Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN GURU TENTANG KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BEKASI Abela Mayunita; Ita Herawati; Lili Falikhatun; Melisa Putri R
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.331 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.477

Abstract

Pendahuluan: Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA/MAK. Peran guru sangatlah penting dalam membina perilaku hidup sehat bagi siswa di sekolah dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam berperilaku hidup sehat di Sekolah maupun di Rumah. Metode: Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil: Setelah kegiatan pelatihan adalah adanya peningkatan pegetahuan guru, ditunjuknya satu orang guru sebagai penanggung jawab UKS dan dintegrasikan UKS dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kabupaten Bekasi Kesimpulan: Program pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
EDUKASI AKTIVITAS FISIK DALAM PENCEGAHAN OBESITAS DI SEKOLAH MENEGAH PERTAMA DI JATIASIH Lili Falikhatun; Abela Mayunita; Ita Herawati
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.122 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.481

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah epidemi kesehatan yang sangat penting terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa khususnya pada masa remaja, hal ini menjadi penyebab kematian kelima di tingkat global. Obesitas dapat menyebabkan meningkatnya risiko penyakit degeneratif dan kematian. Obesitas juga dilaporkan sebagai sebuah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh genetik dan keluarga. Oleh karena itu, upaya yang lebih penting adalah mencegah. Terjadinya obesitas pada anak sedini mungkin dan untuk itu dibutuhkan peran orang tua dalam pengawasan pertumbuhan anak. Metode: Penyuluhan dan pembagian lefleat tentang pengertian, gejala , etiologi penyebab terjadi obesitas, dampak serta upaya pencegahan. Hasil: Penyampaian materi dalam penyuluhan terkait tentang obesitas, remaja dan aktivitas fisik berjalan dengan lancar. Namun hasil diskusi yang dilakukan dengan siswa menyatakan bahwa program khusus yang dilakukan disekolah masih kurang untuk pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan khususnya obesitas. Kesimpulan: Edukasi tentang obesitas dan aktivitas fisik dengan kombinasi pemberian leaflet dapat memberikan wawasan baru bagi siswa dalam penganan maupun pencegahan terjadinya obesitas khususnya mengenai keseimbangan asupan kalori dengan penggunaan energy dalam kehidupan sehari-hari.
EDUKASI KESEHATAN PENANGGULANGAN OBESITAS DINI PADA USIA REMAJA MELALUI PEMBATASAN ASUPAN KARBOHIDRAT Lia Idealistina; Ita Herawati; Nov\fa Anggraini; Rahmadiyanti
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.995 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.482

Abstract

Metode: Kegiatan terdiri dari penyuluhan, penyebaran kuesioner mengenai pemahaman terkait obesitas, sumber energi dan Batasan asupan karbohidrat. Kegiatan edukasi melalui penyuluhan kesehatan dengan metode presentasi, ceramah dan diskusi. Hasil: Dari nilai IMT siswa SMP dengan subjek sebanyak 110 siswa diperoleh terdapat 8,8% siswa/i dengan kriteria obesitas dan 15,16% siswa/i dengan kriteria overweight. Dan hasil dari jumlah siswa yang dinyatakan baik saat pre test sebanyak 7 siswa meningkat menjadi 84 siswa menandakan penyampaian materi untuk meningkatakan pengetahuan telah tercapai. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perbaikan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai obesitas dan pencegahannya.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERKAIT PEMBATASAN KONSUMSI GULA, GARAM, DAN LEMAK MELALUI KEGIATAN KONSELING GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS MARGA JAYA Lia Idealistina; Nova Anggraini; Rahayu Khairiah; Ita Herawati; Nur Sitiyaroh
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.82 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.546

Abstract

Pendahuluan: Pola konsumsi salah dan berisiko menjadi penyebab 1 dari 5 kematian di seluruh dunia. Rata-rata orang di berbagai tempat di dunia mengkonsumsi minuman mengandung gula 10 kali lebih banyak dan 86 % orang mengonsumsi sodium diatas dari jumlah konsumsi yang disarankan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa konseling gizi yang dilaksanakan di wilayah Puskesmas Marga Jaya dengan sasaran adalah masyarakat berisiko yang memiliki IMT tinggi, kadar gula darah dan nilai tekanan darah tinggi. Metode: Metode menggunakan tahap tujuan persiapan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi Hasil: Sebanyak 61% responden telah mengurangi asupan gula dalam sehari (<50 gr/hari) yang ditandai dengan mengurangi kebiasaan konsumsi manis seperti teh manis dan menggantinya dengan konsumsi air putih. Sebanyak 52% responden telah mengurangi konsumsi garam (<5 gr/hari) dan konsumsi minyak atau lemak sebesar 64% responden dengan mengurangi kebiasaan makan makanan yang digoreng dan menggantinya dengan makanan yang direbus. Kesimpulan: Melakukan pembatasan asupan gula, garam, dan lemak tetapi belum mampu menerapkan pola konsumsi sesuai dengan anjuran piringku dalam tiap kali makan.
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KOTA BEKASI Feva Tridiyawati; Ita Herawati; Resi Galaupa; Intan Sari; Az Syifa D
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.875 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.550

