Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras berdasarkan nilai CTDI dan DLP di Instalasi Radiologi RS TK II Pelamonia Virgin, Yull Aviva; Astina, I Kadek Yuda; Pratista, Sayang
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i4.536

Abstract

Saat proses scanning CT-Scan, pasien menerima dosis radiasi sinar-X, sehingga perlu dilakukan pengukuran besarnya estimasi dosis radiasi yang diterima pasien dalam setiap pemeriksaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai dosis radiasi pada pemeriksaan CT Scan kepala dan Menganalisis Nilai Dosis Radiasi dengan acuan IDRL. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif yaitu dengan melakukan pengamatan yaitu dengan mengamati nilai dosis CTDIvol dan DLP, penulis mengambil 151 sampel dan dari data yang didapatkan dilakukan analisis menggunakan software SPSS. Berdasarkan data hasil perhitungan uji statistik Estimasi Nilai kuatil 3 dari CTDIvol pada pemerikaan CT-Scan Kepala Non Kontras sebesar 49.90 mGy dan DLP sebesar 1199.10 mGy*cm, jika dilihat dari panduan IDRL 2021, masih dibawah dari nilai yang dianjurkan oleh BAPETEN, dimana nilai yang ditetapkan untuk CT-Scan Kepala Dewasa Non Kontras yaitu sebesar 60 untuk nilai CTDI dan 1275 mGy*cm untuk nilai DLP.
PERBEDAAN KUALITAS CITRA ANATOMI PADA PEMERIKSAAN MRI SHOULDER JOINT DENGAN MENGGUNAKAN SHOULDER COIL DAN FLEX COIL DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN Syafitra, Muhnal; Astina, Kadek Yuda; Sugiantara, Aried
Medical Imaging and Radiation Protection Research Journal Vol 3 No 1 (2023): Medical Imaging and Radiation Protection Research (MIROR) Journal
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/miror.v3i1.262

Abstract

Background: Shoulder Joint MRI examination is one of the musculoskeletal examinations that is often carried out in the MRI modality because the Shoulder joint is one of the most active joints. In order to be able to visualize a good image, the right coil is needed, in the shoulder joint MRI examination it is recommended to use a shoulder array coil or shoulder coil. This examination can also use a flex coil in an MRI shoulder joint examination at the hospital if the congenital shoulder coil is damaged. The shoulder coil has better image quality because of its shape that surrounds the entire object you want to examine. Methods: This study used a quantitative approach with a quasi-experimental approach, namely conducting experiments on the observed objects, to find answers to the problems raised by conducting an MRI Shoulder Joint examination using two different types of coils, namely Shoulder coil and flex coil in 10 samples. The data is then processed using SPSS. Results and Conclusions: Based on the results of statistical test calculations for the SNR value of the anatomy of the shoulder joint, there is a significant difference in image quality, namely the SNR of the anatomy of the shoulder joint using shoulder coil and flex coil which has an overall p value/sig of 0.038 so that Ho is rejected and Ha is accepted. The average SNR for shoulder coil was 312.41 and flex coil was 246.30, so the difference in the SNR value for MRI shoulder joint using shoulder coil compared to flex coil was 66.11. With these results, the more optimal MRI Shoulder joint examination uses the Shoulder coil. Keywords: Shoulder Coil, Flex Coil, Signal to Noise Ratio (SNR)
Prosedur Pemeriksaan CT Scan Orbita dengan Kontras pada Kasus Proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: Procedure for Orbital CT Scan with Contrast in Proptosis Cases at the Radiology Installation of the Provincial Hospital of West Nusa Tenggara Pradana, I Nengah Wirajaya; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8045

