Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FABRIKASI BRIKET BERBASIS CANGKANG DAN PELEPAH KELAPA SAWIT Muh Andry; Jasruddim Jasruddin; Sulistiawaty Sulistiawaty
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i1.53642

Abstract

Biobriket cangkang dan pelepah kelapa sawit merupakan salah satu energi alternatif untuk menanggulangi krisis energi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh komposisi bahan dasar briket cangkang dan pelepah kelapa sawit terhadap kualitas briket yang difabrikasi. Fabrikasi briket dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga variasi campuran yaitu 700g CKS + 300g PKS, 600g CKS + 400g PKS, dan 500g CKS + 500g PKS. Pengujian dilakukan untuk mengetahui lama waktu pemakaian dan nilai kalor dari briket, dari tiga variasi campuran  didapatkan waktu pembakaran terlama mencapai 150 menit dengan lama waktu penyalaan awal, yaitu   2 menit. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kerapatan dan kandungan air pada briket. Nilai kalor juga mempengaruhi kualitas dari briket. Berdasarkan Hasil analisis nilai kalor, diketahui briket yang telah difabrikasi dengan campuran cangkang dan pelepah kelapa sawit berkisar 1,746 kalori hingga 2,521 kalori. Hal ini disebabkan oleh komposisi campurannya dimana, briket dengan campuran cangkang kelapa sawit lebih banyak dari pelepah kelapa sawit memiliki nilai kalori lebih besar.
FABRIKASI BRIKET BERBASIS SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA Riska Nurihwatul Asrah; Jasruddim Jasruddin; Sulistiawaty Sulistiawaty
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v19i3.45005

Abstract

Fabrikasi briket berbasis sekam padi dan tempurung kelapa telah dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh komposisi bahan dasar briket sekam padi dan tempurung kelapa terhadap kualitas briket  yang difabrikasi. Fabrikasi briket dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga variasi campuran yaitu 100g SP + 300g TK, 200g SP + 400g TK, dan 300g SP + 300g TK. Pengujian dilakukan untuk mengetahui lama waktu pemakaian dan nilai kalor dari briket, dari tiga variasi campuran didapatkan waktu pembakaran terlama mencapai 130 menit dengan lama waktu penyalaan awal, yaitu 2 menit. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kerapatan dan kandungan air pada briket. Nilai kalor juga mempengaruhi kualitas dari briket. Hasil analisis nilai kalor, diketahui briket yang telah difabrikasi dengan campuran tempurung kelapa dan sekam padi berkisar 1.663 kalori hingga 2.105 kalori. Hal ini disebabkan oleh komposisi campuran, briket dengan campuran tempurung kelapa lebih banyak dari sekam padi memiliki nilai kalori lebih besar.. Kata Kunci : Briket; Sekam padi; Tempurung kelapa
Studi Penumbuhan Grafena pada Temperatur Rendah Menggunakan Metode Hotwire-Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition Jasruddin Jasruddin; Andi Momang Yusuf; Sulistiawaty Sulistiawaty
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 21, No 3 (2024): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v21i3.19279

Abstract

Dalam penelitian ini, telah dilakukan penumbuhan grafena dengan menggunakan metode Hotwire-Plasma Enhanced Chemical Vapor Deposition (HW-PECVD). Metode ini merupakan metode kombinasi antara metode PECVD konvensional dan metode CVD termal dengan menambahkan elemen hot-wire. Plasma dibangkitkan dengan menggunakan frekuensi radio pada spektrum Very High Frequency (VHF) sebesar 70 MHz. Sampel grafena ditumbuhkan di atas substrat kaca SiO2 yang telah dilapisi lapisan katalis nikel dengan temperatur penumbuhan 300°C. Grafena yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan spektroskopi Raman. Spektrum Raman sampel menunjukkan bahwa sampel yang dihasilkan telah mengandung struktur grafitik yang ditunjukkan oleh keberadaan pita G yang tajam, disertai dengan pita D yang menunjukkan bahwa sampel tersebut juga mengandung sejumlah cacat pada struktur grafitiknya. Sementara itu, pita 2D yang tampak dalam spektra Raman masih relatif lemah yang memberi indikasi kualitas sampel yang buruk, mengandung banyak cacat, dan berukuran nanokristalin. Walaupun demikian, hasil ini menunjukkan adanya potensi besar untuk dapat menumbuhkan grafena pada temperatur rendah melalui metode HW-PECVD yang digunakan melalui optimasi parameter-parameter penumbuhan lebih lanjut seperti tekanan penumbuhan dan laju alir gas sumber termasuk mengoptimasi ketebalan lapisan katalis nikelnya.
Aplikasi Alat Geolistrik Tahanan Jenis untuk Mendeteksi Ketersediaan Air Tawar bagi Masyarakat Suli-Suli Kabupaten Maros Sulistiawaty Sulistiawaty; Pariabti Palloan; Muhammad Arsyad; Vistarani Arini Tiwow; Andi Bida Purnamasari
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i2.81111

Abstract

Clean fresh water is one of the basic needs that is difficult to obtain by the Suli-suli community, so the local community collects rainwater or buys it to get fresh water. . The dominant service location is close to the coast and Karst mountain so that the local community is increasingly difficult to obtain fresh water. So to help the Suli-suli community obtain fresh water, a groundwater search service was carried out. The service provider conducted measurements using a geoelectric resistivity tool with the Wenner-Schlumberger method approach with a span of 147 m per measurement path. The results obtained that the presence of groundwater was obtained at a depth of 2-15 meters. However, there are several points where there is also brackish water, this is because the service location is close to the coast so that seawater intrusion occurs which forms brackish water, but after a depth of 5 meters down the brackish water is no longer visible. From the results of this service, it is hoped that it will be a reference for the community in finding and making freshwater wells, in order to meet the need for clean water.
Studi Struktur Lapisan Tanah pada Dusun Tamalalang Timur, Kabupaten Gowa sebagai Pendeteksi Awal Daerah Rawan Longsor Sulistiawaty Sulistiawaty; Pariabti Palloan; Ridwansyah Ridwansyah; Vistarani Arini Tiwow; Muh. Ais Andika
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 5 Number 1 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v5i1.86538

Abstract

Landslides are a type of natural disaster that often occurs in areas with hilly and mountainous topography with high rainfall. Tamalalang Timur Hamlet, Gowa Regency, South Sulawesi is a geomorphologically located area in a hilly area with high rainfall, so it has a significant potential for landslides. This community service activity aims to analyze the structure of the soil layers in Tamalalang Timur Hamlet using the Wenner-Schlumberger configuration geoelectric resistivity method and provide socialization to the community about the categories of landslide-prone areas. Measurements were carried out in areas that represent the topographic and geological conditions that are the target of the service. The results of resistivity data inversion indicate that the soil layers in the area are dominated by water-saturated clay with a low resistivity value of 1–12 Ωm, followed by sandy clay soil layers (12.7–50 Ωm) and bedrock (>100 Ωm). From the interpretation, it provides a strong indication of the existence of a tiered rock layer system, with the potential for aquifers located in the middle layer with moderate to low resistivity, while the base layer is made of hard, impermeable rock. On the one hand, the public needs easy-to-understand information about the early signs of landslides. Some people are more familiar with the dangers of flooding than local landslides or land subsidence. Therefore, this activity provides practical benefits in the form of increased disaster literacy.