Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING

ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN PERAWATAN LANDAS PACU BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO Bachdar, Reza Rizki Kurnia; Malingkas, Grace Y.; Tarore, Huibert
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi terletak di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I ini mampu menerima beban dari pesawat udara Boeing 737 series dan Air Bus A320 Series. Perawatan secara berkala dilakukan untuk menjaga kemampuan dari landas pacu yang ada. Salah satu perawatan yang sedang dilakukan saat ini adalah proyek “Pekerjaan Overlay Runway 18-36 di Bandar Udara Sam Ratulangi – Manado”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor resiko, terkait dengan kecelakaan penerbangan dan dapat mengetahui kondisi risiko dominan yang muncul dalam metode kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini berupa data primer (Wawancara dan menyebarkan kuisioner) dan data sekunder (Studi literatur). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan bantuan aplikasi Statistical Program for Social Science (SPSS), kemudian dilakukan uji validitas dengan teknik pengujian Pearson Correlation, uji reabilitas dengan teknik pengujian Cronbach’s Alpha, analisis resiko secara kualitatif, analisis resiko secara kuantitatif dan analisis kategori resiko. Hasil analisis disajikan dengan mengelompokkan risiko dalam kategori tinggi, sedang dan rendah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Risiko yang ada dalam metode kerja “Pekerjaan Overlay Runway 18-36 di Bandar Udara Sam Ratulangi – Manado” terkait dalam kecelakaan penerbangan, sebanyak 62 faktor risiko, setelah divalidasi dengan pengujian validitas dan reliabilitas, didapat sebanyak 43 faktor risiko yang pasti. (2) Dari hasil analisis didapati dari ke 43 faktor risiko terdapat 12 faktor risiko yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Tiga faktor risiko tertinggi adalah “kualitas pekerjaan kurang baik” berada pada tahapan pekerjaan “penghamparan”, “hasil akhir pengaspalan/sambungan runway tidak landai”berada pada tahapan pekerjaan “penghamparan” dan “kualitas pekerjaan kurang baik” berada pada tahapan pekerjaan “pengecatan marka”. Ke-43 faktor risiko tinggi tersebut harus dilakukan penanganan segera, untuk menghindari terjadinya kecelakaan dalam penerbangan terkait pekerjaan pembangunan di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci: bandar udara, landas pacu, metode kerja,  proyek, risiko
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA (Studi Kasus: Pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno-Manado) Pangkey, Febyana; Malingkas, Grace Y.; Walangitan, D. R. O.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 2 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman penerapan SMK3 di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.Penelitian ini mencoba memberikan jawaban tentang bagaimana standar dan pedoman SMK3 yang digunakan pada proyek pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno di Manado serta membahas bagaimana pengaruh dari penerapan SMK3 bagi perusahaan dan tenaga kerja itu sendiri.Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan petugas K3, hasil observasi atau pengamatan langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi data-data SMK3 yangtersedia serta studi kepustakaan sebagai data pendukung.Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa SMK3 telah direncanakan dan diterapkan dengan baik di lokasi proyek. Standar dan pedoman yang digunakan untuk mengatur sistem ini disusun dalam Rencana Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Proyek (RMK3LP). Dasar penerapan prosedur-prosedur tersebut disesuaikan dengan standar internasional yaitu Occupation Health and Safety Management System (OHSAS) 18001:1999 yang memiliki kesamaan dengan SMK3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996. Penerapan SMK3 ini membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan maupun tenaga kerja, hal tersebut terlihat dari jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit kerja masih tergolong rendah dantidak memberikan pengaruh yang berarti bagi pelaksanaan pekerjaan.Kata Kunci : SMK3, OHSAS 18001:1999