Abstract

Proptosis adalah kondisi klinis yang sering membutuhkan penanganan segera untuk mengidentifikasi penyebabnya, salah satunya melalui pemeriksaan CT Scan Orbita. Prosedur CT Scan Orbita dengan kontras merupakan metode yang efektif dalam mendeteksi perubahan struktural pada jaringan lunak dan tulang di sekitar mata. Namun, ada perbedaan dalam prosedur pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras, terutama pada ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan, dibandingkan dengan standar teoretis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menganalisis perbedaan antara prosedur yang diterapkan dengan standar teoretis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 radiografer, 3 radiolog, dan 3 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Scan Orbita dengan kontras. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosedur CT Scan Orbita dengan kontras, pasien menjalani pemeriksaan laboratorium urea dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal. Parameter yang digunakan mencakup ketebalan irisan 1,5 mm, 120 kV, 200 mAs, dan FOV 250 mm, dengan area pemindaian dari vertex hingga symphysis menti. Ditemukan bahwa ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan berbeda dari standar teoretis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prosedur CT Scan Orbita dengan kontras pada kasus proptosis di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat berbeda dari standar teoretis, terutama dalam hal ketebalan irisan dan area pemindaian yang digunakan.
Teknik Pemeriksaan CT Angiography Run Off pada Kasus Diabet Foot dengan Teknik Monofase Injeksi di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat: CT Angiography Run Off Examination Tehnique for Diabetic Cases Using Monophasic Injection at the Radiology Department of the Regional General Hospital of West Nusa Tenggara Province Saliswati, Isnaini; Astina, Kadek Yuda; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8136

Abstract

Diabetic foot adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus yang dapat menyebabkan oklusi vaskular dan memerlukan pencitraan yang tepat untuk manajemen yang efektif. CT Angiography Run Off (CTA Run Off) merupakan teknik pencitraan non-invasif yang digunakan untuk menilai kondisi vaskular pada pasien dengan diabetic foot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik injeksi monofase pada pemeriksaan CTA Run Off di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan fokus pada efisiensi prosedur dan akurasi diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan pada bulan Juli 2024 melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga radiografer, tiga dokter radiologi, dan satu dokter pengirim pasien. Teknik injeksi monofase diterapkan pada pemeriksaan CTA Run Off menggunakan MSCT Philips 128 slice dengan parameter yang telah distandardisasi, termasuk tegangan tabung 120 kV, flowrate 4 ml/s, dan volume media kontras 120 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik injeksi monofase memberikan visualisasi yang jelas dan lengkap dari struktur vaskular mulai dari pelvis hingga ekstremitas distal. Temuan utama meliputi deteksi aterosklerosis, trombosis arteri, dan stenosis multipel, yang konsisten dengan komplikasi vaskular pada diabetic foot. Teknik ini terbukti efektif dalam mengurangi kompleksitas prosedur dan durasi waktu pemeriksaan, serta mempertahankan akurasi diagnostik yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa teknik injeksi monofase pada CTA Run Off merupakan pendekatan yang efisien dan efektif untuk evaluasi diabetic foot di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan pengaturan multisenter diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi aplikasi teknik ini di berbagai setting klinis.
Optimalisasi Kualitas Citra MSCT Stonografi pada Kasus Urolithiasis Menggunakan Variasi Rekonstruksi Algoritma ASIR: Stonographic MSCT Image Quality Optimization in Urolithiasis Cases Using Various Reconstruction Algorithms ASIR Widhyasari, Ni Putu Rika; Astina, Kadek Yuda; Darmita, Made Purwa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8192

