Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Parameter Track Quality Indeks (Tqi) Terhadap Perilaku Bantalan Beton Wawarisa Alnu Fistcar; Hera Widyastuti; Data Iranata; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5637.5 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6274

Abstract

Perhitungan kualitas geometri jalan rel dapat diperoleh dengan menggunakan rumus standar perkeretaapian Indonesia. Hasil perhitungan untuk KA.Galunggung tahun 2018 memperoleh nilai maksimum sebesar 37,44. Sedangkan untuk KA.EM-120 pada tahun 2019 memperoleh nilai maksimum sebesar 40,75. Dari hasil perhitungan kedua kualitas geometri tersebut memiliki perbedaan nilai yang selanjutnya dijadikan tolak ukur untuk pengukuran yang dilakukan secara manual. Nilai geometri aktual selanjutnya di modelkan dengan progam bantu ABAQUS. Dimensi serta propeti material sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penelitian, dimensi bantalan beton tipe N-67 = 2000 x 250 x 215 mm, properti material (Fc’) = 54 Mpa dengan kuat tarik wire prestressed = 1400 Mpa, tipe rel 54 dan material balas yang digunakan sesuai dengan PM.60 tahun 2012. Beban aksial dengan kombinasi  7% Pd, 23% Pd, 40%, serta lateral displacement 0,1 Pd dan 0,2 Pd. Hasil dari analisa adalah tegangan tarik, tegangan tekan serta perpindahan pada struktur atas jalan rel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh letak geometri jalan rel terhadap perilaku struktural bantalan beton. Hasil korelasi FEA pada kondisi normal dan perhitungan manual mempunyai perbedaan 4,055 % maka korelasi input material sudah baik. Hasil dari variasi letak geometri menunjukan perbedaan perilaku struktural pada bantalan beton, wire prestressed serta Rel. Pada nilai penyimpangan geometri terbesar (TQI > 40). Hasil tegangan tarik beton 2,878 Mpa, tengangan tekan beton 8,192 Mpa serta perpindahan terbesar 0.00124 mm, sedangkan tegangan tarik rel type 54 adalah 366,814 Mpa. Dari hasil tersebut maka sampai batas penyimpangan geometri yang dipakai di Indonesia, struktur atas jalan rel masih dapat menumpu beban yang bekerja secara optimal.
Analisa Tidak Linier Mekanisme Keruntuhan Jembatan Busur Rangka Baja (A-Half Through Arch) Abdul Rochim; Data Iranata; Bambang Piscesa; Navir Afif Refani
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.664 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v17i1.4764

Abstract

The collapses of steel truss bridges can be caused by some factors such as vehicle overloads, material deterioration (corrosion, fatigue), and unexpected tsunami and/or earthquake loads. However, in this paper, the study is limited only to the failure of a-half through arch bridge due to earthquake loads. The bridge has a 100 m long span and is designed using the response spectrum of Surabaya city, East Java, Indonesia. Static nonlinear push-over analysis is used to investigate the performance and the collapse mechanism of the bridge. The bridge was designed based on SNI 1725-2016 and SNI 2833-2016. From the analysis, the failure of the structural elements occurred in the arch members located somewhere near the end portal. The performance level of the bridge determined using the Capacity Spectrum Method [1] is at the Immediate Occupancy (IO) level."--------------------------------------------------------------------------------"Keruntuhan jembatan bisa disebabkan beberapa faktor seperti beban berlebih, fatik, korosi, gempa bumi dan/atau tsunami. Namun, dalam artikel ini, penelitian dibatasi hanya pada kegagalan jembatan busur dengan tipe a-half through arch bridge yang diakibatkan oleh beban gempa. Jembatan yang ditinjau memiliki bentang 100 m dan didesain sesuai dengan zona gempa kota Surabaya, Jawa Timur – Indonesia. Jembatan didesain dengan menggunakan SNI 1725-2016 dan SNI 2833-2016. Analisa beban dorong tidak linear digunakan untuk mengetahui kinerja dan mekanisme keruntuhan struktur jembatan. Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa kegagalan elemen struktur jembatan terjadi pada elemen busur dekat portal akhir. Level kinerja struktur jembatan ditentukan dengan Metode Kapasitas Spektrum [1] dan termasuk dalam level Immediate Occupancy (IO).
Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai Wildan Pramadistya Rifliansah; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.88961

