Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AC (AIR CONDITIONER) DENGAN SIKLUS KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Tio Vani Nesri; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.363 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p63-68

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan analisa pada karakteristik pengeringan pada mesin pengering pakaian. Karakteristik pengeringan mencakupi nilai laju ekstraksi air spesifik (SMER) dan nilai konsumsi energi spesifik (SEC). Mesin pengering menggunakan sistem pengkondisian udara. Komponen yang dimanfaatkan dari sistem pengkondisian udara tersebut adalah kondensor. Temperatur dari kondensor masih relatif tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk pengeringan pakaian. Penelitian menggunakan 2 metode pengujian. Pengujian tanpa pemanasan awal dan pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit pada mesin pengering. Dari pengujian didapatkan nilai SMER 3,420 kg/kWh – 4,120 kg/kWh dan nilai SEC 0,242 kWh/kg untuk pengujian tanpa pemanasan awal. Sedangkan untuk pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit didapat nilai SMER 3,689 kg/kWh – 4,282 kg/kWh dan nilai SEC 0,233kWh/kg-0,271 kWh/kg
PENGUJIAN PENGERING TENAGA SURYA TIPE PEMANASAN LANGSUNG DENGAN UNTUK PENGERINGAN PISANG PADA KONDISI BERBEDA Azridjal Aziz; Ahmad Surya; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.387 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p82-90

Abstract

Alat pengering tenaga surya tipe pemanasan langsung telah diuji untuk pengeringan pisang pada kondisi berbeda. Alat pengering yang diuji merupakan alat pengering hibrida yang bias digunakan dengan sumber energy lain, selain menggunakan energy surya sebagai sumber energi utama pada siang hari, sedangkan gas LPG digunakan pada pengeringan di malam hari. Hasil penelitian menunjukkan temperatur tertinggi, penurunan kadar air tertinggi pada pengujian dengan LPG diperoleh pada rak 6, sedangkan terendah diperoleh pada rak 1, karena sumber kalor berada di bawah rak 6, hal sebaliknya terjadi pada pengeringan menggunakan energy surya, karena sumber kalor berasal dari bagian atas atau pada rak 1. Pada pengujian dengan LPG, temperatur tertinggi yang dapat dicapai yaitu 84,7 °C yaitu pada rak 6, sedangkan temperatur terendah 52,3 °C pada rak 1, sebaliknya temperatur pisang dengan menggunakan tenaga surya temperatur tertinggi pada rak 1 pada jam 11.00 WIB sebesar 62,9 °C dan paling rendah pada rak 1 pada jam 17.00 WIB sebesar 37,1 °C. Kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan gas LPG sebesar 4681,92 kJ sedangkan kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan tenaga surya sebesar 3176,24 kJ. Pengeringan menggunakan energi surya lebih ekonomis dibanding menggunakan gas LPG, namun waktu pengeringan lebih lama dibanding LPG. Pengeringan menggunakan alat pengering kualitasnya lebih baik dan higienis dibanding penjemuran langsung.
KARAKTERISTIK PENGUJIAN PADA MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN SIKLUS UDARA TERTUTUP Gordon HTTM; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.496 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n1.p24-30

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi sektor rumah tangga dan usaha bisnis laundry pada penyediaan mesin untuk pencuci dan pengering yang dapat bekerja cepat. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian tentang mesin pengering pakaian ini yaitu mengetahui waktu pengeringan pakaian untuk berbagai jumlah variasi pakaian yang dikeringkan dengan jenis pakaian yang sama. Analisa perhitungan konsumsi dan biaya energi untuk mesin pengering pakaian menggunakan AC ½ PK dengan siklus udara tertutup didasarkan pada hasil perhitungan teoritis. Manfaat penelitian ini adalah Sebagai pengembangan dalam bidang penghematan energi dari teknologi refrigerasi dan pengkondisian udara. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan melalui perhitungan termodinamika dengan refrigerant yang dipakai R22. Kesimpulan dari analisa ini diperoleh dari nilai laju pengeringan pada mesin pengering pakaian dengan waktu yang bervariasi yaitu 29 menit - 126 menit, SMER 6,90 kg/kWh – 0,07 kg/kWh, SEC 0,15 kWh/kg – 14,13 kWh/kg, dengan laju pengeringan 22,50 gram/ menit - 34,75 gram/menit.
PENGARUH VARIASI ARAH PUTARAN FAN TERHADAP PENDINGINAN PADA PENDINGIN MINUMAN PORTABLE MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK KAPASITAS 4,7 LITER Rahmat Iman Mainil; Syafri '; Azridjal Aziz; Renhard Niptro Gultom; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.734 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n2.p%p