Abstract

Urolithiasis merupakan kondisi urologi yang sering terjadi, dengan MSCT Stonografi sebagai modalitas diagnostik utama. Namun, tantangan utama dalam pemeriksaan ini adalah menjaga kualitas citra yang optimal dengan dosis radiasi serendah mungkin. Algoritma Adaptive Statistical Iterative Reconstruction (ASIR) digunakan untuk mengurangi noise pada citra tanpa meningkatkan dosis radiasi, namun pengaruh variasi ASIR terhadap kualitas citra pada kasus Urolithiasis masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ASIR (10%, 50%, dan 100%) terhadap kualitas citra yang diukur melalui Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR) pada MSCT Stonografi kasus Urolithiasis. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dengan 10 sampel pasien yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Klungkung. Data dianalisis menggunakan RadiAnt DICOM untuk menghitung SNR dan CNR, diikuti dengan uji statistik Friedman untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara variasi ASIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi ASIR 10%, 50%, dan 100% terhadap kualitas citra, baik dalam hal SNR (p-value = 0.288) maupun CNR (p-value = 0.148). Namun, secara deskriptif, ASIR 100% menghasilkan nilai rata-rata SNR dan CNR yang lebih tinggi dibandingkan variasi lainnya. Kesimpulannya, variasi algoritma ASIR tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas citra dalam pemeriksaan MSCT Stonografi, namun ASIR 100% memberikan kualitas citra yang lebih baik secara deskriptif. Penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi terhadap dosis radiasi yang diterima pasien direkomendasikan.
Optimalisasi Time Inversion Terhadap Signal to Noise Rasio (SNR) pada Lumbal Kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP): Optimizing Time Inversion on Signal to Noise Ratio (SNR) in Lumbar Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Cases Aura, Jane Dwi; Astina, Kadek Yuda; Sari Widari, Ni Luh Putu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8235

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat diagnostik utama dalam menangani kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) karena kemampuannya dalam visualisasi struktur tulang belakang dan jaringan lunak. Salah satu parameter penting dalam pencitraan MRI adalah Time Inversion (TI), yang berpengaruh terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) dan kualitas gambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi nilai TI (120 ms, 140 ms, dan 160 ms) terhadap SNR pada pemeriksaan MRI lumbal kasus HNP. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Tentara Tingkat II Kartika Husada Pontianak dengan 15 pasien sebagai sampel menggunakan sekuen T2 Short Tau Inversion Recovery (STIR) pada potongan sagital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TI 120 ms memberikan hasil optimal untuk SNR pada tiga area yang diukur: spinal chord, discuss, dan corpus. Nilai SNR tertinggi ditemukan pada TI 120 ms untuk ketiga area tersebut. Uji Anova menunjukkan perbedaan signifikan pada corpus (p < 0.05), sedangkan spinal chord dan discuss tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0.05). Berdasarkan hasil ini, TI 120 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk meningkatkan kualitas citra MRI pada kasus HNP. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan prosedur diagnostik MRI HNP di fasilitas kesehatan yang relevan.
Variasi Slice Thickness dan Rekonstruks Increment Terhadap Informasi Citra Anatomi Pemeriksaa MSCT Stonografi pada Kasus Nephrolithiasis: Slice Thickness Variation and Increment Recnonstruction on Anatomic Image Information of MSCT Stonography Examination in Nephrolithiasis Cases da Costa, Augusta; Yuda Astina, Kadek; Purwa Darmita, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8249