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton.
Perencanaan Gerbang Tol Ciawi Sukabumi Alfian Ravi Roshan; Hera Widyastuti; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.107635

Abstract

Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari – hari dalam ruas jalan nasional Ciawi – Sukabumi. Hal ini mendorong Pemerintah Pusat untuk membangun jaringan jalan bebas hambatan atau jalan tol Ciawi – Sukabumi. Jalan tol ini dibangun untuk membantu meningkatkan konektivitas dan mengembangkan potensi ekonomi daerah sekitar untuk Provinsi Jawa Barat. Jalan tol ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yang telah ditetapkan didalam Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 8 tahun 2008 tengang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Sukabumi Tahun 2005 – 2025 tentang pembangunan jalan tol yang berdampak pada upaya pertumbuhan ekonomi kota. Jalan tol merupakan fasilitas transportasi dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang. Jalan tol sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Gerbang tol terdiri dari beberapa gardu tol. Sistem yang dapat digunakan pada gerbang tol yaitu sistem gardu tol otomatis (GTO), On Board Unit (OBU), dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Perencanaan ini akan merencanakan Gerbang Tol Ciawi - Sukabumi pada tahun 2021, 2026, dan 2031.Metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out untuk disiplin antrian dan Single Channel – Single Phase sebagai struktur dasar antrian pada perencanaan gerbang tol ini. Serta mempertimbangkan gerbang tol otomatis dan On Board Unit, dan Multi Lane Free Flow (MLFF). Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil untuk perencanaan gerbang tol pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi hingga Sukabumi Timur terdapat 1 GTO Khusus, 1 GTO, dan 1 OBU. Pada perencanaan gerbang tol tahun 2026 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 2 GTO, dan 1 OBU dan Pada perencanaan gerbang tol tahun 2031 untuk gerbang tol Ciawi terdapat 2 GTO Khusus, 3 GTO, dan 1 OBU. Hasil perencanaan MLFF pada tahun 2021 untuk gerbang tol Ciawi didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,172.
Optimasi Desain Balok dan Kolom Gedung Twin Tower Makassar dengan Menggunakan Microsoft Excel VBA terhadap Sisi Kekuatan Lentur, Geser, dan Biaya Killian Casey Wisman; Tavio Tavio; Data Iranata
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.94750

Abstract

Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan juga merupakan Ibu kota Sulawesi Selatan sehingga mendorong pemerintah untuk menghadirkan fasilitas untuk menunjang kegiatan masyarakat, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Karena lahan yang semakin sempit, dipilihlah bangunan secara vertikal yang dinilai lebih efektif dan efisien dengan kondisi eksisting yang ada. Twin Tower Makassar merupakan salah satu gedung tinggi dengan 36 lantai dan tinggi 170,95 m yang terletak di Makassar. Gedung ini dibangun di kawasan Center Point of Indonesia dan akan menjadi gedung pemerintahan Sulawesi Selatan. Menara ini akan menyatukan kantor-kantor pemerintahan Sulawesi Selatan dan juga menjadi bentuk sinergitas, solidaritas serta kolaborasi antara perangkat pemerintah sehingga diharapkan dapat membangun Sulawesi Selatan dengan efisien. Twin Tower juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis dan jasa, serta fasilitas publik seperti mall, hotel, dan restoran. Pentingnya optimasi elemen struktur utama yaitu balok dan kolom adalah untuk mengurangi biaya pembangunan dan mengoptimalkan penggunaan bahan bangunan. Optimasi dilakukan dengan bantuan program sederhana dari Microsoft Excel yaitu Visual Basic Analysis (VBA). Pelaksanaan proses optimasi dilakukan dengan VBA karena proses optimasi dapat dilakukan secara otomatis hanya dengan memasukan syarat serta rumus-rumus sesuai peraturan saja sehingga dapat memudahkan proses penentuan dimensi sampai ke kebutuhan tulangan dari elemen struktur gedung. Pada tugas akhir ini dilakukan optimasi untuk elemen struktur balok dan kolom gedung Twin Tower Makassar menggunakan Microsoft Excel Visual Basic Analysis (VBA). Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan bahwa balok dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 31% dan kolom dapat menjadi lebih efisien dari sisi lentur dan gesernya dengan pengurangan harga hingga 57%.
Finite Element Modeling of Cold-Formed Steel Bolted Moment Connection Muhamad Fauzan Akbari; Data Iranata; Djoko Irawan
Journal of Civil Engineering Vol 37, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v37i2.12798

