Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT “TERASDigital Peguyangan Kaja” (Transformasi Era Layanan Administrasi Menuju Sistem Digital Desa Peguyangan Kaja Melalui Tanda Tangan Elektronik) Dana, Gde Wikan Pradnya; Yuniari, Ni Putu Widya; Aryastana, Putu; Kumara, I Made Surya; Bhaskara, Made Adi; Darma, I Gede Wira; Raharja, I Kadek Agus Wahyu
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i3.5189

Abstract

Information technology within organizations, companies, and government institutions today plays a very significant role. However, the implementation of information technology in Indonesia still faces challenges in terms of efficiency and effectiveness, particularly in the village governance sector. On July 9, 2024, the Computer Engineering Faculty at Warmadewa University conducted a Community Service Program titled "TERAS Digital Peguyangan Kaja," which involved outreach and training to maximize the use of electronic signatures, evaluated using SWOT analysis. This program offers benefits such as the effectiveness and efficiency of public services. The implementation of electronic signatures is hindered by infrastructure issues and social resistance, necessitating outreach, intensive training, and infrastructure improvements. This community service program, in collaboration with the Denpasar City Communication and Information Agency (Diskominfo). This activity involved 25 participants consisting of village officials and service implementers, as well as representatives from the Denpasar City Communication and Information Office (Diskominfo). The evaluation of activities was carried out using SWOT analysis, involving socialization, training, and mentoring to implement the use of electronic signatures. evaluation using SWOT analysis. The implementation of socialization and training has increased the digital literacy of the community and village officials, increasing efficiency and effectiveness in solving the problems of the people of Peguyangan Kaja Village when the party whose signature is required by the village apparatus is in the way. . Although electronic signature technology has just begun to be implemented, there are technical obstacles and infrastructure limitations in Peguyangan Kaja Village that need to be overcome to ensure that this technology functions optimally and is accepted by the community. Future plans focus on improving the overall implementation of electronic signatures and increasing socialization to ensure the sustainability and effectiveness of the program. Keywords: Electronic Signatures, Socialization, Training, SWOT Analysis\
Pendampingan Pembuatan Video Promosi Paket Wisata Desa Nyambu Kabupaten Tabanan Bali agustini, komang ayu; Sulistiana, Putu Didik; Kumara, I Made Surya; Ratmaja, I Gede Sadia Dwi
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i2.4552

Abstract

Desa Nyambu memiliki potensi pariwisata berbasis masyarakat dengan menawarkan paket wisata berupa susur sawah dan susur budaya yang di lakukan oleh Pokdarwis Desa Nyambu. Susur sawah yang ditawarkan berupa tracking dan cycling di sepanjang jalur persawahan yang telah disiapkan. Alih fungsi lahan persawahan menjadi permukiman terus mengalami peningkatan seiring perkembangan pembangunan di Desa Nyambu. Hal ini berdampak pada perubahan jalur susur sawah yang disiapkan oleh Pokdarwis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dibuatkan paket wisata terbaru menyesuaikan dengan kondisi jalur susur sawah serta kesiapan masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara diskusi dan survei langsung ke lapangan. Diskusi dihadiri oleh seluruh anggota tim pengabdian dan Pokdarwis Desa Nyambu. Survei langsung lokasi wisata meliputi jalur susur sawah serta susur budaya dari masyarakat sekitar. Kegiatan pengambilan video diikuti oleh tim videografi, tim pengabdian, pokdarwis serta beberapa talent internasional. Hasil diskusi dan survei kegiatan. Hasil pengabdian berupa video promosi yang akan dipublikasikan oleh anggota Pokdarwis sehingga mampu meningkatkan antusiasme dan kunjungan wisatawan ke Desa Nyambu.
Pemberdayaan Petani Alpukat di Desa Pempatan Bali melalui Inovasi Tongkat Panen Teleskopik Cerdas dan Sistem Monitoring Digital Kumara, I Made Surya; Pradnya Dana, Gde Wikan; Setianingsih, Ni Luh Putu Putri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1733

Abstract

Pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, khususnya di negara agraris seperti Indonesia. Salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi adalah alpukat, yang di Bali banyak dibudidayakan di Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Desa ini dikenal sebagai sentra produksi alpukat dengan hasil melimpah, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, seperti metode panen tradisional yang berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terdapatnya tingkat kerusakan buah akibat jatuh, serta ketiadaan sistem pencatatan digital yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Program pengabdian ini dirancang untuk memberdayakan petani melalui penerapan inovasi tongkat panen teleskopik cerdas dan sistem monitoring panen berbasis web. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan metode pre-test dan post-test terhadap 16 kelompok tani. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pada aspek produksi, ditandai dengan percepatan waktu panen (56,2% responden menilai panen menjadi jauh lebih cepat), penurunan tingkat kesulitan (68,8% menyatakan cukup mudah dan 31,2% sangat mudah), serta berkurangnya kerusakan buah (87,5% responden melaporkan kerusakan sangat berkurang). Pada aspek manajemen, terjadi peningkatan kemampuan pencatatan digital, dengan 50% responden mulai mandiri atau dengan sedikit bantuan, serta penguatan persepsi manfaat pencatatan untuk akuntabilitas usaha tani. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi panen mampu meningkatkan efisiensi, kualitas hasil, dan tata kelola produksi alpukat.