan Listrik Negara) Cabang Manado khususnya yang terjadi pada penyulang SU2. Ketika sudah diketahui jumlah penyusutan energi yang terjadi dan jika penyusutan melebihi standard yang ditentukan, maka salah satu solusi untuk mengatasinya dengan merubah jenis penampang kawat yang digunakan pada penyulang SU2. Kata Kunci : Jaringan Distribusi, Penampang Kawat, Penyulang SU2, Penyusutan Energi, Abstract       Electrical energy is a basic requirement to help human performance to the one in the distribution of electrical energy must have quality and good quality, but in fact in the distribution of electrical energy is inevitable that his name shrinkage energy that often occurs in the distribution of electrical energy, depreciation standards for electrical energy according SPLN No. 72 of 1987, which is 5% - 10% for air network while SKTM by 2%. Depreciation of electrical energy that often occurs in the distribution, because of the energy is wasted in the form of heat. Avoid shrinkage which exceeds the standards specified then conducted research and analysis through the calculation in the form of percent (%) and in watts (W), in this case to find out how much energy shrinkage experienced by PT.PLN (Perusahaan Listrik Negara) Branch Manado especially occurring in SU2 feeders. When it is known that the amount of energy depletion occurs and if the depreciation exceeds the standards specified, then one of the solutionsto overcome  them by changing the type of cross section of the wire used in the feeder SU2 Keywords: Depreciation Energy, Distribution Network, Feeder SU2, Line Distribution, Wire Cross Section
Optimalisasi Penggunaan Bahan Bakar Pada Generator Set Dengan Menggunakan Proses Elektrolisis Gabriel P. Tumilaar; Fielman Lisi; Marthinus Pakiding
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i2.7938

Abstract

Abstrak Generator Set atau Genset adalah sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik. Disebut generator set adalah satu set peralatan gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau alternator. Engine biasanya mesin diesel sebagai perangkat pemutar sedangakan generator atau alternator sebagai perangkat pembangkit listrik. Masalah yang sering ditemukan dalam penggunaan listrik cadangan (Genset) yaitu pemakaian bahan bakar  yang boros dan tidak efisien. Karena pada zaman sekarang ini bahan bakar minyak sedang dalam masa-masa sulit sehingga harganya pun ikut naik. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu peralatan listrik cadangan (genset) yang irit bahan bakar untuk mendapat menyelesaikan persoalan diatas. Maka disusunlah karya tulis ilmiah dengan judul Optimalisasi Penggunaan Bahan Bakar Pada Generator Set Dengan Proses Elektrolisis. Proses elektrolisis pada Genset bermula dari bahan bakar masuk melalui karburator dan manifold pada genset yang diinjeksi dengan hidrogen dari hasil pemanasan Electrolizer HHO pada plat stainless steel yang diberi tegangan 12 VDC dengan arus ± 6 ADC. Alat electrolizer HHO bertugas mempercepat penguraian Air yang sudah dicampurkan dengan natrium bikarbonat menjadi gas hidrogen dan oksigen. Tabung berfungsi menampung pemisahan gas hidrogen dan oksigen yang berupa air dengan gravitasi oksigen dibawah hidrogen. Setelah disaring gas hidrogen diinjeksi ke dalam manifold mesin melalui selang vakum. Ketika gas hidrogen masuk pada generator set, akan terdengar perbedaan kerja mesin generator set menjadi lebih baik. Ketika diuji terdapat perbedaan konsumsi bahan bakar antara sebelum menggunakan dan setelah menggunakan proses elektrolisis. Kata kunci : Electrolizer HHO, Elektrolisis, Engine, Generator Set Abstract                     Set or Genset generator is a device that serves to generate electric power. Called the generator set is a set of equipment a combination of two different devices, namely the engine and generator or alternator. Engine usually diesel engine as the generator or alternator  while   the  player  as  a            power generation device. Problems that are often found in the use of backup power (generator) is excessive fuel consumption and inefficient.  Because in this day and age of fuel oil are in tough times, so the price goes up. In this regard, we need a backup electrical equipment (generators) are fuel efficient to get resolve the above issues. Then drafted a scientific paper entitled Optimizing the Use of Fuel At Generator Set With Electrolysis Process. Genset electrolysis process stems from the fuel through the carburetor and manifold injected with hydrogen generators of heating Electrolizer HHO on stainless steel plate that was given to the current-voltage 12 VDC ± 6 ADC. HHO electrolizer duty tool accelerates decomposition Water that is mixed with sodium bicarbonate into hydrogen and oxygen gas. Tube serves to accommodate the separation of hydrogen and oxygen gas in the form of water by gravity oxygen under hydrogen. Once filtered hydrogen gas was injected into the engine manifold through a vacuum hose. When the hydrogen gas entering the generator set, you will hear the difference engine generator sets work better. When tested fuel consumption difference between before use and after use of the electrolysis process. Keywords: Electrolizer HHO, Electrolysis, Engine, Generator Set
Analisa Perkiraan Umur Transformator Krestovel A. Kodoati; Fielman Lisi; Marthinus Pakiding
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 4 No. 3 (2015): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v4i3.8130