Abstract

This paper describes the finite element procedure for modeling cold-formed steel bolted moment connection to simulate hysteretic moment-rotation behavior and failure mode. The connection element consists of CFS curved flange beams, double-lipped channel columns, and trough plates. Abaqus software is used in this paper. The modeling procedure includes material properties, bolt modeling, boundary conditions, mesh, loading, and geometrical imperfections. The results of the finite element modeling were compared with the experimental test results in the form of a back-bone of the moment-rotation curve and a comparison of failure deformation. It was found that the finite element results had fairly good accuracy in predicting the hysteretic moment–rotation behavior. In the elastic region, the result shows that the finite element model successfully simulates the initial stiffness of the referenced beam-column connection. Meanwhile, the peak moment of the finite element model occurs at the same rotation as the experimental test but the magnitude of the peak moment is lower than the experimental result, which indicates that the finite element model produces a more conservative design. The comparison of failure deformation between finite element model and experimental test shows a very good agreement. The numerical model can simulate well the rotational behavior of the beam-column connection and can predict the general shape and location of local/distortional buckling at the beam-column connection.
Numerical Analysis of The Wire-Meshed Net Anchoraged Riski Purwana Putra; Ali Limam; Data Iranata
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 6 No. 1 (2021): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.251 KB) | DOI: 10.54732/jeecs.v6i1.191

Abstract

The rockfall hazard in areas such as mountainous regions, quarries and mines needs to be well managed. This is essential in order to avoid fatalities, damage to infrastructure and production losses. Preventing all rockfall events is almost impossible, but the installation of rockfall protection systems is a common and effective way to control the hazard. The installation of wire-meshed net anchored is a possible solution to prevent slippage of landslide of the surface layers. This paper will be focused on the study of numerical modeling, using finite element analysis software, ABAQUS, of double-twisted hexagonal wire-meshed net anchoraged which has been developed by the French-based company, GTS. The objective is to analyze several configurations and performances of wire-meshed nets, cables. As final result, we will comparing between the experiment and numerical modeling analysis.
Retrofitting Bolted Flange Plate (BFP) Connections Using Haunches and Extended End-Plates Budi Suswanto; Fikri Ghifari; Yuyun Tajunnisa; Data Iranata
Civil Engineering Journal Vol 10, No 8 (2024): August
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2024-010-08-03

Abstract

In Indonesia, one of the most common forms of connection is the Bolted Flange Plate (BFP) moment connection. Nevertheless, their current setups do not satisfy the strict requirements outlined in AISC 358-22. Therefore, this study uses advanced sub-assemblage numerical modeling simulations using ANSYS software to propose a novel way to integrate a half WF extended end-plate connection and trapezoidal haunch in order to fortify BFP moment connections, which does not meet the requirement required by AISC 358-22. Methodologically, the research entails comprehensive modeling and analysis of the proposed retrofit scheme. Six distinct connection models were scrutinized: the BFP-UR representing the existing connection extracted from a structure in Surabaya; the BFP-R4E and BFP-R4ES models, embodying connection retrofits with a half WF extended end-plate; and the BFP-RTR and BFP-RSTR models, embodying connection retrofits with a trapezoidal haunch. Additionally, the BFP-RTRE model integrates both an extended end plate and a trapezoidal haunch in the retrofit scheme. The analytical findings unveil that the proposed strengthening paradigm manifests heightened and superior rotational moment characteristics relative to the pre-reinforcement configuration, albeit encountering stiffness degradation attributable to buckling effects on the main beam. Notably, the analysis indicates that degradation ensues when rotational displacement exceeds 4%, with only the BFP-RTR and BFP-RSTR models exhibiting degradation at a 3% rotation threshold. Crucially, the connections demonstrate the capability to withstand 80% of the beam’s plastic moment under a 4% rotational displacement, thereby aligning with the stringent requisites delineated in AISC 341-22. Doi: 10.28991/CEJ-2024-010-08-03 Full Text: PDF
Peninggian Jalan Prof. Hamka Kota Probolinggo Jawa Timur untuk Membantu Akses Kendaraan pada Jalan Keluar-Masuk RSUD Kota Probolinggo Buana, Cahya; Prastyanto, Catur Arif; Istiar; Rahardjo, Budi; Kartika, Anak Agung Gde; Widyastuti, Hera; Herijanto, Wahju; Lasminto, Umboro; Iranata, Data; Rahmawati, Farida; Sari, Putu Tantri Kumala; Ansori, Mohamad Bagus
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.830

