Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Kekerasan Berbasis Gender Model Kolaboratif-Pastisipatif Triantono, Triantono; Marizal, Muhammad; Nisa, Fitria Khairum
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15372

Abstract

Perkawinan usia masih terjadi dan berdampak pada munculnya masalah sosial seperti kemiskinan, rendahnya kualitas kesehatan ibu dan anak, serta kekerasan dalam rumah tangga. Norma gender yang ada pada masyarakat Desa Polengan masih rentan memunculkan kekerasan berbasis gender dengan korban kekerasan paling banyak adalah perempuan. Tidak hanya itu, belum adanya instrumen pedoman tentang partisipasi masyarakat dalam pencegahan perkawinan usia anak dan kekerasan berbasis gender. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan cara memberikan sosialisasi dengan tujuan penguatan kapasitas masyarakat, membangun komitmen melalui pendekatan community based organization, dan menyusun pedoman Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Kekerasan Berbasis Gender. Terdapat tiga ruang lingkup partisipasi masyarakat dalam upaya merespon perkawinan usia anak: (1) upaya kolektif terintegrasi dalam mewujudkan lingkungan bebas pernikahan anak; (2) pengarusutamaan pendewasaan usia perkawinan minimal 21 pada level penyusunan kebijakan; dan (3) pendampingan dan pemberdayaan bagi keluarga rentan sebagai dampak dari pernikahan usia anak. Strategi pencegahan perkawinan usia anak antara lain dengan: (1) Pemberdayaan individu, keluarga, dan kelompok masyarakat, (2) pengarusutamaan pendewasaan perkawinan anak dengan Penyusunan kebijakan Pemerintah desa, (3) komitmen masyarakat dalam mengadvokasi dan memberikan pendampingan pada keluarga rentan, serta (4) nilai dari kegiatan gotong royong secara kolektif. Selain itu, perlu adanya pendekatan dalam mengintervensi perkawinan usia anak yaitu pendekatan primer dengan cara pencegahan dan pendekatan sekunder dengan cara pendampingan.
Analisis Risiko Perceraian berdasarkan Usia Suami di Kota Pekanbaru Marizal, Muhammad; Putri, Mutia Rahmatul; Putri, Satriani; Lestari, Tri Uci
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.28553

Abstract

Pernikahan merupakan suatu ikatan yang sakral dalam hukum dan agama untuk mengikat sepasang suami dan istri dalam membina rumah tangga dengan dasar tujuan untuk membentuk keluarga yang harmonis. Usia pernikahan antara 0-5 tahun merupakan masa-masa rawan yang disebut sebagai era kritis. Pengalaman bersama yang dialami belum banyak sehingga memicu timbulnya risiko perceraian yang tinggi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kota Pekanbaru terdapat 127 pasangan yang bercerai pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama pernikahan berdasarkan faktor usia suami lebih muda dari istri dengan menggunakan metode Kaplan Meier dan Uji Log-Rank. Berdasarkan hasil analisis dari 127 sampel penelitian, terdapat sebanyak 45 pasangan dinyatakan bercerai pada usia pernikahan 0-5 tahun dan 82 pasangan bercerai pada usia pernikahan lebih dari 5 tahun dan dari hasil uji Log-Rank diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara peluang usia suami di atas 38 tahun dan di bawah 38 tahun terhadap lama pernikahan. Usia suami di bawah 38 tahun lebih berpeluang besar menyebabkan perceraian dibandingkan usia suami di atas 38 tahun.