Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Issues in Mathematics Education (IMED)

Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Soal HOTS Matematika Siswa SMP ditinjau dari Kemampuan Awal Asdar Asdar; Alimuddin Alimuddin; Sukmawati Ali
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32238

Abstract

Penelitian ini menyajikan profil kemampuan pemecahan masalah matematika level HOTS ditinjau dari kemampuan awal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Kabupaten Wakatobi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tertulis dan pedoman wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan awal matematika, tes HOTS matematika, dan pedoman wawancara. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang siswa dengan kategori kemampuan awal tinggi, kemampuan awal sedang, kemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik siswa tinggi tidak memenuhi semua tahapan pemecahan masalah. Siswa sedang memenuhi semua tahapan pemecahan masalah tetapi masih keliru dalam menuliskan jawaban terkait masalah konteks. Siswa rendah tidak memenuhi semua tahapan pemecahan masalah Polya.Kata kunci: HOTS, Kemampuan Awal, Pemecahan Masalah, Matematika.This study is presents to HOTS level problem solving ability profile in terms of initial ability. The type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted in one of the junior high schools in Wakatobi Regency. The data collection techniques in by doing are written tests and interview guidelines. The instruments used are early mathematics ability tests, HOTS mathematics tests, and interviews. Participants in this study were 3 students with high initial ability, moderate initialability, low initial ability. The results showed characteristics of high students does not solve all problem solving. The medium student mastering all problem solving but are still wrong in writing answers related of problems the context. The Low sudent does not meet all of Polya problem solvingKey Words: HOTS, Initial Ability, Problem Solving, MathematicsThis study is presents to HOTS level problem solving ability profile in terms of initial ability. The type of research is descriptive qualitative research. This research was conducted in one of the junior high schools in Wakatobi Regency. The data collection techniques in by doing are written tests and interview guidelines. The instruments used are early mathematics ability tests, HOTS mathematics tests, and interviews. Participants in this study were 3 students with high initial ability, moderate initialability, low initial ability. The results showed characteristics of high students does not solve all problem solving. The medium student mastering all problem solving but are still wrong in writing answers related of problems the context. The Low sudent does not meet all of Polya problem solving. Key Words: HOTS, Initial Ability, Problem Solving, Mathematics
Deskripsi Jenis Kesalahan dalam Menyelesaikan TIMSS-Based Test Ditinjau dari Kemampuan Awal pada Siswa SMP A. Alimuddin; I. Ilham; J. Jubaedah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.124 KB) | DOI: 10.35580/imed15288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa berkemampuan awal matematika tinggi dan kemampuan awal matematika rendah dalam menyelesaikan soal geometri berbasis TIMSS untuk domain kognitif mengaplikasikan (applying) dan penalaran (reasoning). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 2 orang dengan 1 orang berkemampuan awal matematika tinggi dan 1 orang berkemampuan awal matematika rendah dari siswa kelas VIII SMP. Instrumen penelitian menggunakan terdiri atas tes matematika berbasis TIMSS yang dikhususkan pada konten geometri domain kognitif aplikasi dan penalaran serta pedoman wawancara. Kesalaan yang dianalisis dikategorikan menggunakan kategori kesalahan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Untuk kategori soal mengaplikasikan (applying), siswa kemmpuan awal matematika tinggi tidak mengalami kesalahan, sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah mengalami jenis kesalahan transformation, process skills, dan encoding. (2) Untuk kategori soal penalaran (reasoning), siswa berkemampuan awal tinggi mengalami kesalahan tipe transformation, process skills, dan encoding sedangkan siswa berkemampuan awal rendah mengalami kesalahan tipe comprehension, transformation, process skills, dan encoding. Kata kunci : Kesalahan, Soal Matematika TIMSS, Domain Kognitif applying dan reasoning konten geometri, Kemampuan Awal, Kriteria Newman. This study aims to know the types of errors committed by students with high initial mathematical abilities and low initial mathematical abilities in solving TIMSS-based geometric questions for the cognitive domain of applying and reasoning. The type of this research is qualitative research using a descriptive approach. The research subjects as many as 2 people with of 1 people with early mathematical abilities and 1 people with low initial mathematical abilities from class VIII SMP. The research instrument consists of a TIMSS-based mathematical test devoted to the geometry content of the cognitive domain application and reasoning and interview guidelines. The difficulties analyzed were categorized using the Newman error category. The results of this research showed that: (1) For the category of applying , students with high initial mathematical abilities did not have errors, while students with low mathematical abilities had types of transformation errors, process skills, and encoding. (2) For the category of reasoning, the errors type of the students with high initial mathematical abilities are transformation, process skills, and encoding while students with low mathematical abilities had comprehension, transformation, process skills, and encoding errors. Keywords: Errors, TIMSS Mathematical Questions, Cognitive Domain applying and reasoning content geometry, Initial Capability, Newman’s Criteria.