Abstract

Saat ini pembangunan RSUD Kota Probolinggo terdapat issue terkait akses masuk ke rumah sakit. Pada kondisi eksisting terdapat jembatan yang menghubungkan Jalan Prof. Hamka dengan rumah sakit yang memiliki perbedaan elevasi cukup besar. Hal ini mengakibatkan kendaraan yang akan keluar-masuk dari rumah sakit mengalami kesulitan untuk melewati jembatan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Kota Probolinggo melakukan kerja sama pengabdian kepada masyarakat dengan DKPU ITS untuk membuat kajian detail desain peninggian jalan pada Jl. Prof. Hamka, agar mempunyai beda elevasi yang tidak besar dengan jembatan jalan akses menuju RSUD Kota Probolinggo. Desain jalan ini dilakukan dengan menggunakan data topografi area sekitar jalan, data tanah, data hujan dan data lalu lintas serta diskusi dengan pihak BBPJN VIII Wilayah Jawa Timur dan Bali. Hasil dari desain peninggian jalan didapatkan tebal perkerasan kaku adalah 55 cm dengan perkuatan geotekstil dan dinding penahan tanah, dimensi saluran tepi dengan menggunakan U-ditch 50x50x120 cm dan box culvert 80x100x120, pemasangan rambu, marka dan penerangan jalan umum. Hasil dari studi tersebut digunakan untuk membantu operasional RSUD Kota Probolinggo terkait perbaikan akses masuk rumah sakit dari jalan nasional.
Pengembangan Alat Ukur Hidrometri Berbasis 5 Jenis Sensor Untuk Deteksi Konsentrasi Sedimen Dalam Upaya Mitigasi Bencana Banjir Sungai Bomo Erwanto, Zulis; Iranata, Data; Maulana, Mahendra Andiek; Sasmita, Ginanjar Eka; Handoko, Siswo; Habibi, Hida Jaya; Hasyim, Nur Cholik
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12, No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i1.1914

