Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

EKSTRAK KASAR KAYU CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DAN AKAR UBE-UBE (Derris elegans) SEBAGAI PENGAWET ALAMI NIRA AREN Suganda, Julis; Afriyansyah, Budi; Fembriyanto, Rosha Kurnia
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v11i2.6977

Abstract

AbstrakNira aren (Arenga pinnata) sebagai bahan baku pembuatan gula aren mudah terkontaminasi oleh mikroba seperti khamir Saccharomyces cerevisiae dan bakteri Acetobacter sp. Kerusakan nira dapat dihambat dengan menggunakan bahan pengawet alami. Bahan pengawet alami yang biasa digunakan untuk menghambat kerusakan nira aren ialah ekstrak kayu cempedak (Artocarpus champeden) dan ekstrak akar ube-ube (Derris elegans) yang dibuat dengan menggunakan teknik maserasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi terbaik dalam penghambatan mikroba dan konsentrasi terbaik aplikasi sebagai pengawet alami nira aren. Pengamatan meliputi penghambatan mikroba (pembentukkan zona) dan aplikasi pengawet alami nira aren (total gula dan pH). Hasil menunjukkan ekstrak akar ube-ube konsentrasi 14% merupakan konsentrasi terbaik dalam pembentukkan zona penghambatan mikroba. Nilai total gula dan pH terbaik dalam mencegah kerusakan nira aren pada penambahan ekstrak ube-ube dengan konsentrasi 14%. Berdasarkan penelitian ini bahwa ekstrak akar ube-ube dengan konsentrasi 14% merupakan pengawet alami yang terbaik dalam mengambat mikroba perusak nira aren.Abstract Palm juice (Arenga pinnata) as a raw material for making palm sugar easily contaminated by microbes such as yeast Saccharomyces cerevisiae and bacteria Acetobacter sp. Damage to sap can be inhibited by using natural preservatives. Natural preservatives used to inhibit the damage to Arenga pinnata sap is cempedak wood extract (Artocarpus champeden) and ube-ube root extract (Derris elegans) making of using maseration technique. The purpose of this research consentration that shows the best to inhibition growth to microbial and consentration that natural palm juice preservative application. Observations included microbial inhibition (zone formation) and natural palm juice preservative (total sugar and pH). The results showed extract ube-ube root concentration of 14% is the best concentration to inhibition growth to microbial. The value of total sugar and pH the best in preventing damage to palm juice on the addition of extract ube-ube root with a concentration of 14%.  Based in this study that the of extract ube-ube root with a consentration of 14% is the best natural preservative in inhibiting the microbes destroying palm sugar.
ETNOBOTANI ROTAN SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN OLEH MASYARAKAT DI KABUPATEN BANGKA BARAT Sakinah Sakinah; Budi Afriyansyah; Dian Akbarini
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 12, No 1 (2019): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v12i1.6429

Abstract

AbstrakPemanfaatan hasil hutan non-kayu di Kabupaten Bangka Barat yang dilakukan oleh masyarakat salah satunya adalah rotan. Masyarakat memanfaatkan rotan sebagai bahan baku dalam pembuatan kerajinan anyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendokumentasikan jenis-jenis rotan yang dimanfaatkan untuk kerajinan di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangka Barat yaitu di lima desa, antara lain Desa Sinar Sari, Desa Dendang, Desa Kacung, Desa Terentang, dan Desa Simpang Tiga dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Desa Mendo sebagai desa pendukung, dimana pengrajin di Kabupaten Bangka Barat membeli bahan baku dari Desa Mendo. Hasil penelitian menujukkan terdapat 3 jenis rotan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku kerajinan yaitu rotan getah (Daemonorops angustifolia Mart.), rotan pebuar (Plectocomia elongata Mart. ex Blume), dan rotan dean (Khorthalsia flagellaris Miq.), dimana perlakuan ketiga jenis rotan sama. Produk kerajinan yang dihasilkan adalah ragak motor, ragak ubi, kembu, suyak, pongki, sangkek, tanggok, tempat parsel, dan tudung saji dengan harga yang berbeda-beda. Pemanfaatan rotan oleh masyarakat sebagai produk kerajinan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat, selain itu perlindungan terhadap habitat rotan harus menjadi fokus dalam kegiatan konservasi.Abstract People around the forest of West Bangka District have long utilized non-timber forest products to provide for necessities of life. One of the forest products is rattan which is widely used as a raw material for handicrafts in West Bangka District. People use it as raw material for making cane crafts. This study aimed to reveal and document the types of rattan used for handicrafts in West Bangka Regency. The research was conducted in West Bangka Regency in five villages, Sinar Sari, Dendang, Kacung, Terentang, and Simpang Tiga by using a qualitative method. Data and information were collected through interview, field observation, and literature study. The research showed that there were three types of rattan used, which were rattan sap (Daemonorops angustifolia Mart.), pebuar rattan (Plectocomia elongata Mart, ex Blume), and rattan dean (Khorthalsia flagellaris Miq.), where the treatment of all three types of rattan is the same. Meanwhile, the handicrafts produced were ragak motor (kind of big basket used attached to motorcycle), ragakubi, kembu, suyak, pongki, sangkek, sangkek, parcel, and food cover with different prices. The use of rattan by the community as a handicraft product can increase income for the community, besides that protection of rattan habitat must be a focus in conservation activities.