Pengaruh Pembelajaran Mix Models (Teams Games Tournaments and Auditory Intellectually Repetition) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Fatimah Akbal; A. Alimuddin; R. Rusli
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.991 KB) | DOI: 10.35580/imed10736

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mix models (TGT-AIR) terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP negeri di Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-2 yang sebagai kelas perlakuan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran mix models (TGT-AIR) dan kelas VIII-10 sebagai kelas pembanding yang diajar dengan model pembelajaran langsung yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, motivasi belajar, dan hasil belajar matematika. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket motivasi, dan post test hasil belajar matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial melalui uji t untuk dua sampel independen. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa: (a) ada perbedaan pembelajaran mix models (TGT-AIR) dan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar matematika siswa; (b) terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa pada penerapan pembelajaran mix models (TGT-AIR); (c) tidak ada pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa pada penerapan model pembelajaran langsung; (d) ada perbedaan pembelajaran mix models (TGT-AIR) dan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar matematika siswa yang bermotivasi belajar tinggi; dan (e) tidak ada perbedaan pembelajaran mix models (TGT-AIR) dan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar matematika siswa yang bermotivasi belajar rendah.Kata Kunci: Pembelajaran Mix Models (TGT-AIR), Model Pembelajaran Langsung, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika. Abstract. This research was quasi-experimental which aims to know the influence of mix models learning (TGT-AIR) towards mathematics learning outcomes viewed from learning motivation. The population in this research was Eighth-grade students at one of Junior High School in Makassar. The sample consisted of two classes, namely class VIII-2 that gave treatment by using mix models learning (TGT-AIR), and class VIII-10 as a comparison class taught by using direct learning model selected by cluster random sampling technique. The variables in this research were learning models, learning motivation, and mathematics learning outcomes. The research instruments used were observation sheets, questionnaires about leaning motivation in mathematics, and mathematics learning outcomes tests. The data obtained were analyzed in descriptive and inferential through t-test for two independent samples. Based on the results of the t-test, it was found that: (a) there was a difference of mix models learning (TGT-AIR) and direct learning model on mathematics learning outcomes; (b) there was an effect of motivation on students' mathematics learning outcomes in the implementation of mix models learning (TGT-AIR); (c) there was no effect of motivation on students' mathematics learning outcomes in the implementation of direct learning model, (d) there was a difference of mix models learning (TGT-AIR) and direct learning model on mathematics learning outcomes for students who are highly motivated in learning; and (e) there was no difference of mix models learning (TGT-AIR) and direct learning model on mathematics learning outcomes for students who are low motivated in learning.Keywords: Mix Models Learning (TGT-AIR), Direct Learning Model, Learning Motivation, and Mathematics Learning Outcomes.