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Metode: Metode yang digunakan pembentukan kader remaja peduli kesehatan reproduksi, pemberian materi, pendampingan kader remaja, pendampingan unit kesehatan sekolah Hasil: Pada saat melaksanakan pertemuan dan anggota dapat menyampaikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan mendapat respon dari peserta serta peserta dapat memahami informasi yang disampaikan dengan dapat mengulang kembali informasi yang sudah disampaikan. Kesimpulan: Peningkatan Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa di Panti Pelayanan Sosial Anak Kota Bekasi dengan adanya kegiatan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi remaja di Unit Kesehatan Sekolah yang melibatkan siswa
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM KESIAPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL GUNA MENCEGAH STUNTING DENGAN MELIBATKAN SUPPORT SYSTEM KELUARGA DI PUSKESMAS PULOGADUNG Rahayu Khairiah; Ita Herawati; Nofa Anggraini
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.315 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i1.769

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Angka stunting secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,6% per tahun dari 27,7% tahun 2019 menjadi 24,4% tahun 2021. Upaya untuk mencegah stunting salah satunya adalah dengan pemberian asi eksklusif. Persiapan ASI eksklusif merupakan upaya yang dilakukan ibu dan keluarga untuk menunjang keberhasilan menyusui. Dalam penatalaksanaannya dapat dimulai pada masa kehamilan, segera setelah persalinan dan pada menyusui. Dalam menyelesaikan masalah pemberian ASI, salah satu yang berperan yaitu Kader Posyandu. Kader mempunyai peran besar dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan kader kesehatan dalam kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil guna mencegah stunting dengan melibatkan support system keluarga. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan, meliputi penyuluhan kesehatan mengenai ASI eksklusif, gizi ibu hamil, tumbuh kembang pada balita, dan support system keluarga, serta dilakukan pendampingan Kader untuk melakukan penyuluhan kesehatan pada ibu hamil, mengajarkan tehnik menyusui yang benar, cara memotivasi keluarga sebagai support system ibu hamil. Hasil: Hasil yang dicapai yaitu meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Kader dalam melakukan penyuluhan Kesehatan kepada ibu hamil dengan melibatkan support system keluarga. Kesimpulan: Kegiatan pendidikan kesehatan dan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif kader dalam mendeteksi tumbuh kembang balita menggunakan Aplikasi SDIDTK guna menurunkan angka kejadian stunting pada balita.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Breastfeeding Father Terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif di Klinik Yapida Gunung Putri Nur Zarit Ayya Sofi; Ita Herawati
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.228422022

Abstract

The success of breastfeeding is largely determined by the father's role as a breastfeeding father, because the father will also determine the milk-excretion reflex (let down reflex) which is strongly influenced by the mother's emotional state or feelings. Research Objectives are to determine the effect of breastfeeding father's health education on the success of exclusive breastfeeding at the Yapida Gunung Putri Clinic in 2022 period. This study uses an observational analytical research method with a case control design. The sampling technique was carried out by accidental sampling with a sample of 20 subjects in each group. Bivariate analysis using chi square test by looking at the Odds Ratio (OR). The results of bivariate analysis showed that mothers who were given a breastfeeding father were associated with the success of exclusive breastfeeding (p = 0.010; OR = 7.429), meaning that mothers who were given a Breastfeeding Father were more in the case group. Mothers who are not given a Breastfeeding Father are less likely to succeed in exclusive breastfeeding. It can be concluded that there is a significant relationship between the influence of breastfeeding father's health education and the success of exclusive breastfeeding in the Kinik Yapida Gunung Putri area. It is recommended to husbands to be more supportive of mothers towards the success of exclusive breastfeeding. Abstrack : Keberhasilan menyusui sangat ditentukan oleh peran ayah sebagai breastfeeding father, karena ayah akan turut menentukan refleks pengeluaran ASI (let down refleks) yang sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi atau perasaan ibu. Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan breastfeeding father terhadap keberhasilan ASI Eksklusif di Klinik Yapida Gunung Putri periode 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Accidental sampling dengan jumlah sampel 20 subyek pada setiap kelompok.Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan melihat Odds Ratio (OR). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ibu yang diberikan breastfeeding father berhubungan dengan keberhasilan ASI Eksklusif (p=0.010;OR=7.429), artinya ibu yang diberikan Breastfeeding Father lebih banyak pada pada kelompok kasus. Ibu yang tidak diberikan Breastfeeding Father cenderung tidak berhasil ASI Eksklusif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengaruh dilakukannya edukasi kesehatan breastfeeding father dengan keberhasilan ASI Eksklusif di wilayah Kinik Yapida Gunung Putri. Disarankan kepada Suami lebih mendukung Ibu terhadap keberhasilan ASI Eksklusif.
Pengaruh Pola Makan dan Kebiasaan Istirahat Ibu dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi Tahun 2021 Reny Syiamsiatun; Ita Herawati
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.243422022