IDENTIFIKASI RISIKO RANTAI PASOK BATU BOULDER DALAM PEKERJAAN KONSTRUKSI PENGAMAN PANTAI (Study Kasus : Pembangunan Tembok Pengaman Pantai Desa Matani Kabupaten Minahasa Selatan) Wongkar, Deny; Manoppo, Fabian J.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan rantai pasok diyakini dapat menjadi salah satu solusi, sehingga akan mendatangkan keuntungan baik bagi pengguna maupun penyedia jasa konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis  rantai pasok material batu boulder dimulai proses pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi tembok pengaman pantai di pesisir pantai Amurang, menganalisis kriteria-kriteria dan sumber sumber risiko tembok pengaman pantai. Dan mendapatkan identitas pemasok batu boulder (Quarry). Wawancara secara terstruktur dengan Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan), para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta penyedia jasa maupun pemasok-pemasok batu boulder untuk mendapatkan serangkaian informasi  yang akan digunakan dalam analisis pengambilan keputusan. Pengamatan di lapangan pekerjaan dan quarry pemasok untuk mengetahui jarak optimal yang dibutuhkan. Kajian literatur mengenai  pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah sesuai dengan Perpres No. 16 Tahun 2018. Akhirnya dibangun model tingkatan berupa hirarki untuk dianalisis keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).  Dari penelitian dapat disimpulkan risiko rantai pasok batu boulder tidak dimasukan dalam evaluasi penawaran penyedia jasa sehingga walaupun penyedia tidak menyediakan quarry (pemasok) sebagai pendukung rantai pasok pekerjaan batu boulder tetap bisa ditetapkan sebagai pemenang tender. Analisis 29 (dua puluh sembilan) faktor-faktor risiko  dan 6 (enam) sumber sumber risiko, didapat bahwa faktor risiko X-12 yaitu kemampuan manajerial dalam hal tidak adanya dukungan quarry (pemasok) dalam batu boulder dalam fungsi manajemen proyek, mempunyai unsur dominan sebesar 11% (sebelas persen). Didapat 6 (enam) identitas pemasok batu boulder Disarankan dukungan quarry (pemasok) batu boulder menjadi salah satu yang dapat dievaluasi oleh kelompok kerja pemilihan.  Kata kunci: identifikasi risiko, rantai pasok, batu boulder, tembok pengaman, AHP
ANALISIS PENGELOMPOKAN DAN PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA BERDASARKAN ATURAN SMK3 MENGGUNAKAN METODE RANKING PADA PROYEK PEMBANGUNAN INSTALASI RAWAT INAP RSUD MARIA WALANDA MARAMIS MINAHASA UTARA Mantiri, Deisy H. M.; Malingkas, Grace Y.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko kecelakaan kerja tidak dapat dihindari pada proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Sektor konstruksi memiliki hubungan erat dengan faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang menjadi penyebab dan menjadi poin penting yang tidak dapat diabaikan oleh berbagai pihak, karena meliputi permasalahan dari sisi biaya, benefit ekonomi, regulasi, hubungan antar manusia dan pertanggungjawaban. Hampir semua proyek yang sudah berjalan tetap diperhadapkan dengan risiko kecelakaan dalam pekerjaan. Kondisi ini menarik untuk diteliti karena membutuhkan peran manajemen risiko yang eksplisit untuk menanggulangi atau meminimalisasi potensi risiko dalam aktivitas kerja, baik yang belum atau yang sudah dialami selama pekerjaan konstruksi.Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan survey awal dan wawancara di lapangan terkait dengan risiko yang sudah atau belum pernah terjadi ketika proyek dimulai. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode yang telah dipilih untuk memperoleh hasil analisis yang diharapkan sesuai dengan tujuan riset ini yaitu mengelompokkan risiko dan melakukan pencegahan terhadap dampak risiko yang telah terjadi.Pengelompokan risiko diurutkan berdasarkan skala indeks yaitu 1-5. Output hasil analisis ini menjadi penentu nilai ranking dari indeks risiko yang sering muncul maupun yang tertinggi. Hasil analisis data menunjukkan skala indeks 4 untuk subvariabel P19 yang merupakan nilai paling tinggi. Analisis ranking Spearman dengan alat ukur SPSS menunjukkan subvariabel P12 dengan nilai mean 2,69 merupakan yang paling tinggi. Demikian halnya dengan analisis validitas dan reliabilitas menunjukkan hasil yang valid untuk semua data yang dianalisis. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa treatment dalam pengelolaan atau pengendalian risiko yang digunakan sebagai acuan adalah OHSAS 18001:2004, dimana penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah langkah terbaik untuk meminimalisir dampak risiko.  Kata kunci : risiko, faktor K3, manajemen risiko, analisis ranking, APD