Abstract

Abstrak Transformator distribusi mempunyai peranan penting dalam penyaluran daya listrik dalam suatu sistem distribusi. Agar transformator dapat beroperasi dengan baik dan dapat digunakan sesuai dalam jangka waktu yang diharapkan maka pemasangan dan pemeliharaan transformator harus sesuai dengan standar yang ditetapkan. Salah satu yang mempengaruhi kondisi transformator adalah panas yang timbul akibat pembebanan. Jika transformator dibebani 100% atau dibebani pada daya pengenalnya (rated power), suhu lilitan mencapai 98°C dengan kondisi suhu sekitar (ambient temperature) 20°C - 40°C maka umur transformator bisa mencapai 20 tahun atau 7300 hari dengan susut umur normal 0,0137% per-hari. Untuk pembebanan transformator distribusi yang ada pada penyulang SL 7 terdapat 9 unityang beroperasi ³ 20 tahun dan 13 unit trafo yang berbeban ³ 80 %. Berdasarkan panas yang ditimbulkan akibat pembebanan dari suatu transformator distribusi maka dapat dilakukan analisa untuk memperkirakan susut umur dari transformator tersebut. Dengan demikian dapat dilakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kerusakan transformator. Kata Kunci: Beban, transformator, suhu, susut umur. Abstract       Distribution transformer has an important role in the distribution of electrical power in a distribution system. So that the transformer can operate properly and can be used in accordance with the expected time frame, then the installation and maintenance of the transformer must be in accordance with established standards. One transformer is a condition that affects the heat due to loading. If the transformer is 100% loaded or loaded on its rated power, winding temperature reaches 98 ° C with an ambient temperature conditions 20 ° C - 40 ° C, then the transformer age could reach 20 years or 7300 days with shrinkage age normal 0.0137% per day.      For existing distribution transformer loading on feeders SL 7 are 9 units operating ³ 20 years and 13 units are loaded transformer ³ 80%. Based on the heat caused by the imposition of a distribution transformer, it can be analyzed to estimate the age of the transformer losses. Thus it can be measures to prevent damage to the transformer.  Keywords: load,shrinkage of age,temperature,transformers. 
Pengukuran Indeks Polusi Pada Sistem Minahasa Berdasarkan Nilai Esdd Dan Nsdd Ferdy Lumeno; lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11660

Abstract

Abstrac-, In fulfilling public needs electrical energy safe and reliable, we need an electricity system that is supported by the component or equipment that are reliable against disturbances that occur such as leakage current, environmental, corrosion, pollution, etc. Pollution that occurs on the surface of the insulator can cause the insulation resistance of the insulator is reduced, which in turn lead to leakage currents or spark causing flash over To find out how much the level of pollution in the surface of an insulator installed in the distribution network we conducted testing in the field by collecting samples from several places like in the case of samples taken from these areas: Bitung, Sawangan, tomohon, ear, and Lahendong, after get the data from the field to do calculations and data processing of the samples obtained in the field., on the classification of the contamination level according to the value ESDD (equivalent salt deposit density) and NSDD (Nonsolube deposit density) for the area Bitung, ear, tomohon, Lahendong, Sawangan, the level of contamination that occurred was still categorized as mild, namely under 0,0001mg / cm2 away from the normal threshold is given at 0.1 mg / cm2 Keywords: ESDD and NSDD, flashover, insulators, pollutants Abstrak-.Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik yang aman dan handal, maka dibutuhkan suatu sistem kelistrikan yang didukung oleh komponen maupun peralatan yang handal terhadap gangguan-gangguan yang terjadi seperti : arus bocor, lingkungan, korosi, polusi, dan lain-lain Polusi yang terjadi pada permukaan isolator dapat menyebabkan tahanan isolasi dari isolator tersebut berkurang yang pada akhirnya mengakibatkan arus bocor atau percikan bunga api sehingga menyebabkan flash over Untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran yang terjadi pada permukaan isolator yang terpasang pada jaringan distribusi maka dilakukanlah pengujian dilapangan dengan mengumpulkan sampel dari beberapa tempat seperti pada kasus ini sampel di ambil dari daerah-daerah : bitung, sawangan, tomohon, teling, dan lahendong, setelah mendapatkan data dari lapangan dilakukan perhitungan serta pengolahan data terhadap sampel-sampel yang didapatkan dilapangan., mengenai klasifikasi tingkat pencemaran sesuai nilai ESDD (equivalent salt deposit density) dan NSDD (Nonsolube deposit density) untuk wilayah bitung, teling, tomohon, lahendong, sawangan, tingkat pencemaran yang terjadi masih dikategorikan ringan yaitu di bawah 0,0001mg/cm2 jauh dari ambang batas normal yang diberikan yaitu 0,1 mg/cm2 Kata kunci : ESDD dan NSDD, flashover, isolator, polutan
Rancang Bangun Sistem Fleksible ATS ( Automatic Transfer Switch) Berdasarkan Perubahan Arus Pada Instalasi Listrik Kapal Berbasis Microcontroller Andreas A. Mengko; lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11877