Abstract

Pendingin minuman portable dengan kapasitas 4,7 liter menggunakan modul termoelektrik (TEC) digunakan untuk mengetahui laju pendinginan minuman portable.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah elemen peltier yang aktif dan membandingkannya terhadap variasi arah putaran fan serta beban pendinginan. Setiap pengujian dilakukan hingga temperatur pendingin minuman protable mencapai temperatur terendah. Dengan menggunakan arah putaran fan dorong, data memperlihatkan bahwa dengan menggunakan tiga modul TEC temperatur ruangan pendingin yang dapat dicapai 14,6 0C dalam 95 menit (tanpa beban pendingin) dan 25,5 0C dalam 40 menit (beban pendingin maksimum, 6 buah minuman kaleng). Sedangkan dengan menggunakan tiga buah modul TEC dengan arah putaran fan tarik temperatur ruangan pendingin terendah 17,4 0C dalam 55 menit (tanpa beban pendingin), dan 25,6 0C dalam 35 menit (beban pendingin maksimum, 6 minuman kaleng).
PENGARUH LAJU ALIRAN AIR PENDINGIN TERHADAP KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) Rahmat Iman Mainil; Gontor Andrapica; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.613 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n1.p36-41

Abstract

ABSTRAK Besarnya energi yang terbuang pada kendaraan menyebabkan para peneliti berupaya untuk memanfaatkan energi berupa panas buang kendaraan sebagi sumber energi listrik. Termoelektrik generator merupakan sebuah perangkat yang bekerja memanfaatkan efek seebeck sehingga dapat mengubah panas menjadi energi listrik. Dalam penelitian kali ini panas dirubah menjadi listrik menggunakan termoelektrik jenis TEG SP 1848 dan TEC 12706. Variasi laju aliran air pendinging 1,7 L/min dan 3,5 L/min digunakan untuk mengetahui efek laju aliran air pendingin terhadap kinerja Thermoelectric Generator. Jumlah modul termoelektrik juga divariasikan dari 1-4 buah. Temperatur panas input diperoleh dari sebuah heater listrik yang diberi tegangan 80 volt menggunakan sebuah slide regulator. Hasilnya didapatkan bahwa laju aliran air 3.5 L/min dapat menghasilkan daya listrik hingga 1.03 W pada penggunaan 4 buah modul TEG SP 1848.  Kata kunci : efek seebeck, termoelektrik generator,   ABSTRACKThe amount of energy wasted on the vehicle caused the researchers trying to utilize energy in the form of exhaust heat as a source of electrical energy. Thermoelectric generator is a device that works by utilizing the Seebeck effect so that it could convert heat into electrical energy. In this research, heat was converted into electricity using thermoelectric generator (TEG SP 1848 and TEC 12706). Variations of cooling water flow rate of 1.7 L / min and 3.5 L / min were employed to determine the effect of cooling water flow rate on the performance of the Thermoelectric Generator. The number of thermoelectric modules was varied from 1-4. The heat input temperature was obtained from an electric heater with a setting voltage of 80 volts by slide regulator. The results showed that the water flow rate of 3.5 L / min could produce up to 1.03 W of electric power when using 4 SP 1848 TEG modules. Keywords : seebeck effect, thermoelectric generator
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.121 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n1.p7-11

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
PENGARUH PENAMBAHAN KONDENSOR DUMMY (TIPE HELICAL COIL, TROMBONE COIL DAN MULTI HELICAL COIL) TERHADAP TEMPERATUR RUANGAN DAN TEMPERATUR AIR PANAS Adi Hans Purba; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.679 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n1.p%p

Abstract

Penambahan kondensor dummy pada AC split dapat menghemat energi untuk kebutuhan air panas, dengan memanfaatkan panas buang pada kondensor yang berfungsi sebagai water heater. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penambahan kondensor dummy (tipe helical coil, trombone coil dan multi helical coil) tanpa air bersirkulasi terhadap temperatur ruangan dan temperatur air panas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode komparatif. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa penambahan kondensor dummy tipe multi helical coil lebih baik dibandingkan tipe trombone coil dan tipe helical coil. Pada penambahan kondensor dummy tanpa air bersirkulasi dengan multi helical coil temperatur air yang dipanaskan mencapai 64,73 oC pada beban 3000 Watt. Sedangkan pada helical coil temperatur ruang terendah mencapai 16,11 oC pada penggunaan tanpa beban (19,26 oC pada multi helical coil tanpa beban).
KONDISI KERJA MESIN REFRIGERASI KOMPRESI UAP PADA VARIASI MASSA REFRIGERAN HIDROKARBON Rahmat Iman Mainil; Nurul Deswita; Afdhal Kurniawan Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.769 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p63-68