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE PROBABILITY IMPACT GRID DAN PERANKINGAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU FAKULTAS SYARIAH IAIN MANADO Ator, Praesillia Christien; Malingkas, Grace Y.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan pekerjaan dibidang proyek konstruksi seringkali terjadi baik dalam proyek besar maupun proyek menengah ke bawah. Salah satu proyek yang teridentifikasi keterlambatan pekerjaan adalah pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Fakultas Syariah IAIN Manado. Analisis faktor keterlambatan pada proyek konstruksi ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama penyebab keterlambatan pekerjaan serta dapat mencari respon risiko yang cocok dan tepat untuk penanganan dalam hal meminimalisir terjadinya dampak akibat risiko keterlambatan yang terjadi. Diharapkan dalam pekerjaan selanjutnya tidak terjadi lagi pekerjaan yang terlambat sehingga muncul adanya faktor-faktor keterlambatan yang berdampak pada kualitas mutu, waktu dan biaya dari proyek konstruksi tersebut.Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini dijadikan salah satu acuan untuk menentukan cara meminimalisir dan menghindari risiko keterlambatan. Tolak ukur dan landasan untuk melakukan analisis ini adalah data primer yaitu data hasil kuesioner yang dibagikan secara terstruktur, serta data sekunder yang diperoleh melalui laporan-laporan proyek, dokumen proyek dalam bentuk gambar dan tulisan serta dokumen umum. Analisis yang dilakukan menggunakan metode analisis Probability Impact Grid dan menggunakan metode Perankingan dengan dibantu alat ukur SPSS.Dari kedua output analisis menggunakan metode tersebut didapat kesimpulan secara masing-masing dan secara umum kedua metode tersebut. Ditemukan faktor penyebab terjadinya keterlambatan pekerjaan adalah pada variabel biaya, material dan manajemen yang dinilai tidak efisien. Maka disarankan agar memperhatikan dan meningkatkan kualitas mutu pekerja, manajemen biaya dan manajemen penjadwalan stok material agar tidak ada pekerjaan yang terhambat, dan khususnya pada manajemen biaya dan material dapat meningkatkan performa dan kualitas pekerjaan pada proyek ini. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil perankingan menggunakan SPSS konsultan RB 3.00 dan RMT 3.00, kontraktor RB 3.95 dan RMT 3.50 dan pekerja RB 3.94 dan RMT 3.78. Sementara hasil dari analisis Probability Impact Grid kontraktor RB 2.95, konsultan RB 3.00, RMT 2.25 RM 2.50 dan pekerja RB 2.95, RM 2.65. Kata kunci: factor, keterlambatan, Probability Impact Grid, perankingan, SPSS
PEMODELAN PENGELOLAAN RISIKO PROYEK KONSTRUKSI OLEH PERUSAHAAN PELAKSANA KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MINAHASA) Umboh, Alfian H.; Malingkas, Grace Y.; Rumayar, Audie L. E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Proyek Konstruksi di Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa mengalami keterlambatan dalam hal penyelesaian pekerjaan serta adanya ketidaksuaian dari standar yang ditetapkan dalam kontrak pekerjaan yang ditinjau baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang terjadi di lapangan. Dari setiap pelaksanaan ini, tentu memiliki karakteristik risiko yang spesifik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi risiko yang paling dominan pada tahap pelaksanaan proyek serta membuat respon risiko dalam mengelola risiko yang paling berpengaruh.Tahapan penelitian adalah identifikasi risiko lewat tinjauan lapangan kegiatan proyek dan study literatur, membuat kuesioner, penyebaran dan pengumpulan kuesioner, analisis data deskriptif, evaluasi risiko dominan yang akan dikelola, kemudian membuat respon terhadap risiko dominan dalam hal mengelola risiko.Hasil penelitian menunjukkan Resiko yang