Abstract

Peristiwa banjir pada DAS bertipe bulu burung di Banyuwangi dapat membawa dampak tingginya angkutan sedimen dan menurunnya kualitas air. Peluapan sungai Bomo dipacu karena intensitas hujan dan kecepatan aliran tinggi sehingga berdampak erosi, degradasi, dan kekeruhan yang tinggi. Tujuan penelitian untuk pengembangan alat ukur hidrometri berbasis sensor untuk deteksi konsentrasi sedimen dalam upaya mitigasi bencana banjir di Sungai Bomo. Tahapan penelitian melalui proses rancang bangun alat ukur hidrometri berbasis sensor berupa sensor ultrasonic (water level), water flow, turbidity, TDS, dan suhu, lalu simulasi pengukuran, dan pengambilan sampel sedimen untuk diuji karakteristik fisik di laboratorium berupa uji konsentrasi sedimen, berat jenis, berat volume, analisa saringan dan hidrometer. Parameter hidrometri diuji statistik melalui sediment-discharge rating curve. Hasil pengujian karakteristik fisik sedimen sungai Bomo selama 7 hari masing-masing di bulan basah dan kering diperoleh nilai rata-rata Cu 3,88 – 6,58 dan nilai rata-rata Cc 0,62 – 1,19, berat jenis rata-rata 2,5 – 2,55 dan berat volume 1,49 – 1,57 gr/cm3. Kalibrasi pembacaan sensor TDS terhadap konsentrasi sedimen dengan nilai MAE rata-rata sebesar 0,23 reliable terhadap kondisi lapangan. Hasil sediment-discharge rating curve pada musim kering diperoleh persamaan Qs_dry=35.653.(Qw)^0.9315 (R2 = 0.8269). Pada musim basah diperoleh persamaan Qs_wet=16.501.(Qw )^1.3719  (R2= 0.9336). Pada saat musim kering perlu waspada karena lahan lebih erosif karena nilai a > 26 yaitu 35.653 yang mengindikasikan laju erosi tinggi dan dapat menyebabkan banjir dan longsor. Alat ukur hidrometri berbasis sensor layak dikembangkan sebagai alat deteksi konsentrasi sedimen sebagai indikator muatan sedimen dalam upaya mitigasi bencana banjir dan tindakan konservasi lahan.
Co-Authors . Faimun A. A. Ngurah Satria Damarnegara Abdul Rochim Adnan Fadhlullah Muharam Affandy*, Nur Azizah Alfian Ravi Roshan Ali Limam Alrasyid, Harun Aniendhita Rizki Amalia Arina Hayati Bambang Piscesa Bangun Muljo Sukojo Bararatin, Kirami Budi Rahardjo Budi Suswanto Cahya Buana Cahyadini, Sarah Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Chiu, Chien-Kuo Cintantya Budi Casita Darmawan, Andun Sulistyo Dea Fauziah Larasati Dea Fauziah Larasati Dedy Dwi Prastyo Dedy Dwi Prastyo Dimas Prayoga Prayoga Djoko Irawan Djoko Irawan Djoko Irawan Endah Wahyuni Endah Wahyuni Faimun Faimun Fajrin Ramadhani Farida Rahmawati Ferry Alius Ferry Alius Fikri Ghifari Fistcar, Wawarisa Alnu Ghifari, Fikri Habibi, Hida Jaya Habieb, Ahmad Basshofi Handoko, Siswo Hasyim, Nur Cholik Hendri Hermawan Heppy Kristijanto Heppy Kristijanto Hera Widyastuti Hidajat Sugihardjo I Gusti Putu Raka Ima Defiana Indra Komara, Indra Irawan, Djoko Istiar Januarti Jaya Ekasaputri Killian Casey Wisman Krisdianto, Johanes M. Farid Nurul Iman Mahendra Andiek Maulana Maheswari Dinda Radito Martheana Kencanawati Masahide Matsumura Masiran, Hidayat Soegihardjo Maulana, Mahendra Andiek Maulana, Mahendra Andiek Mohamad Bagus Ansori Mohamad Ibrahim Zaed Ammar Muchlis, Nurfahmi Muhamad Fauzan Akbari Muhamad Fauzan Akbari Muhammad Ali Rofiq Muhammad Anhar Prakoso Nadia Jasmine Setianty Simanjuntak Nadjadji Anwar Nadjadji Anwar Nur Azizah Affandy Prasetya, Dwi Prastyanto, Catur Arif Prayoga, Dimas Prayoga Priyo Suprobo R. Amalia, Aniendhita Radityo Anggoro Radityo Anggoro, Radityo Rahma Dhana, Rio Raka, I Gusti Putu Redha Sadhu Leksono Refani, Afif Navir Rio Rahma Dhana Riski Purwana Putra Rufi'i Sari, Putu Tantri Kumala Sasmita, Ginanjar Eka Septiarsilia, Yanisfa Shelvy Surya Sylvya Anggraini Tavio, Tavio Triwulan Triwulan Umboro Lasminto Wahju Herijanto Wahyu Setyawan Wardoyo, Wasis Wardoyo, Wasis Wildan Pramadistya Rifliansah Wilson Meynerd Rafael, Jusuf Yanisfa Septiarsilia Yhona Yuliana Yohanes Duran Yusop, Zulkifli Yuyun Tajunnisa Zulis Erwanto