Abstract

Nephrolithiasis, atau batu ginjal, merupakan salah satu gangguan urologi yang umum dan membutuhkan diagnosis yang akurat. Multislice Computed Tomography (MSCT) Stonografi menjadi modalitas utama untuk mendeteksi batu ginjal. Kualitas citra anatomi yang dihasilkan MSCT sangat dipengaruhi oleh variasi slice thickness dan rekonstruksi increment, yang berperan penting dalam diagnosis klinis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi pada kasus nephrolithiasis. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain one-shot case study. Sebanyak 10 pasien yang didiagnosis nephrolithiasis menjalani pemeriksaan MSCT stonografi dengan variasi slice thickness (1mm, 4mm, 5mm, dan 10mm) serta rekonstruksi increment (0,3mm, 1,6mm, 2,5mm, dan 3mm). Evaluasi informasi citra anatomi dinilai oleh dua radiolog menggunakan kuisioner yang mencakup enam kriteria anatomi: renal hilux, left ureter, perirenal fat, renal pelvis, calix, dan Gerota’s fascia. Analisis statistik dilakukan menggunakan Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara variasi slice thickness dan rekonstruksi increment terhadap informasi citra anatomi P value 0.000 (p<0.05). Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm menghasilkan informasi citra anatomi yang paling optimal dengan mean rank tertinggi (4.00). Slice thickness 10mm dan rekonstruksi increment 3mm menghasilkan informasi citra anatomi terendah dengan mean rank terendah (1.00). Uji Friedman menunjukkan perbedaan signifikan pada setiap anatomi dengan p value 0.000. Kesimpulan Variasi slice thickness dan rekonstruksi increment berpengaruh signifikan terhadap informasi citra anatomi pada pemeriksaan MSCT stonografi. Kombinasi slice thickness 1 mm dan rekonstruksi increment 0,3mm direkomendasikan untuk menghasilkan informasi citra yang optimal dalam diagnosis nephrolithiasis.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot: Evaluation of Effective Dose Value in Head CT Scan at the Radiology Installation of RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Billah, Mustaqeim; Astina, Kadek Yuda; Darmita, Made Purwa
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8277

Abstract

CT-scan telah menjadi alat diagnostik yang semakin populer di kalangan dokter untuk memvisualisasikan struktur anatomi secara rinci. Namun, karena CT-scan menggunakan berkas sinar-x pengion sebagai sumber radiasinya, penting untuk memantau dan mengoptimalkan dosis radiasi yang diterima pasien untuk meminimalkan risiko kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot untuk mengevaluasi dosis efektif yang diterima oleh pasien selama pemeriksaan MSCT kepala tanpa kontras. Kami mengumpulkan data dari 30 pasien yang menjalani pemeriksaan dengan menggunakan CT-scan Canon Toshiba 16-Slice. Dosis efektif setiap pasien dihitung menggunakan CT Dose Index Volume (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang kemudian dibandingkan dengan standar Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN.Hasil penelitian ini menunjukkan dosis efektif pada tahun dosis efektif adalah 2.13-3,13 mSv,dan terdapat sejumlah kecil kasus di mana dosis yang diterima mendekati atau sedikit melebihi batas IDRL, menunjukkan perlunya penyempurnaan protokol. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan dosis secara terus-menerus dan penyesuaian protokol untuk memastikan keselamatan pasien selama pemeriksaan MSCT kepala.
Peran CT Dual Energy pada Pemeriksaan KNEE Joint Kasus Gout di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: The Role of Dual-Energy Knee Joint Examination for Gout Cases at Santo Borromeus Hospital Bandung Barus, Sri Wahyuni; Astina, Kadek Yuda; Purwa Darmita, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8307

Abstract

Latar Belakang: Gout adalah kondisi inflamasi kronis yang ditandai dengan deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi, terutama pada lutut, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Dual-Energy CT (DECT) adalah teknik pencitraan non-invasif yang mampu mendeteksi kristal MSU dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam diagnosis dini dan diferensiasi dari patologi sendi lainnya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di Istalasi Radiologi Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Fokus penelitian adalah pada pemeriksaan DECT sendi lutut pada pasien gout. Hasil: DECT pada lutut kanan menunjukkan beberapa deposit kecil kristal MSU pada struktur penting seperti tendon dan kartilago subchondral, tanpa kelainan tulang yang signifikan. DECT secara efektif membedakan deposit urat dari kalsium, mendukung penggunaannya dalam diagnosis dan manajemen gout. Kesimpulan: DECT adalah alat penting dalam mendiagnosis gout pada sendi besar seperti lutut, menawarkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan modalitas pencitraan konvensional. Kemampuan DECT untuk memvisualisasikan dan mengkuantifikasi deposit MSU secara non-invasif memungkinkan intervensi terapeutik yang tepat waktu, sehingga meningkatkan hasil pasien.
Evaluasi Nilai Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Kepala di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB: Evaluation of Effective Dose Value on CT Scan Examination of the Head in the Radiology Installation of the NTB Province Regional General Hospital Solichin, Rahmat; Astina, Kadek Yuda; Ariwidyastuti, Cokorda Istri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11946

