Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Alpukat di Desa Pempatan Bali melalui Inovasi Tongkat Panen Teleskopik Cerdas dan Sistem Monitoring Digital I Made Surya Kumara; Gde Wikan Pradnya Dana; Ni Luh Putu Putri Setianingsih
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1733

Abstract

Pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, khususnya di negara agraris seperti Indonesia. Salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi adalah alpukat, yang di Bali banyak dibudidayakan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi alpukat dengan hasil melimpah, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti metode panen tradisional yang berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terdapatnya tingkat kerusakan buah akibat jatuh, serta ketiadaan sistem pencatatan digital yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan petani melalui penerapan inovasi tongkat panen teleskopik cerdas dan sistem monitoring panen berbasis web. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan metode pre-test dan post-test terhadap 16 kelompok tani. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pada aspek produksi, ditandai dengan percepatan waktu panen (56,2% responden menilai panen menjadi jauh lebih cepat), penurunan tingkat kesulitan (68,8% menyatakan cukup mudah dan 31,2% sangat mudah), serta berkurangnya kerusakan buah (87,5% responden melaporkan kerusakan sangat berkurang). Pada aspek manajemen, terjadi peningkatan kemampuan pencatatan digital, dengan 50% responden mulai mandiri atau dengan sedikit bantuan, serta penguatan persepsi manfaat pencatatan untuk akuntabilitas usaha tani. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi panen mampu meningkatkan efisiensi, kualitas hasil, dan tata kelola produksi alpukat.
Analysis of Adolescent Depression Tendencies in Social Media Use with the Random Forest Algorithm I Made Adi Bhaskara; I Made Surya Kumara; Ni Wayan Diana Ekayani
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol. 22 No. 3 (2026): Juli
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v22i3.3257

Abstract

Depression is a major factor in Bali’s high suicide rates, particularly among social media-active adolescents. This study analyzes the effects of social media usage intensity, addiction, and sleep quality on adolescents’ mental health using the Random Forest algorithm. Quantitative research involved data exploration, preprocessing, modeling, hyperparameter tuning, and evaluation with R² and MSE. From 36 valid respondents, the Addicted Score was the strongest predictor of sleep quality and mental health (feature importance ±0.7), exceeding average daily usage (0.2–0.3). Negative correlations linked addiction to mental health (r = –0.6257) and sleep quality (r = –0.4588). Models achieved R² of 0.19 (sleep quality) and 0.38 (mental health). Findings show addictive behavior impacts more than usage duration, so prevention should focus on controlling social media addiction. Keywords: Random Forest; Regression; Depression   Abstrak Depresi merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka bunuh diri di Bali, terutama pada remaja yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial, kecanduan media sosial, dan kualitas tidur terhadap kesehatan mental remaja menggunakan algoritma Random Forest. Penelitian kuantitatif dilakukan melalui tahapan eksplorasi data, preprocessing, pemodelan, hyperparameter tuning, dan evaluasi menggunakan R² serta MSE. Berdasarkan 36 data responden valid, Addicted Score menjadi faktor paling dominan dalam memprediksi kualitas tidur dan kesehatan mental (feature importance ±0,7), dibandingkan rata-rata penggunaan media sosial harian (0,2–0,3). Korelasi menunjukkan hubungan negatif antara kecanduan media sosial dengan kesehatan mental (r = –0,6257) dan kualitas tidur (r = –0,4588). Model menghasilkan R² 0,19 untuk kualitas tidur dan 0,38 untuk kesehatan mental. Temuan menunjukkan bahwa perilaku adiktif lebih berpengaruh daripada durasi penggunaan, sehingga pencegahan perlu menekankan pengendalian kecanduan media sosial.