Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERBEDAAN KUALITAS CITRA PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT DENGAN MENGGUNAKAN KNEE COIL DAN FLEX COIL Siregar, Annisa Rahmadani; Astina, I Kadek Yuda; Supriyani, Nyoman
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2903

Abstract

Pemeriksaan MRI Knee Joint menggunakan coil extremity (knee coil) yang dirangcang khusus untuk pemeriksaan MRI knee joint dan surface coil (flex coil) yang biasa digunakan dalam pemeriksaan extremitas pada organ anatomi kecil seperti knee joint, elbow joint dan payudara yang membutuhkan surface coil untuk meningkatkan spatial resolution dan SNR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui coil yang lebih baik digunakan antara knee coil dan flex coil pada pemeriksaan MRI Knee Joint dan untuk mengetahui perbedaan SNR dan tingkat noise yang di hasilkan pada penggunaan knee coil dan flex coil pada pemeriksaan MRI Knee Joint. Penelitian ini menggunakan kuantitatif yang bersifat eksperimen. Berdasarkan data hasil perhitungan uji statistik nilai SNR anatomi knee joint terdapat perbedan terhadap kualitas citra yaitu SNR anatomi knee joint dengan menggunakan knee coil dan flex coil yang memiliki p value/sig keseluruhan 0.000 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil rata-rata knee coil (31.32) dan flex coil (15.38) sehingga nilai SNR pemeriksaan MRI knee joint menggunakan knee coil sebanding flex coil dengan perbedaan SNR flex coil sekitar 50% dari SNR menggunakan knee coil.
PROSEDUR PEMERIKSAAN MSCT UROGRAFI PADA KASUS MASSA GINJAL DI INSTALASI RADIOLOGI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Ikhsan, Kurnia; Yuda Astina, I Kadek; Dharmawan, I Bagus Gede
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2904

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan MSCT Urografi pada kasus massa ginjal dengan menggunakan metode biphase atau penggunaan fase non kontras, fase Nephrographic dan fase Excretory serta penambahan pengolahan gambaran CPR (Curva Planar Reformation) di RS Bhayangkara Makassar. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. penulis melakukan prosedur suatu pemeriksaan Multi Slice Computed Tomography (MSCT) Urografi. Hasil dari penelitian ini yaitu Pemeriksaan MSCT Urografi sangat efektif dalam menegakan diagnosa massa ginjal, yang dapat menilai perubahan dinamik dari kelainan ginjal serta organ lain seperti liver dan spleen, serta meningkatkan sensitifitas dan spesifisitas misalnya untuk mengetahui tumor tersebut ganas atau tidak, menentukan staging (penderajatan atau tingkatan). Teknik MSCT urografi pada kasus massa ginjal diawali dengan pasien puasa minimal 6 jam sebelum pemeriksaan, cek ureum creatinin, sebelum dilakukan scanning pasien meminum air kemasan botol sebanyak 600ml atau semampu pasien. kemudian dilakukan scaning dengan diawali fase Non kontras, lalu fase Nephrographic yang dilakukan 65 detik setelah injeksi media kontras dan fase excretory yang dilakukan 7,5 menit setelah fase nephrographic, dengan media kontras sebanyak 60 ml dan saline 50 ml, dan pengolahan gambaran CPR (Curve planar Reformation) yang dapat menjadi solusi bagi seorang dokter spesialis radiologi untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelainan pada sistem urinaria khususnya pada saluran ureter.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS DI INSTALASI RADIOTERAPI RSPP Imratul, Viny; Andriani, Ditha Augustina; Astina, Kadek Yuda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35154

