Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

THE EXISTENCE OF THE AGGALARA’ TRADITION IN PASSUNNA’ CEREMONY IN JENEPONTO, SOUTH SULAWESI Henri, Henri
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.115

Abstract

This research aims to explore the existence of the aggalara’ tradition in the passunna’ ceremony, focusing on its historical background and its rhythm of implementation in the modern era in Balangloe Village, Binamu Subdistrict, Jeneponto Regency. This research employs a qualitative approach, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The structural theory of functionalism AGIL Talcott Parsons is used as an analytical knife to explore this research. The results reveal that the aggalara’ tradition in the passunna’ ceremony is a cultural heritage passed down from ancestors and has been practiced from ancient times to the present through generations. The aggalara’ tradition is led by a specific individual trusted by the local community, believed to be a successor mystically appointed by tau allenguk. All residents of Balangloe Village do not practice this tradition; instead, it is maintained only by a portion of the community who specifically believe that the aggalara’ tradition is an ancestral heritage that must be preserved. The advancement of modern times has also influenced the community's logic, leading to the perception that not all traditions need to be perpetuated.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMAN 1 GOWA MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS TEKNOLOGI Sudirman, Sudirman; Musa, Musa; Harun, Salmah; Nasir, Nasir; Henri, Henri
Amare Vol. 4 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ezp2c015

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMAN 1 Gowa dalam memahami dan mengaplikasikan strategi pemasaran digital berbasis teknologi. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital yang menuntut penguasaan keterampilan pemasaran modern. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui presentasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung menggunakan berbagai platform digital, seperti media sosial, marketplace, dan perangkat lunak pemasaran. Peserta dilatih untuk menyusun strategi pemasaran, membuat konten digital, dan menganalisis performa kampanye menggunakan alat analitik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep pemasaran digital dan kemampuan mereka dalam mempraktikkannya, yang diukur melalui evaluasi pretest dan posttest. Selain itu, siswa menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam proyek atau usaha yang dikelola secara mandiri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan pemasaran digital berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa, sehingga diharapkan mampu menjadi bekal bagi mereka untuk bersaing di dunia kerja maupun dalam mendukung kegiatan kewirausahaan.
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Layanan Administrasi di SMK Negeri 3 Makassar Henri, Henri; Nasir, Nasir
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 15 No. 2 (2025): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol15No2.pp173-180

Abstract

The implementation of Standard Operating Procedures (SOP) is one of the strategic efforts to improve the quality of administrative services in the school environment. However, the successful implementation of SOPs does not only depend on the existence of formal documents, but also on the consistency of implementation and support of other supporting systems. This study aims to analyze how SOPs are implemented in administrative services at SMK Negeri 3 Makassar and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. This study uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation studies. The results of the study show that SOPs have been compiled and socialized in various service units, such as correspondence, filing, staffing, and student services. In the personnel and finance unit, the implementation of SOPs is going quite well and consistently. However, in the student service unit, the implementation still faces obstacles such as high workload, staff limitations, weak internal supervision, and the lack of optimal use of information technology. The recommendations from this study include the need for periodic training for administrative staff, strengthening monitoring and evaluation systems, and digitizing administrative processes as an effort to improve service efficiency and accountability. Thus, the consistent implementation of SOPs and supported by an adequate support system will be able to strengthen the quality of administrative governance in schools.
Penguatan Pemahaman Budaya dan Kearifan Lokal Melalui Penguasaan Bahasa Daerah Junaeda, St; Tahir, Hery; Kasmita, Maya; Heri, Ririn Nurfaathirany; Henri, Henri
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2024): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i6.469

