Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI KAWASAN STADION LUKAS ENEMBE SEBAGAI DESTINASI WISATA DALAM PENGEMBANGAN PARWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURISM) Wopari, Selviana Indira; Kurniati, Rina
Jurnal Pengembangan Kota Vol 10, No 2: Desember 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.10.2.167-180

Abstract

Potensi pengembangan wisata olahraga melalui Pekan Olahraga Nasional di Papua. Pemerintah Provinsi Papua memperoleh peninggalan sarana dan prasarana olahraga sebagai asset yang amat berharga “Kawasan Stadion Utama Lukas Enembe” memiliki luas sebesar 13 Ha. Fenomena serta kemampuan yang terdapat di Kasawan Stadion bisa menarik atensi wisatawan. Disamping itu Kawasan Stadion Lukas Enembe juga bisa menjadi peluang bagi peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan budaya pada wilayah sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan mengetahui potensi Kawasan Stadion Lukas Enembe bagi pengembangan pariwisata berolahraga di Provinsi Papua. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mendalami pada penggunaan data primer dari lokasi studi. Subjek penelitian: Instansi terkait yang mengetahui tentang pembangunan Kawasan Stadion dengan teknik pengumpulan data primer: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aksesbilitas dari dan menuju Kawasan Stadion sudah sangat strategis dan terjangkau dalam akomodasi serta informasinya. Sarana prasarana Kawasan Stadion terfasilitasi lengkap. Atraksi dan penyelenggaran acara pada Kawasan Stadion belum tersedia, namun Kawasan Stadion Lukas Enembe menjadi wadah bagi atraksi itu sendiri seperti kegiatan berolahraga. Fasilitas wisata yang tersedia di dalam Kawasan Stadion ialah olahraga rekreasi dengan ketersediaan RTH dan fasilitas lain yang berada sekitar pertokoan dan ATM dalam mempermudah masyarakat berkunjung. Dukungan pemerintah daerah dan pusat diberikan masksimal dalam menyelesaikan pembangunan kawasan stadion. Namun, belum ada kebijakan dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam optimalisasi pengelolaan kawasan stadion selanjutnya.
Karakteristik Elemen Fisik Sebagai Fasilitas Penunjang Wisata di Kampung Batik Semarang Yusriya, Azarine Intan; Kurniati, Rina
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2024.34846

Abstract

Kampung Batik is located in Rejomulyo Village, East Semarang District, Semarang City. Kampung Batik has a strategic location because it is close to leading tourist destinations in the city of Semarang, namely the Old City and the Semarang Old City Museum. The community in Kampung Batik is also a friendly community and has a high spirit to develop Kampung Batik. Although it has potential, the current condition of tourism supporting facilities in Kampung Batik still does not fully meet the needs of tourists. Therefore, identification of the elements of physical design in Kampung Batik is carried out, where these elements are related to tourism amenities / tourism support facilities that are able to meet the needs of tourists. The physical design elements include regional circulation elements, regional signage elements, regional street furniture elements, regional vegetation elements, and elements of regional support facilities. It is known that Kampung Batik has these elements, but not all of the existing elements have good conditions, in accordance with the guidelines, or according to the needs of tourists.
Penilaian Potensi Daya Tarik Wisata Kampung Hasta Karya Semarang Salsabilla, Rosyifa Aura; Kurniati, Rina
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tpwk.2024.34861

Abstract

An alternative for tourism development in Semarang city is developing potential thematic villages into tourist destinations. Hasta Karya village has the potential for a special interest tourist attraction. However, this tourist attraction has not been fully utilized, namely there are no supporting attractions and several tourist facilities such as public toilets, sewage treatment systems and public green open space. There is no support from CSR, lack of promotion and marketing, as well as community participation, especially youth. This study aims to determine the level of utilization of potential tourist attractions owned by Hasta Karya Village as a tourist destination and to formulate directions for utilizing its potential. The study used a quantitative approach with data collection techniques in the form of questionnaires, interviews, and field observations. The results of the analysis show that Hasta Karya Village has the potential for handicrafts with originality values that are able to attract tourists. This potential is utilized by developing the concept of special interest tourism in the form of educational tourism attractions and shopping. Based on the components of tourist attraction, namely attractions, amenities, accessibility, and additional services, Hasta Karya Village has high potential to become a new tourist destination. The analysis of IFAS and EFAS shows that the strategic position of the potential tourist attraction of Kampung Hasta Karya is in quadrant I which has the potential for Development of tourist destinations. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI RUANG FLAMBOYAN RSD dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR Kurniati, Rina; Kalsum, Umi; Rahman, Gajali
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juli 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i3.129

