Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CRASHING (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN RUSUN IAIN MANADO) Malifa, Yusuf; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tolak ukur suatu proyek konstruksi berhasil adalah waktu penyelesaian sesuai dengan jangka waktu yang sudah disediakan, biaya yang minimal dan tanpa mengesampingkan mutu dalam pembangunan. Keterlambatan adalah momok yang sering dijumpai dalam  penyelesaian proyek konstruksi oleh karena itu percepatan penting untuk dilakukan untuk mengatasi keterlambatan. Konsekuensi dari percepatan adalah penambahan biaya. Dalam melakukan analisis biaya akibat percepatan waktu digunakan metode Crashing. Analisis dilakukan dengan mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dengan alternatif penambahan tenaga kerja pada kegiatan-kegiatan kritis. Pelaksanaan proyek pembangunan Rumah Susun IAIN Manado setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode Crashing dengan menambah pekerja pada kegiatan-kegiatan kritis dapat dipercepat menjadi 77 hari kalender dari perencanaan semula 91 hari kalender(3 bulan terakhir proyek). Dari crashing yang dilakukan dengan alternatif penambahan tenaga kerja pada proyek pembangunan Rumah Susun IAIN Manado diperoleh hasil bahwa terjadi percepatan durasi waktu sebesar 14 hari kalender dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp2.800.000 dan penurunan biaya tidak langsung sebesar  Rp.48.347.484 . Kata kunci: proyek, konstruksi, keterlambatan, metode Crashing, percepatan proyek
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PROYEK PT. TRAKINDO UTAMA) Kani, Bobby Rocky; Mandagi, Robert J. M.; Rantung, Johan p; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan. Jumlah tenaga kerja disektor konstruksi yang mencapai sekitar 4.5 juta orang, 53% diantaranya hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah Dasar, bahkan sekitar 1.5% dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan pendidikan formal apapun.Di dalam penelitian ini, perencanaan K3 dibuat berdasarkan pedoman/standar OHSAS 18001 juga sesuai dengan peraturan dan standar teknik terkait konstruksi di Indonesia bahkan juga menurut undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.Pada penelitian ini peneliti langsung mengadakan survey di lapangan untuk mengidentifikasi mengenai risiko K3, kemudian langsung memberikan penilaian tentang risiko-risiko K3 yang terjadi di lapangan, serta mempelajari bagaimana tindakan penanganan yang baik terhadap risiko K3 pada kegiatan proyek pembangunan PT. Trakindo Utama.Dari hasil penelitian didapat bahwa masih banyak tenaga kerja yang tidak mengetahui tentang K3. Apa yang dimaksud dengan K3, bagaimana cara penerapan K3, dan lain-lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa masih kurangnya perhatian ataupun komitmen dari perusahaan kontraktor untuk melaksanakan program K3 dengan baik.Kata kunci: K3, tenaga kerja, penilaian resiko
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS: LANJUTAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT MANADO T.A. 2012) Mintje, Victoria; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.; Tarore, Huibert
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Sistem Pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) banyak menyita perhatian berbagai organisasi karena mencakup permasalahan segi prikemanusiaan, biaya dan manfaat ekonomi, aspek hukum, pertanggung jawaban serta citra organisasi itu sendiri. Proses pembangunan proyek konstruksi umumnya merupakan kegiatan yang mengandung unsur bahaya, sehingga hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu diperhatikan.Proyek konstruksi memiliki sifat yang khas, antara lain tempat kerjanya di ruang terbuka yang dipengaruhi cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja yang belum terlatih, menggunakan peralatan kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja dan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga.Studi di bidang Penerapan Sistem Pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pelaksanaan Konstruksi, dilakukan pada Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Manado Tahun Anggaran 2012. Adapun yang dipelajari adalah bagaimana melaksanakan pekerjaan konstruksi yang aman dengan berpatokan pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Metodologi penelitian menggunakan questioner, survei dan wawancara langsung di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi lokasi proyek, survei secara visual di proyek dan pengambilan dokumentasi dilapangan.Dalam pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Manado Tahun Anggaran 2012, Penerapan Sistem Pengendalian K3 pada Pelaksanaan Konstruksi sudah berjalan cukup baik dengan adanya jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) bagi para pekerja proyek yang merupakan perhatian yang diberikan perusahaan kepada para pekerja yang sesuai dengan amanat UU No. 3/1992, namun dari segi teknis masih terdapat beberapa kekurangan antara lain: belum tersedianya tenaga profesional dibidang K3, sifat pekerja lebih memilih tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dan lebih memilih bekerja berdasarkan pengalaman dan mengabaikan K3, tidak adanya pelatihan khusus mengenai K3 kepada para pekerja serta tidak adanya pengawasan langsung dari pihak pemerintah terhadap pelaksanaan K3 dilokasi proyek ini.Kata kunci: penerapan Sistem Pengendalian K3, alat pelindung diri, pemerintah,perusahaan, pekerja.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN GRAND VICTORIAN KAIRAGI Pondaag, Nathalia Elizabeth; Malingkas, Grace Y.