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit yang memberikan dampak besar pada kualitas hidup pasien, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien menghadapi kondisi ini, meskipun tidak semua jenis dukungan memberikan pengaruh yang sama pada setiap aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Instalasi Radioterapi RSPP, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional. Data dikumpulkan dari 30 pasien yang menjalani radioterapi melalui kuesioner yang mengukur kualitas hidup dan jenis dukungan keluarga yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan penghargaan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien pada ketiga aspek yang diteliti, yaitu fisik, psikologis, dan sosial. Sebaliknya, dukungan instrumental menunjukkan hubungan yang signifikan pada aspek sosial, membantu pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Dukungan informasi menjadi jenis dukungan yang paling berpengaruh secara signifikan pada ketiga aspek kualitas hidup, memberikan dampak positif pada kemampuan pasien memahami dan mengelola kondisi mereka. Namun, dukungan emosional tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada aspek fisik dan sosial, meskipun penting secara umum untuk mendukung aspek psikologis pasien. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan informasi dan instrumental merupakan jenis dukungan yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker serviks, terutama pada aspek fisik dan sosial, sedangkan dukungan penghargaan dan emosional cenderung tidak signifikan dalam penelitian ini.
OPTIMALISASI CONCATENATION TERHADAP IMAGE QUALITY PADA PEMERIKSAAN MRI LUMBAL KASUS HERNIA NUCLEUS PULPOSUS (HNP) Istiqamah, Yunda; Astina, Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi pengaturan concatenation terhadap kualitas citra MRI lumbal pada kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Penelitian ini berfokus pada bagaimana perbedaan pengaturan concatenation memengaruhi Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR), dua parameter penting yang sangat berpengaruh pada keakuratan diagnosis. Metode yang digunakan adalah desain eksperimental, di mana dua pengaturan concatenation yang berbeda diterapkan pada pemeriksaan MRI lumbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Concatenation 2 memberikan peningkatan yang signifikan pada nilai SNR dan CNR dibandingkan dengan Concatenation 1. Peningkatan ini menghasilkan citra yang lebih jelas dan detail, sehingga membantu meningkatkan akurasi dalam mendiagnosis HNP. Dengan kualitas citra yang lebih unggul, Concatenation 2 juga dinilai lebih efisien secara klinis, karena dapat mempermudah interpretasi hasil oleh radiolog dan mengurangi kemungkinan kesalahan diagnosis. Berdasarkan temuan ini, Concatenation 2 direkomendasikan sebagai pengaturan optimal untuk pemeriksaan MRI lumbal pada pasien dengan HNP. Pengaturan ini tidak hanya memberikan citra dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga mendukung efisiensi dalam praktik klinis sehari-hari. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi peningkatan kualitas prosedur pencitraan medis.
PERANAN NILAI APPARENT DIFFUSION COEFFICIENT (ADC) PADA PASIEN MRI KNEE JOINT DENGAN KASUS RUPTURE ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) Fallo, Gratia Agrianti Eldis; Astina, I Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran nilai Apparent Diffusion Coefficient (ADC) dalam pemeriksaan MRI knee joint pada pasien dengan kasus Rupture Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan menilai efektivitasnya dalam membedakan jaringan ligamen normal dari yang abnormal. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah Denpasar dengan melibatkan tiga pasien sebagai subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan MRI knee joint dengan kondisi Rupture ACL. Berdasarkan hasil penelitian, nilai ADC tidak memberikan kontribusi signifikan dalam membantu diagnosis Rupture ACL dibandingkan dengan teknik MRI konvensional, seperti Proton Density Fat Saturation (PD Fat Sat) dan T1-Weighted Fat Saturation (T1 Fat Sat). Meskipun nilai ADC diakui bermanfaat dalam menilai sensitivitas jaringan pada kasus tumor, teknik ini tidak memberikan informasi tambahan yang berarti dalam kasus trauma seperti Rupture ACL. Oleh karena itu, MRI konvensional tetap menjadi metode diagnostik yang lebih disarankan untuk cedera ligamen akibat trauma. Penelitian ini memberikan rekomendasi klinis mengenai penggunaan nilai ADC yang lebih selektif, terutama untuk kondisi non-traumatik, di mana sensitifitas jaringan dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi praktisi radiologi dalam menentukan teknik pencitraan yang tepat berdasarkan kondisi pasien, sehingga dapat meningkatkan efisiensi serta ketepatan diagnosis pada kasus cedera ligamen. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang keterbatasan dan potensi ADC dalam MRI untuk mendukung pilihan teknik diagnostik yang efektif.  
Analisa Quality Assurance (QA) Daily Pada Pesawat Linac Di Instalasi Onkologi Radiasi RSUP Persahabatan Ningsih, Irianti Fitri; Kadek Yuda Astina; Burlian Mughnie
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.27617

Abstract

Linear Accelerator (Linac) plays a critical role in external radiotherapy for cancer treatment, requiring stringent quality assurance (QA) measures to ensure accuracy and safety. This study focuses on analyzing the implementation of daily QA for the Elekta Prices Linac model Precise at the Radiation Oncology Unit of RSUP Persahabatan. Conducted from May to July 2024, the analysis evaluates four key parameters: Laser Localization, Optical Distance Indicator (ODI), Door Interlock, and Audiovisual Monitor. The results demonstrate that all parameters met the tolerance limits set by AAPM Task Group 142, ensuring the Linac operates safely and effectively. Consistent implementation of daily QA is shown to detect potential deviations early, safeguarding both patient and staff safety while maintaining treatment quality.
Daya Terima Dan Kadar Zat Besi (Fe) Serundeng Ampas Kelapa Yuda Astina, Kadek; Gede Dharmawan, I Bagus; Bagus Pudja Erdika, I Putu
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2769