Abstract

Era globalisasi yang disertai dengan kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dalam mengakses sumber ilmu pengetahuan. Arus globalisasi semakin mendekatkan jarak antarnegara, bahkan antarbenua serta kemudahan dalam mengakses informasi secara real time. Keberagaman budaya merupakan aset yang sangat berharga sebagai salah satu modal untuk memahami konsep multikulturalisme. Dengan pemahaman terhadap keberagaman budaya tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan yang harmonis dalam hubungan sosial termasuk untuk menghadirkan sikap inklusif. Keberagaman budaya tersebut merupakan warisan kolektif yang harus dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan. Dengan terciptanya kesadaran dan pemahaman terhadap keberagaman budaya, dapat mendorong upaya semua pihak untuk membangun komunikasi dan menciptakan kesadaran bahwa semua budaya adalah sederajat dan tidak ada budaya yang lebih tinggi dari budaya yang lain. Dalam konteks yang lebih luas, kesadaran tersebut dapat membangun jembatan antarbangsa sehingga muncul sikap saling pengertian dan kerja sama lintas budaya. Bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan sangat penting bagi keberlangsungan peradaban manusia. Pemahaman dan penguasaan Bahasa Daerah penting, tidak hanya sebagai identitas kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga sebagai penanda keberagaman budaya. 
Kondisi dan Status Kesehatan Ekosistem Padang Lamun di Pulau Bangka Bagian Selatan, Kepulauan Bangka Belitung Supratman, Okto; Adi, Wahyu; Muftiadi, M. Rizza; Henri, Henri; Pamungkas, Aditya
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.56615

Abstract

Ekosistem lamun di Bangka Selatan terjadinya gangguan dan ancaman dari beberapa aktivitas antropogenik. Akan tetapi data tentang kondisi dan kesehatan padang lamun sangat terbatas. Tujuan penelitian adalah menganalisis kekayaan jenis, persentase tutupan dan kesehatan ekosistem padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2022 hingga Desember 2022 di Kabupaten Bangka Selatan yang meliputi pesisir Tanjung Kerasak, Pantai Tukak, Pantai Penutuk, Pulau Anak Air dan Pantai Puding. Tahapan penelitian terdiri dari 1) Pengumpulan data lamun, makroalga, dan epifit, 2) Pengukuran parameter lingkungan, 3) Analisis data meliputi analisis kesehatan lamun dengan metode Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun (IKEL). Hasil penelitian  terdapat 8 jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis, dan Halodule pinifolia. Nilai tutupan lamun berkisar antara antara 2,04% hingga 41,93%  dengan rata-rata tutupan lamun yaitu 26,8 % yang dikategorikan miskin. Indek kesehatan ekosistem lamun (IKEL) di Bangka Selatan berkisar antara 0,60 sampai dengan 0,70 atau dikategorikan sedang sampai dengan baik. Kondisi kesehatan ekosistem lamun dikategorikan baik ditemukan di Pentuk (0,70), sedangkan dikategorikan sedang ditemukan di Tanjung Kerasak (0,68), Pantai Tukak (0,62), Pantai Puding (0,60), dan Pulau Anak Air (0,61).   The seagrass ecosystem in South Bangka is experiencing disturbance and threats from several anthropogenic activities. However, data on the condition and health of seagrass beds is very limited. The aim of the research is to analyze species richness, percentage cover and health of the seagrass ecosystem. The research was carried out from February 2022 to December 2022 in South Bangka Regency which includes the coast of Tanjung Kerasak, Tukak Beach, Penutuk Beach, Anak Air Island and Puding Beach. The research stages consisted of 1) collecting data on seagrass, macroalgae and epiphytes, 2) measuring environmental parameters, 3) data analysis including analysis of seagrass health using the Seagrass Ecological Quality Index (SEQI) method. The research results showed that there were 8 spesies of seagrass found at the research location. Spesies founded is Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Oceana serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halophila minor, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. The seagrass cover value ranges from 2.04% to 41.93% with average seagrass cover is 26.8% which is categorized as poor. The seagrass ecology quality index in South Bangka ranges from 0.60 to 0.70 which categorized  as moderate to good. The health condition of the seagrass ecosystem was assessed as good in Pentuk (0.70), while moderate was found in Tanjung Kerasak (0.68), Tukak Beach (0.62), Puding Beach (0.60), and Anak Air Island (0. .60).
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BUKIT NENEK, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PERMISAN, BANGKA SELATAN Bulan, Fitri Husada Sri; Afriyansyah, Budi; Apriyadi, Rion; Henri, Henri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6610