teridentifikasi pada proyek konstruksi di Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa terdapat 6 risiko yang dikelompokkan atas 9 kategori resiko. Resiko dominan hasil analisis berdasarkan skala prioritas dan respon dalam pengelolaan risiko yaitu Volume pekerjaan tidak sesuai kondisi lapangan nilai akhir 17,87, Respon risiko mengajukan addendum volume pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan terlambat mulai nilai akhir 17,75, respon risikonya mempercepat pelaksanaan terhadap jadwal yang ditetapkan. Desain yang ada tidak lengkap nilai akhir 17,13, respon risikonya Mempercepat pelaksanaan terhadap jadwal yang ditetapkan. Mitra kerja perusahaan atau subkontraktor yang buruk nilai akhir 17,01, respon risikonya melakukan seleksi awal terhadap Mitra kerja. Perubahan desain saat pelaksanaan nilai akhir 16,64, respon riskonya mengajukan klausal change order dan Amandemen kontrak dalam perjanjian. Beda persepsi kontrak antara pemilik proyek dan kontraktor, mengenai kontrak tipe lump sum atau unit price nilai akhir 16,64, respon risikonya mengenai kontrak tipe lump sum atau unit price, bersama melakukan kesepakatan mengenai pemahaman kontrak sesuai aturan. Adanya Perubahan konstruksi yang sudah selesai nilai akhir 16,36, respon risikonya mengajukan klausal change order dan Amandemen kontrak dalam perjanjian. dan Desain sulit dimengerti nilai akhir 15,25, respon risikonya Mengajukan amandemen perpanjangan waktu pekerjaan. Kata kunci: Proyek Konstruksi, Risiko, Kuesioner, SPSS, Respon Risiko
EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU SESUAI SNI PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN Rompas, Asrini Novita; Dundu, Ariestides K. T.; Malingkas, Grace Y.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah setiap tahun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan peningkatan, rehabiltasi, pembangunan dan pemeliharaan jalan di provinsi sulawesi utara karena sering terjadi kerusakan dini pada ruas jalan padahal umur rencana belum tercapai.. Masyarakat banyak yang beranggapan bahwa kerusakan jalan yang terjadi karena adanya faktor cuaca, tapi pada kenyataannya kerusakan jalan terjadi karena sumber daya manusianya yang tidak mengerti dan tidak patuh pada penerapan sistem manajemen mutu yang berdasarkan standar nasional indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat penerapan system manajemen mutu oleh pejabat pelaksana teknis kegiatan dan tim perencana dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dilapangan apakah sudah sesuai dan mengaju pada standar nasional Indonesia, Proses pengambilan sampel dilakukan dengan pengumpulan data terhadap pendapat responden dengan cara penyebaran  kuisioner kepada tim perencana dan pejabat pelaksana teknis kegiatan jalan yang berada di dinas pekerjaan umum provinsi sulawesi utara pada tahun anggaran 2018, selanjutnya dalam pengelolaan data responden digunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan skala likert dan skala guttman.Hasil Evaluasi dengan menggunakan skala likert dan skala guttman untuk 25 responden yang terbagi 15 responden pejabat pelaksana teknis kegiatan dan 10 respoden tim perencana di wilayah kantor Dinas pekerjaann Umum dan Penataan Ruang Daerah Provinsi Sulawesi diperoleh skor 21, 67 % untuk tim perencana dan 354 untuk PPTK. Maka dari hasil analisis dan pembahasan serta pengamatan langsung dilapangan terhadap implementasi system manajemen mutu berdasarkan standard nasional Indonesia untuk tim perencana dapat dikategorikan lemah dan untuk PPTK dapat dikategorikan sedang Kata kunci: biaya, rehabilitasi, peningkatan, pemeliharaan, manajemen mutu
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK BENDUNGAN LOLAK KAB. BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA MENGGUNAKAN METODE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) DAN METODE DOMINO Stevano Krista Kambey; Grace Y. Malingkas; Lucia I. R. Lefrandt