Komparasi Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Media Mistar Geser Bilangan Bulat Dan Media Video Mistar Geser Pada Kelas VII SMP Alfiah Mutmainnah Ali; A. Alimuddin; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.448 KB) | DOI: 10.35580/imed11050

Abstract

. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa melalui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser dan video mistar geser dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan dengan sampel penelitian sebanyak 73 siswa dari kelas VII SMP di Makassar yang dipilih dengan menggunakan teknik double cluster double random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan (2) tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Skor rara-rata hasil belajar matematika dari 37 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser yaitu 22,22% berada pada kategori sangat rendah, 22,22% pada kategori sedang, 13,90% pada kategori tinggi dan 19,44% pada kategori sangat tinggi. (2) Skor rara-rata hasil belajar matematika dari 36 siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media video mistar geser yaitu 18,92% berada pada kategori sangat rendah, 24,32% pada kategori rendah, 40,54% pada kategori sedang serta 13,52 % pada kategori tinggi dan 2,70 pada kategori sangat tinggi. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divitions berbantuan media mistar geser dan video mistar geser di Kelas VII SMP dengan materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat.Kata Kunci: Hasil belajar, pembelajaran matematika, model pembelajaran kooperatif, Student Teams Achievement Divitions Abstract.This research was conducted to determine the comparison of student learning outcomes through the application of the cooperative model type Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media and Student Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media. This research was an experimental research involving two groups treated with research sample of 73 students from class VII SMP Sinjaiselected by using the double cluster random sampling technique. Techniques of collecting data  using instruments: (1) observation sheet of  learning model implementation and (2) tests of mathematics learning result.Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with t-test analysis. The results showed that : (1) Average score of mathematics learning outcomes of 37 students after learning using the Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media model which is 22,22% in the very low category, 22,22% in the medium category, 13,90% in the high category and 19,44% in the very high category. (2) The average score of mathematics learning outcomes from 36 students after learning using the Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media is 18,92% in the very low category, 24,32% in the low category, 40,54% in the medium category 13,52 % in the high and 2,70 % very high categories. (3) There is no significant difference between student learning outcomes after applying the Student Teams Achievement Divitions assisted by slide rule media and Student Teams Achievement Divitions assisted by slide bar video media. in Class VII Junior High School with the material of Addition and Subtraction Round Numbers.Keywords:Learning outcomes, mathematics learning, cooperative learning model, student teams achievement divitions
Efektivitas Penerapan Pendekatan SAVI Setting Cooperative Script dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IX SMP Negeri 33 Makassar Rizky Ayu Fatimah Ridwan; A. Alimuddin; D. Djadir
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.655 KB) | DOI: 10.35580/imed10737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pendekatan SAVI setting cooperative script dalam pembelajaran matematika siswa kelas IX SMP Negeri 33 Makassar dengan mengacu pada kriteria efektivitas pembelajaran, yaitu hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan respons siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan: (1) nilai rata-rata siswa yang diajar dengan pendekatan SAVI setting cooperative script lebih besar dari 73 (KKM), (2) nilai rata-rata gain ternormalisasi siswa sebesar 0,79 (kategori tinggi), (3) ) rata-rata persentase aktivitas siswa sebesar 92%, (4) rata-rata persentase siswa yang memberi respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran sebesar 94%, (5) terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar matematika sebelum dan setelah penggunaan pendekatan SAVI setting cooperative script. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan SAVI setting cooperative script efektif digunakan pada siswa Kelas IX SMP Negeri 33 Makassar.Kata kunci: Efektivitas, Hasil Belajar Matematika, Pendekatan SAVI Setting Cooperative ScriptAbstract. This research aimed to determine the effectiveness of implementing SAVI approach with cooperative script setting in students’ mathematics learning of Grade IX SMP Negeri 33 Makassar by clicking refer to the three criteria of effectiveness of learning, i.e students’ learning achievement, students’ activities and responses. The data analysis technique that used was the technique of descriptive and inferential statistical analysis. The results analysis of this research are: 1) the average percentage of students who was taught by SAVI approach with cooperative script setting is greater than 73 (KKM), (2) the average value of normalized gain is 0,79 (high category), (3) the average percentage of students’ activities is 92%, (4) the average percentage of students who gave positive responses to the implementation of learning is 94%, (5) there is a significant difference in mathematics learning achievement before and after the use of the SAVI approach with cooperative script setting. From these results it can be concluded that learning with SAVI approach with cooperative script setting is effective to be used in students’ mathematics learning of Grade IX of SMP Negeri 33 Makassar.Keyword: Effectiveness, SAVI Approach with Cooperative Script Setting, Students’ Mathematics Learning Achievement.