Abstract

ABSTRAK  Salah satu penentu pada kinerja mesin kompresi uap ditentukan adalah massa refrigeran. Kinerja mesin refrigerasi dapat dinilai pada kondisi kerja sistem meliputi temperature kotak pendingin, temperature kerja kondensor dan evaporator, tekanan kerja kondensor dan evaporator, dan daya kompresor pada variasi massa refrigeran yang ditetapkan. Untuk menganalisa kondisi kerja tersebut mesin refrigerasi kompresi uap diisi menggunakan refrigeran HCR-134a dengan variasi massa 60-220 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk seluruh variasi massa refrigeran, temperatur kotak pendingin dapat turun terhadap waktu operasi dimana rata-rata penurunan temperatur adalah 7 ºC. Tekanan evaporator dan tekanan kondensor meningkat dengan meningkatnya jumlah massa refrigeran yang dimasukkan kedalam system, mengakibatkan semakin meningkatnya  kerja kompresor. Kenaikan daya kompresor setiap massa refrigeran rata-rata sebesar 0,016 kW.  Kata kunci : Mesin refrigerasi, kondisi kerja, massa refrigeran   ABSTRACT One of the determinants of the performance of vapor compression machine is refrigerant mass. The performance of refrigeration machine can be assessed on the working conditions of the system including temperature of cooling box, evaporator and condenser  temperature, evaporator and condenser pressure, and compressor power at the specified refrigerant mass variations. To analyze the working conditions, the vapor compression machine was filled by HCR-134a with a mass variation of 20-220 gram. The result showed that for all refrigerant mass variations, the temperature of the cooling box decrease with the operating time with the average temperature drop is 7ºC. The evaporator pressure and condenser pressure increase with the increase in the mass of refrigerant introduced into the system, resulting in increased of compressor work. In average, the increase in compressor power for each mass of refrigerant is 0.016 kW. Keywords : Refrigeration machine, working conditions, refrigerant mass
KINERJA AIR CONDITONING HIBRIDA PADA LAJU ALIRAN AIR BERBEDA DENGAN KONDENSOR DUMMY TIPE HELICAL COIL (1/4", 6,7 m) SEBAGAI WATER HEATER Faisal Tanjung; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.952 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p43-50

Abstract

Air Conditioning hibrida adalah perangkat mesin konversi energi yang memiliki fungsi ganda dimana efek pendinginan dan pemanasan dapat dimanfaatkan secara bersamaan. Kalor yang terbuang melalui kondensor cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air sekaligus dapat menaikkan kinerja sistem AC dan meningkatkan efisiensi energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui pengaruh variasi laju aliran air panas yang bersirkulasi pada tangki berkapasitas 50 L terhadap kinerja Air Conditioning hibrida menggunakan kondensor dummy tipe helical coil diameter 1/4˝ dan panjang 6,7 m yang berfungsi sebagai alat penukar kalor untuk memanaskan air. Pengujian menggunakan beban pendingin 2000 Watt pada ruangan simulasi dan variasi laju aliran air dengan mengatur pembukaan katup 0, (tanpa sirkulasi), 1/3 (Q = 0,031 L/s), 2/3 (Q = 0,59 L/s), dan 3/3 (Q = 0,086 L/s) sebagai simulasi ruangan yang akan didinginkan dan pemakaian air pada tempat tinggal. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh seiring meningkatnya laju aliran air yang bersirkulasi terhadap menurunnya temperatur air panas dan meningkatnya temperatur ruangan yang dihasilkan, dimana temperatur air panas tertinggi yaitu 59,53 °C pada kondisi bukaan katup 0 (tanpa sirkulasi) dan temperatur ruangan tertinggi yaitu 33,73 °C pada kondisi bukaan katup 3/3 (0,086 L/s) juga terjadi pengaruh terhadap menurunnya daya kompresor berkisar antara 0,72–0,80 kW, kapasitas pendinginan berkisar antara 3,26–3,68 kW, dan kapasitas pemanasan berkisar antara 0,44–0,52 kW. Sedangkan tidak terjadi pengaruh yang berarti terhadap nilai Coefficient Of Performance (COP) dimana COPc (kinerja pendingin) berkisar antara 4,53–4,60 dan COPC+WH (kinerja pendingin dan pemanas) berkisar antara 5,14–5,28.
PENGUJIAN THERMOELECTRIC GENERATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN SISI DINGIN MENGGUNAKAN AIR BERTEMPERATUR 10 ºC Gontor Andrapica; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.506 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n2.p%p

Abstract

Thermoelectric Generator (TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik, dengan adanya perbedaan temperatur antara sisi panas dan sisi dingin dari modul termoelektrik . Prinsip ini dikenal dengan nama efek seebeck yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini menggunakan dua buah tipe modul termoelektrik, tipe TEC 12706 dan TEG SP 1848. Dengan variasi tegangan input 60 V sebagai sumber energi sisi panas (heater). Sisi dingin modul termoelektrik menggunakan air bertemperatur 10º dengan laju aliran 16,6 liter/menit. Dari pengujian daya yang dihasilkan modul termoelektrik tipe TEG SP 1848 lebih besar dibandingkan tipe TEC 12706. Daya maksimum yang dihasilkan termoelektrik tipe TEC 12706 pada pengujian 1,2,3 dan 4 buah modul termoelektrik adalah sebesar 0,007 W, 0018 W, 0,061 W, dan 0,105 W. Sedangkan dengan menggunakan modul TEG SP 1848 daya maksimum yang dihasilkan pada pengujian yang sama adalah sebesar 0,125 W, 0,141 W, 0,274 W dan 0,357 W. Selisih daya maksimum yang dihasilkan antara modul TEC 12706 dan modul TEG SP 1848 adalah berkisar 0,2 W.