Abstract

Pemberian MP-ASI merupakan proses perubahan dari asupan susu menuju ke makanan semi padat. Anemia pada anak dapat terjadi oleh karena adanya negative imbalance, ketidakseimbangan antara input ASI dan MP-ASI serta output berupa pemenuhan energi Basal Metabolic Rate untuk melakukan berbagai aktivitas vital tubuh dan pertumbuhan anak. Ibu berperan penting dalam menjaga keseimbangan asupan gizi agar anak usia 6-24 Bulan terhindar dari anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI terhadap kejadian anemia pada Anak usia 6 – 24 Bulan di Ruang Flamboyan RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Desain penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan survei cross sectional study. Sampel 56 ibu pasien anak usia 6 – 24 Bulan mengggunakan teknik sampling Purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan list wawancara dengan metode kuesioner dan data HB pasien. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson pada taraf signifikan α 0.05. Terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan koefisien korelasi rendah antara pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan kejadian anemia pada anak usia 6 – 24 Bulan dengan hasil uji p-value sebesar 0.04 <0.05 dan koefisien korelasi  r=0.375. Hasil tingkat keeratan koefisien korelasi yang rendah tidak berarti pengetahuan ibu tentang MPASI tidak penting untuk ibu miliki. Banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kejadian anemia, salah satunya adalah penyakit penyerta yang dapat memperburuk kadar HB anak. Korelasi signifikan meskipun kekuatan korelasi rendah mengindikasi perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang MP-ASI untuk mencegah anemia. Kurangnya pengetahuan ibu tentang MP-ASI dapat berdampak pada terjadinya anemia yang mengganggu masa emas pertumbuhan anak.
Assesment of Enviromentally Friendly Transportation to Achieve Sustainable Transportation in Semarang City Firdaus, Aditya Zulfikar; Kurniati, Rina
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.17062

Abstract

Transportation is the main infrastructure that has a role in driving the economy. The transportation sector can also be a problem if mobility is not accompanied by the availability of adequate infrastructure. Semarang City has the highest number of vehicles compared to other cities or regencies in Central Java Province. Based on data from BPS Semarang City, the number of motorized vehicles in Semarang City in 2021 reached 1,875,781 vehicles with the growth of motorized vehicles increasing by 12% every year. The high number of motorized vehicles in Semarang City causes congestion, air pollution and increases fuel consumption. Semarang City has started to initiate and design an environmentally friendly transportation system that leads to green transportation. The concept of green transportation is an environmentally friendly and sustainable transportation that aims to reduce vehicle emissions and create road space for pedestrians and bicycles. This is in line with the mission of Semarang City in realizing quality infrastructure that is environmentally sound and sustainable. The purpose of this study is to examine the implementation of green transportation that has been carried out in Semarang City in achieving sustainable transportation. This research uses a qualitative approach, This research uses a qualitative approach, while the analysis is carried out by descriptive analysis as well as scoring and weighting analysis so as to obtain the results of the value of the application of environmentally friendly transportation that leads to the concept of green transportation. The results obtained show that Semarang City in implementing environmentally friendly transportation that leads to green transportation has been quite good or quite successful.
Penilaian Komponen Kota Berkelanjutan pada Kawasan Kota Lama Semarang Faruq Al Muqsit; Rina Kurniati
Jurnal Penataan Ruang Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Penataan Ruang 2024
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota tidak pernah terlepas dari adanya masalah dan kompleksitas. Dalam hal ini konsep kota berkelanjutan muncul sebagai cara untuk menjawab masalah dan kompleksitas perkotaan, karena kota berkelanjutan dapat meningkatkan kondisi perkotaan dengan pengembangan ekonomi, perlindungan lingkungan dan pengembangan sosial secara bersamaan. Dengan studi kasus pada Kawasan Kota Lama Semarang, yang merupakan salah satu pusat perekonomian dan landmark Kota Semarang, dirumuskan penelitian yang bertujuan untuk melakukan eksplorasi komponen kota berkelanjutan pada kawasan kota lama semarang. Dengan adanya eksplorasi tersebut, diharapkan Kawasan kota Lama dapat semakin meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial kawasan sekaligus terjaga nilai kehistorisan dan dapat melestarikan lingkungan yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi komponen kota berkelanjutan pada Kawasan Kota Lama Semarang berdasarkan hasil dari observasi lapangan yang dikaitkan dengan telaah dokumen dalam penentuan komponen kota berkelanjutan. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa komponen kota berkelanjutan telah diterapkan dalam Kota Lama Semarang, terutama dalam kepadatan, koridor, biofilia, bangunan dan insfrastruktur, area tangkapan air, RTH, energi terbarukan, bangunan hijau, TGL, bentuk dan massa bangunan, jalur pejalan kaki, pelestarian dan pemeliharaan serta penanda. Namun komponen tersebut belum diterapkan maksimal pada elemen rancang kota berkelanjutan, yaitu masih terhambatnya sirkulasi kawasan dan kurangnya keberlanjutan perekonomian pada aktivitas pendukung PKL.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA KUE LUMPUR DI PASAR GONDANGLEGI Kurniati, Rina; Handayani, Ucik Fitri
Al-'Adad: Jurnal Tadris Matematika Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/add.v4i1.4140

