Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : atech-i

Analisis Perubahaan Penggunaan Lahan di Kota Payakumbuh Rio Valery Allen; Muhammad Syahfitra
Atech-i Vol. 1 No. 1 (2023): Tahun 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v1i1.9

Abstract

Perubahaan penggunaan lahan Kota Payakumbuh mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perubahaan penggunaan lahan yang cukup pesat berimplikasi pada meluasnya kebutuhan ruang. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perubahaan penggunaan lahan selama periode tahun 2013 hingga tahun 2023. Mengklasifikasikan jenis-jenis kelas penggunaan lahan yang terjadi dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis SIG diketahui kelas penggunaan lahan yang ada di Kota Payakumbuh adalah berupa Hutan, Badan Air, Ladang, Perumahaan / Pemukiman, Sawah, Semak / Lahan Terlantar, dan Tanah / Lahan Kering. Hasil analisis kelas penggunaan lahan Kota Payakumbuh diketahui bahwa sawah merupakan kelas penggunaan lahan paling luas dengan luas areal mencapai 14,82 km2 atau mencapai 19,87% dari luas keseluruhan wilayah Kota Payakumbuh. Kelas penggunaan lahan paling sedikit di Kota Payakumbuh adalah badan air, dengan luas wilayah 8,06 km2 atau 10,81% dari luas wilayah keseluruhan. Perubahaan kelas penggunaan lahan paling besar terjadi pada kelas tanah / lahan kering yang bertransformasi menjadi semak / lahan terlantar pada tahun 2023.
Analisis Perubahaan Lahan DAS Tapakis Tahun 2013 Hingga Tahun 2023 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Valery Allen, Rio; syahfitra, muhammad
Atech-i Vol. 1 No. 2 (2024): Tahun 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v1i2.18

Abstract

Abstrak. Perubahaan penggunaan lahan DAS Tapakis Padangpariaman mengalami perubahan yang signifikan. Perubahaan penggunaan lahan yang signifikan berimplikasi pada meluasnya kebutuhan ruang. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perubahaan penggunaan lahan selama periode tahun 2013 hingga tahun 2023. Mengklasifikasikan jenis-jenis kelas penggunaan lahan yang terjadi dengan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis SIG diketahui kelas penggunaan lahan yang ada di DAS Tapakis Padangpariaman adalah berupa Hutan, Badan Air, Tanah Kosong dan Perumahaan, dan Lahan Pertanian. Hasil analisis perubahan lahan DAS Tapakis diketahui bahwa tejadi penurunan fungsi lahan pada lahan pertanian dan badan air, sedangkan peningkatan fungsi luas lahan terjadi pada tanah kosong dan perumahan serta lahan hutan. Perubahan yang terjadi tidak lepas dari faktor perubahan alam dan faktor manusia.
Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Pemantauan Penggunaan Lahan di Kabupaten Limapuluhkota: Utilization of Remote Sensing Data and Geographic Information Systems (GIS) for Land Use Monitoring in Limapuluhkota Regency Valery Allen, Rio; Syahfitra, Muhammad
Atech-i Vol. 2 No. 2 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v2i2.37

Abstract

Pemantauan penggunaan lahan yang akurat dan terkini menjadi krusial bagi perencanaan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumberdaya alam di tingkat kabupaten. Kabupaten Limapuluhkota, dengan dinamika penggunaan lahannya, memerlukan sistem pemantauan yang efektif. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan data penginderaan jauh resolusi tinggi yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membangun sistem pemantauan penggunaan lahan di Kabupaten Limapuluhkota. Fokus utama adalah pada penyediaan informasi aktual mengenai kondisi penggunaan lahan, bukan pada analisis perubahan historis. Metode yang diusulkan meliputi akuisisi citra satelit resolusi tinggi secara berkala, pra-pemrosesan data, klasifikasi penggunaan lahan menggunakan algoritma terkini, validasi akurasi, dan integrasi ke dalam platform SIG untuk visualisasi dan diseminasi informasi secara cepat kepada para pemangku kepentingan. Diharapkan, sistem ini dapat menyediakan data dasar penggunaan lahan yang dinamis dan akurat, mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif terkait tata ruang, manajemen pertanian, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Limapuluhkota.
Analisis Komparatif Efisiensi Rendemen Dan Stabilitas Kadar Katekin Ekstrak Gambir (Uncaria Gambir) Menggunanakan Pengepres Hidrolik Dan Pengepres Ulir Skala Industri Kecil: Comparative Analysis of Yield Efficiency and Stability of Catechin Content of Gambir (Uncaria Gambir) Extract Using Hydraulic Press and Screw Press on Small Industrial Scale Valery Allen, Rio; Syahfitra, Muhammad
Atech-i Vol. 3 No. 1 (2025): Tahun 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/atech-i.v3i1.50

Abstract

Peningkatan efisiensi pengolahan gambir (Uncaria gambir) merupakan tantangan krusial bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia, yang berfokus pada transisi dari metode tradisional menuju mekanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua teknologi pengepresan utama, yaitu Pengepres Hidrolik yang mengaplikasikan tekanan statis dan suhu rendah, serta Pengepres Ulir yang mengandalkan tekanan dinamis dan gesekan termal. Metode pengujian meliputi analisis rendemen gravimetri dan penentuan kadar katekin menggunakan Pres ulirektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya trade-off yang signifikan antara kuantitas (rendemen) dan kualitas (kadar katekin) produk akhir. Pengepres Ulir memiliki keunggulan dalam kecepatan pemrosesan dan througpres hidrolikut harian, dengan potensi rendemen total yang lebih tinggi (6,47% pada data terajang), menjadikannya ideal untuk produksi volume besar komoditas. Sebaliknya, Pengepres Hidrolik, beroperasi pada suhu rendah (cold press), menunjukkan superioritas dalam menjaga stabilitas biokimia, yang diprediksi menghasilkan kadar katekin yang lebih tinggi dan lebih murni, menjadikannya pilihan strategis untuk hilirisasi produk premium dan farmasi. Meskipun demikian, kedua teknologi tersebut mampu melampaui efisiensi metode tradisional dan memenuhi persyaratan minimum kadar katekin Standar Nasional Indonesia (SNI) Mutu I.