Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MIKROKONTROLLER-BASE SMART INTERACTIVE TRASH CAN Wahyu Aulia Nurwicaksana; Supriatna Adhisuwignjo; Danang Rahmad Setyawan; Ervina Aprilia Saputra; Mulia Titah Klarista
Purifikasi Vol 15 No 2 (2015): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v15.i2.28

Abstract

Membuang sampah pada tempatnya belum menjadi budaya di masyarakat. Alasannya yaitu tidak suka dengan tempat sampah, karena harus menyentuh tutup tempat sampah sebelum membuang sampah. Masyarakat juga kurang peduli terhadap pemilahan sampah organik dan anorganik meskipun memahami akan mempermudah proses pengolahan sampah. Disamping itu masih seringnya sampah menumpuk tetapi tidak segera diangkut menyebabkan sampah berserakan keluar dari tempat sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ”Smart Interactive Trash Can Berbasis Mikrokontroler” yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Tempat sampah ini juga mengarahkan orang saat membuang sampah organik atau anorganik. Metode yang digunakan adalah metode observasi, eksperimen, dan rekayasa. Sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan manusia yang akan membuang sampah, sensor PING untuk mendeteksi penuhnya tempat sampah. Mikrokontroller digunakan untuk membaca input dari sensor PIR dan PING serta mengendalikan Motor Servo sebagai penggerak tutup tempat sampah dan LCD untuk mengarahkan orang dalam pemilahan sampah. Dari pengujian sensor PIR, jarak deteksi maksimal adalah 1,5m pada sudut 0o. Dari pengujian sensor PING, ketinggian maksimum sudah sesuai set point yaitu 4cm dari tutup tempat sampah. Semua Port AT mega 8535 berfungsi baik saat tes. Pengujian motor servo menunjukkan bahwa sudut untuk membuka dan menutup tutup tempat sampah adalah 90o. Pulsa motor servo menggunakan 1700 untuk membuka dan 890 untuk menutup.
Inovasi Kendali Alat Perendam Biji Merica Untuk Optimalisasi Kualitas Panen Biji Merica Di Bumirejo, Malang Dinda Ayu Permatasari; Odhitya Desta Triswidrananta; Adi Candra Kusuma; Herwandi Herwandi; Wahyu Aulia Nurwicaksana; Almas Adibah; Sungkono Sungkono
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ft4vqn81

Abstract

Desa Bumirejo, Malang, merupakan salah satu sentra produksi merica yang masih menerapkan metode perendaman tradisional pada proses pascapanen. Metode ini memerlukan waktu hingga 14 hari dan berisiko menurunkan mutu biji merica, seperti warna yang gelap, aroma yang kurang tajam, serta potensi kontaminasi mikroorganisme. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat merancang dan mengimplementasikan alat perendam biji merica otomatis berbasis teknologi sensor dan sistem kendali. Alat ini dilengkapi sensor suhu, sensor kekeruhan, pompa sirkulasi, dan solenoid valve yang memungkinkan pergantian air secara otomatis sesuai batas kekeruhan yang telah ditentukan. Hasil penerapan menunjukkan bahwa durasi perendaman dapat dipangkas menjadi 5 hari dengan enam kali siklus pergantian air, dan tingkat kekeruhan tertinggi yang tercatat adalah 33,25 NTU dengan rata-rata error pembacaan level air sebesar 1,52%. Penggunaan alat ini mampu meningkatkan efisiensi proses, menjaga kualitas warna biji merica, serta berpotensi meningkatkan daya saing produk di pasar
Papan Alur Digital Sebagai Edukasi Keselamatan Penggunaan Peralatan pada Aktivitas Tubing Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto; Septyana Riskitasari; Rilis Eka Perkasa; Silvia Rahmi Ekasari; Talifatim Machfuroh; Nurlia Pramita Sari; Wahyu Aulia Nurwicaksana
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/wdjxc198