Abstract

This study aims to explore ethnomathematics concepts in "kue lumpur" (mud cake) sold at Gondanglegi Market, Malang. The research employs an ethnographic method with a qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation, focusing on mathematical elements found in the shape and production process of "kue lumpur." The results reveal that the cake contains geometric concepts, such as circular shapes and their properties, as well as the concept of a system of linear equations with two variables (SPLDV) related to raw materials, production quantity, costs, and profits. This study emphasizes the importance of integrating local culture into mathematics education through ethnomathematics to provide more relevant and applicable learning experiences for students while preserving cultural heritage
Development of Edu Agrotourism Park in Sumilir Valley to Optimize Local Potential of Kemuning Village Kurniati, Rina; Wungo, Grandy Loranessa; Fitria, Shoimatul; Al Haddad , Dilhya Alfadhil Umar
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 2, July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i2.7466

Abstract

Kemuning Village holds significant tourism potential with various attractions capable of drawing visitors. Agricultural tourism has emerged as a key development area, with Lembah Sumilir standing out for its breathtaking natural beauty, including views from the foothills of Mount Lawu and the scenic tea plantations However, limited infrastructure and undeveloped attractions hinder its optimization. The need to optimize attractions, amenities, and accessibility at Lembah Sumilir prompted the P3M Community Service Team of Diponegoro University to assist in the preparation of a master plan for Lembah Sumilir Tourism, aimed at providing insights into tourism and its management. Methods include socialization, FGDs, and design finalization. This study formulates a master plan adopting the Edu Agrotourism Park concept, an approach that integrates tourism and agricultural education by leveraging the natural and agricultural wealth of Kemuning Village. The development will focus on seven zones: Tea Education, View Tracking, Glamping & Camping, Mini River Tubing, Slides, Selfie Spots, and Amenities. The P3M community service program is expected to develop Kemuning Village into a self-reliant community by enhancing the welfare of its residents in environmental, social, cultural, and economic aspects, while also fulfilling the hopes and aspirations of the Kemuning Village community, who are actively involved in every stage of the program's implementation.
Ruang Terbuka Hijau sebagai Sumber Belajar IPA: Systematical Literatur Review Putra, Nugy Setyawan; Kurniati, Rina
Instructional Development Journal Vol 8, No 2 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i2.38061

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki potensi besar sebagai sumber belajar yang kaya dan kontekstual dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Artikel ini bertujuan untuk menyusun sebuah kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap 10 artikel ilmiah yang secara khusus membahas pemanfaatan RTH dalam pembelajaran IPA. Kajian ini mengumpulkan data dari jurnal-jurnal ilmiah nasional dan internasional yang mengulas peran strategi RTH dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar ekologi, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan observasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH secara efektif dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memfasilitasi pembelajaran yang bermakna dan terfokus pada pengalaman nyata, serta memperkuat hubungan siswa dengan lingkungan sekitar melalui pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan (environmental-based learning). Namun demikian, dalam proses implementasinya, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, antara lain keterbatasan fasilitas di sekolah, kurangnya pelatihan bagi guru, serta belum terintegrasinya penggunaan RTH secara optimal dalam kurikulum IPA yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung pemanfaatan RTH sebagai sumber pembelajaran, disertai dengan penerapan metode pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan berbasis pengalaman langsung di alam terbuka, guna meningkatkan efektivitas proses belajar IPA dan membentuk kesadaran lingkungan sejak dini pada peserta didik. Studi ini merekomendasikan integrasi RTH dalam kurikulum IPA dengan metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung.
Pengukuran Kecukupan (RTH) Publik untuk Mengurangi Polusi (CO2) Kegiatan Transportasi di Jalan HOS Cokroaminoto dan Veteran, Pare Kediri Permata MS, Ayu Putri; Buchori, Imam; Kurniati, Rina
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu upaya untuk menghadapi peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) karena dapat menyerap emisi CO2. Tingginya emisi CO2 disebabkan oleh aktivitas transportasi dan minimnya ruang terbuka hijau publik yang mengakibatkan kemampuan RTH dalam menyerap emisi yang tidak optimal. Intensitas aktivitas lalu lintas yang semakin padat akan berdampak pada masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik dalam menyerap emisi karbon dioksida (CO2) dari kegiatan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Hasil yang akan diperoleh adalah tingkat kecukupan RTH publik dalam menyerap emisi dari transportasi dan sehingga didapatkan solusi untuk melakukan kebijakan dalam mengurangi polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan dan pentingnya ruang terbuka hijau (RTH).