Abstract

Breast milk (Mother's Milk) is a source of food that has a variety of important nutrients that are needed during the growth and development of infants. Breast milk is the best food that can be given to babies from birth. The production and ejection of breast milk is influenced by hormones, namely prolactin and oxytocin. Prolactin affects the amount of milk production, while oxytocin affects the process of expressing breast milk.The study aim To determine the effect of Maternal Diet and Rest Habits on the smooth production of breast milk in the Babelan I Health Center, Bekasi Regency in 2021, The type of research used in this study is quantitative with a cross sectional research design. The population in the study was 39 people. The sample in this study were 39 people, the sample technique used purposive sampling. Bivariate analysis using chi square test. The mother's eating pattern is mostly normal as many as 23 people (59.0%). Mother's rest habits are mostly regular as many as 20 people (51.3%). Most of the smooth milk production was smooth as many as 25 people (64.1%). It can be concluded that there is an effect of maternal diet with the smooth production of breast milk in the Babelan I Health Center Bekasi Regency in 2022 P = 0.000 less than 0.05. There is an effect of mother's resting habits with the smooth production of breast milk in the Babelan I Health Center, Bekasi Regency in 2022 P = 0.048 less than 0.05. It is recommended that health workers are expected to continue existing exclusive breastfeeding programs such as home visits, health education and counseling on an ongoing basis.Abstrack: ASI (Air Susu Ibu) merupakan sumber makanan yang memiliki berbagai zat gizi penting yang di butuhkan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI sebagai makanan yang terbaik dapat diberikan pada bayi sejak dilahirkan. Produksi dan pengeluran ASI dipengaruhi oleh hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin memengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin memengaruhi proses pengeluaran ASI.Tujuan Penelitian ini adalahUntuk mengetahui pengaruh Pola Makan dan Kebiasaan Istirahat Ibu dengan kelancaran produksi ASI di wilayah Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi tahun 2021.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 39 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah 39 orang, teknik sampel menggunakan purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian menunjukkan bahwaPola makan ibu sebagian besar normal sebanyak 23 orang (59,0%). Kebiasaan istirahat ibu sebagian besar teratur sebanyak 20 orang (51,3%). Kelancaran produksi ASI sebagian besar lancar sebanyak 25 orang (64,1%).Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pola makan ibu dengan kelancaran produksi ASI di wilayah Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi tahun 2022 P = 0,000 kurang dari 0,05. Ada pengaruh kebiasaan istirahat ibu dengan kelancaran produksi ASI di wilayah Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi tahun 2022 P= 0.048 kurang dari 0,05. Disarankan kepada petugas kesehatan diharapkan dapat melanjutkan program-program ASI eksklusif yang sudah ada seperti kunjungan rumah, penyuluhan kesehatan dan konseling secara berkelanjutan.
Perbedaan Pengaruh Pijat Woolwich dan Pijat Oksitosin Terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Nifas Hari Ke 1-3 di PMB Suraily Kab. Bogor Nurul Ma’rifah; Ita Herawati
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.229422022