Abstract

Abstrack -- Automatic Transfer Switch (ATS) is a device of electrical system that serves to regulate the process of transfer of power source from a power source of the (main) power source to another (backup) alternately in accordance with the command program. By using this tool, it is no longer necessary to use a switch Change Over Switch (COS) is done manually in the process between the main power source to the backup power source. In this final project created an ATS system design that can make the process of transfer of the two power sources are safe and effective sequentially according to the work processes will be controlled by the controller automatically based on the amount of electric power consumption. Controller will make the process of controlling the condition that the ATS process will be conducted, which controls the main power source backup power source to apply or use switch  mode by controlling the power switch to gain speed in the switching process. By using a microcontroller-based ATS is able to resolve the problem diversion displacement of two power sources are safe and effective. Key Words : Automatic Transfer Switch (ATS), Change Over Switch (COS), Diversion movement of the two power sources, Microcontroller. Abstrak-- Automatic Transfer Switch (ATS) adalah suatu piranti sistem listrik yang berfungsi untuk mengatur proses pemindahan sumber listrik dari sumber listrik yang satu (utama) ke sumber listrik yang lain (cadangan) secara bergantian yang sesuai dengan perintah program. Dengan menggunakan piranti ini, maka tidak diperlukan lagi menggunakan saklar Change Over Switch (COS) yang dilakukan secara manual dalam proses pengalihan antara sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan . Dalam proyek akhir ini dibuat suatu desain sistem ATS yang dapat melakukan proses pengalihan perpindahan dua sumber listrik yang aman dan efektif secara sekuensial sesuai dengan proses kerja yang akan dikendalikan oleh pengontrol secara otomatis berdasarkan besarnya pemakaian daya listrik . Pengontrol yang akan melakukan proses pengendalian kondisi yang akan dilakukan proses ATS tersebut, dimana pengontrolan sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan menerapkan atau menggunakan mode penyaklaran dengan pengendali saklar daya untuk mendapatkan kecepatan dalam proses switching. Dengan menggunakan ATS berbasis microcontroller tersebut dapat menyelesaikan permasalah pengalihan perpindahan dua sumber listrik yang aman dan efektif. Kata Kunci : Automatic Transfer Switch (ATS), Change Over Switch (COS), Microcontroller, Pengalihan perpindahan dua sumber listrik.
Pengendalian Motor Listrik Dari Jarak Jauh Dengan Menggunakan Software Zelio Soft 2 Dan Wifi Janeer E.T. Pioh; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11934

Abstract

Abstract -- The development of increasingly rapid automation system cannot be separated from the development of technology in the field of electricity and control. Development of electrical equipment that can be controlled remotely so that the processing time can be shortened. Smart relay is a control device that have additional control functions that are not owned by the conventional control devices in general. Electric Motor Control Remotely Using Zelio Soft 2 Software and Wifi, programmed using ladder diagram programming language. Application in the process of controlling the distance, such as: 3-phase induction motor control and control of the pump motor in the process of filling the tank of water from the source to the tank. Keywords -- Electric Motors, Remote Controls, Smart relay, Zelio Soft 2. Abstrak -- Perkembangan sistem otomasi yang semakin pesat tidak lepas dari berkembangnya teknologi dalam bidang kelistrikan dan pengontrolan. Pengembangan peralatan listrik yang dapat dikontrol dari jarak jauh sehingga waktu pengerjaan dapat dipersingkat. Smart relay adalah sebuah alat kontrol yang memiliki fungsi kontrol tambahan yang tidak dimiliki alat pengendali konvensional pada umumnya. Pengendalian Motor Listrik dari Jarak Jauh dengan Menggunakan Software Zelio Soft 2 dan Wifi, diprogram menggunakan bahasa pemrograman ladder diagram. Aplikasinya pada proses pengontrolan jarak jauh, yaitu: pengontrolan motor induksi 3 fasa dan pengontrolan motor pompa pada proses pengisian air dari tangki sumber ke bak penampungan. Kata kunci -- Kontrol Jarak Jauh, Motor Listrik, Smart relay, Zelio Soft 2.
Analisa Gangguan Hubung Singkat Saluran Kabel Bawah Tanah Tegangan 20 kV Penyulang SL 3 GI Teling Manado Jeandy T.I. Kume; Fielman Lisi; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 4 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i4.13396

