Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER LISTRIK UNTUK KAPAL PINISI Muhammad Yusuf Mappeasse; Mustakim Mustakim; Firdaus Firdaus
Jurnal Media Elektrik Vol. 19 No. 3 (2022): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v19i3.5474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Merencanakan pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber listrik untuk kapal pinisi 2. Mengetahui kebutuhan biaya ekonomis dalam perencanaan pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber listrik untuk kapal pinisi di Pelabuhan Tuju-tuju Desa Tarasu Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dengan dokumentasi, observasi dan wawancara. teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuatitatif untuk dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan perencanaan pembangkit listrik tenaga surya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kapal pinisi yang berkapasitas 145 Ton dengan total kebutuhan energi listrik perharinya sebesar 4.598Wh memerlukan panel surya tipe polikristalin dengan daya 300 Wp sebanyak 5 buah. Adapun komponen pendukung PLTS yaitu Solar Charge Controller 60A, baterai 12V 150Ah sebanyak 11 buah dan Inverter 1500 Watt. Berdasarkan hasil perhitungan aspek biaya diperoleh investasi dari PLTS sebesar Rp.131.948.000 sedangkan biaya yang harus di keluarkan dalam kurun waktu 10 tahun dengan menggunakan generator belum termasuk biaya perawatan sebesar Rp. 252.000.000
STUDI PENGUJIAN KESEREMPAKAN PEMUTUS TENAGA (PMT) 150 KV MENGGUNAKAN BREAKER ANALYZER DI GARDU INDUK Edi Suhardi Rahman; Muhammad Yusuf Mappeasse; Hasrul Hasrul
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i2.5537

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui keserempakan pemutus tenaga (PMT) 150 kV di gardu Induk Jeneponto. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pada kontak PMT 150 kV bay line Jeneponto-Punagaya #2 dengan mengukur keserempakan waktu kerja kontak open dan close menggunakan alat ukur Breaker Analyzer. Pengujian yang dilakukan pada pemeliharaan 2 tahunan yaitu pada tahun 2020 dan 2022. Standar SPLN NO.52-1 1984 waktu maksimum membuka dan menutup kontak PMT untuk sistem 150 kV tidak melebihi 120 ms. Dimana hasil pengujian keserempakan yang dihasilkan menggunakan breaker analyzer masih dalam batas standar PLN. Kemudian untuk hasilpengujian selisih waktu pada tahun 2020 dan 2022 juga sudah sesuai dengan standar PLN yaitu dengan selisih waktu kontak <10 ms, maka dinyatakan PMT 150 kV di Gardu Induk Jeneponto tersebut masih layak untuk digunakan. Apabila selisih waktu PMT 150 kV tidak sesuai dengan standar, salah satu penyebabnya adalah motor yang terdapat pada box kontrol PMT di kontak salah satu fasa melakukan pengisian dengan waktu pengisian motor yang lebih cepat dari kedua motor pada fasa lainnya, sehingga otomatis kekuatan mekanik penggerak dari spring (pegas) yang dimiliki oleh kontak PMT pada salah satu fasa ketika menutup kontaknya menjadi lebih kuat daripada kedua kontak pada fasa lainnya. Mengatasi permasalahan tersebut, direkomendasikan untuk melakukan penyetelan pada moving contact yang dimiliki oleh PMT 150 kV tersebut.
ANALISIS HASIL PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI PADA PEMUTUS TENAGA (PMT) KUBIKEL 20 KV DI GARDU INDUK JENEPONTO Firdaus Firdaus; Muhammad Yusuf Mappeasse; Riana Tangkin Mangesa; Muliaty Yantahin; Alimuddin Sa’Ban Miru
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i2.5544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tahanan isolasi pemutus tenaga kubikel 20 kV pada Gardu Induk di Jeneponto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan pengukuran langsung. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran tahanan isolasi pemutus tenaga 20 kV bay feeder Arungkeke menggunakan alat ukur Megger. Pengukuran yang dilakukan pada pemeliharaan 2 tahunan yaitu pada tahun 2021 dan 2023. Tahanan isolasi pemutus tenaga dikatakan baik apabila sudah memenuhi standar tahanan isolasi sesuai Surat Keputusan Direksi 520/Pedoman Pemeliharaan Kubikel Tegangan Menengah Kepdir 0520-2.K.DIR.2014 “minimum besarnya tahanan isolasi pada suhu operasi dihitung 1 kV= 1 MΩ”. Dalam pengukuran ini didapatkan hasil tahanan isolasi terendah sebesar 66 GΩ, nilai ini memenuhi standar minimum tahanan isolasi pemutus tenaga yang bekerja pada tegangan 20 kV sebesar 0,02 GΩ sehingga tahanan isolasi pemutus tenaga 20 kV kubikel di Gardu Induk Jeneponto dikatakan masih sangat aman dan layak untuk dioperasikan.
DEVELOPMENT OF EARLY WARNING SYSTEM FOR 3-PHASE ELECTRIC MOTOR MALFUNCTION DETECTION BASED ON LORA Abdul Muis Mappalotteng; Muhammad Yusuf Mappeasse; Muhammad Irfan; Dewi Triantini
Jurnal Media Elektrik Vol. 22 No. 1 (2024): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v22i1.6195