Deskripsi Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berkemampuan Matematika Tinggi Ditinjau dari Perbedaan Gender F Firman; A Alimuddin; Nurwati Djam'an
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.893 KB) | DOI: 10.35580/imed9253

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memiliki tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kemampuan komunikasi matematis siswa berkemampuan matematika tinggi dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang siswa kelas VIII, yaitu 1 orang siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi (KTL) dan 1 orang siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi (KTP). Untuk pengumpulan data, instrumen yang digunakan adalah soal tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) pada proses menganalisis dan mengevaluasi ide matematis dan strategi penyelesaian, subjek KTL mampu menganalisis dan mengevaluasi ide matematis yang tersedia pada permasalahan dengan baik, sedangkan subjek KTP tidak mampu menganalisis dan mengevaluasi ide matematis yang tersedia pada permasalahan dengan baik; (2) pada proses mengkomunikasikan ide matematis dan strategi penyelesaian, subjek KTL mengerjakan setiap langkah dengan prosedur yang cukup lengkap dan detail namun tidak mahir menggunakan alternatif/prosedur lain untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, sedangkan subjek KTP mengerjakan setiap langkah dengan prosedur yang ringkas namun mahir menggunakan alternatif/prosedur lain untuk menyelesaikan masalah yang diberikan; dan (3) pada proses menggunakan bahasa matematika untuk menyatakan ide matematis secara tepat, kedua subjek menggunakan dan memahami dengan baik beberapa pemisalan dan model matematika yang digunakan dalam penyelesaian soal.Kata Kunci: Kemampuan komunikasi matematis, kemampuan matematika tinggi, gender.Abstract. This research is a qualitative research that has a purpose to describe mathematical communication ability of students with high level mathematical ability in solving mathematics problem with regards to gender differences in material system of linear equation in two variabels. The subjects in this research were 2 students on grade VIII, that is one male student with high level mathematical ability (KTL) and one female student with high level mathematical ability (KTP). For data collection, the instruments used are written test and interviews. The results showed that (1) in the process of analyze and evaluate the mathematical ideas and solving strategies, the subject KTL be able to analyzed and evaluated the mathematical ideas on the problem well, while the subject KTP did not be able to analyzed and evaluated the mathematical ideas on the problem well; (2) in the process of communicate their mathematical thinking coherently and clearly, the subject KTL do every step with a complete and detailed procedure but are not adept at using alternative/other procedures to solve the problem given, while the subject KTP does every step with a concise yet advanced procedure using alternatives/other procedures to resolve the given problem; and (3) in the process of use the language of mathematics to express mathematical ideas precisely, both subjects used and well understood some of the mathematical modeling and models used in solving the problems.Keywords: Mathematical communication ability, high level mathematical ability, gender.