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi menyebabkan kerugian, pihak yang terkena dampak dari kerugian adalah yang berkaitan langsung dengan proyek yaitu kontraktor. Kontraktor mengalami kerugian waktu dan biaya karena tidak mencapai target yang diharapkan sehingga pembangunan proyek menjadi mundur atau terhambat. Para pekerja konstruksi dituntut untuk dapat meningkatkan mutu hasil pekerjaan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu owner dan kontraktor agar dapat berkompetisi dan memajukan usahanya. Dari kasus diatas tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan proyek yang ada di kota manado yaitu  pada perumahan Grand Victorian Kairagi.Penelitian ini menggunakan program software IBM Statistik SPSS 20, untuk mencari tahu faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan proyek perumahan. Dan dari faktor keterlambatan tersebut akan diolah dalam program software IBM Statistik SPSS 20 dengan menggunakan metode Analisis descriptive dengan menggunakan metode frequencies. Analisis descriptive menjelaskan hubungan variable untuk mencari nilai rata-rata dari masing-masing penyebab keterlambatan.Dari hasil penelitian ini didapat Faktor penyebab utama yang menyebabkan keterlambatan yaitu ada pada Masalah Keuangan Kontraktor dengan Mean rata-rata 3.91. Masalah keuangan harus ditunjang dengan adanya marketing yang baik dan untuk meninjau progress yang ada di lapangan secara rutin agar dapat mengetahui pekerjaan yang sementara berjalan mengalami keterlambatan atau tidak. Kata Kunci: Keterlambatan, Keuangan, IBM Statistik SPSS 20
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA RINGAN DAN PLESTERAN PADA PEKERJAAN PROYEK OFFICE AND DISTRIBUTION CENTRE PT. SUKANDA JAYA AIRMADIDI-MINAHASA UTARA The, Londy Herianto; Tjakra, Jermias; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang mengikuti prosedur serta telah dirancang sesuai dengan pengetahuan atau standar yang telah diuji cobakan. Cara atau metode tersebut tidak terlepas dari penggunaan teknologi sebagai pendukung dan mempercepat proses pembuatan suatu bangunan, agar kegiatan pembangunan dapat berjalan sebagai mana mestinya sesuai dengan yang diharapkan dan lebih ekonomis dalam biaya pemakaian bahan.Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. Konstruksi sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.Dinding menjadi hal yang paling diperhatikan baik pada segi struktur. Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain: dinding batu buatan (bata dan batako), dinding batu alam, dinding kayu: kayu, dinding beton.Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dengan CLC dari segi proses pengeringan yaitu AAC mengalami pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan bata ringan jenis CLC yang mengalami proses pengeringan alami. CLC sering disebut juga sebagai Non-Autoclaved Aerated Concrete (NAAC). Kata kunci: Metode Pelaksanaan Konstruksi, Pasangan Bata Ringan, Pekerjaan Dinding
ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA PEMBANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus : Proyek Bangunan Rukan Bahu Mall Manado) Kamagi, Grace Priscillia; Tjakra, Jermias; Langi, Juno E. Ch.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Life Cycle Cost (LCC) merupakan biaya yang dibutuhkan oleh suatu bangunan selama umur rencananya. Yang termasuk biaya ini adalah biaya perencanaan dan pembangunan yang dinamakan biaya awal, biaya perawatan rutin dan perbaikan dinamakan biaya pemeliharaan, serta biaya perobohan dan daur ulang bahan-bahan yang tidak digunakan, ini dilakukan ketika bangunan sudah tidak dapat berfungsi lagi.Tujuan penelitian ini adalah menghitung Life Cycle Cost (LCC) aktual yang berdasar pada bahan bangunan yang digunakan pada saat pembangunan proyek. Dalam hal ini, bangunan yang akan ditinjau adalah 9 bangunan Rukan Bahu Mall Blok-N Manado, dan bagian bangunan yang akan dihitung life cycle cost-nya yaitu dinding, lantai serta atap dari 9 bangunan rukan tersebut.Melalui proses perhitungan untuk item pekerjaan dinding, lantai dan atap dari 9 bangunan Rukan Bahu Mall Blok-N tersebut, maka dihasilkan rincian yaitu biaya modal konstruksi (awal) Rp. 574.598.000,00, total biaya pemeliharaan untuk ketiga item Rp. 1.142.620.655,00, dan biaya pembongkaran Rp. 5.415.681,86.Kata kunci: Life Cycle Cost, biaya, bahan bangunan
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PAPUA 1 DI DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Mokolensang, Virginia Marcelin; Arsjad, Tisano Tj.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ialah untuk menghitung biaya-biaya yang diperlukan dari suatu bangunan dan dengan biaya ini bangunan tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan. Mengingat besar serta luasnya arti bangunan yang harus dihitung pembiayaannya maka pengetahuan akan hal-hal yang ada hubungannya denan perhitungan biaya sangat diperlukan. Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyusun rencana anggaran biaya yaitu gambar konstruksi bangunan, harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.Penelitian tentang analisis rencana anggaran ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Papua 1 di Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua dengan mengambil perbandingan harga jika proyek dilaksanakan di Kota Manado berdasarkan survey di toko grosiran yang ada di Kota Manado.Dari hasil penelitian ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya total konstruksi, yaitu: harga bahan material, dan upah tenaga konstruksi di Kota Manado lebih murah dibandingkan harga yang ada di Kota Jayapura Provinsi Papua Kata Kunci: Analisis Rencana Anggaran Biaya, Rumah Susun
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Paputungan, Faisya A. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Topayu, Luthfiyah R. Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu