Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai Wildan Pramadistya Rifliansah; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88961

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton.
Perencanaan Gerbang Tol Ciawi Sukabumi Alfian Ravi Roshan; Hera Widyastuti; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.107635

Abstract

Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari – hari dalam ruas jalan nasional Ciawi – Sukabumi. Hal ini mendorong Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan jalan bebas hambatan atau jalan tol Ciawi – Sukabumi. Jalan tol ini dibangun untuk membantu meningkatkan konektivitas dan mengembangkan potensi ekonomi daerah sekitar untuk Provinsi Jawa Barat. Jalan tol ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang telah ditetapkan didalam Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 8 tahun 2008 tengang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi Tahun 2005 – 2025 tentang pembangunan jalan tol yang berdampak pada upaya pertumbuhan ekonomi kota. Jalan tol merupakan fasilitas transportasi dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang. Jalan tol sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Gerbang tol terdiri dari beberapa gardu tol. Sistem yang dapat digunakan pada gerbang tol yaitu sistem gardu tol otomatis (GTO), On Board Unit (OBU), dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Perencanaan ini akan merencanakan Gerbang Tol Ciawi - Sukabumi pada tahun 2021, 2026, dan 2031.Metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out untuk disiplin antrian dan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar antrian pada perencanaan gerbang tol ini. Serta mempertimbangkan gerbang tol otomatis dan On Board Unit, dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi hingga Sukabumi Timur terdapat 1 GTO Khusus, 1 GTO, dan 1 OBU. Pada perencanaan gerbang tol tahun 2026 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 2 GTO, dan 1 OBU dan Pada perencanaan gerbang tol tahun 2031 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 3 GTO, dan 1 OBU. Hasil perencanaan MLFF pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,172.
Optimasi Desain Balok dan Kolom Gedung Twin Tower Makassar dengan Menggunakan Microsoft Excel VBA terhadap Sisi Kekuatan Lentur, Geser, dan Biaya Killian Casey Wisman; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94750

Abstract

Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan juga merupakan Ibu kota Sulawesi Selatan sehingga mendorong pemerintah untuk menghadirkan fasilitas untuk menunjang kegiatan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Karena lahan yang semakin sempit, dipilihlah bangunan secara vertikal yang dinilai lebih efektif dan efisien dengan kondisi eksisting yang ada. Twin Tower Makassar merupakan salah satu gedung tinggi dengan 36 lantai dan tinggi 170,95 m yang terletak di Makassar. Gedung ini dibangun di kawasan Center Point of Indonesia dan akan menjadi gedung pemerintahan Sulawesi Selatan. Menara ini akan menyatukan kantor-kantor pemerintahan Sulawesi Selatan dan juga menjadi bentuk sinergitas, solidaritas serta kolaborasi antara perangkat pemerintah sehingga diharapkan dapat membangun Sulawesi Selatan dengan efisien. Twin Tower juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa, serta fasilitas publik seperti mall, hotel, dan restoran. Pentingnya optimasi elemen struktur utama yaitu balok dan kolom adalah untuk mengurangi biaya pembangunan dan mengoptimalkan penggunaan bahan bangunan. Optimasi dilakukan dengan bantuan program sederhana dari Microsoft Excel yaitu Visual Basic Analysis (VBA). Pelaksanaan proses optimasi dilakukan dengan VBA karena proses optimasi dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan memasukan syarat serta rumus-rumus sesuai peraturan saja sehingga dapat memudahkan proses penentuan dimensi sampai ke kebutuhan tulangan dari elemen struktur gedung. Pada tugas akhir ini dilakukan optimasi untuk elemen struktur balok dan kolom gedung Twin Tower Makassar menggunakan Microsoft Excel Visual Basic Analysis (VBA). Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan bahwa balok dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 31% dan kolom dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 57%.
Numerical Analysis of The Wire-Meshed Net Anchoraged Riski Purwana Putra; Ali Limam; Data Iranata
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 6 No. 1 (2021): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.251 KB) | DOI: 10.54732/jeecs.v6i1.191

Abstract

The rockfall hazard in areas such as mountainous regions, quarries and mines needs to be well managed. This is essential in order to avoid fatalities, damage to infrastructure and production losses. Preventing all rockfall events is almost impossible, but the installation of rockfall protection systems is a common and effective way to control the hazard. The installation of wire-meshed net anchored is a possible solution to prevent slippage of landslide of the surface layers. This paper will be focused on the study of numerical modeling, using finite element analysis software, ABAQUS, of double-twisted hexagonal wire-meshed net anchoraged which has been developed by the French-based company, GTS. The objective is to analyze several configurations and performances of wire-meshed nets, cables. As final result, we will comparing between the experiment and numerical modeling analysis.
Experimental Study of Two-way Half Slab Precast Concrete using Rextangular Rigid Connection Djoko Irawan; Ahmad Basshofi Habieb; Data Iranata; Priyo Suprobo; I Gusti Putu Raka
Civil Engineering Dimension Vol. 26 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/ced.26.1.63-70

Abstract

A half-slab precast concrete (HSPC) system with precast bottom layers and in-situ cast top layers has been widely applied in various constructions. It generally behaves as a one-way slab due to the absence of positive-flexural reinforcements in the perpendicular direction to the precast component. However, in some cases, the HSPC was also applied in a two-way slab system. Consequently, a particular design and treatment in the connection between precast members was required, so that the bending moment in two orthogonal directions could be accommodated. In the present study, an innovative rectangular rigid connection (RRC) in a two-way HSPC system was investigated through an experimental test. It was found that the RRC-HSPC presented only a 9.13% reduction of the load at the crack, a 16.44% reduction of the ultimate load, and a 6.06% increase of the deflection at the crack when compared to the monolithic one.
A Comprehensive Research Review Regarding the Material Behavior of Concrete Filled Double Skin Tubes Cintantya Budi Casita; Data Iranata; Budi Suswanto; Masahide Matsumura
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 5, No 1 (2024): January
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2024.v5i1.5213

Abstract

This study provides a detailed investigation of the material behavior of concrete-filled double-skin tubes (CFDST). The research primarily focuses on the development and examination of cross-sectional variations, stress-strain relationships in the materials, and their corresponding characteristics. By conducting a comprehensive study and evaluation, this research endeavors to provide a more profound comprehension of the impact of this particular behavior on the overall responsiveness and capacity of materials. The influence of various parameters on a variety of cross-sectional configurations, comprising circular outer and circular inner tubes (C-C), circular outer – square inner tubes (C-S), square outer – circular inner tubes (S-C), square outer – square inner tubes (S-S) have been recently examined in earlier research. Furthermore, this study discusses additional evaluations consisting of sandwiched concrete and the inner and outer steel components. Despite the substantial study conducted by CFDST, there is presently a lack of established guidelines or regulations pertaining to the design of composite structures. Consequently, it is imperative to acquire a comprehensive comprehension of the behavior exhibited by these materials. This understanding serves as essential for the development of design rules specific to CFDST composite structures. By performing consequently, the outcomes of this study can be effectively employed in the design, analysis, and optimization of the distinctive attributes associated with composite materials.