Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD ULIN BANJARMASIN Widi Aurelia Mirmaningtyas; Nanang Miftah Fajari; Mohammad Bakhriansyah; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Dona Marisa
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10016

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang dapat mengakibatkan beberapa komplikasi salah satunya berupa stroke. Indeks massa tubuh (IMT) diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke pada pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian stroke pada pasien DM. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 52 data pasien stroke yang dipilih menggunakan metode total sampling dan 52 data pasien tidak stroke yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data pasien diperoleh dari pangkalan data Borneo Wetland Study on Diabetes 2 (BEST-DIAB 2) milik Poliklinik Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara IMT dengan kejadian stroke pada pasien DM di RSUD Ulin Banjarmasin (p=0,377).
HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA PSKPS FK ULM Raditya Raditya; Pandji Winata Nurikhwan; Didik Dwi Sanyoto; Mohammad Bakhriansyah; Sherly Limantara
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.10005

Abstract

Mahasiswa adalah orang yang sedang menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembangan sangat pesat. Mahasiswa juga dituntut untuk mengikuti berkembangan tersebut dalam proses pendidikannya. Stres mahasiswa dapat disebabkan oleh faktor akademik dan non-akademik, seperti faktor persoalan dalam keluarga, faktor ekonomi, faktor tempat sosial dan lain-lain. Jika mahasiswa tidak dapat mengatasi stresnya dengan baik, hal ini akan mengakibatkan pengaruh terhadap hasil belajarnya. Stres merupakan suatu tekanan yang terasa pada diri seorang manusia. Stres pada seseorang mungkin disebabkan adanya konflik antara harapan dan kenyataan yang diinginkan seseorang, baik berupa jasmani maupun rohani. Pengumpulan data tingkat stres pada mahasiswa PSKPS FK ULM dilakukan dengan menggunakan kuesioner MSSQ (Medical Student Stressor Questionnaire) dan data nilai ujian blok mahasiswa PSKPS FK ULM. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional. Metode penarikan sampael pada penelitian ini adalah stratified total sampling. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji non-parametrik Spearman’s dengan nilai signifikansi p<0,01. Sampel penelitian berjumlah 141 orang. Hasil penelitian didapatkan mahasiswa yang mengalami tingkat stres ringan sebanyak 16%, tingkat stres sedang sebanyak 50%, tingkat stres berat sebanyak 31% dan stres sangat berat sebanyak 3%. Mahasiswa dengan nilai lulus ujian blok sebanyak 57% dan yang tidak lulus 43%. Berdasarkan uji Spearman’s didapatkan r = -0,251. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang lemah antara tingkat stres dan nilai ujian blok mahasiswa PSKPS FK ULM. 
HUBUNGAN ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN DIABETES MELITUS Merdayana Merdayana; Nanang Miftah Fajari; Mohammad Bakhriansyah; Nanik Tri Wulandari; Siti Wasilah
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9987

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Komplikasi DM timbul karena kadar glukosa tidak terkendali dan tidak tertangani dengan baik sehingga menyebabkan timbulnya komplikasi stroke. Semakin tinggi kadar HbA1c maka risiko komplikasi stroke akan mudah terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kejadian stroke pada pasien DM. Penelitian observasional analitik ini merupakan penelitian potong lintang dengan menggunakan data pasien yang tercatat di pangkalan data Borneo Wetland Study on Diabetes 2 (BEST-DIAB 2) milik Poliklinik Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-April 2022. Pasien stroke dipilih sebanyak 49 orang dengan menggunakan metode total sampling dan 49 data pasien tidak stroke dipilih menggunakan metode simple random sampling (rasio 1:1). Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan perangkat lunak SPSS versi 26 pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar HbA1c dengan kejadian stroke pada pasien DM di RSUD Ulin Banjarmasin (p=0,110).
Triglyceride-Glucose Index as a Predictor of Diabetic Foot Ulcer Severity in Type 2 Diabetes Mellitus: Cross-Sectional Study Istiqomah; Fauzia Noor Liani; Mohammad Bakhriansyah
‎ InaJEMD - Indonesian Journal of Endocrinology Metabolic and Diabetes Vol. 2 No. 2 (2025): InaJEMD Vol. 2, No. 2
Publisher : PP PERKENI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66266/inajemd.v2i2.58

Abstract

Diabetic foot ulcers are a complication of type 2 diabetes mellitus that has a high global prevalence. Insulin resistance in type 2 DM patients tends to cause chronic wounds and can delay wound healing. TyG index is currently used as a surrogate biomarker to evaluate insulin resistance because it is easy to perform and low cost. Analytic observational research with a cross-sectional approach at Diabetic Foot Poly Ulin Hospital Banjarmasin. The study sample was all patients diagnosed with type 2 DM and undergoing wound care at the Diabetic Foot Polyclinic of Ulin Hospital Banjarmasin starting in December 2024 who met the inclusion and exclusion criteria with a total of at least 74 people. Data analysis was performed with a simple binomial logistic regression test to estimate crude Prevalence Odds Ratio (POR) with 95% confidence intervals, and multiple binomial logistic regression tests were performed to estimate adjusted POR and 95%CIs. Compared with the lowest one-third TyG Index score, study subjects with the middle one-third TyG Index score were associated with a lower risk of severe diabetic foot ulcer incidence by 85.9% (Adj POR 0.141, 95% CI: 0.011-1.802). Subjects with the highest third TyG Index value were also associated with a lower risk of diabetic foot ulcer incidence of 87.1% (Adj POR 0.129, 95%CI: 0.008-1.959). The mean value of TyG Index+SD was 4.8872 + 0.4230 at severe foot ulcers. TyG index is not a predictive factor for the severity of diabetic foot ulcers in type 2 DM patients at the Diabetic Foot Clinic of Ulin Hospital Banjarmasin (p>0.05).
The Influence of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use on the Utilization of Electronic Medical Records: A Systematic Literature Review Asih, Hastin Atas; Arifin, Syamsul; Musafaah; Mohammad Bakhriansyah
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/sn46mj50

Abstract

The utilization of Electronic Medical Records (EMR) is a crucial component of digital transformation in the healthcare sector to improve efficiency, accuracy, and quality of services. However, the success of EMR implementation largely depends on acceptance by end users, particularly healthcare professionals. The Technology Acceptance Model (TAM) is widely used to explain technology acceptance through two main constructs, namely Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU). Nevertheless, empirical studies examining the influence of PEOU and PU on EMR utilization have reported inconsistent findings. This study aims to analyze the influence of PEOU and PU on EMR utilization across various healthcare service contexts based on recent empirical evidence. A systematic literature review was conducted following the PRISMA guidelines. Literature searches were performed in the Scopus, ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar databases for publications from 2019 to 2024 using relevant keywords and Boolean operators. The article selection process involved screening titles, abstracts, and full texts based on PICOS criteria, resulting in 13 quantitative studies included from a total of 196 identified articles. The narrative synthesis revealed three main patterns. First, PEOU was found to have a more significant influence than PU, particularly during the early stages of EMR adoption. Second, PU emerged as a stronger predictor of sustained EMR utilization. Third, several studies indicated that PEOU and PU contributed relatively equally to EMR acceptance. These variations reflect the complexity of interactions among user characteristics, organizational factors, and implementation contexts. In conclusion, both PEOU and PU play important roles in EMR utilization, with their relative influence varying according to the adoption phase and healthcare service conditions.