Abstract

Feeder is one of the important components in the power distribution system that serves as a means to distribute electrical energy from substations to consumers and can be done by air or underground. But in practice feeder-feeder used often had problems both technical and non technical interference, including interference is short circuited. To deal with these problems required the protection system in accordance with the standards of sensitivity, reliability, selectivity. To install a protective device well known to a large influx of short circuit can occur in a feeder to get the settings appropriate to the circumstances feeders. Therefore, a calculated short circuit fault current is needed in determining the OCR settings and GFR at a feeder protection system. Keywords : Feeder, protection, short circuit, Underground Cable Penyulang merupakan salah satu komponen penting dalam sistem distribusi tenaga listrik yang berperan sebagai sarana untuk menyalurkan energi listrik dari gardu induk hingga konsumen dan dapat dilakukan lewat udara maupun bawah tanah. Tapi dalam penerapannya penyulang-penyulang yang dipakai sering mengalami gangguan baik gangguan teknis dan non teknis, diantaranya ialah ganguan hubung singkat. Untuk menangani masalah tersebut diperlukan sistem proteksi yang sesuai dengan standar sensitifitas, keandalan, selektifitas. Untuk memasang peralatan proteksi baiknya diketahui besar arus gangguan hubung singkat yang dapat terjadi pada sebuah penyulang untuk mendapatkan settingan yang sesuai dengan keadaan penyulang. Oleh karena itu perhitugan arus gangguan hubung singkat sangat diperlukan dalam menentukan settingan OCR dan GFR pada sistem proteksi dalam suatu penyulang. Kata Kunci : Kabel bawah tanah, gangguan hubung singkat, penyulang, proteksi
Studi Analisa Rugi Daya Pada Saluran Distribusi Primer 20 kV Di Kota Tahuna Rizky B. Binilang; Hans Tumaliang; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i2.16938

Abstract

Abstrak— Perkembangan kota Tahuna sebagai pusat pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara kini semakin pesat seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat dan maraknya pusat pembangunan dan pusat kegiatan publik di kota Tahuna sampai saat ini sehingga mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Perhitungan jatuh tegangan untuk penyulang Kota diperoleh hasil sebesar 11,51% dan untuk penyulang Kolongan sebesar 10,185% maka dengan demikian jatuh tegangan untuk penyulang Kota dan Kolongan tidak memenuhi standart yang ditentukan oleh PLN yaitu jatuh tegangan tidak boleh lebih dari 10%. Untuk itu diperlukan penanganan secepatnya untuk mengantisipasi pertumbuhan beban yang semakin tinggi.Kata kunci: Distribusi, Jatuh Tegangan, Susut Daya, Tegangan Menengah.  Abstract— The development of the town of Tahuna as a regional development center of Sangihe Islands Regency of North Sulawesi Province is now growing rapidly along with the needs and needs of the community in the middle. Tahuna to this day is very much needed by the community for electrical energy. The calculation of the voltage drop for the repeater of the City obtained the results of 11.51% and for repeaters Kolongan of 10.185% then thus the voltage drop for repeater Kota and Kolongan does not meet the standard specified by the PLN that voltage drop should not exceed 10%. For that required immediate handling to anticipate the growth of the higher load. Keywords : Distribution, Medium Voltage, Power Losses, Voltage drop.
Analisa Koordinasi Setting Relai Jarak Sistem Transmisi 150 KV Area Gardu Induk Otam – Gardu Induk Isimu Jendry B. Sepang; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i3.18824

