Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Antena Monopole Elips Ultra Wideband (UWB) Sebagai Sensor Tingkat Bending Utami Ananda Ridwan; Aloysius Adya Pramudita; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Antena dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan mengedepankan ukuran yang lebih kecil sesuai dengan kemajuan perangkat komunikasi. Ketika antena diletakkan di suatu material antena akan mengalami bending. Dengan adanya penekukan pada antena yang diletakkan pada permukaan struktur maka muncul sifat conformal dan tentunya perubahan ini akan mengakibatkan adanya pengaruh penekukan pada karakteristik antena seperti return loss, bandwidth, dan VSWR. Penelitian ini dilakukan dengan proses analisis menggunakan software dan direalisasikan menggunakan antena mikrostrip printed monopole ultra wideband dengan patch elips, substrat berbahantextile cordura dengan permitivitas relative (ER) = 1.6, ketebalan dielektrik 0.5mm sedangkan patch, feedline, dan groundplane menggunakan bahan copper tape dengan ketebalan dielektrik 0.1 mm, dan triplek sebagai objek observasi bending antena. Dari hasil simulasi dan pengukuran lapangan telah didapatkan dan diamati bahwa perubahan-perubahan yang terjadi ketika antena mengalami penekukan adalah adanya perubahan pada karakteristik antena seperti nilaireturn loss, bandwidth, dan VSWR.Hasilpengukuran semakinkecil radiustekukan yang terjadi pada antena maka nilai return loss akan semakin kecil, fractional bandwidth dan VSWR akan semakin besar. Sedangkan semakin besar radius tekukan yangterjadi pada antena maka nilai return loss akan semakin besar, fractional bandwidth dan VSWR akan semakin kecil. Kata kunci— Antena Mikrostrip, Ultra Wideband, Bending, Antena Monopole
Perancangan Dan Realisasi Antena Helix Dengan Beamwidth Lebar Untuk Satelit A5 Muhammad Abi Dhikri Alfadillah; Bambang Setia Nugroho; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pada saat ini Indonesia sedang bekerjasama dengan Jepang dengan membangun satelit baru yaitu LAPAN A-5 dengan fokus untuk mendeteksi bencana alam di Indonesia. Lembaga tersebut membutuhkan antena yang memiliki beamwidth lebar dan polarisasi circular. Antena Helix dapat menghasilkan beamwidth lebar, dengan frekuensi 2-5 GHz. Namun penulis hanya membuat simulasi dan realisasi antena tersebut tidak dengan melakukan pengujian ke LAPAN. Dengan desain Antena Helix, penulis melakukan simulasi desain awal hingga optimasi dan melakukan realisasi antena. Sehingga penulis mendapatkan hasil dari frekuensi 2 – 2.22 GHz yaitu Return Loss (-12.6269, -12.8173, -12.0061), VSWR (1,598, 1,595, 1,674), Beamwidth 132.2 derajat dan Polarisasi Circular. Untuk realisasi pada frekuensi 2 – 2.22 GHz Return Loss (-9.0002, -94232, -11.1034), VSWR (2.33, 2.13, 1.77) Beamwidth 130 derajat dan Polarisasi Elips. Perbedaan signifikan pada simulasi dan realisasi karena pada saat realisasi dan pengukuran antena alat yang dimiliki dan digunakan terbatas. Kata Kunci— antena helix, lembaga antariksa dan penerbangan, polarisasi circular, S-Band, dan beamwidth.