Deskripsi Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMK berdasarkan Tingkat Kepercayaan Diri A. Alimuddin; Ahmad Talib; Gustikasari Amin
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.916 KB) | DOI: 10.35580/imed19910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan tingkat kepercayaan diri pada materi statistika. Subjek penelitian terdiri atas 3 orang siswa kelas XI SMK di kabupaten Kabupaten Soppeng, yaitu 1 siswa dengan kepercayaan diri tinggi (KDT), 1 siswa dengan kepercayaan diri sedang (KDS) dan 1 siswa dengan kepercayaan diri rendah (KDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) KDT mengomunikasikan ide matematisnya dalam bentuk diagram lebih baik dibanding subjek lain. KDT menganalisis dan menjelaskan ide matematis secara lebih rinci dan detail. KDT menulis penyelesaian serta memberikan alasan yang jelas dari pernyataan yang ungkapkannya (2) KDS mampu mengomunikasikan ide matematisnya ke dalam bentuk diagram, namun kurang mampu menentukan interval nilai yang digunakan dengan tepat. KDS mampu menganalisis dan mampu menjelaskan ide matematis secara lisan, namun tidak mampu menjelaskan strategi penyelesaian secara lisan. KDS kurang mampu menulis penyelesaian dengan informasi yang lengkap, namun sudah mampu memberikan alas an dari sebuah pernyataan yang diungkapkan; (3) KDR mampu mengomunikasikan ide matematisnya ke dalam bentuk diagram, namun kurang mampu menentukan interval nilai yang digunakan dengan tepat. KDR kurang mampu menganalisis ide matematis dan tidak mampu menjelaskan strategi dalam membuat diagram. KDR sudah mampu menulis penyelesaian namun tidak mampu memberikan alasan terhadap pernyataan yang diungkapkan.Kata Kunci: Kemampuan komunikasi matematis, kepercayaan diri The purpose of the research was to describe students’ mathematical communication abilities based on their levels of self-confidence in topic of statistics. The subjects were 3 students of class XI SMK in Soppeng. They were one student with high self-confidence (KDT), one student with medium self-confidence (KDS) and one student with low self-confidence (KDR). The results showed that (1) KDT communicate mathematical ideas in diagrams better than others. KDT analyze and explain mathematical ideas in detail. KDT could write and give clear reasons; (2) KDS could communicate mathematical ideas in diagrams, but in determining the interval of values used, KDS could not do it correctly. KDS could analyze and explain ideas orally but unable to explain strategies used in making diagrams orally. KDS could not answer with complete information but could provide reasons; (3) KDR could communicate mathematical ideas in diagrams, but in determining the interval of values used, KDR could not do it correctly. KDR was less able to analyze mathematical ideas and unable to explain the strategies used in making diagram. KDR had been able to write answer but not able to give reasons.Keywords: Mathematical communication abilities, self-confidence
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kepercayaan Diri Siswa yang Mengikuti Organisasi Sekolah Terhadap Hasil Belajar Matematika L Lidyasari; A Alimuddin; Nurwati Djam'an
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.731 KB) | DOI: 10.35580/imed9458

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto bertujuan untuk mengetahui pengaruh berpikir kreatif dan kepercayaan diri siswa yang mengikuti organisasi sekolah terhadap hasil belajar matematika materi peluang pada siswa SMA Segeri Kabupaten Pangkep. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Segeri pada tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Kemudian didapat 2 kelas sebagai sampel.Penelitian ini hanya meneliti siswa yang mengikuti organisasi sekolah dengan jumlah siswa yang mengikuti organisasi sekolah dari 2 kelas yaitu 43 orang siswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tiga instrumen, yaitu tes kemampuan berpikir kreatif, angket percaya diri dan tes hasil belajar matematika. Data yang diolah menggunakan SPSS. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Segeri yang mengikuti organisasi sekolah berada pada kategori sedang, kemampuan berpikir kreatif berada pada kategori baik dan sangat baik sedangkan untuk percaya diri siswa dikategorikan sedang. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada pengaruh secara bersama-sama antara kemampuan berpikir kreatif dan kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Segeri.Kata Kunci: Kemampuan berpikir kreatif, kepercayaan diri, hasil belajar matematika.Abstract. This research is ex post facto research aims to know the influence of creative thinking and self confidence of students who follow the organization of the school on the mathematics learning outcomein material opportunities of students of SMA Segeri Pangkep regency. The population of this study is all students of class XI IPA SMA Segeri in the academic year 2016/2017. Sampling using simple random sampling technique.Then got 2 classes as sample. This research only examine student who follow organization of school with number of student follow school organization from 2 classes that is 43 students. The data were collected by using three instruments, namely the test of creative thinking ability, self-confidence questionnaire and test of mathematics learning result. The data is processed using SPSS. The result of descriptive statistics analysis shows that the result of mathematics learning of class XI IPAstudents of SMA Negeri who follow the organization of the school is in the medium category, the ability to think creatively is in good category and very good while for the students' self-confidence is categorized being. The result of inferential analysis shows that there is a mutual influence between the ability of creative thinking and students 'self confidence in the students' mathematics learning outcomes of grade XI IPA SMA Segeri.Keywords: Creative thinking ability, self confidence, mathematics learning outcome.