Abstract

Pemeriksaan CT Scan, pasien menerima dosis radiasi selama proses pemindaian. Untuk memastikan dosis yang diterima pasien berada dalam standar optimal, maka digunakan suatu indeks optimisasi yang dikenal sebagai Diagnostic Reference Level (DRL). Dengan DRL, rumah sakit dapat memastikan bahwa dengan evaluasi nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan kepala memberikan manfaat strategis bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Kepala tanpa kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB, dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN dan International Commission on Radiological Protection (ICRP). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan teknik pengumpulan data observasional dengan meninjau laporan dosis pada konsol komputer pesawat CT scan Phillips 128-slice. Periode pengumpulan dan pengambilan data penelitian ini adalah dari bulan April 2024 sampai dengan juni 2024. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB. kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil pengukuran nilai dosis efektif pada pasien yang menjalani pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras di Instalasi Radiologi RSUD Provinsi NTB semakin bertambahnya panjang scan dan semakin besar ketebalan objek maka semakin besar radiasi yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut. Perbedaan besaran dosis yang didapatkan pada pemeriksaan tersebut yaitu klinis dan batas penyinaran pada masing-masing pasien tersebut. Penerimaan besaran nilai dosis efektif pada pemeriksaan CT-Scan Kepala Non Kontras masih dalam batasan normal. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dosis efektif yang diterima oleh pasien di Instalasi Radiologi Radiologi RSUD Provinsi NTB pada pemeriksaan CT-Scan bagian kepala Non Kontras sebesar 2,33 msv.
Co-Authors A. A. Aris Diartama Adi Widya Hartana Adi Widya Hartana Anak Agung Aris Diartama Andriani, Ditha Augustina Ariwidyastuti, Cokorda Istri Assa Watari Joan Aura, Jane Dwi Bagus Pudja Erdika, I Putu Barus, Sri Wahyuni Bhargawan, Anak Agung Gede Billah, Mustaqeim Burlian Mughnie da Costa, Augusta Darmita, Made Purwa Derill Kyuya Ngongoloy Dewa, Yanuarius Robento Dharmawan, I Bagus Gede Fallo, Gratia Agrianti Eldis Fitriah Gabriel Barreto De Carvalho Belo Gede Dharmawan, I Bagus Gusti Ngurah Sutapa I Bagus Gede Darmawan I Bagus Gede Dharmawan I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Made Purwa Darmita I Putu Bagus Pudja Erdika I Putu Eka Juliantara I Putu Very Triana Putra I Wayan Juliasa Ikhsan, Kurnia Imratul, Viny Istiqamah, Yunda Juniaty Teroci Mamun Kusuma Yoga, Anak Agung Ngurah Gede Made Adhi Mahendrayana Maghfirotul Iffah Mahendrayana, I Made Adhi Ngakan Putu Daksa Ni Made Ary Esty Kusuma Ardani Ni Nyoman Sarjani Ni Putu Pande Anita Yulianti Ningsih, Irianti Fitri Nova Adeline Nyoman Supriyani Nyoman Supriyani Pradana, I Nengah Wirajaya Pratista, Sayang Purwa Darmita, I Made Putu Krisna Ariadi Rahmah Rahmah risa, Risa Humairoh Salim, Raodha J. Saliswati, Isnaini Sari Widari, Ni Luh Putu Sayang Pratista Siregar, Annisa Rahmadani Solichin, Rahmat Sugiantara, Aried Sugiantara, I Wayan Ariec Sukadana, Kadek Sumantri Sebayang Supriyani, Nyoman Syafitra, Muhnal Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Virgin, Yull Aviva Widhyasari, Ni Putu Rika Widiyanti, Ni Luh Putu Ari Yull Aviva Virgin