Abstract

Mother's milk (ASI) is the best food for newborns and is the only healthy food that babies need in the first months of life. However, not all mothers can provide exclusive breastfeeding to their babies. The results of Riskesdas in 2018 which revealed that the main reason why babies were never breastfed was because breast milk did not come out or was not smooth at the beginning of the breastfeeding period, 65.7%, an alternative that can be done to increase the release of breast milk in mothers after giving birth and to stimulate the hormones prolactin and oxytocin is one of them by doing the  woolwich and oxytocin massage. Research objectiveto determine the difference between Woolwich massage and oxytocin massage on milk production in postpartum mothers on days 1-3 at PMB Suraily Regency. Bogor. This type of research is a quantitative study and the design used is a quasi-experimental two group post test design, this research was conducted from January-March 2022. The population in this study were all normal postpartum mothers at PMB Suraily, the samples were taken using the purposive method. sampling, the number of respondents is 34 mothers postpartum, the woolwich 17 and the oxytocin massage intervention group was 17 respondents. Bivariate analysis using Mann Whitney U. The results showed that the category of breast milk production after Woolwich was 17 people (100%) was smooth and 17 people (100%) oxytocin massage was smooth. Massage average woolwich was 11.41 and the oxytocin massage average was 12.65.Conclusions of this study there is a difference in the smoothness of breast milk between mothers who received woolwich and those who received oxytocin massage with a p-value of 0.015. It is suggested to midwives to be able to apply oxytocin massage to postpartum mothers as an alternative to launch breast milk production. Abstrack : Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu–satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Namun demikian tidak semua ibu dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Hasil Riskesdas tahun 2018 yang mengungkap bahwa alasan utama bayi tidak pernah disusui karena ASI tidak keluar ataupun tidak lancar pada awal masa menyusui 65,7%, alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu setelah melahirkan serta untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin salah satunya dengan melakukan metode pijat woolwich dan pijat oksitosin.Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan pijat woolwich dan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas hari ke 1-3 di PMB Suraily Kab. Bogor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan adalah quasi eksperimental two group post test design, penelitian ini dilakukan dari bulan januari-Maret 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah sluruh ibu nifas normal di PMB Suraily, sampel diambil dengan metode purposive sampling, jumlah responden 34 orang ibu nifas, kelompok intervensi pijat woolwich 17 dan kelompok intervensi pijat oksitosin 17 responden. Analisis bivariate menggunakan uji Mann Whitney U.Hasil penelitian didapatkan kategoriproduksi ASI setelah dilakukan pijat woolwich sebanyak 17 orang (100%) lancar dan pijat oksitosin 17 orang (100%) lancar. Rata-rata pijat woolwich adalah 11,41 dan rata-rata pijat oksitosin 12,65. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kelancaran ASI antara ibu yang dilakukan pijat woolwich dan yang dilakukan pijat oksitosin dengan p-value 0.015. disarankan kepada para bidan untuk dapat menerapkan pijat oksitosin kepada ibu nifas sebagai alternetif untuk melancarkan produksi ASI.
Pengaruh Massage Effleurage dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di PMB Bidan Lilis Tanah Tinggi Kota Tangerang Ayu Fitria; Ita Herawati
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.248422022

Abstract

The massage technique has the principle of reducing tension so that the mother feels relaxed and comfortable when facing childbirth. This method can increase stamina and does not cause respiratory depression in infants. Tinsakan rubbing the abdomen slowly rhythmic exhalation during contractions, used so that the mother does not focus her attention on the contractions by using soft and light fingertips. Research Objectives to determine the effect of giving massage effleurage in reducing labor pain in the first stage at PMB Lilis Tanah Tinggi, Tangerang City in 2022. This study uses a quantitative method with a quasi-experimental research design (two groups pre-test post-test). The data collection technique used the NRS pain scale observation sheet. The results showed that the respondent's pain scale in the group before being given effleurage massage was 9.47 with a standard deviation of 0.51. And after the massage effleurage is 7.13 with a standard deviation of 0.74. The results of the next data obtained statistically significant results p 0.000; a = 0.05. Massage effleurage has an effect on reducing labor pain in women giving birth at PMB Midwife Lilis, Tangerang City. Suggestions from the results of the study can be used to reduce labor pain in the first stage. Abstrack: Teknik massage atau pijatan memiliki prinsip untuk mengurangi ketegangan sehingga ibu merasakan rileks serta nyaman saat menghadapi persalinan. Metode ini dapat meningkatkan stamina serta tidak menyebabkan depresi pernafasan pada bayi. Tindakan mengusap abdomen secara pelan berirama dengan pernafasan saat kontraksi, digunakan supaya ibu tidak memusatkan perhatiannya pada kontraksi dengan menggunakan ujung jari yang lembut dan ringan. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Massage Effleurage dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di PMB Bidan Lilis Tanah Tinggi Kota Tangerang Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen (two group pre-test post test). Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Hasil penelitian menunjukan bahwa skala nyeri responden pada kelompok sebelum diberikan massage effleurage yaitu 9,47 dengan standar deviasi yaitu 0,51. Dan setelah dilakukan massage effleurage yaitu 7,13 dengan standar deviasi 0,74. Hasil data selanjutnya didapatkan hasil statistik signifikan p 0,000; a=0,05. Simpulan massage effleurage berpengaruh untuk menurunkan nyeri persalinan pada ibu bersalin di PMB Bidan Lilis Kota Tangerang. Saran hasil penelitian dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan kala I.