Abstract

Banyumaro River Tubing menghadapi permasalahan operasional berupa tingginya beban kerja guide wisata akibat penyampaian briefing keselamatan secara verbal dan berulang kepada sekitar 50–60 pengunjung setiap akhir pekan. Kondisi ini berpotensi menurunkan konsistensi penyampaian informasi keselamatan dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan peralatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang dan menerapkan papan alur digital sebagai media edukasi keselamatan sebelum aktivitas tubing guna mengurangi beban kerja guide serta meningkatkan pemahaman pengunjung. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis aset komunitas melalui tahapan observasi, perancangan partisipatif, pembuatan alat, dan uji coba lapangan. Papan alur digital dirancang menyajikan informasi keselamatan secara visual dan audio yang tersusun berurutan sesuai prosedur penggunaan peralatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi briefing verbal oleh guide dari sebelumnya dilakukan berulang kali menjadi hanya penegasan tambahan, serta peningkatan kesiapan dan kepatuhan pengunjung dalam mengikuti prosedur keselamatan sebelum pengarungan. Dengan demikian, papan alur digital terbukti menjadi media edukasi keselamatan yang lebih konsisten dan efektif dibanding metode konvensional, serta berpotensi mendukung pengelolaan wisata sungai yang aman dan berkelanjutan berbasis komunitas
Analisis Karakteristik Hidrodinamika Kincir Air sebagai Sensor Debit Air Menggunakan Computational Fluid Dynamics Wahyu Aulia Nurwicaksana; Indrazno Siradjuddin; Septyana Riskitasari; Gillang Al Azhar
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 2: Mei 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i02.9629

Abstract

Pemantauan debit air sungai merupakan kebutuhan krusial dalam manajemen sumber daya air, namun sensor konvensional seringkali menghadapi kendala durabilitas di lingkungan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrodinamika kincir air tipe ulir Archimedes yang difungsikan sebagai sensor debit menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan pada dua kondisi aliran yang berbeda, merepresentasikan debit tinggi (3,0848 m³/s) dan debit rendah (0,2871 m³/s). Hasil numerik menunjukkan bahwa pada debit tinggi, sensor menunjukkan performa hidrodinamika yang stabil dengan penurunan tekanan sebesar -6,225 Pa dan pola gelombang permukaan yang terstruktur, mengindikasikan sensitivitas yang handal. Sebaliknya, pada debit rendah, sensor mencapai ambang batas operasional (dead zone) di mana ketinggian muka air tidak mampu menyentuh sudu kincir, menghasilkan perubahan tekanan minimal sebesar -0,05 Pa. Temuan ini menunjukkan bahwa desain kincir Archimedes sangat efektif untuk laju aliran menengah hingga tinggi, namun memerlukan modifikasi geometri atau kedalaman pemasangan untuk sensitivitas aliran rendah. Studi ini memberikan dasar numerik bagi pengembangan sensor debit mekanik yang kokoh dan rendah pemeliharaan untuk aplikasi hidrologi.
Pengaruh Variasi Output Buck-Boost terhadap pH dan TDS pada Proses Elektrolisis Air Septyana Riskitasari; Deasy Shandiya Ekawati; Wahyu Aulia Nurwicaksana
Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 02 (2025): Vol 06, No. 02 Desember 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science (ISAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/t5wzk262

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring kualitas air berbasis ESP32 dengan sensor pH 4502C dan sensor Total Dissolved Solids (TDS) selama proses elektrolisis menggunakan variasi tegangan dan arus output buck-boost converter. Rangkaian utama terdiri dari buck-boost converter yang diatur pada mode buck (5 V) dan boost (20 V), elektroda aluminium sebagai media elektrolisis, serta instrumen pengukuran pH dan TDS yang terintegrasi dengan mikrokontroler. Pengujian dilakukan dengan mencatat perubahan pH dan TDS pada interval waktu tertentu hingga 90 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor pH 4502C mampu mendeteksi kenaikan pH dari nilai awal 4,00. Pada kondisi 5 V 20 A (J = 4,03 mA/cm²) pH meningkat lebih cepat hingga 6,70, sedangkan pada kondisi 20 V 12 A (J = 2,41 mA/cm²) hanya mencapai 5,60. Hal ini membuktikan bahwa densitas arus berperan penting terhadap laju peningkatan pH akibat pembentukan ion OH⁻. Sensor TDS menunjukkan penurunan kadar zat terlarut dari nilai awal 169 ppm. Pada tegangan 5 V 20 A, TDS menurun lebih signifikan hingga 120 ppm, sedangkan pada 20 V 12 A hanya turun menjadi 139 ppm. Hasil ini menunjukkan variasi tegangan dan arus berpengaruh terhadap efektivitas penurunan zat terlarut dalam air.