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melalui Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan. Total tersebut terdiri dari pembangunan 16 bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru. Salah satu bendungan baru yang sedang dibangun adalah Bendungan Lolak yang terletak di terletak di Desa Pindol, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong–Propinsi Sulut. Proyek tersebut merupakan icon terbaru Kab. Bolaang Mongondow yang sangat berisiko dalam hal kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko–risiko yang paling dominan, dan mengetahui faktor–faktor dari risiko–risiko yang paling dominan tersebut. Dalam penelitian ini digunakan 2 metode yaitu metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan metode domino. Metode FMEA untuk mengetahui risiko yang paling dominan dan metode domino untuk mengetahui dan menganalisa penyebab risiko tersebut. 3 hasil RPN tertinggi failure mode bendungan Lolak adalah : 1. Tertimpa stock material, 2. Kecelakaan alat berat karena sling dari bore pile yang rusak, 3. Tertimpa benda berat, kena benda tajam, dan terkena percikan. 3 hasil Maximum RPN kemudian dianalisis dalam metode domino. Tertimpa stock material, lack of control-nya adalah terbatasnya pengawasan di lapangan, basic couse-nya kurangnya pengetahuan dan peralatan/perlengkapan tidak memadai, immediate couse-nya penempatan alat yang tidak benar, yang menimbulkan kerugian pekerja mengalami luka ringan/berat dan kehilangan waktu produksi. Kecelakaan alat berat karena sling bore pile yang rusak, Lack of control-nya adalah terbatasnya pengawasan dari pelaksana dan kurangnya pelatihan K3, basic couse-nya adalah pemakaian serta keausan dari alat bore pile sehingga menimbulkan Loss pekerja mengalami luka berat/ringan. Tertimpa benda berat, benda tajam, kena percikan basic couse-nya adalah kurang pengetahuan dan kurang terampil, menyebabkan kehilangan waktu produksi sehinnga menimbulkan produktivitas bekerja berkurang. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 pekerjaan yang memiliki potensi risiko tertinggi yaitu Pekerjaan Bangunan Pengelak, Pekerjaan Konduit Pengelak, Pekerjaan Bendungan Utama (Main dam). Kata kunci: Manajemen Risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), DOMINO, Bendungan Lolak, K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja )
Co-Authors . Junaidi Abd. Rajab R. Dasinangon Adikavara E. T. Rapar Agryanto P. Parinding Ariestides K. T. Dundu Ariestides K. T. Dundu Asrini Novita Rompas Audie L. E. Rumayar Bachdar, Reza Rizki Kurnia Bartje F. Tombokan Bobby Rocky Kani Bonny F. Sompie Buyung, Rudy. A. H. F. Ceisya G. Keintjem Cendy Merry Tumbelaka Charen N. P. Montolalu Christina A. J. Pangkey Christy A. Labolaang D. R. O. Walangitan David H. Mewengkang David M. Walean Deane R. O. Walangitan Eris Rosita Eurene M. Rawis Fabian J. Manoppo Failen Pratasik Febrina P. Y. Sumanti Febyana Pangkey Felicia, Zefanya P. Fharel Novel Lantang Fransisko Noktavian Wowor Frendi D. Lumintang Frendy, Vania T. Grace Priscillia Kamagi Grasheila B. Tambayong Hairunisa Mokodompis Huibert Tarore Inkiriwang, Revo L. Irene G. Tumbel Jantje B. Mangare Jantje B. Mangare Jasmin Christy Natalia Mandey Jermias Tjakra Jermias Tjakra Johan p Rantung Johan P. Rantung Jolan Juliana Sumajow Juno E. Ch. Langi Kevin Imanuel Kambey Kornelia Pararuk Kristi Elsina Leatemia Langgeroni, Reni Lestiani Nova Pontoh Livia L. Luntungan Lucia I. R. Lefrandt Lucia I.R. Lefrandt Lumentah, Christin Natalia Magdalena Monica Pontoh Malifa, Yusuf Mantiri, Deisy H. M. Meylisa E. Balirante Mochtar Sibi Mokolensang, Virginia Marcelin Muh. F. Sumantri Nono, Yousantho Paputungan, Faisya A. Pingkan A. K. Pratasis Pingkan A. K. Pratasis Pondaag, Nathalia Elizabeth Pontoh, Miyabi R. Porajow, Tania G. Praesillia Christien Ator, Praesillia Christien Prince A. Sepang Rando R. V. Kare Ratag, Kezia Aprilia Rayhan Aslah Rebecca Glory Ropa Regina Lombogia Rivi K. Lantang Robert J. M. Mandagi Rolangon, Aprilia A. Rori, Widya Fanheyvel Rumboisano, Arnol Sokop, Ronald Martin Sompie, Cecilia T. Stefi Priescha Tauro Stevano Krista Kambey Sthefanus A. Lengkong Sumanti, Febrina P. Y. The, Londy Herianto Tilaar, Melisa F. Tisano Arsjad Tisano T. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Tisano Tj. Arsjad Topayu, Luthfiyah R. Umboh, Alfian H. Vania Y. Moningkey Victor Michael Tyson Lempoy Victoria Mintje Vivian G. Iroth Wanta, Isty M. Wilar, Wingky P. R. Wongkar, Deny Wuisan, Felleps Yeremia B. Mokalu