Abstract

Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi penting untuk diperhatikan karena fauna dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Selain itu, jenis fauna tanah juga dapat digunakan sebagai bioindikator dalam perubahan habitat, seperti semut, hal ini dikarenakan kepekaannya yang tinggi terhadap gangguan habitat. Penelitian tentang keanekaragaman semut di Bangka juga masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian ini terutama di Bukit Nenek sebagai tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis semut dan mengetahui keanekaragaman semut di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan dengan menggunakan metode pitfall trap, hand collection dan beat sheets. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, kelimpahan relatif, dominasi dan hubungan antara keberadaan semut dengan parameter lingkungan menggunakan analisis PCA. Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan 5 subfamili yaitu Cerapachyinae, Dolichoderinae, Formicinae, Myrmicinae dan Ponerinae. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah individu semut dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah sedangkan jumlah spesies semut berkorelasi positif dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH.
Pelatihan Variasi Metode Pembelajaran bagi Guru SMP Negeri 9 Marusu dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik di Era Digital Supriadi, Supriadi; Chalifah, A. Noer; Henri, Henri; Arifin, Zainal; Ibrahim, Ibrahim
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran di sekolah menengah masih banyak didominasi metode ceramah yang bersifat satu arah sehingga mengurangi partisipasi aktif siswa. Kondisi ini juga ditemui di SMP Negeri 9 Marusu, di mana guru membutuhkan penguatan kompetensi pedagogik dalam penggunaan variasi metode pembelajaran yang lebih interaktif. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami dan mengimplementasikan berbagai metode pembelajaran inovatif sesuai kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi teori, simulasi dan praktik, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami konsep dan mempraktikkan sepuluh variasi metode pembelajaran, antara lain brainstorming, AIR, artikulasi, buzz group, cooperative script, tebak kata, debat aktif, double loop problem solving, example non example, dan direct instruction. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam simulasi serta menilai metode debat aktif, problem solving, dan tebak kata paling sesuai dengan kelas mereka. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan variasi metode pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran, sekaligus mendorong terciptanya suasana kelas yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna.Kata Kunci: variasi metode pembelajaran, kompetensi pedagogik, guru
PELATIHAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH BAGI MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN DI UPTD SMP NEGERI 9 MARUSU Torro, Supriadi; Henri, Henri; Ramadhany, A. Noer Chalifah; Taufik, Parham; Nur’aini, Tiara
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1521

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para stakeholder di UPTD SMP Negeri 9 Marusu dalam menerapkan prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap konsep dan implementasi MBS, yang berdampak pada lemahnya pengelolaan sumber daya serta minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion), demonstrasi, serta praktik langsung (learning by doing) dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep MBS dan penerapannya dalam konteks manajerial sekolah. Keterampilan peserta dalam perencanaan partisipatif dan pelibatan komite sekolah mengalami peningkatan yang nyata. Kepala sekolah memperoleh peningkatan kapasitas kepemimpinan yang lebih transformatif, sementara guru mulai mengimplementasikan strategi pembelajaran aktif dan kreatif (PAKEM). Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana pendukung dan waktu pelaksanaan. Meskipun demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kolaborasi antar-stakeholder serta mendorong terwujudnya tata kelola sekolah yang lebih mandiri, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.
Stratifikasi Sosial dan Variasi Bahasa: Narasi Linguistik Atas Mobilitas Sosial Sumilih, Dimas Ario; Ras, Atma; Henri, Henri
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 1 (2024): Nopember 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i1.613

Abstract

Penelitian ini membahas peran variasi bahasa dalam membentuk stratifikasi sosial dan mobilitas sosial di Indonesia, dengan menyoroti dampak globalisasi, urbanisasi, dan teknologi digital. Bahasa Inggris menjadi simbol status sosial yang membuka akses global, sedangkan bahasa daerah terpinggirkan, mencerminkan ketimpangan sosial. Diskriminasi linguistik terhadap aksen lokal memperkuat hambatan mobilitas sosial vertikal, membatasi peluang bagi kelompok tertentu. Pendekatan Naratif Literature Review digunakan untuk menganalisis hubungan antara penguasaan bahasa, stratifikasi sosial, dan mobilitas sosial, berlandaskan Hipotesis Relativitas Linguistik. Hasil menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya alat komunikasi, tetapi juga kerangka kognitif yang memengaruhi akses individu terhadap sumber daya sosial dan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan bahasa yang inklusif, pelestarian bahasa daerah, mengubah stereotip negatif, dan mengurangi diskriminasi linguistik. Dengan pendekatan ini, temuan diharapkan mendorong pengurangan diskriminasi linguistik dan ketimpangan sosial. Dalam konteks antropologi sosial, temuan ini menggambarkan bagaimana struktur sosial terhubung dengan praktik bahasa, sementara dalam antropologi linguistik, penelitian ini mempertegas peran bahasa sebagai penentu identitas dan kekuasaan. Dengan demikian, studi ini menawarkan wawasan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil secara linguistik dan budaya.