Perancangan Dan Simulasi Antena Hilbert Dengan Frekuensi Zigbee 2400 Mhz Untuk Perangkat Telemedis Muhammad Endi Hardanu; Bambang Setia Nugroho; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Dan Simulasi Antena Hilbert Dengan Frekuensi Zigbee 2400 Mhz Untuk Perangkat Telemedis
Perancangan Reconfigurable Antena 5G Untuk Frekuensi 3.5 GHz dan WiFi-6 Untuk Frekuensi 5 GHz Ngurah Pratyusa Dharma Cretrya; Levy Olivia Nur; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Teknologi komunikasi yang digunakan dewasa ini pada umumnya adalah selular dan jaringan lokal atau biasa disebut wireless fidelity (wi-fi). Salah satu perangkat penting dalam penyediaan layanan telekomunikasi adalah keberadaan antena. Antena beroperasi pada frekuensi sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Untuk teknologi selular sudah menyentuh generasi kelima atau fifth generation (5G) saat ini. Sedangkan teknologi jaringan lokal sudah menyentuh generasi keenam, yaitu wireless fidelity 6 (wi-fi 6). Antena renconfigurable yang dirancang pada penelitian ini berkerja pada frekuensi 3.5 GHz untuk jaringan selular 5G dan 5 GHz untuk wi-fi. Perancangan antena pada penelitian ini menggunakan patch model bow-tie. Sistem dari reconfigurable antenna ini menggunakan brick pada perancangan simulasi perangkat lunak. Pada fabrikasi, copper tape digunakan untuk menggantikan fungsi brick. Antena yang dirancang pada simulasi perangkat lunak mampu berfungsi sebagai antena reconfigurable saat menggunakan brick sebagai copper tape. Pada fabrikasi didapatkan hasil return loss -30.36102338 dB pada saat frekuensi 3.5 GHz, namun pada frekuensi 5 GHz mengalami pergeseran frekuensi resonan menjadi 4.92 GHz. Kata kunci— Antena mikrostrip, reconfigurable antenna, bow-tie, 5G, wi-fi 6.
Perancangan dan Realisasi Antena Planar Bowtie untuk Aplikasi GPR Annisa Safira Rachman; Levy Olivia Nur; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—GPR merupakan sistem yang sangat berguna untuk proses pendeteksian benda-benda yang berada atau terkubur di dalam tanah dengan kedalaman tertentu tanpa harus menggali tanah. Komponen penting pada Aplikasi GPR adalah antena, terdiri dari antena pemancar dan penerima. Perancangan antena ini menggunakan media substrat FR-4 Epoxy yang memiliki konstanta dielektrik (Er) 4.4, ketebalan substrate (h) 3.2 mm dan dielektrik loss tangent (tan5) 0.025. Rancangan dan realisasi ini dibentuk dalam dimensi substrat 20 x 20 cm2 dengan struktur lapis bawah substrat serta penambahan slot pada groundplane. Untuk teknik pencatuan menggunakan mikrostrip feedline dengan impedansi 50. Aplikasi GPR model 51600s yang menggunakan frekuensi 1.6 GHz. Dari hasil yang didapat pada simulasi di frekuensi 1.6 GHz yaitu return loss sebesar -16.29 dB dengan range frekuensi 1.523-1.636 GHz, kemudian untuk lebar bandwith yang dicapai keseluruhan sebesar 113.9 MHz yang terukur pada VSWR 1.36. Pada hasil pengukuran yaitu return loss sebesar -12,123 dB dengan range frekuensi 1.5-1.58 GHz, kemudian untuk lebar bandwith yang dicapai keseluruhan sebesar 80 MHz yang terukur pada VSWR 1.658 dB. Hasil simulasi dan pengukuran telah didapat dan diamati bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada saat pengukuran karena adanya keterbatasan kabel, alat maupun realisasi antena. Kata kunci— antena planar bowtie, GPR, bandwith.
Analisis Performa Metode Slot Dan Peripheral Slits Pada Antena Mikrostrip Patch Segiempat Saputra, Yusuf Eka; Nur, Levy Olivia; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman saat ini, membuat manusia memerlukan teknologi komunikasi untuk saling bertukar informasi. Sistem komunikasi sering menggunakan sebuah teknologi telekomunikasi yang di gunakan sebagai alat pemancar dan penerima sebuah sinyal yaitu antena. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang banyak dikembangkan saat ini karena memiliki banyak keunggulan, seperti ukuran yang kecil, bobot yang ringan, biaya produksi yang rendah, dan fabrikasi yang mudah. Kebutuhan akan antena dengan performa yang semakin bagus menjadi sebuah tantangan dalam perkembangan teknologi komunikasi nirkabel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa antena mikrostrip dari penerapan antara metode slot dan peripheral slits dengan ukuran dimensi dan spesifikasi antena yang sama pada frekuensi 5 GHz. Hasil simulasi dan pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode peripheral slits dapat memberikan peningkatan performa yang lebih bagus dibandingkan metode slot. Antena mikrostrip dengan metode peripheral slits mendapatkan nilai return loss, VSWR, dan gain yang lebih bagus. Sedangkan untuk metode slot memberikan peningkatan performa pada sisi bandwidth antena yang semakin besar yaitu 185 MHz.Kata kunci : Antena Mikrostrip, Slot, Peripheral Slits.