Abstract

Knee Coil is a volume coil that can act as a transmitter and receiver at the same RF signal. Flex Coil is a surface coil which has a high SNR for a superficial examination (a small organ). The purpose of this research is to know comparison the value of signal to noise ratio (SNR) and higher the value of signal to noise ratio (SNR) at MRI Wrist Joint examination using Knee Coil and Flex Coil. Type of this research is quantitative experimental approach. The research data which 10 samples. Assessments are performed on the whole Wrist Joint and per anatomic criteria subjectively Carpometacarpal Joint, Midcarpal Joint, Radiocarpal Joint, Schapoid, Lunatum dan Triquetrum. Then the results of the data in Paired T-Test tested. Test results that there are differences in comparison the value of signal to noise ratio (SNR) at MRI Wrist Joint examination using Knee Coil and Flex Coil which has a smaller ρ Value (<0,05) per anatomic criteria and whole Wrist Joint. This is consistent with the results of the calculation of the average SNR value on the higher Knee Coil that is 143.84 because the coil acts as transreceiver and has two preamplifiers so as to improve the SNR. Conclusion: There is a difference in comparison the value of Signal To Noise Ratio (SNR) at MRI Wrist Joint examination using Knee Coil and Flex Coil.
Pengujian Quality Control CT Number Air dan Evaluasi Artefak pada MSCT di Rumah Sakit Hewan Sunset Vet Kuta Dewa, Yanuarius Robento; Kadek Yuda Astina; I Made Purwa Darmita
Kappa Journal Vol 8 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v8i3.27442

Abstract

Pengendalian mutu (Quality Control/QC) pada CT Scan adalah langkah penting untuk memastikan kualitas gambar diagnostik yang optimal serta mengurangi risiko paparan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian CT Number pada air dan mengevaluasi keberadaan artefak pada MSCT di Rumah Sakit Hewan Sunset Vet Kuta. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain observasi. Sampel penelitian terdiri dari 7 slice citra dengan pengukuran CT Number dilakukan pada 5 titik menggunakan phantom air. Evaluasi artefak dilakukan secara visual pada semua slice citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CT Number pada air berada dalam batas toleransi BAPETEN, yaitu ±4 HU untuk akurasi dan ±2 HU untuk keseragaman. Tidak ditemukan artefak yang signifikan pada slice citra.Kesimpulannya, sistem MSCT yang diuji memenuhi standar kendali mutu, sehingga mampu menghasilkan kualitas gambar yang andal untuk diagnosis kesehatan hewan.
Analisis Daily Quality Assurance (QA) / Quality Control (QC) pada Pesawat Linac di Unit Onkologi Radiasi RSUD Bali Mandara Kusuma Yoga, Anak Agung Ngurah Gede; Kadek Yuda Astina; I Wayan Juliasa
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.27443

Abstract

This study focuses on evaluating the Daily Quality Assurance (QA) and Quality Control (QC) of the Linear Accelerator (Linac) machine at the Radiation Oncology Unit of Bali Mandara General Hospital (RSUD Bali Mandara). With the growing complexity of radiotherapy technology, ensuring the accuracy and consistency of radiation doses delivered during treatment is crucial for patient safety and effective cancer treatment. This study aims to evaluate the performance of the Linac Varian CX through a series of Daily checks, including output constancy, laser calibration, Optical Distance Indicator (ODI), and safety interlock systems. The results showed that the output constancy had a maximum error of ±2.5%, laser calibration deviation was within 1-2 mm, and the ODI error was within 1-2 mm, all within the tolerance limits set by the AAPM TG-40 standards. Additionally, the safety interlock and audiovisual systems were fully functional, ensuring that all safety protocols were adhered to. These findings demonstrate that the Daily QA/QC procedures implemented at RSUD Bali Mandara effectively maintain the Linac's performance within the established tolerance limits, ensuring the safety and effectiveness of radiation therapy provided to patients. This study underscores the importance of stringent QA/QC practices in radiotherapy and provides insights for potential improvements in clinical practice.
Analisis Perbandingan Nilai SNR Dan CNR Pada Pemeriksaan MRI Wrist Joint Dengan Menggunakan Head Coil Dan Knee Coil Bhargawan, Anak Agung Gede; Widiyanti, Ni Luh Putu Ari; Astina, Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20749

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas pencitraan unggulan untuk visualisasi jaringan lunak, khususnya dalam pemeriksaan muskuloskeletal ekstremitas seperti wrist joint. Tidak semua fasilitas kesehatan memiliki wrist coil khusus, sehingga penggunaan head coil dan knee coil sebagai alternatif perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan nilai Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR) pada pemeriksaan MRI wrist joint sekuens Proton Density (PD) SPAIR coronal menggunakan head coil dan knee coil. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen one group post-test only. Enam sampel diperiksa menggunakan MRI 1,5 Tesla. Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa knee coil menghasilkan nilai SNR dan CNR lebih tinggi secara signifikan dibandingkan head coil pada beberapa struktur anatomi (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa knee coil dapat digunakan sebagai alternatif coil diagnostik pada pemeriksaan MRI wrist joint, terutama di fasilitas yang tidak memiliki wrist coil khusus.