Abstract

Abstract - The 150 KV transmission system at the High Voltage Power Line  of Suluttenggo region, especially in the Otam substation area to the Isimu substation is part of the 150 KV transmission subsystem that is often disturbed and makes the distance relay always work. Distance relay works as the main protection on the transmission line and setting on distance relays affect the transmission line safety performance. Incorrect settings will cause slow relays or fail to work. Therefore it is necessary to have a good setting on the distance relay. The distance relay protection zone is divided into 3 protection zones. In order to avoid overlap between protection zones the relay distance setting needs to be coordinated. In this final project, used transmission line connecting the Otam   - Lolak - Boroko - Isimu substation. Results of calculation of distance relay on Substation Otam - Lolak zone 1 = 7.86 Ð 81,4 ° (Ohm) with relay working time (T1) = 0 seconds, Substation Lolak - Boroko zone 1      = 29,91  Р 81 , 4 ° (Ohm) with relay working time (T1)              = 0 (sec), Substation Boroko - GI Isimu zone 1 = 23,63 Ð 81,4 ° (Ohm) with relay working time  (T1) = 0 (sec) . For zone 2 and zone 3 is set as backup security.       In the calculation of zone setting 1, zone 2 and zone 3 are not in accordance with field conditions, because the calculation of line impedance value in the field does not consider the value of line capacitance. Keywords: Distance Relay, Setting, Substation,  Transmission Line,  Zone Protection.   Abstrak - Saluran udara tegangan tinggi adalah bagian dalam sistem tenaga listrik yang sering mengalami gangguan. Sistem transmisi 150 KV pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) wilayah Suluttenggo, khususnya pada gardu area induk Otam sampai gardu induk Isimu adalah bagian dari subsistem transmisi 150 KV yang sering mengalami gangguan dan membuat relai jarak selalu bekerja. Relai jarak bekerja sebagai proteksi utama pada saluran transmisi dan setting pada relai jarak berpengaruh terhadap kinerja pengaman saluran transmisi. Setting yang tidak tepat akan menyebabkan relai jarak lambat atau gagal bekerja. Oleh karena itu perlu adanya setting yang baik pada relai jarak. Zona proteksi relai jarak terbagi menjadi 3 zona proteksi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara zona proteksi maka setting relai jarak perlu dikoordinasikan.Dalam tugas akhir ini, diambil saluran transmisi  yang menghubungkan gardu induk otam – Lolak – Boroko – Isimu. Hasil perhitungan setting relai jarak pada GI Otam – GI Lolak zona 1 =  7,86 Ð 81,4° (Ohm) dengan waktu kerja relai   (T1) = 0 detik, GI Lolak – GI Boroko zona 1 = 29,91 Ð  81,4° (Ohm) dan waktu kerja relai (T1) = 0 (detik), GI Boroko – GI Isimu zona 1 = 23,63 Ð  81,4° (Ohm) dan waktu kerja relai (T1) = 0 (detik). Untuk zona 2 dan zona 3 disetting sebagai pengaman cadangan. Pada perhitungan setting zona 1, zona 2 dan zona 3 tidak sesuai dengan kondisi lapangan, karena pada perhitungan nilai impedansi saluran di lapangan tidak mempertimbangkan nilai kapasitansi saluran. Kata Kunci : Gardu Induk, Relai Jarak, Saluran Transmisi , Setting,  Zona Proteksi.
Analisa Perhitungan Kapasitas dan Pemilihan Circuit Breaker (CB) pada Penyulang Gardu Induk Paniki Sistem Minahasa Ferari Ch. Lisi; Fielman Lisi; Sartje Silimang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i1.19086

Abstract

Abstract— In the distribution of electrical energy from the plant to the distribution it must be considered the level of security of the existing power grid. Moreover in the Substation section. The protection system serves to secure electrical equipment from the possibility of damage caused by a disturbance of nature or the sudden destruction of the equipment, so that the stability of the system can be maintained, and also to secure people from the danger posed by electricity. t is necessary to review CB (Circuit Breaker) selection. Keywords: Analysis, Selection of Circuit Breaker, Substation paniki, Protection. Abstrak— Didalam penyaluran energi listrik  dari pembangkit hingga ke distribusi maka harus diperhatikan tingkat keamanan dari jaringan listrik yang ada. Terlebih lagi pada bagian Gardu Induk. Sistem proteksi berfungsi untuk mengamankan peralatan listrik dari kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan dari alam atau akibat rusaknya peralatan secara tiba-tiba, sehinga stabilitas sistemnya dapat terpeliharan, dan juga untuk mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh listrik. Untuk itu perlu di kaji kembali pemilihan CB (Circuit Breaker ). Kata kunci: Analisa, GI Paniki, Pemilihan Circuit Breaker, Protektsi.