HydroFarm: Sistem Pengendalian dan Pengawasan Tumbuh Kembang Tanaman Hidroponik Berbasis Internet of Things Rofiansyah, Wizman; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang berfokus pada pemenuhan nutrisi serta zat hara dan media tanam yang digunakan berupa benda padat seperti netpot hidroponik, rockwool, spons, dan lain sebagainya. Dengan sistem hidroponik, tumbuh kembang tanaman relatif lebih cepat karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh. Akan tetapi terdapat kekurangan pada metode hidroponik menggunakan Nutrient Film Technique (NFT) seperti perlunya pengawasan rutin untuk menjaga nutrisi zat hara pada air yang mengalir ke tanaman hidroponik. Tentu- nya hal tersebut berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas dari tanaman hidroponik. HydroFarm merupakan sebuah pro- duk yang diciptakan untuk monitoring dan controlling dengan IoT yang dapat diakses oleh urban farmer melalui aplikasi mobile. Penggunaan IoT bertujuan untuk mengontrol pompa sehingga air dapat dialirkan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, IoT berperan dalam mengontrol zat hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik sehingga nutrisi tanaman tetap terjaga. Kata Kunci—Hidroponik, Controlling, Monitoring
HydroFarm : Sistem Pengendalian dan Pengawasan Tumbuh Kembang Tanaman Hidroponik Pada Mobile Apps Ito , Firman Ahmad La; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Hidroponik merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang berfokus pada pemenuhan nutrisi serta zat hara dan media tanam yang digunakan berupa benda padat seperti netpot hidroponik, rockwool, spons, dan lain sebagainya. Dengan sistem hidroponik, tumbuh kembang tanaman relatif lebih cepat karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh. Akan tetapi terdapat kekurangan pada metode hidroponik menggunakan Nutrient Film Technique (NFT) seperti perlunya pengawasan rutin untuk menjaga nutrisi zat hara pada air yang mengalir ke tanaman hidroponik. Tentu- nya hal tersebut berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas dari tanaman hidroponik. HydroFarm merupakan sebuah pro- duk yang diciptakan untuk monitoring dan controlling dengan IoT yang dapat diakses oleh urban farmer melalui aplikasi mobile. Penggunaan Mobile Apps bertujuan untuk mengontrol pompa melalui aplikasi dan melihat data-data sensor sehingga dapat mengetahui kebutuhan tanaman. Selain itu, Mobile Apps juga berperan dalam mengontrol kandungan zat hara dengan menlakukan input nilai tds min dan max serta pH min dan max. Kata Kunci—Hidroponik, Controlling, Monitoring
Implementasi Convolutional Neural Network (CNN) untuk Mengidentifikasi Kondisi Tanaman Kangkung dan Pakcoy Hidroponik Zalianty, Fayza Rizka; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Salah satu teknik budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai pengganti tanah adalah hidroponik. Meskipun metode ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan metode budidaya konvensional, salah satu tantangan metode ini adalah kesulitan untuk mengetahui kondisi tanaman secara dini. Penelitian ini menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur VGG-16 untuk membangun sistem yang dapat mendeteksi kondisi tanaman hidroponik. Sistem ini terdiri dari kamera yang mengambil gambar tanaman, prosesor gambar yang mengubah gambar yang diambil oleh kamera menjadi format yang dapat diproses oleh CNN, dan model CNN yang digunakan untuk mengklasifikasikan gambar yang diakses melalui aplikasi. Dataset yang digunakan terdiri dari gambar kangkung dan pakcoy hidroponik yang sehat dan tidak sehat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibuat memiliki akurasi 96,1%. Model ini dapat mendeteksi tanaman kangkung yang sehat dengan akurasi 93,56%, tanaman kangkung yang tidak sehat dengan akurasi 51,84%, dan tanaman pakcoy yang layu dengan akurasi 99,62%. Meningkatkan ukuran dataset dan menggunakan teknik pengambilan dataset yang lebih konsisten adalah dua cara yang dapat dilakukan. Kata Kunci—CNN, hidroponik, VGG-16
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan Dengan Pengembangan Internet of Things Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui.Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.