Deskripsi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika N Nurlaelah; A Alimuddin; Ilham Minggi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.791 KB) | DOI: 10.35580/imed9250

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dan faktor penyebab siswa melakukan kesalahan. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kelas IX.A yang dipilih berdasarkan banyanya  kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis yang memuat 1 butir soal uraian dan pedoman wawancara. Kesalahan yang dianalisis dikategorikan dengan menggunakan kategori kesalahan Newman yang terdiri dari 5 kesalahan yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan mentransformasikan, kesalahan memproses dan kesalahan menuliskan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria kesalahan Newman, kesalahan yang terjadi adalah tidak mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, tidak mampu membuat model matematika dengan benar, tidak mampu menggunakan prosedur, salah dalam menggunakan operasi hitung dan tidak mampu menyimpulkan hasil akhirnya.. Penyebab siswa melakukan kesalahan adalah tidak memahami informasi yang ada pada soal, kurangnya ketelitian siswa, dan kurangnya keterampilan, lupa, dan tergesa-gesa dalam menjawab soal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang jenis kesalahan yang dilakukan siswa SMP pada materi sistem persamaan linear dua variabel khususnya dalam mengerjakan soal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dalam proses pembelajaran kesalahan-kesalahan yang dilakukan dapat segera diminimalisir.Kata kunci: Kesalahan, Sistem Persamaan Linear Dua variabel, Prosedur Newman.Abstract.This research aimed to describe the types of errors made by students in solving mathematical problems in the Two-Linear Linear Equation System and the factors causing students to make mistakes. The research subjects consisted of 2 students of class IX.A who were selected based on how many errors were made in solving math story problems. The instrument used is a written test that contains 1 item description and interview guidelines. The errors analyzed are categorized using the Newman error category which consists of 5 errors, namely reading errors, misunderstanding, errors in transforming, processing errors and errors in writing the final answer. The results showed that based on the Newman error criteria, the errors that occurred were not being able to write down what was known and what was asked, not being able to make a mathematical model correctly, unable to use procedures, wrong in using count operations and unable to conclude the final results. The cause of students making mistakes is not understanding the information in the problem, lack of accuracy of students, and lack of skills, forgetting, and hurrying in answering questions. The results of this study are expected to add insight into the types of errors made by junior high school students in the material system of linear equations of two variables, especially in working on problems related to everyday life so that in the learning process mistakes made can be minimized immediately.Keywords: Errors, Two-Linear Linear Equation System, Newman’s Procedure.
Pengaruh Kemandirian Belajar, Kecemasan Matematika dan Prokrastinasi terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Alimuddin Alimuddin; Awi Dassa; Asri Ainun Amaliah
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32234

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar, kecemasan matematika dan prokrastinasi terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Instrumen yang digunakan yaitu angket kemandirian belajar, angket kecemasan matematika, angket prokrastinasi dan tes prestasi belajar matematika Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemandirian belajar, kecemasan matematika dan prokrastinasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa, (2) kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa, (3) kecemasan matematika berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar matematika siswa, (4) prokrastinasi berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci: kemandirian belajar, kecemasan matematika, prokrastinasi, prestasi belajar matematika.This research is a quantitative study with an ex post facto approach aimed to determine the effect of learning independence, mathematics anxiety, and procrastination on mathematics learning achievement of SMP. The sample in this study was 98 students of class VIII SMP. The data collection techniqueused in this research is questionnaire and test. The instruments used are questionnaire learning independence, questionnaire mathematics anxiety, questionnaire procrastination, and test mathematics learning achievement. The data analysis used the multiple linear regression analysis. The result of the research shows that: (1) learning independence, mathematics anxiety, and procrastination jointly influence student's mathematics learning achievement, (2) learning independence had a positive effect on student’s mathematics learning achievement, (3) mathematics anxiety had a negative effect on mathematics learning achievement. Student’s, (4) procrastination has a negative effect on student’s mathematics learning achievement.Keywords: learning independence, mathematics anxiety, procrastination, mathematics learning achievement