Abstract

This study aimed to develop an early warning system for detecting malfunctions in three-phase electric motors using a LoRa-based microcontroller. Three-phase electric motors are vital components in industry, and their failure can cause significant downtime and financial losses. This system was designed to improve operational reliability and efficiency through remote monitoring and early detection of potential failures. Various sensors, including current, voltage, temperature, and RPM sensors, was installed on the motor to monitor its operational conditions. The collected data was sent via the LoRa network to the processing unit for further analysis and early warning. The study used Research and Development (R&D) approach with a prototyping development model, which included gathering requirements, designing, prototyping, and evaluating the system. Each stage was designed to ensure that the developed system can meet the expected operational and functional needs. It is expected that this system can prevent greater damage, reduce maintenance costs, and increase overall industrial productivity.
Pengembangan Book Company and Video Profile sebagai media pengenalan Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNM A.Laela Syahidan; Muhammad Yusuf Mappeasse; Firdaus
Journal of Computers, Informatics, and Vocational Education Volume 2 Issue 1, March (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media promosi Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNM berupa Book Company dan Video Profile. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih menarik, efektif, dan mudah dipahami mengenai jurusan tersebut. Metode yang digunakan adalah model pengembangan 4-D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Book Company dan Video Profile yang dikembangkan memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas berdasarkan penilaian dari ahli dan pengguna. Media ini dianggap dapat menjadi sarana promosi yang menarik bagi siswa SMA/MA/SMK untuk melanjutkan studi di jurusan ini.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII SMKS AMAL IKHLAS Sandra Lubis; Muhammad Yusuf Mappeasse
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v3i2.10354

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan tiga siklus dimana setiap siklusnya berlangsung selama 10 hari dengan tahapan kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMKS Amal Ikhlas tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 6 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Teknik Pendederan Komoditas Perikanan. Peningkatan keaktifan peserta didik berdasarkan data observasi siklus I dengan rata – rata 2,70 deskripsi cukup baik. Data observasi siklus II dengan rata – rata 3,17 deskripsi baik. Data observasi siklus III dengan rata – rata 3,39 deskripsi baik. Peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus I persentase 50% belum tuntas, siklus II 66,67 % tuntas dan siklus III 83,33% tuntas.
Android-Based Instructional Multimedia for Food Ingredients Knowledge: A Development Study in Culinary Vocational Education Taswin Rahmat; Abdul Muis Mappalotteng; Muhammad Yusuf Mappeasse
Journal of Smart Education and Emerging Technology Vol 1 No 2 (2026) : January
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background/Context:.The rapid development of digital technology has expanded learning opportunities through interactive multimedia. However, learning practices in vocational schools are still dominated by conventional methods with limited use of innovative media, resulting in low student motivation and engagement, particularly in the Food Materials Knowledge subject. Objective/Purpose: This study aimed to develop Android-based multimedia learning media and examine its validity, practicality, effectiveness, and impact on students’ learning outcomes and motivation. Method: The research employed a Research and Development approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The product was validated by subject matter experts and media experts, followed by individual trials, small group trials, and field testing with Grade X Culinary Arts students. Data were collected through questionnaires, observations, and pre-test and post-test assessments. Results: Expert validation indicated that the developed multimedia was in the excellent category. Practicality testing showed very positive student responses, with a high feasibility score. Effectiveness testing revealed a significant improvement in learning outcomes, with the average post-test score increasing substantially compared to the pre-test and an N-gain value in the high category. Conclusion: The Android-based multimedia learning media is valid, practical, and effective in enhancing student engagement and learning outcomes in vocational food science education, and it can serve as an innovative learning tool to support interactive classroom instruction